
Dafa masuk ke dalam tenda dan rebahan di sebelah papanya yang sudah terlelap. Ada sesuatu yang mengganggu pikirannya malam ini. Dia terbayang saat ini kekasihnya tengah bermesraan dengan kakaknya sendiri. Ya meskipun itu lumrah karena mereka sudah menjadi suami istri yang sah. Tapi, dafa tidak terima itu semua terjadi. Dia mengepalkan tangannya merasa kesal dan marah setelah membayangkan nathan bercumbu dengan jeslyn.
Berbalik dari apa yang dibayangkan dafa, jeslyn sibuk membuat pembatas di dalam tenda. Dia tidak mau kalau sampai nathan macam-macam dengannya.
"Coku jangan berani nglewatin pembatas ini."
Tanpa menjawab nathan langsung tidur membelakangi jeslyn. Sementara jeslyn masih terus mengawasi nathan, dia ingin memastikan kalau nathan sudah benar-benar tidur. Dirasa aman jeslyn yang sudah sangat mengantuk pun tidur. Dia tidur sangat pulas.
Nathan berbalik arah, ternyata dia belum benar-benar tertidur. Nathan memandangi wajah istrinya itu. Dia mengakui kalau jeslyn memang cantik.
"Kalau lagi tidur gini sebenarnya dia terlihat kalem. Cantik juga, sayang sekali sifat aslinya ngeselin." Batin nathan.
Tiba-tiba jeslyn mengubah posisi tidurnya jadi miring menghadap nathan. Posisi itu membuat belahan dadanya terlihat dengan jelas. Nathan langsung melotot, matanya tak berkedip melihat pemandangan indah itu. Meskipun kerap melihat jeslyn memakai baju seksi yang memamerkan lekuk tubuhnya, baru kali ini nathan melihat pemandangan indah itu.
Tiba-tiba pikiran kotor memenuhi otaknya. Dia membayangkan jika suatu saat akan melakukan hubungan intim dengan jeslyn. Adik kecilnya pun terbangun ketika membayangkan itu semua. Ya sebagai pria normal itu wajar. Nathan berusaha mengendalikan diri. Meskipun sudah menikah, dia dan jeslyn sudah sepakat untuk tidak saling sentuh. Nathan segera membuang jauh-jauh bayangan itu. Dia langsung memalingkan pandangannya dan kembali ke posisi awal, tidur membelakangi jeslyn.
🌷🌷🌷
Tak terasa sudah menjelang pagi, hawa dingin sangat menusuk tulang. Tanpa sadar jeslyn memeluk nathan begitu pula sebaliknya. Jeslyn menikmati kehangatan dekapan nathan. Tangan jeslyn terjepit ditengah-tengah tubuh mereka. Tanpa sengaja dia menyentuh sesuatu. Dengan mata yang masih tertutup dia bertanya-tanya benda apa ini? Kenapa terasa keras tapi bukan batu. Nathan yang merasakan itu langsung terbangun kaget. Ternyata jeslyn memegang benda milik nathan yang kebetulan sedang mode on.
__ADS_1
Nathan yang terbangun secara tiba-tiba membuat jeslyn kaget, dia juga ikut terbangun. Jeslyn masih belum sadar kalau barusan yang dia sentuh adalah benda berharga milik nathan. Nathan langsung menutupi sesuatu yang terlihat menonjol itu dengan bantalnya.
"Heh tangan lo nggak sopan ya!" Ucap nathan dengan kesal tapi bersuara pelan.
"Apaan sih coku, bangun-bangun udah marah aja."
"Apaan apaan, jelas-jelas lo nyentuh punya gue." Ucap nathan dengan canggungnya menyebut benda miliknya.
"Apaan?" Tanya jeslyn yang masih saja belum mengerti apa yang dimaksud oleh nathan. Tapi melihat nathan yang terus saja memangku bantal dengan erat, jeslyn pun paham. Dia langsung melotot, matanya membulat sempurna memandangi telapak tangannya.
"Apaa?! Jadi tangan gue pegang itu?! Oh tidak coku lo udah bikin tangan gue ternodai. Aaaa..." Rengek jeslyn dengan suara yang cukup keras. Tak mau orang lain mendengar rengekan jeslyn, nathan berniat membungkam mulutnya. Tapi dia malah jadi menindih tubuh istrinya itu. Jeslyn langsung menyingkirkan tubuh berat nathan itu.
"Hiih.. apa-apaan sih?! oh iya gue inget, lo tadi peluk-peluk gue kan? Jangan-jangan lo ada niatan mau perko*sa gue??!" Jeslyn langsung mendekap bantal menutupi tubuhnya.
