
Sandra mencoba menemui Nathan untuk meminta maaf untuk semua kesalahannya. Tapi Nathan sama sekali tidak mau mendengarnya. Nathan menyatakan resign dari hotel milik ayah Sandra.
"Aarggh.. Sial! Susah payah aku mendekatimu sekarang malah hancur berantakan semua. Sekarang Nathan semakin membencinku. Dafa harus bertanggung jawab untuk semua ini." gerutu Sandra di ruangan manager hotel.
Sandra menemui Dafa di kantornya. Dia masuk saja tanpa permisi ke ruangan Dafa.
"Dafa, kau harus bertanggung jawab untuk semua ini. Nathan membenciku sekarang." Ucap Sandra
"Hei kenapa kau menyalahkanku? Kau saja yang tidak becus menjalankan rencana kemarin. Aku yang pantasnya marah padamu. Karena rencanamu yang tidak berjalan sempurna itu membuat dia meniduri wanitaku." Seru Nathan dengan emosi yang meluap.
"Itu juga salahmu, kenapa kau tidak menjaga wanita sialan itu disaat aku sedang menjalankan rencana kemarin."
"Jangan sebut dia seperti itu. Kau yang pantas disebut wanita sialan!"
"Dafa!" Bentak Sandra seraya menatap tajam kearah Dafa.
"Sudah pergi sana. Aku sudah menjalankan rencanaku sendiri. Aku sudah tidak butuh bantuanmu." Usir Dafa pada Sandra.
"Hei seenaknya ya kau mengusirku. Lihat saja aku akan membongkar semua kebusukanmu selama ini." Ancam Sandra
"Hahaha sebelum itu kupastikan kau mendekam di penjara. Kau sudah lupa aku punya bukti bahwa kau yang membunuh Asya."
"Arrgh.. Dasar pria licik!" Hardik Sandra dengan kesal setelah itu pergi meninggalkan ruangan Dafa.
"Kau juga wanita licik." Ucap Dafa dengan santai.
*
*
__ADS_1
Dafa mengirimkan pesan ancaman pada Nathan. Dia menggunakan sang papa lagi untuk memancing Nathan agar segera melakukan apa yang dia suruh.
(Hei bang, segera lakukan apa yang kusuruh atau pengobatan papa ku hentikan hari ini. Kutunggu kau mendaftarkan percaraianmu.)
Membaca pesan dari sang adik Nathan kembali merasa pusing. Dia sudah berjanji pada sang istri akan berjuang mempertahankan pernikahan.
(Aku tahu sekarang kau ingin merubah keputusan. Tapi sayangnya tidak bisa. Kalau kau mengingkari janji, kau akan masuk penjara dan papa akan sekarat karena oksigennya dilepas. Satu lagi, akan kuhabisi istrimu itu kalau kau tidak mau melepasnya. Karena kalau aku tidak bisa memilikinya kau juga tidak bisa!") Dafa mengirimkan pesan lagi pada Nathan.
Tidak mau sesuatu terjadi pada istri dan juga papanya, Akhirnya diam-diam Nathan mendaftarkan gugatan perceraiannya ke pengadilan. Yang mengejutkan, Nathan mengaku bahwa alasan menggugat cerai istrinya karena istrinya berselingkuh dengan pria lain. Resmi mendaftarkan perceraian, Nathan menemui Dafa.
"Bagus, kalau saja dari awal abang mau menceraikannya semua ini nggak akan terjadi. Oke setelah resmi bercerai aku akan mengembalikan saham milikmu." Ucap Dafa
"Tidak perlu, aku menceraikannya karena ingin melindunginya dan menyelamatkan papa. Bukan untuk meminta kembali harta itu."
"Alah nggak usah munafik bang, buktinya tanpa harta kau tidak bisa melakukan apa-apa kan? Ahahah." Dafa tertawa sangat lepas.
"Kau tidak perlu mengembalikan sahamku. Tapi aku minta bantu perusahaan papa Jeslyn." Ucap Nathan
"Brengsek! Kenapa adikku sejahat ini." Batin Nathan seraya mengepalkan kedua tangannya. Setelah itu dia pergi meninggalkan Dafa.
"Hei ingat ya bang," Teriak Dafa
...****************...
