Menikah Dengan Kakak Pacarku

Menikah Dengan Kakak Pacarku
Episode 14


__ADS_3

Jeslyn mengibaskan tangannya melepaskan genggaman tangan dafa. "Ngapain sih lo narik-narik gue?" Dengan tiba-tiba dafa memeluk erat jeslyn sampai dia susah melepaskan diri.


"Hey lepasin daf! Jangan gila deh." Teriak jeslyn


"Beb aku cinta sama kamu, aku nggak mau kita putus. Kamu harus cerai sama abangku. Kamu harus nikah sama aku."


"Aarrgg.." Dengan susah payah jeslyn melepaskan diri dari dafa.


"Dengerin ya, Aku nggak akan pernah cerai sama nathan. Ini semua salah kamu sendiri, Kenapa kamu ninggalin aku gitu aja? Dan dari awal kamu nggak pernah ngenalin satupun keluarga kamu ke aku." Setelah itu jeslyn melangkah pergi meninggalkan dafa, sekali lagi dafa menarik tangannya menahan agar jeslyn tidak pergi.


"Beb aku tahu kamu masih cinta sama aku."


Jeslyn mengibaskan tangannya. "Stop! Jangan panggil aku seperti itu lagi. Ingat sekarang aku ini kakak ipar kamu." Jeslyn pergi meninggalkan dafa sendirian disana.


"Aaaarggh.. Sial! Gue nggak akan tinggal diem. Lo harus balik sama gue jes." Ucap dafa penuh amarah.


"Oh ternyata benar, mereka berdua punya hubungan. Tapi jeslyn tadi bilang ga bakal cerai dari gue. Apa itu artinya dia punya perasaan sama gue?" Batin nathan, Sedari tadi dia menguping mereka berdua. Nathan menyadari jeslyn tidak ada dibelakangnya. Saat mencarinya dia malah menemukan jeslyn bersama dafa, karena itu dia jadi tahu semua kebenarannya. Dia merasa senang saat jeslyn berkata tak akan cerai darinya.


☀☀☀☀


"Loh si coku mana kok dia nggak ada disini?" Jeslyn melihat sekeliling sungai, hanya ada orang tua dan mertuanya yang sedang berbicara dengan petugas disana. Karena sibuk melihat kiri kanan, jeslyn menginjak batu licin yang membuatnya hilang keseimbangan. Dafa yang kebetulan berada di dekatnya langsung memegang tangan jeslyn agar dia tidak jadi terjatuh. Jeslyn melihat kedatangan nathan, dia langsung mengibaskan tangannya yang dipegang oleh dafa. Sebelum nathan curiga, jeslyn segera menjauh dari dafa.

__ADS_1


"Sayang kamu darimana aja sih, Aku nyariin loh," Ucap jeslyn sambil menggandeng tangan nathan. Dia sengaja bersikap seperti itu agar dafa melihat kemesraannya dengan nathan.


"Hey kalian bertiga ngapain masih disana? Sini cepet, perlengkapannya udah siap." Teriak mahesa


Mereka memakai helm beserta baju pelampungnya, Kemudian naik satu persatu ke perahu karet yang sudah disewa. Dafa sangat cemburu vella duduk besandingan dengan nathan.


Mereka terlihat sangat senang, kecuali dafa. Dia sedang menahan kekesalannya karena kekasihnya sekarang dimiliki oleh kakaknya sendiri.


Mereka semua basah kuyup setelah menguji adrenalin di sungai itu. Mereka menepi meninggalkan sungai untuk kembali ke tenda. Namun jeslyn salah mengambil langkah dan membuatnya tergelincir. Dua bersaudara dengan sigap menolong jeslyn. Tapi nathan lebih dulu menangkapnya karena jaraknya yang lebih dekat dengan jeslyn. Sementara dafa memegang tangan jeslyn. Dengan cepat nathan mengusir tangan dafa yang memengang istrinya. Dafa merasa marah, namun dia tak ingin membuat keributan disana. Dia langsung pergi begitu saja.


Sementara jeslyn malah terdiam tetap diposisi jatuh kedalam pelukan nathan.


"Emm emhm.. Hallo nggak ada yang cidera kan?" Mendengar ucapan nathan ini jeslyn langsung melepaskan diri darinya. Kemudian nathan mengibas-ngibasakan tangannya.


"Menurut lo kenapa? Kelihatannya doang kecil berat." Jawab nathan tanpa berekspresi.


Jeslyn langsung panik mendengar perkataan nathan. Dia berfikir kalau berat badannya pasti naik banyak. Jelsyn merengek tidak jelas membuat nathan keheranan. Tapi dia pergi meninggalkan jeslyn jalan duluan begitu saja.