"Sok-sok an bilang nggak selera tapi itunya on." Gumam jeslyn, Nathan mendengar itu. Dia mempercepat langkahnya keluar dari tenda. Nathan merasa sangat malu, karena pengakuannya tidak sesuai kenyataan. Tapi dia berharap jeslyn tidak akan pernah lagi membahas tentang ini.
🌷🌷🌷
Pagi ini begitu cerah, cuaca sangat mendukung untuk melakukan arung jeram di sungai. Tapi sebelum itu mereka semua sarapan bersama. Sejak kejadian tadi nathan sangat awkward bertemu jeslyn. Sedangkan jeslyn bersikap biasa saja. Namun begitu dafa datang jeslyn bersikap sangat manis kepada nathan. Dia melayani nathan layaknya suami istri normal pada umumnya.
__ADS_1
"Mas aku ambilin ya, kamu tuh harus makan yang banyak bergizi biar sehat dan kuat." Ucap jeslyn sambil mengisi piring nathan dengan menu lengkap yang sudah dihidangkan disana.
Mahesa, kinan dan hilman sangat senang melihat anak mereka sangat harmonis. Sementara dafa merasa cemburu melihat itu. Dia jadi teringat masa-masanya dulu bersama jeslyn. Dulu jeslyn juga melakukan hal yang sama saat mereka makan bersama. Jeslyn juga selalu perhatian padanya. Namun saat ini perhatian itu sudah beralih untuk nathan.
"Daf kenapa kamu berdiri aja disitu? Sini duduk sebelah papa. Kita sarapan bersama."
Jeslyn ingin terus membuktikan pada dafa kalau dia benar-benar sudah melupakannya. Dafa terus mencuri pandang ke arah jeslyn. Sampai tidak menikmati sarapannya dengan benar. Dia lebih banyak mengaduk-ngaduk makanannya daripada menyuapkan ke mulutnya.
"Sepertinya ada sesuatu diantara mereka yang tidak kutahu." Batin nathan yang menyadari sedari tadi dafa terus menatap istrinya.
Bukan cuma nathan, jeslyn sendiri sangat sadar jika saat ini dafa sedang memperhatikannya. Maka dari itu dia menyuguhkan pemandangan yang pastinya akan membuat dafa panas. "Sayang cobain deh ini pudingnya enak banget loh, aaakk.. enak kan." Nathan menurut saja, karena kalau dia menolak pasti semua akan curiga, kalau hubungannya dengan jeslyn sebenarnya tidak baik. Mereka hanya pura-pura menjadi suami istri yang ideal.
Dafa sangat cemburu melihat adegan itu. Dia melampiaskan kemarahannya pada makanan di piringnya. Dafa menusuk-nusuk sandwich dengan keras sampai terdengar suara piring tergores. "Apa-apan?! Harusnya gue yang jeslyn suapin bukan lo bang! Brengsekk...!" Batinnya kesal.
Nathan semakin yakin dengan firasatnya. Jeslyn selalu bersikap sangat manis padanya saat ada dafa. Sementara dafa seperti menunjukkan ekspresi kecemburuan ketika melihatnya. Nathan jadi berfikir, apa mungkin dafa ini pacar jeslyn ketika belum menikah dengannya? Kalau memang iya pasti saat ini dafa sedang berfikir kalau nathan lah yang merebutnya. Bukan cuma itu, dia pasti berusaha mengambil kembali jeslyn kedalam pelukannya. Entah mengapa nathan merasa tidak rela kalau memang benar begitu kenyataannya. Apa iya nantinya dia harus bercerai dengan jeslyn?
"Aku akan menyelidiki semuanya" Ucap nathan dalam hati.
🌷🌷🌷
__ADS_1
Mereka semua berjalan menuju sungai, letaknya agak jauh dari tenda tempat mereka bermalam. Jeslyn berjalan sangat lambat. Dia sangat malas berjalan jauh seperti ini. Sedangkan nathan langkahnya sangat gontai mengikuti para orang tua. Jeslyn berjarak lumayan jauh dari nathan saat ini.
"Dasar coku, liat tuh jalan duluan nggak mikirin gue sama sekali. " Omel jeslyn, bukannya mempercepat langkah, jeslyn malah berhenti dan duduk di sebuah batu besar. Setelah merasa punya tenaga untuk jalan lagi, dia berjalan menyusul rombongannya. Namun seseorang menarik tangannya menahan agar jeslyn tidak pergi. Orang itu tidak lain adalah dafa.