
Acara perayaan anniversary pernikahan Nathan dan Jeslyn pun tetap berjalan. Bertempat dirumah mereka. Kini mereka berdua tengah duduk berdua di dekat kolam renang. Jeslyn sudah mengatur tempat dinner romantis disana.
"Aku sangat tidak menyangka kamu menyiapkan semua ini." Ucap Nathan dengan binar mata kebahagiaan.
"Memangnya hanya kamu saja yang bisa membuat surprise dinner romantis. Aku juga bisa." Ucap Jeslyn yang tak kalah bahagia juga.
Kemudian Nathan memberikan hadiah yang disimpannya di dalam sebuah kotak berpita.
"Wah apa nih?" Jeslyn langsung membuka kotak itu. Didalamnya berisi kunci dan selembar kertas. Tanpa bertanya lagi Jeslyn membaca isi selembar kertas itu. Seketika Jeslyn menutup mulutnya dengan telapak tangannya. "Sayang kamu menyerahkan saham bintang agency untukku semuanya?"
"Iya, namamu dibesarkan disana. Jadi aku pikir studio bintang agency cukup berarti bagimu." Ucap Nathan
Jeslyn langsung berdiri menghampiri suaminya dan memeluknya. "Terima kasih, aku sangat suka dengan kado darimu ini. Tapi sepertinya aku akan berhenti dalam dunia permodelan untuk sementara waktu." Ucap Jeslyn yang kemudian melepaskan pelukannya.
"Kenapa begitu? Apakah kamu ingin mencoba profesi lain?" Tanya Nathan
"Hmmm,, Jawabannya ada di kotak itu. Itu kado dariku untukmu." Jawab Jeslyn
Tanpa berfikir panjang, Nathan membuka kotak itu. Matanya langsung berbinar melihat alat tes kehamilan bertuliskan 'Pregnant'.
"Cebor kamu hamil? Sejak kapan? Kenapa kamu tidak memberitahuku? Apakah kamu sudah ke dokter?" Nathan langsung menghujani Jeslyn dengan banyak pertanyaan.
"Coku, suamiku sayang kalau mau tanya itu satu satu dong. Aku kan jadi bingung jawabnya."
"Maaf maaf yasudah sini sini duduk dulu." Nathan menuntun Jeslyn untuk duduk. Kemudian dia menarik kursi agar bisa duduk dekat dengan sang istri.
__ADS_1
"Ayo jawab pertanyaanku sekarang." Ucap Nathan antusias.
"Aku hamil usia minggu. Ini juga diluar perkiraanku. Kamu ingat kan kita ke rumah sakit tiga hari yang lalu karena aku ngerasa nggak enak badan, Nah disitulah aku tahu kalau aku hamil." Ucap Jeslyn
"Tapi waktu itu dokter berkata kamu hanya kecapek an saja kan," Ucap Nathan sedikit bingung.
"Ya karena itu aku yang suruh. Kan waktu aku diperiksa, kamu keluar ruangan buat jawab telefon penting dari klien. Nah saat itu aku berkompromi dengan dokternya." Ucap Jeslyn
"Oh jadi begitu, pantas saja kamu tidak memperbolehkanku menebus obatnya." Ucap Nathan mulai memahami semuanya.
"Ya jadi gagal dong untuk surprise kalau kamu yang nebus vitamin kehamilanku." Ucap Jeslyn sembari mengusap perutnya. Nathan langsung berjongkok untuk bisa berkomunikasi dengan calon anaknya yang masih di dalam perur sang istri.
"Halo jagoan, mungkin kamu belum bisa mendengar. Tapi tak apa, Daddy akan tetap memberitahumu bahwa kehadiranmu itu sangat membuat Daddy bahagia. Sehat-sehat di dalam sana ya nak," Ucap Nathan seraya menciumi perut istrinya.
Jeslyn terkekeh, bukan hanya karena merasa geli akibat ciuman Nathan di perutnya. Namun juga karena suaminya itu sudah mempunyai panggilan sebagai calon orang tua.
"Iya sangat geli, tapi bukan itu yang membuatku tertawa. Tapi karena kamu menyebut dirimu dengan Daddy," Ahahaha... Jeslyn masih tertawa geli.
"Memangnya kenapa? Sebutab Daddy kan keren." Ucap Nathan seraya mengerutkan keningnya.
"Ya tapi ada loh yang lebih keren dari Daddy. Yaitu pakuu." Ucap Jelsyn sembari memonyongkan bibirnya saat menyebut pakuu.
"Papa kaku gitu maksudnya? Trus kamu mau dipanggil mabor," Ucap Nathan
"Ya nggak sih, iya iya Daddy Nathan." Balas Jeslyn sembari merangkul Nathan.
__ADS_1
🌺🌺🌺
Jeslyn benar-benar berhenti dari dunia permodelan. Bukan tanpa alasan, karena dia harus menjaga kandungannya.
Jeslyn mengalami morning sickness yang cukup parah. Hal ini membuat Nathan merasa khawatir. Dia takut kesehatan Jeslyn akan terganggu.
Jeslyn terduduk lemas di pinggir kasur. Dia baru saja keluar dari kamar mandi. Sudah seminggu ini dirinya mengalami mual muntah yang cukup parah. Tapi ketika siang dia akan kembali sehat normal seperti biasa.
Nathan yang sudah rapi dan bersiap berangkat ke kantor, merasa tidak tega meninggalkan istrinya. Dia ingin menemani istrinya yang terlihat pucat itu.
"Sayang apa aku pindahin pekerjaanku di rumah saja agar bisa menemanimu," Ucap Nathan sembari berjalan mendekati Jeslyn.
"Tidak perlu sayang, aku tidak apa-apa kok. Ini wajar kok sebagai wanita hamil. Kan kalau siang aku udah normal kembali." Ucap Jeslyn
Saat Nathan sudah duduk di sebelahnya, Jeslyn mencium bau yang sangat tidak disukainya. Bau itu membuatnya mual kembali. Otomatis dia berlari ke dalam kamar mandi lagi. Nathan pun dengan cepat menyusulnya.
"Sayang kamu beneran nggak papa? Itu mual lagi, kita periksa ke dokter sekarang ya," Ucap Nathan merasa khawatir.
"Tidak usah sayang, aku tidak apa-apa. Tapi aku rasa lebih baik kamu jangan mendekat. Aku tidak suka bau parfummu yang seperti telur busuk itu." Ucap Jeslyn
"Apa, bau telur busuk? Hei cebor ini itu parfum yang kamu paling favoritin. Wangi begini, masa iya aku seorang CEO dan suami dari model terkenal pakai parfum aroma telur busuk."
"Tapi itu beneran nggak enak banget coku. Benar-benar bau telur busuk. Menjauh dariku pokoknya kalau kamu masih pakai parfum itu."
Jeslyn keluar dari kamar meninggalkan Nathan. Sedangkan Nathan sendiri sibuk menciumi bau tubuhnya. "Perasaan wanginya tetap sama seperti kemarin-kemarin. Apa indera penciuman istriku bermasalah?"
__ADS_1
Karena sudah tidak sempat untuk berganti baju lagi, Nathan pun berangkat ke kantor tanpa memeluk dan mencium sang istri. Jeslyn benar-benar tidak mau didekati olehnya.
"Apa ini, berangkat kerja tanpa pelukan dan ciuman dari istri. Rasanya semangatku hilang 70 persen." Gumam Nathan seraya melangkah keluar rumah. Sementara Jeslyn hanya melambaikan tangan dari jauh.