
Akhirnya sudah genap satu bulan pernikahan jeslyn dan nathan, tapi tetap saja mereka berdua belum ada perkembangan. Masih tetap sama seperti hari pertama menikah. Jeslyn mulai merasa bosan dengan harih-harinya. Biasanya dia keluar shopping untuk menghilangkan rasa jenuhnya. Tapi kali ini dia sudah tidak berminat shopping ke mall. Karena dia sudah lumayan banyak membeli baju dan lain-lainnya satu bulan ini.
Sementara nathan setiap hari disibukkan dengan pekerjaan di kantornya. Dia selalu pulang malam. Tapi hari ini kebetulan nathan meliburkan diri karena ingin istirahat dirumah saja. Dia ingin tenang dirumah. Tapi diluar dugaan hari ini jeslyn mengundang teman-temannya untuk datang kerumah. Mereka akan mengadakan pesta kecil. Jeslyn tidak izin dengan nathan. Setelah sarapan nathan masuk ke dalam ruang kerjanya. Dia ingin membaca buku disana.
Jam 9 pagi teman-teman jeslyn datang bersama dengan pacar masing-masing. Jeslyn menyambut mereka yang berjumlah 6 orang. Dia menyuruh inem menghidangakan makanan dan minuman untuk teman-temannya. Mereka semua langsung mewawancarai jeslyn sebagai ibu rumah tangga baru. Jeslyn marah, dia tidak suka dipanggil sebagai ibu rumah tangga. Kemudian mereka malah iseng memanggilnya dengan sebutan nyonya nathan. jeslyn membiarkan saja, dia sudah pasrah temannya mau memanggil dia apa.
Mereka berkumpul di pinggir kolam renang. Jeny salah satu temannya punya ide untuk menyetel musik agar terasa seperti pesta sesungguhnya. Jeslyn menyetujuinya, dia berkeliling di rumahnya sendiri sampai menemukan radio besar. Dia pun menyambungkan hpnya ke radio itu dan menyetel musik dengan keras. Mereka semua bercanda tawa sambil berjoget-joget.
"Jess suami lo nggak marah kita berisik gini?" Tanya oliv
"Nggak usah mikirin dia liv, yang penting kita seneng." Jawab jeslyn
Nathan mulai mendengar suara berisik itu, dia merasa terganggu. Dia jadi tidak bisa tenang membaca buku.Karena penasaran suara apa itu, dia pun keluar dari ruang kerjanya. Dia mencari pusat kebisingan itu. Akhirnya dia menemukan keberadaan jeslyn dan teman-temannya yang berisik itu. Tanpa basa-basi nathan mematikan radionya. Mereka yang berjoget ria langsung berhenti. Jeslyn langsung protes pada suaminya itu.
"Helloow, ada masalah apa ya kok dimatiin?!" Tanya jeslyn tapi nathan hanya diam saja.
Melihat situasi yang tidak enak, teman-teman jeslyn pamit pulang. Mereka juga pamit pada nathan. Nathan hanya mengangguk saja. Jeslyn langsung tidak terima temannya pulang karena nathan.
"Coku lo apaan sih, gara-gara lo mereka jadi pulang kan," Ucap jeslyn dengan kesal.
"Kenapa nyalahin gue, kan nggak ada yang nyuruh mereka pulang. Mereka sendiri yang berinisiatif. Lagian apa faedahnya bising gitu joget gajelas." Ucap nathan
Jeslyn merasa sangat kesal dengan nathan, niat ingin menghibur diri memperbaiki mood. Tapi malah semakin jelek moodnya. Nathan melangkah pergi meninggalkan jeslyn sendiri. Jeslyn meluapkan amarahnya dengan menginjak-injak air dipinggiran kolam renang. Tapi sialnya dia malah terpeleset sampai jatuh ke kolam renang.
"Aaaaa.." Byuuuurrrr
Mendengar suara itu nathan kembali lagi menuju kolam renang. Dia melihat jeslyn yang sudah berada di dalam air dengan raut wajah yang kesal. Setelah melihat jeslyn bisa berenang nathan berniat membiarkannya saja dan pergi.
"Heh mau kemana lo, katanya seorang suami. Tapi istri kecebur kolam gini didiemin aja." Ucap jeslyn sedikit berteriak.
"Gue kira lo emang sengaja renang." Jawab nathan
"Bantuin gue naik dong,"
"Kan lo bisa minggir kesana trus naik pake tangga itu, ada pegangannya juga." Ucap nathan
"Dasar coku nggak berperikeistrian, gue tuh males harus berenang kesana."
Akhirnya nathan mengulurkan tangannya untuk membantu jeslyn naik keluar dari kolam renang. Jelsyn sudah mulai naik, tapi tiba-tiba ide jahat munvul di otaknya.
"Aduhh cokuu gue nggak akan bisa naik nih, A a aaaaa.." Byuuuurr Jeslyn sengaja menarik nathan ke dalam kolam renang sampai dia juga menjadi basah kuyup.
"Ahahah...ahahahahaa.." Jeslyn tertawa terbahak-bahak
__ADS_1
Jeslyn naik duluan meninggalkan nathan di dalam kolam renang.
"Sorry coku jangan marah ya gue cuma bercanda," Ucap jeslyn yang kemudian langsung berlari masuk ke dalam kamarnya.
