Menikah Dengan Kakak Pacarku

Menikah Dengan Kakak Pacarku
Episode 83


__ADS_3

Langit biru menghiasi kota dimana menara Eifell berada. Tepat di kaki menara, Jeslyn sedang asyik berselfie. Entah sudah berapa kali wanita yang sedang hamil itu mengambil gambar dirinya. Ini sudah hari ke tiga di Paris, tapi ini merupakan hari pertamanya jalan-jalan. Karena dia mengalami jet lag dan selain itu morning sicknessnya kambuh lagi. Jadi Nathan memutuskan untuk mereka stay di hotel sampai keadaan Jeslyn benar-benar membaik.


Nathan hanya berdiri dan tersenyum sendiri melihat istrinya begitu ceria hari ini. Padahal sebenarnya ini bukan kali pertama Jeslyn datang ke Paris. Sebagai seorang model ternama, Jeslyn sudah sering datang ke paris untuk fashion show ataupun pemotretan.


"Coku sini dong, ayo kita foto berdua." Ucap Jeslyn sembari menarik suaminya yang sedari tadi hanya diam saja melihatnya. Mereka pun mengambil foto selfie berlatar belakang menara Eifell yang indah.


"Aku rasa aku sudah puas di sini, ayo kita jalan ke sana. Aku tahu tempat makanan enak di sekitar sini." Ucap Jeslyn sembari menggandeng tangan suaminya.


"Apakah tempatnya tidak jauh?" Tanya Nathan


"Emm,, lumayan sih. Tapi aku ingin jalan kaki saja." Jawab Jeslyn dengan semangat.


"Nanti kamu kecapek an dan sakit lagi." Ucap Nathan mengkhawatirkan sang istri.


"Tidak sayang, tenang saja. Tidak terlalu jauh kok. Kalau aku capek kan bisa minta gendong kamu." Ucap Jeslyn sembari tersenyum memperlihatkan gigi putihnya.


"Sepertinya pulang dari Paris aku harus pergi ke dokter tulang." Ucap Nathan sembari tertawa kecil.


Jeslyn pun memukul pelan lengan suaminya itu. "Aku tidak seberat itu sampai akan membuat tulangmu patah." Ucap Jeslyn yang kemudian ikut tertawa. Mereka pun bercanda tawa di sepanjang jalan di kota Paris itu.


.


.


Makanan lezat yang membuat Jeslyn tidak sabar menyantapnya sudah terhidang. Jeslyn langsung menyantap steak yang menurutnya sangat lezat itu. Begitu pula dengan Nathan.

__ADS_1


"Bagaimana coku, ini enak sekali kan?" Tanya Jeslyn


"Iya, pilihanmu memang terbaik soal makanan." Jawab Nathan seraya tersenyum. Memang semenjak hamil wawasan Jeslyn tentang makanan enak itu meluas.


Selesai makan mereka berdua masih duduk-duduk di sana. Kemudian Jeslyn melihat keramaian yang tak jauh dari restoran tempatnya berada.


"Itu apa ya ramai-ramai? Kita lihat ke sana yuk sayang," Ajak Jeslyn yang langsung saja menarik suaminya untuk menuju ke sana. Padahal Nathan belum berkata setuju.


Sampainya di keramaian itu, ternyata sedang ada pertunjukan pengamen jalanan. Jeslyn cukup tertarik dengan musik yang di mainkan. Bukan hanya menampilkan musik dan nyanyian, tapi ada penarinya juga. Banyak juga penonton yang ikut berjoget. Hal itu membuat Jeslyn tiba-tiba menginginkan sesuatu.


"Coku asik ya musiknya." Ucap Jeslyn


"Hmmm,, biasa aja menurutku. Aku tidak terlalu suka dengan musik." Ucap Nathan menanggapi istrinya.


"Ck,, issh, kamu mah asik gini masa di bilang biasa aja." Ucap Jeslyn merasa tidak terima. Kemudian mereka saling terdiam. Jeslyn menikmati alunan musik yang dimainkan.


"Nanti dulu, aku mau kamu joget bersama pria rambut gimbal itu." Jeslyn mengutarakan keinginannya. Nathan pun langsung terkejut dengan permintaan istrinya. Dia sudah berkata tidak suka dengan musik semacam itu tapi istrinya malah menyuruhnya ikut berjoget.