🌷🌷🌷


Jeslyn terus kepikiran masalah berat badannya. Dia memutuskan untuk tidak makan apapun sampai sore nanti. Padahal pagi tadi dia hanya sarapan sangat sedikit karena merasa tidak mood melihat dafa. Saat makan siang bersama, jeslyn berusaha tidak menyentuh makanan. Dia hanya banyak minum air untuk mengganjal perutnya. Minggu depan dia ada pemotretan penting. Jangan sampai badannya terlihat gemuk di kamera dan menjadi tidak sempurna.

__ADS_1


Saat malam tiba hujan turun begitu derasnya. Cuaca seperti ini, tidak memungkinkan untuk mereka semua tidur di tenda. Mereka pun beralih ke penginapan yang juga ada disana. Mereka menyewa 3 kamar yang berdampingan. Cuaca sangat amat dingin malam ini. Jeslyn duduk meringkuk di balkon melihat pemandangan hujan mengguyur hutan pinus di belakang penginapannya. Suara dafa masuk di telinganya. Dafa mengenang masanya dulu bersama jeslyn. Balkon kamar mereka hanya berbatasan pagar besi kecil membuat dafa bisa bebas mengajak jeslyn mengobrol.


"Jess kamu beneran mau menyudahi hubungan kita begini aja? Aku cinta sama kamu beb." Ucap dafa memelas. Dia masih sangat berharap jeslyn masih mau menerima dirinya lagi. Jeslyn sama sekali tak menghiraukan ucapan dafa. Dia malah bergegas masuk ke dalam menghindarinya.


"Ternyata cuma segini ya rasa cinta kamu sama aku. Mudah banget kamu ninggalin aku buat nikah sama orang lain. Apalagi dia abangku sendiri. Aku nggak nyangka jes, aku pikir kamu itu beda sama cewek lain." Ucap dafa. Mendengar itu jeslyn langsung berbalik arah mendekatinya.


"Apa lo bilang? Gue ninggalin lo? Heh ngaca dong?! Lo sendiri yang pergi tanpa kabar. Lo tau nggak gimana terpuruknya gue saat itu?! Apalagi saat gue tahu lo malah ngabarin cewek lain yang jelas-jelas dia itu musuh gue. Lo jadian sama dia di belakang gue, sekarang seenaknya lo nyalahin gue?!" Penuh amarah jeslyn memaki dafa. Untungnya hujan cukup deras membuat suaranya tak terdengar oleh mahesa yang belum tidur di kamar.


"Tapi kamu salah paham.." Dafa mencoba merangkul jeslyn dan ingin menjelaskan semuany. Tapi jeslyn sudah terlanjur marah besar padanya.


"Jangan berani lo sentuh gue! Cukup ya, ini terakhir kali gue ngomong. Hubungan kita udah selesai!" Ucap jeslyn dengan tegas.


"Jess aku gamau putus sama kamu, jess tunggu..."


Jeslyn berlari masuk ke dalam kamarnya sambil menahan air matanya. Dia tak mau terlihat sedih di depan dafa. Nathan yang menguping sejak tadi langsung menyisih pura-pura tidak tahu apa-apa. Jeslyn langsung naik ke kasur dan mematikan lampu kamarnya. Tapi dinyalakan lagi oleh nathan, karena dia masih membaca buku.


"Hihh coku apaan sih kok dinyalain lagi? Gue mau tidur." Teriak jeslyn


"Tidur ya tidur aja kali, kamar ini bukan cuma punya lo. Gue masih baca buku." Ucap nathan tanpa mengalihkan pandangannya dari buku yang dibaca.


"Coku gue lagi nggak pengen berdebat malam ini. Terserah lo deh. Yang penting awas aja kalau sampek lo naik ke kasur ini!"

__ADS_1


Jeslyn menutupi seluruh badannya dengan selimut hingga kepalanya. Tadinya dia mematikan lampu agar nathan tidak mengetahui kalau dirinya sedang menangis. Saat ini di dalam selimut jeslyn menumpahkan segala kesedihannya hingga tanpa sadar dia sudah terlelap.


Sudah larut malam nathan menyudahi aktivitas membaca bukunya. Dia hendak tidur di kursi sofa. Nathan mengambil bantal di sebelah jeslyn. Dia menengok sebentar jeslyn yang sudah tertidur pulas. Terlihat mata sembab jeslyn. Tanpa sadar nathan membelai rambut jeslyn. Tiba-tiba jantungnya berdebar. Nathan segera menjauh dari jeslyn dan segera tidur di kursi sofa.


__ADS_2