Menikah Dengan Kakak Pacarku

Menikah Dengan Kakak Pacarku
Episode 18


__ADS_3

Studio bintang agency hari ini sepi, karena tak begitu banyak kegiatan pemotretan hari ini. Hanya beberapa model yang ada disana, salah satunya herlin.


"Ya bagus bagus, oke sekali lagi ya." Teriakan khas dari fotografer disana. Herlin sedang berlenggak lenggok di depan kamera berganti-ganti gaya.


"Oke nice! cukup makasih cantik." Ucap Adam, fotografer yang memotret herlin hari ini.


Herlin langsung masuk ke dalam ruang ganti, dia ingin segera pergi dari studio untuk mencari Dafa. Namun pucuk dicinta ulam pun tiba. Dafa datang ke studio.


"Hai daf, yaampun lo kesini pasti nyariin jeslyn. Tapi sayangnya dia lagi nggak ada disini." Ucap Herlin


"Loh bukannya dia hari ini ada pemotretan penting?"


"Enggak ada kok. Minggu ini dia nggak ada jadwal." Ucap Herlin


"Berarti Jeslyn bohong ngajak pulang cepat dari bandung itu buat ngehindarin gue," Ucap Dafa dalam benaknya.


"Gue mau ngomong sama elo, udah selesai pemotretan kan?"


"Udah udah kok, yuk kita ke kafe deket situ biar enak ngomongnya."


Mereka berdua menuju coffe shop dekat sana dengan mengendarai mobil Dafa.


"Lo mau pesen apa daf?"


"Americano ice."


"Tumben lo pesen yang dingin, Biasanya mau sepanas apapun cuaca lo tetep suka yang panas." Ucap Herlin


"Gue lagi pengen aja, siapa tahu bisa dinginin hati gue yang lagi panas ini."


Tak lama kemudian minuman pesanan mereka datang. Sambil sesekali meminumnya, Dafa langsung memulai obrolannya.


"Lo udah tahu belum siapa suaminya Jeslyn?" Tanya Dafa


"Emm gue udah pernah ketemu dia di studio, pas dia jemput Jeslyn. Orangnya tinggi, berjas rapi ala-ala orang penting di kantoran gitu. Dia juga ganteng banget menurut gue."


"Dia itu abang gue." Ucap Dafa singkat padat jelas.

__ADS_1


"Apa?! Jadi lo ditikung sama abang lo sendiri nih. Eh tapi Jeslyn emangnya nggak tahu ya kalau itu abang lo? Kan harusnya dia bisa nolak pas sebelum nikah."


"Itu salah gue, gue belum pernah ngenalin ke dia satupun keluarga gue." Ucap Dafa menyesalinya,


"Wah kalau suami cewe singa itu abangnya Dafa. Berarti si dafa ini kaya dong, dia aja hari ini bawa mobil mewah banget. Jadi selama ini dia cuma nyamar jadi anak kos biasa. Hmm gue harus dapetin hati Dafa." Ucap Herlin dalam benaknya.


"Lin lo kok malah diem aja sih, lo seneng kan ini terjadi sama gue. Gue tahu lin lo suka sama gue, tapi gue tuh cintanya sama Jeslyn. Kenapa saat Jeslyn nikah lo nggak ngabarin gue? Tau begitu gue bisa pulang batalin semuanya."


"Aa aku juga nggak tahu kapan Jeslyn nikahnya daf, Tau-tau udah nikah aja. Dia nggak bikin acara besar. Maafin gue ya, Gue emang cinta sama lo Daf dari dulu. Gue bisa bantuin lo lupain Jeslyn."


"Enggak, Gue bakal rebut kembali Jeslyn dari bang Nathan. Gue minta tolong sama lo, jelasin semuanya ke Jeslyn kalau kita nggak ada hubungan apa-apa." Ucap Dafa dengan tegas.


"Hah sial! Gue kira setelah cewe singa itu nikah, gue gampang dapetin Dafa. Ternyata Dafa malah masih tetep perjuangin tu cewek."


.


.


.


.


"Aku emang belum jadi istri seutuhnya dari coku, tapi mana mungkin aku balikan sama Dafa. Mereka semua kan taunya aku berhubungan normal dengan coku layaknya suami istri biasa. Tapi sampai kapan aku gini terus."