"Cebor kamu serius? Aku harus berjoget memutar satu tangan keatas sambil mengangguk-angguk seperti dia, di depan banyak orang ini?" Tanya Nathan merasa tidak yakin bisa menuruti permintaan istrinya kali ini.


"Iya coku sayang, ayo sana bergabung joget sambil sawer ya," Ucap Jeslyn sangat berantusias ingin melihat suaminya berjoget. Tapi wajah suaminya kini malah pucat pasi. Bahkan dahinya sampai berkeringat.


"Sayang please,, ini permintaan baby kita loh," Ucap Jeslyn lagi, meyakinkan Nathan agar menuruti permintaanya.


"Baiklah, ini demi baby kita dan agar kamu senang." Ucap Nathan yang kemudian mendekati grup pengamen itu.

__ADS_1


Nathan yang cukup pandai berbahasa prancis bisa dengan mudah mengajak mereka bicara. Nathan meminta mereka untuk memainkan lagu bertema cinta romantis tapi yang musiknya asik. Mereka pun setuju, karena Nathan membayar cukup mahal.


"Je dédie ceci à ma femme bien-aimée, Jeslyn." (Ini ku persembahkan untuk istriku tercinta, Jeslyn.) Nathan menunjuk Jeslyn dengan senyum. Nathan membuang seluruh urat malunya untuk memenuhi permintaan sang istri.


Jeslyn pun tersenyum senang, meskipun dia tidak tahu apa arti perkataan suaminya. "Sejak kapan coku fasih berbahasa prancis," Ucap Jeslyn terkekeh. Kemudian dia bersorak bertepuk tangan bebarengan dengan seluruh orang yang ada di sana.


Tidak di sangka, Nathan berjoget sangat energik. Bukan hanya Jeslyn yang terhibur. Tapi seluruh penonton yang ada di sana.


...****************...


Tak terasa sudah lima belas hari Nathan dan Jeslyn berada di Paris. Selama itu juga Nathan menebalkan kesabarannya. Karena Jeslyn selalu menyusahkannya dengan keinginan yang sangat diluar dugaan. Seperti ingin makan nasi pecel yang tentunya sulit ditemukan di sana. Bukan hanya itu, Jeslyn juga pernah meminta Nathan untuk memanjat pohon di taman yang banyak sekali orang berkerumun di sana. Dan yang baru saja Jeslyn minta adalah menjambak rambut pria gimbal yang di temui di jalan. Tentu Jeslyn meminta Nathan untuk izin pada pria itu.


Nathan sangat panas dingin ketika mencoba berbicara dengan pria berambut gimbal. Bagimana tidak, pria itu berwajah cukup sangar berperawakan besar dan berpakaian mirip preman. Tapi beruntung, pria itu dengan senang hati memberi izin Jeslyn untuk menarik rambutnya. Karena diketahui istri dari pria itu juga sedang hamil.


Dengan semangat Jeslyn menarik rambut pria itu. Sampai-sampai pria itu berteriak cukup keras. Tapi Jeslyn bak psiko yang malah tertawa puas. Sesudahnya Nathan pun mengucapkan beribu-ribu maaf dan juga terimakasih pada pria itu.


Saat ini Jeslyn tengah video call dengan kakak iparnya yang sudah menjadi bestienya itu. Tentu saja mereka membicarakan tentang oleh-oleh dari Paris. Jeslyn sudah menyiapkan oleh-oleh untuk Cecilia sesuai permintaannya.


"Sudah dulu ya kak, aku mau lanjut mengemas barang lagi. Sampai bertemu besok. Daah,," Jeslyn menutup telefonnya. Kemudian dia melanjutkan memasukkan barang ke koper. Tentunya di bantu oleh Nathan. Malam ini mereka akan pulang ke indonesia.


"Coku rasanya aku ingin menetap di sini saja," Ucap Jeslyn sembari menutup koper yang sudah terisi penuh.


"Boleh saja asalkan jangan minta nasi pecel setiap hari ataupun makanan indonesia lainnya." Balas Nathan sembari tersenyum tipis.


"Hehe maaf ya kalau nyidamku menyusahkanmu." Ucap Jeslyn sembari mengusap lembut pipi suaminya.

__ADS_1


"Tidak apa-apa, akan kulakukan apapun itu untuk membahagiakanmu juga baby kita." Ucap Nathan dengan senyum yang sangat manis. Jeslyn pun langsung memeluk suaminya dengan penuh cinta.


__ADS_2