Menikah Dengan Kakak Pacarku

Menikah Dengan Kakak Pacarku
Episode 43


__ADS_3

Sandra baru selesai meeting dengan klien mewakili papanya. Dia terjebak macet. Rasanya sangat kesal sekali, karena ia sudah tidak sabar ingin menggoda Nathan disaat pria itu sedang terpengaruh obat.


Nathan ingin keluar dari kamar itu, dia menyadari jika dia masuk perangkap Sandra. Namun sayangnya pintu kamar terkunci. Tubuhnya terasa semakin panas, apalagi ada sesuatu dibawah sana yang terasa berdenyut ingin mendapatkan pelepasan. Hanya satu nama yang ada di otaknya sekarang, yaitu Jeslyn istrinya. Nathan pun mengirim pesan padanya agar datang ke hotel. Beruntung Jelsyn sedang berada di pusat perbelanjaan dekat dari hotel itu.


Sebenarnya saat ini Jeslyn sedang bersama Dafa. Dia diajak membeli cincin pernikahan. Saat Dafa sedang sibuk berbincang-bincang dengan penjaga toko, dengan cepat dia berlari meninggalkan tempat.


Jeslyn berlari menuju ke hotel itu, karena memang tempatnya tidak jauh darisana.


"Coku ngapain ada di hotel, trus kenapa dia bilang sedang dalam masalah. Aku harus cepat sampai ke hotel itu." Ucap Jeslyn seraya terus berlari, untungnya dia tidak sedang memakai high heels.


"Huhh.. Akhirnya sampai juga." Ucap Jeslyn sembari mengusap keningnya yang berkeringat. Kemudian dia bertanya pada resepsionis dimana letak kamar vvip 109. Setelah mengetahui dimana tempatnya, Jeslyn bergegas menuju kesana. Dia menaiki lift menuju lantai tiga. Saat sampai di lantai tiga, Jeslyn berpapasan dengan Lita. Sandra memang menyuruh asisitennya itu menunggu disana memantau situasi sampai dirinya datang.


"Mbak kamar vvip 109 dimana ya?" Tanya Jeslyn pada Lita.


"Ada perlu apa ya mbak ke kamar itu?" Lita malah balik bertanya,


"Ada suami saya disana saya mau ketemu sami saya." Jawab Jeslyn dengan jelas. Ekspresi Lita seketika berubah jadi panik sampai-sampai tanpa sadar dia menjatuhkan kartu kunci kamar vvip 109 yang sedari tadi dia genggam.


Untungnya mata Jeslyn sangat teliti, dengan cepat dia mengambil kunci itu.


"Mbak kenapa diambil?" Lita mencoba merebut kembali kuncinya.


"Ini kunci kamar vvip 109 kenapa ada sama kamu? Kamu apain suami saya?" Bentak Jeslyn


"Nggak ada suami mbak disana, kamar itu kosong mbak. Orang yang menginap itu barusan chek out." Ucap Lita berbohong. Tapi Jeslyn malah meninggalkannya begitu saja mencari letak kamar vvip 109.


"Aduh gawat bu Sandra bisa marah besar. Istrinya kenapa harus datang sih," gerutu Lita


Jeslyn menemukan letak kamar vvip 109, dengan mudah di membuka pintu kamar itu.

__ADS_1


"Coku..coku aku datang kamu dimana?" Teriak Jeslyn seraya masuk ke dalam kamar yang luas dan mewah itu. Dia disambut oleh pelukan Nathan yang sangat erat.


"Hei kamu kenapa?" Tanya Jeslyn dengan panik, dia mengurai pelukan Nathan.


"Sandra merencanakan sesuatu, sepertinya dia sudah menyuruh asistennya mencampurkan obat kedalam minumanku. Kemudian aku dikunci di dalam kamar ini." Ucap Nathan dengan nafas yang memburu karena dia sedang menahan gairahnya.


"Wait, kamu ngapain bisa sampai disini? dan pakaianmu rapi sekali. Jangan bilang kamu kerja disini? Kamu bohong sama aku?" Tanya Jeslyn menelisik,


"Iya aku minta maaf, aku tidak punya pilihan lain. Hanya disini aku diterima bekerja dengan gaji besar. Maafkan aku," Ucap Nathan yang kemudian merasa sangat gelisah. Dia benar-benar sudah tidak bisa menahannya lagi. Kepalanya pun terasa sangat pusing.


"Coku kamu kenapa?"


