Menikah Dengan Kakak Pacarku

Menikah Dengan Kakak Pacarku
Episode 64


__ADS_3

Cuaca yang begitu cerah tiba-tiba berubah menjadi mendung yang langsunh menumpahkan tetesan airnya. Para kru foto berlarian dengan membawa peralatan masing-masing. Jeslyn yang tadinya sedang asyik berpose juga ikut berlarian untuk berteduh. Tapi karena sedang memakai hak tinggi, dia tersandung. Jeslyn hampir saja terjatuh jika tidak di tolong oleh Dafa.


"Kamu nggak papa kan?" Tanya Dafa merasa khawatir.


"Iya nggak papa, terimakasih." Ucap Jeslyn yang kemudian ingin kembali berjalan lagi. Tapi ternyata kakinya kesleo membuatnya merasakan sakit yang teramat. Dafa pun memapahnya. Dikarenakan tempat meneduh cukup jauh dan hujan mulai deras, tanpa bertanya Dafa menggendong Jeslyn.


"Daf turunkan aku, kalau Gladys melihat ini dia pasti salah paham." Ucap Jeslyn


"Hujannya makin deras kamu kan nggak bisa jalan cepat. Aku cuma mau nolong, Gladys kan juga tidak ada disini tenang saja." Ucap Dafa


Dafa menggendong Jeslyn sampai ke tempat dimana semua kru meneduh. Kemudian dia memeriksa kaki Jeslyn yang kesleo. Dafa memijat perhalan untuk mengurangi rasa sakitnya.


"Daf kamu baik padaku bukan karena masih belum bisa move on dariku kan?" Tanya Jeslyn tho the point.


Dafa tertawa kecil mendengar pertanyaan dari mantan kekasih yang sudah menjadi kakak iparnya itu. "Jeslyn jujur aku memang belum bisa melupakanmu." Ucap Dafa, "tapi tenang saja aku tidak akan lagi mengusikmu. Saat ini aku sedang belajar untuk mencintai Gladys." Kemudian Dafa menjauh dari Jeslyn karena dilihatnya kaki Jeslyn sudah membaik.


"Ternyata kamu benar-benar sudah berubah menjadi lebih baik Daf, semoga kamu bisa berbahagia dengan Gladys." Ucap Jeslyn dalam hatinya.


*


*


Brakk..


Gladys menggebrak meja setelah melihat foto dilayar ponselnya. Hatinya terasa panas melihat Dafa terlihat mesra dengan Jeslyn.


"Ternyata aku salah merekomendasikan Dafa untuk bekerja disini. Dia harus jauh dari Jeslyn." Ucap Gladys


Gladys menyesal membiarkan Dafa masuk ke perusahaan itu. Dimana ada Jeslyn juga di sana. Setiap hari Dafa dan Jeslyn melakukan pekerjaan bersama. Bahkan waktu Dafa lebih banyak untuk bertemu dengan Jeslyn dibanding dengan Gladys.

__ADS_1


Malam hari sepulang kerja, Dafa mengajak Gladys ke sebuah kafe. Disinilah Gladys merekomendasikan tempat kerja lain untuk Dafa.


"Daf ada lowongan kerja nih, cocok deh buat kamu." Ucap Gladys


"Aku kan sudah bekerja sayang, jadi aku tidak butuh lowongan itu." Ucap Dafa sembari menyedot minuman dari gelasnya.


"Tapi ini gajinya besar loh," Gladys terus meyakinkan Dafa.


"Mana coba lihat," Dafa melihat poster lowongan kerja yang ada di ponsel milik Gladys. Kemudian dia tersenyum tipis.


"Ah sama aja gajinya beda tipis. Aku sudah nyaman dengan kerjaan yang sekarang. Apalagi bisa dekat terus denganmu." Ucap Dafa seraya menyentil dagu Gladys.


"Dekat denganku? Haha, dengan Jeslyn mungkin tepatnya." Batin Gladys


🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻


Hari ini Dafa memberitahukan niatnya untuk menikahi Gladys kepada papanya. Akhirnya tanggal pernikahan pun sudah ditentukan. Gladys teramat sangat bahagia. Karena kurang dari tiga minggu dia akan menggapai impiannya. Menjadi istri sah dari Dafa.


Kini Jeslyn dan juga Nathan sedang berada di balkon kamar milik Nathan. Kamar itu memperlihatkan view kolam renang yang ada dirumah milik Mahesa Sanjaya. Jeslyn terdiam sembari melihat langit yang biru. Tiba-tiba saja Nathan memeluknya dari belakang.