"Ow jadi kamu sama bang nathan itu cuma pura-pura mesra dan harmonis ya?" Sahut Dafa yang sudah berada di belakang Jeslyn.


"Kamu ngapain disini?" Jeslyn kaget dengan kedatangan Dafa.


"Beb jujur aja deh kamu itu terpaksa kan menikah sama bang nathan. Pernikahan kalian ini cuma status doang."


"Enggak daf, Apa maksud lo. Mending lo pergi dari sini!" Jeslyn keluar dari kolam, saat ini dia berdiri di depan Dafa ingin mengusirnya. Tapi Dafa malah maju memeluk Jeslyn.


"Jangan berani lo sentuh gue, gue ini istri abang lo sendiri."


"Haha istri? Cuma status doang kan, Kamu itu masih cinta kan sama aku."


Jeslyn mundur mundur sampai ia tercebur ke dalam kolam renang. Nathan yang juga sudah berada disana langsung berlari menceburkan diri kedalam kolam renang untuk menolongnya.

__ADS_1


"Uhuukk.. uhukk.." Jeslyn terbatuk-batuk karena minum banyak air kolam renang. Dia menatap tajam kearah Dafa. Saat ini jeslyn berada dalam dekapan Nathan. Mereka berdua sama-sama basah kuyup.


"Bang lepasin jeslyn, Jangan sentuh dia!" Teriak Dafa merasa cemburu.


"Kenapa gue nggak boleh sentuh istri gue sendiri?"


"Karena dia ini pacar gue." Ucap Dafa sambil mencoba menarik tangan Jeslyn, Tapi Nathan mencegahnya. Nathan menggendong Jeslyn untuk dibawa masuk ke dalam kamarnya.


"Kalau dia pacar lo harusnya lo jaga lo perjuangin bukan ditinggalin." Ucap Nathan sambil berlalu pergi dengan menggendong Jelsyn.


"Gue bakal kasih tau papa hubungan kalian yang sebenarnya. Gue juga bakal bilang kalau Jeslyn itu pacar gue, dan kalian gue pastiin akan segera bercerai." Ucap Dafa.


Tapi Nathan tak memperdulikan omongan adiknya itu. Sementara Jeslyn merasa kalau ini pasti akan membuat masalah cukup besar di keluarganya.


"Coku sorry gue nggak jujur sama lo," Ucap Jeslyn saat sudah diturunkan di depan kamarnya.


"Nggak papa, sebenarnya gue udah tahu sejak di bandung itu. Gue nggak sengaja denger omongan kalian berdua. Yaudah gue masuk kamar dulu." Ucap Nathan dengan wajah datarnya.


.


.


Selesai mandi Jeslyn keluar dari kamarnya dia masih mendapati Dafa ada disana. Jeslyn menghampirinya dan mengajaknya bicara lagi.


"Bagus kamu masih disini daf,"


"Ya karena aku tahu kamu masih cinta dan mau kembali kan sama aku." Ucap Dafa


Nathan berada di lantai dua memperhatikan mereka. Entah mengapa Nathan merasa tidak rela kalau seandainya Jeslyn memilih kembali kepada Dafa.


"Daf aku ngomong baik-baik sama kamu, pliss lupakan hubungan kita. Dan aku minta jangan bahas soal hubungan kita di depan Papa mahesa ataupun papaku." Ucap Jeslyn dengan mata yang berkaca-kaca.


"Enggak! Aku ini cinta sama kamu jes. Aku mau kamu balik sama aku." Ucap Dafa sambil memegang tangan Jeslyn


"Cukup daf! Kamu udah pergi ninggalin aku. Aku nggak tahu kamu ngapain aja diluaran sana. Udah cukup pergi dari sini sekarang juga!"


"Oke aku pergi, tapi aku nggak akan berhenti untuk dapetin kamu kembali." Ucap Dafa

__ADS_1


Setelah Dafa pergi, Jeslyn berlari naik ketangga menuju ke kamarnya. Dia sudah tak bisa lagi menahan air matanya. Nathan yang melihat Jeslyn masuk ke kamar dengan menangis merasa tidak tega.


"Aku harus apa, Apa aku harus menceraikannya saja dan membebaskannya kembali dengan Dafa?"


__ADS_2