Nathan dengan wajah kesalnya keluar dari kolam renang dan juga langsung menuju ke dalam kamarnya. Ketika jeslyn dan nathan sedang mandi. Orang tua mereka datang berkunjung.
Tingg tungg ... Ting tuungg ... Kinan memencet bel beberapa kali. Inem yang sedang sibuk mencuci di belakang langsung berlari ke depan membukakan pintu.
"Eh tuan, nyonya silahkan masuk." Ucap inem
"Nathan dan jeslyn kemana?" Tanya mahesa
"Mbak jeslyn dan den nathan ada di kamarnya tuan. Sebentar saya panggilkan."
Inem masuk ke dalam untuk memanggil nathan dan jeslyn. Kebetulan mereka sudah selesai mandi. Inem mengetuk satu persatu pintu kamar mereka. Nathan lebih dulu membukakan pintu. Tak lama setelah itu jeslyn juga keluar dari kamarnya.
"Ada apa sih nem,? Aku baru mau ngeringin rambut nih." Ucap jeslyn yang kepalanya masih dililit dengan handuk
"Anu mbak den, tuan hilman, tuan mahesa dan nyonya kinan datang."
"Apaa??! Kok tiba-tiba banget mereka kesini." Jeslyn panik
Sementar nathan bersikap biasa saja dan langsung akan menemui mereka semua. Tapi jeslyn mengahadangnya dahulu.
"Tunggu, kita harus terlihat harmonis romantis di depan mereka. Gue panggil lo apa??"
Jeslyn dan nathan langsung menatap kearah inem.
"Ihh enggak apaan mamah papah, yang biasa aja gitu." Ucap jeslyn
"Terserah elo," Ucap nathan dengan langsung melangkah pergi.
"Buat kamu nem, jangan sampek mereka tahu aku daj nathan nggak satu kamar." Ucap jeslyn
"Siap nyonya!" Ucap inem dengan hormat.
"Sekali lagi panggil nyonya gajimu aku potong!" Ancam jeslyn
"Ehh jangan mbak. Sorry sorry hehe."
Nathan sudah menemui mereka terlebih dahulu, sementara jeslyn masih sibuk menyisir rambutnya. Dia tidak mengeringkan rambutnya dahulu karena akan memakan waktu lama.
"Eh mamah papah, papah mertua." Sapa jeslyn dengan mencium tangan mereka. Setelah itu dia duduk di sebelah nathan.
__ADS_1
Melihat belum ada hidangan, jeslyn memanggil inem untuk menyiapkannya. Ini pertama kalinya kunjungan orang tua setelah mereka menikah. Kinan langsung terfokus pada rambut nathan dan jeslyn yang basah. Dia berbisik kepada suaminya.
"Pah lihat tuh pengantin baru jam segini udah basah-basahan aja hehehe."
"Maksudnya gimana mah?"
"Ihh masak papa nggak ngerti, itu lo habis bikin cucu buat kita."
"Ohh iya iya."
Kemudian hilman ganti membisikkan itu kepada mahesa.
"Ehemm, roman-romannya kita bakal cepet punya cucu nih," Ucap mahesa
"Iya maklum masih pengantin baru, sehari bisa 3x hahaha. Iya kan mah," Ucap hilman
"Ihh apaan sih papa," Ucap kinan
Nathan dan jeslyn sama-sama bingung kenapa orang tua mereka tiba-tiba berkata seperti itu.
"Oh jadi untuk ini than kamu minta cuti kantor, ya kalau untuk ini papa sangat mendukung." Ucap mahesa
"Keramas berapa kali sehari kamu jes,? Tanya kinan
Jeslyn masih tidak mengerti kenapa mamanya sampai tanya seperti itu. Sedangkan nathan sudah mengerti apa yang dimaksud dari obrolan itu. Mereka mengira nathan dan jeslyn sudah melakukan hubungan suami istri karena melihat rambut yang sama-sama basah habis keramas.
"Ee ini bukan seperti yang papa mama pikirkan," Ucap nathan mencoba menjelaskan
"Ah nggak perlu ngelak, nggak papa kok nggak usah malu-malu. Kan udah sah mau kapanpun boleh."
Jeslyn semakin bingung dengan obrolan mereka semua. Dia berbisik mencoba meminta penjelasan dari nathan, tapi nathan malah melotot padanya. Akhirnya orang tua mereka pamit pulang. Mereka tidak ingin mengganggu waktu nathan dan jeslyn.
"Heh coku, apa maksud mama papa tadi?"
"Dasar lola banget sih lo, Mereka ngira kita habis itu.." Jawab nathan
"Itu apa??"
"Pikir aja sendiri, gue nggak bisa jelasin." Jawab nathan
"Hih coku apaan?"
"Gara-gara rambut yang basah ini, mereka ngira lo sama gue habis bikin cucu buat mereka." Jawab nathan
__ADS_1
"Oh jadi itu, ya kan tinggal iyain aja biar mereka nggak curiga kalau hubungan kita begini." Ucap jeslyn dengan entengnya.
Nathan kurang setuju dengan jeslyn, dia tidak mau terus-terusan membohongi orang tua mereka dengan hubungan palsu ini. Nathan sampai berfikir apa lebih baik dia ceraikan saja jeslyn. Karena mereka tidak saling mencintai. Tapi kalau mereka cerai pasti orang tua mereka tidak akan setuju.