"Ishh, coku kenapa kamu tiba-tiba mendadak manja seperti ini." Ucap Jeslyn


"Hemm, aku merindukanmu." Ucap Nathan singkat padat jelas. Belakangan ini memang mereka jarang berqualiti time. Karena sibuk dengan pekerjaan masing-masing. Mereka selalu bertemu saat malam hari dan langsung tidur karena lelah.


"Lepasih ah," Ucap Jeslyn tapi tidak digubris oleh Nathan. Pria itu seakan berubah menjelma menjadi anak kecil yang manja. Kini sekarang Nathan malah mengendus leher jenjang Jeslyn hingga membuatnya kegelian. Kemudian Jeslyn mencubit Nathan dengan sekuat tenaga. "Aw," pekik Nathan


Jeslyn malah tertawa melihat suaminya kesakitan karena ulahnya. Nathan pun menggelitiki Jeslyn tanpa ampun. Mereka bercanda tawa seperti anak kecil.


"Udah coku stop, aku capek." Ucap Jeslyn dengan nafas terengah-engah karena sejak tadi tidak berhenti teriak dan tertawa.

__ADS_1


"Kok capek sih kan aku belum mulai," Ucap Nathan


"Mulai apa coku?"


Tanpa menjawab Nathan menarik istrinya dalam dekapan dan langsung melu*mat bibir manis istrinya. Karena tangan suaminya sudah merajalela, dengan segera Jeslyn mendorongnya untuk masuk kedalam kamar. Bahaya jika ada helikopter atau drone lewat merekam adegan yang akan mereka lakukan.


Aktivitas mereka itu dilihat oleh Dafa. Hatinya masih merasa sakit melihat itu semua. "Enggak! Aku tidak boleh begini. Jeslyn itu sudah menjadi kakak iparku sekarang. Aku pasti bisa membuang perasaanku ini." Batin Dafa


*


*


Semakin dekat dengan hari pernikahan, perasaan Dafa semakin tidak menentu. Tapi dia terus mencoba memantapkan hatinya untuk Gladys. Karena Gladys sudah banyak berkorban untuknya. Kebebasan yang dia rasakan sekarang juga berkat Gladys.


Seperti biasa Dafa melakukan pekerjaannya, memotret Jelsyn dengan baju-baju koleksi D&I fashionable. Saat akan menuju stage untuk pemotretan, Jeslyn tersandung kabel disana. Kebetulan sekali dia tersandung tidak jauh dari Dafa berdiri. Dengan sigap Dafa menangkap pinggang Jeslyn. Otomatis Jeslyn pun merangkul leher Dafa. Bertepatan dengan itu Gladys datang.


"Apa-apaan ini? Jeslyn beraninya kamu peluk calon suamiku!" Seru Gladys seraya mendorong keras Jeslyn hingga terjatuh ke lantai. Dafa pun langsung membantu Jeslyn berdiri. Seluruh kru yang ada disana kaget melihat apa yang dilakukan Gladys.


"Gladys kamu yang apa-apaan!" Bentak Dafa. "Aku hanya nolongin Jeslyn yang tersandung." Ucap Dafa


Jeslyn mengusap-usap sikunya yang terasa perih karena terkena properti disana. Dia sangat tidak menyangka Gladys bisa melakukan itu padanya.


"Banyak tempat disini yang bisa bikin dia tersandung, tapi kenapa selalu pas di dekatmu. Oh pasti memang ini sengaja dilakukan Jeslyn untuk bisa peluk-peluk kamu." Ucap Gladys seraya tersenyum kaku.


"Astaga dys, aku seriusan kesandung. Nggak aku buat-buat. Lagipula aku sudah punya suami, Dafa ini adik iparku. Nggak mungkin aku caper sama dia." Ucap Jeslyn yang merasa tidak terima dituduh seperti itu.


"Halah nggak usah ngelak, ini bukan pertama kalinya kamu ngegoda Dafa." Ucap Gladys dengan tatapan sinis.


"Jaga omongamu ya! Aku nggak pernah sekalipun goda Dafa. Bisa tanya orangnya sendiri." Ucap Jeslyn dengan tegas.

__ADS_1


"Sudah sudah cukup, cukup Gladys! Jeslyn ini calon kakak ipar kamu. Dia tidak pernah menggodaku. Ini tempat kerja stop bikin ribut disini." Tegas Dafa


Merasa kesal karena malah di marahi oleh Dafa, Gladys langsung pergi begitu saja.


__ADS_2