"Sepertinya Sandra sudah mencampur minumanku dengan obat perangsang. Saat ini rasanya kepalaku sangat pusing. Kamu pasti tahu apa yang kurasakan. Tapi aku akan terus coba menahannya. Ayo kita pergi darisini." Ucap Nathan seraya menarik tangan Jeslyn untuk segera keluar dari sana sebelum Sandra datang. Tapi Jeslyn malah tidak mau diajak pergi.


"Aku akan membantumu lepas dari efek obat itu." Dengan berani Jeslyn mencium bibir suaminya. Nathan yang sudah terpengaruh obat pun langsung mendorong istrinya jatuh ke kasur. Tak berselang lama Nathan sudah membuat dress yang dikenakan istrinya tersingkap keatas. Dirinya sendiri pun sudah mengeluarkan miliknya yang sedari tadi sudah memberontak dibalik celananya.


Jeslyn merasa sangat takut ketika dia mulai merasakan sesuatu memasuki tubuhnya membuatnya menegang. Satu hentakan dari Nathan yang membuat dirinya memekik kesakitan.


Sandra yang baru saja tiba langsung berganti pakaian seksi yang sudah dia siapkan. Dia tidak melihat ponselnya karena terlalu antusias ingin segera bermain-main dengan pria yang sudah lama diincarnya itu. Sementara di luar kamsar vvip 109, Lita merasa gelisah. Tadi dia sempat mengecek kedalam kamar yang pintunya tak tertutup itu. Dia melihat dua insan sedang berciuman mesra diatas kasur. Karena itu dengan cepat dia keluar dan menutup pintunya.


Jantung Lita semakin berdegup kencang saat melihat atasannya berjalan menuju kearahnya. Sandra masih berekspresi biasa karena dia beluk membaca pesan dari Lita.


"Nathan masih di dalam kan, saya mau masuk dulu kamu bisa balik kerja sekarang." Ucap Sandra


"Tapi bu di dal---" Belum selesai Lita berbicara Sandra sudah masuk saja ke dalam kamar itu tanpa mau mendengarkan penjelesan apapun dari Lita.


"Baby i'm coming, aku akan memuaska--" Ucapan Sandra langsung terhenti saat melihat didepan matanya ada dua insan yang sedang bercinta diatas kasur hotel miliknya.


"Oh my god!" Matanya terbelalak melihat adegan panas yang harusnya dilakukan Nathan dengannya. Tapi pria itu malah melakukannya bersama wanita lain.

__ADS_1


"Hei stop! Apa yang kalian lakukan disini?!" Teriak Sandra yang sudah beberapa menit terdiam. Dia sudah muak mendengar des*han kenikmatan yang keluar dari mulut Jeslyn. Mereka berdua sama sekali tidak memperdulikan adanya Sandra disana. Karena saat ini mereka sudah terlanjur merasakan kenikmatan yang luar biasa. Malahan Jeslyn semakin memperkuat des*hannya. Itu membuat Sandra semakin kesal dan akhirnya keluar dari kamar itu.


Setelah hampir setengah jam melakukan pertempuran, Nathan melakukan pelepasan dengan sempurna. Itu membuatnya sangat lega.


Nafas mereka berdua terengah-engah, keringat pun bercucuran. Terlihat darah segar menodai sprei yang mereka tempati.


"Maafkan aku, maaf." Ucap Nathan yang sekarang mendekap tubuh istrinya.


"Maaf untuk apa?"


"Untuk kejadian ini, maaf aku telah memaksamu melakukan ini dan membuatmu kesakitan."


"Tak apa, ini kan memang kewajiban sebagai istri. Daripada kamu harus melakukannya dengan wanita jahat itu."


"Terimakasih sudah datang tepat waktu, aku mencintaimu." Ucap Nathan seraya mengecup kening istrinya.


"Aku juga mencintaimu."


Mereka berpelukan sejenak memulihkan tenaga sebelum pergi dari sana. Sedangkan Sandra memarahi habis-habisan asistennya itu. Saat sedang memarahi Lita, ponsel Sandra berbunyi.


"Halo," Ucapnya


"Halo kau darimana saja sih, Sial Jeslyn kabur dariku hari ini. Bagaimana dengan rencanamu hari ini? Kau berhasil tidur dengan si brengsek itu kan?"


"sorry Daf rencananya gagal, pas aku datang Nathan sudah melakukannya dengan Jeslyn."


"Melakukan apa? Kalau ngomong yang jelas!"


"Jangan marah ya, Jeslyn menggantikan posisiku. Dia lah yang memuaskan Nathan saat sedang terpengaruh obat."

__ADS_1


"What!"


__ADS_2