Dalam perjalanan pulang, Nathan terus merasa bersalah pada Jeslyn. Pasti hatinya akan tersakiti karena keputusannya ini. Tapi dia tidak punya pilihan lain. Dia tahu adiknya itu akan serius dengan perkataannya. Saat di jalan, Nathan melihat sosok yang pernah dia ajak kerjasama untuk memesan bahan bangunan proyek waktu itu. Dia langsung menghentikan motornya hendak menghampiri orang itu. Tapo begitu tahu akan dihampiri olehnya, orang itu malah berlari sekencang mungkin menghindarinya.
"Sepertinya memang ada yang tidak beres dengan orang itu, Apa dia juga orang suruhan Dafa untuk menghancurkan proyek yang kutangani? Aku harus mengejarnya."
Namun saat akan mengejar ponselnya berbunyi, tertulis nama Jeslyn disana.
__ADS_1
"Halo coku apa maksudnya ini? Kamu gugat cerai aku? Pulang sekarang juga. Kita harus bicara." Terdengar suara nyaring Jelsyn dari ponselnya. Ternyata surat undangan persidangan sudah sampai di tangan Jeslyn. Nathan pun menghela nafas panjang. Dia tidak tahu apa yang harus dilakukannya saat bertemu istrinya nanti.
*
*
Ketika sampai dirumah, ternyata Dafa sudah berada disana. Dafa berada disana untuk memperpanas keadaan. Dia tidak mau kalau sampai Nathan membongkar segalanya.
"Bang apa yang kau lakukan, aku kan sudah berubah fikiran. Aku izinkan kalian bersama karena setelah kupikir Jeslyn itu bahagia bersamamu. Aku sudah ikhlas dan aku kemari untuk meminta maaf." Ucap Dafa yang sedang melakukan dramanya.
"Drama apa lagi yang kau buat daf, kau benar-benar adik yang jahat." Batin Nathan seraya menatap tajam kearah adiknya.
"Coku kenapa kamu lakukan ini? Bukannya kita sudah sepakat untuk mempertahankan pernikahan kita. Teganya kamu berkata pada pengadilan kalau aku ini selingkuh." Ucap Jelsyn dengan mata yang berkaca-kaca.
"Maaf aku rasa memang lebih baik kita berpisah. Aku udah capek seperti ini terus. Karirku hancur karena bersamamu. Mungkin kamu memang lebih pantas dengan Dafa. Maafkan aku, sampai jumpa di persidangan." Ucap Nathan yang kemudian pergi meninggalkan tempat.
"Tunggu, kamu nggak bisa pergi begitu saja. Kamu bilang kamu cinta sama aku." Teriak Jeslyn tapi itu tidak membuat Nathan menghentikan langkahnya. Nathan tidak membawa motornya, karena itu motor yang dibeli dengan uang Jeslyn.
"Maafkan aku cebor, ya aku mencintaimu aku sangat mencintaimu." Batin Nathan merasa teriris melihat wanitanya menangis karena dirinya.
Dafa memanfaatkan keadaan, dia merangkul pundak Jelsyn dan menenangkannya. Tapi dengan cepat tangannya ditepis oleh Jeslyn.
"Aku yakin ini semua perbuatanmu kan, Kamu yang buat seolah-olah Nathan yang menginginkan perceraian ini. Jahat kamu daf jahat!" Ucap Jeslyn seraya mendorong keras tubuh Dafa menjauh darinya.
"Aku memang sudah jahat menghancurkan segalanya. Tapi kali ini aku jujur aku sudah ikhlas kalian bersama. Aku juga tidak memaksa ataupun membuat sandiwara tentang semua ini." Ucap Dafa
Jeslyn menatapnya dengan intens. Rasanya sulit untuk mempercayai perkataan Dafa. Apalagi jelas-jelas kemarin Nathan sudah berjanji dengannya jika tidak akan menuruti kemauan Dafa itu.
"Jess memang sepertinya tuhan menakdirkan kita untuk kembali bersama. Disaat aku sudah mengikhlaskanmu tuhan memberi jalan untuk kita kembali bersama." Ucap Dafa
__ADS_1
"Hah.. Aku ingatkan sekali lagi, kisah kita sudah berakhir sejak kamu pergi meninggalkanku waktu itu. Kalaupun aku bercerai dengan Nathan, aku tidak sudi kembali dengan pria pemain wanita sepertimu!" Ucap Jeslyn dengan tegas.