
Tiba-tiba Jeslyn merasakan mual. Dia melepaskan pelukannya pada Nathan dan berlari ke kamar mandi. Jeslyn memuntahkan semua isi perutnya. Tapi masih tetap saja ia terus mual.
"Cebor kamu kenapa? Kamu sakit?" Tanya Nathan merasa khawatir.
"Aku nggak apa-apa, cuma beberapa hari ini aku sering mual muntah." Ucap Jeslyn, kemudian Nathan menuntunnya keluar dari kamar mandi.
Nathan membuatkan teh hangat untuk sang istri. Kemudian langsung memberikannya. Tapi baru minum sedikit, Jeslyn sudah mual lagi. Dia berlari lagi ke kamar mandi.
"Aduh coku rasanya lemes banget. Aku nggak pernah loh asam lambung naik sampek mual kaya orang hamil begini." Ucap Jeslyn. Dan beberapa detik kemudian mereka saling bertatapan.
"Jangan-jangan kamu emang hamil?" seru Nathan
Mendengar ucapan Nathan Jeslyn langsung berlari mencari hpnya. Dia melihat kalender. Wajahnya langsung panik.
"Coku ini gawat, Aku udah telat lima hari. Masa aku hamil?" Jeslyn heboh sendiri berjalan kesana kemari.
"Ya emangnya kenapa kalau hamil? Kan wajar aja orang yang sudah menikah hamil." Ucap Nathan
"Oh iya astaga aku lupa, kita kan sudah menikah ya," Ucap Jeslyn dengan menepuk keningnya sendiri.
Nathan menghampiri istrinya dan langsung memeluknya dari belakang. Dia mencium kepala sang istri.
"So we're going to parents." Ucap Nathan seraya mengelus perut Jeslyn.
"I'm not sure, kita kan baru nglakuin sekali. Kok bisa langsung jadi," Ucap Jeslyn merasa belum yakin kalau dirinya hamil.
Untuk memastikannya, Nathan pun mengantar sang istri ke rumah sakit untuk mengetahui kebenarannya. Mereka bertemu dokter kandungan.
Saat ini mereka sudah duduk di ruangan dokter kandungan. Menunggu hasil pemeriksaan.
"Selamat anda positif hamil, usia kandungannya memasuki empat minggu." Ucap Dokter seraya memberikan hasil usg.
__ADS_1
Kebahagiaan mereka berdua terutama Nathan tak bisa lagi diungkapkan dengan kata-kata. Nathan menatap hasil usg sampai berkaca-kaca.
Dokter memberikan resep obat penguat kandungan dan juga penawar mual. Saat ini mereka masih berada di tempat pengambilan obat. Banyak terlihat wanita hamil disana, Jeslyn teringat kejadian saat di klinik dulu.
"Coku ingat nggak kejadian di klinik waktu itu, yang kita salah masuk ruang pemeriksaan."
"Ingat, kamu dikira periksa kehamilan."
"Iya eh sekarang aku hamil beneran. Kamu hebat coku, sekali langsung jadi." Ucap Jeslyn diiringi tawa kecil. Nathan hanya menyunggingkan bibirnya menahan tawa. Bisa-bisanya Jeslyn berkata seperti itu dengan keras sampai orang di sekeliling mereka ikut tertawa.
🍁🍁🍁
Ketika pulang orang tua Jeslyn sudah berada dirumah. Mereka awalnya ingin marah karena Nathan berani menggandeng tangan Jeslyn lagi. Hilman memang sangat marah pada Nathan setelah apa yang menantunya ucapkan di persidangan pertama. Hilman tidak terima anaknya dituduh berselingkuh dan sudah menyusahkannya. Tapi dengan cepat Nathan menjelaskan semuanya dibantu Jelsyn juga untuk membuat papanya mengerti. Akhirnya kedua orang tua Jeslyn memaafkan Nathan.
"Oh iya kalian barusan darimana?" Tanya Hilman
"Dari rumah sakit pah," Jawab Nathan
"Enggak kok mah, papa Mahesa baik-baik saja sehat. Aku nganterin Jeslyn." Ucap Nathan, di detik itu juga Kinan duduk tepat disebelah putrinya.
"Sayang kamu kenapa? Oh iya belakangan kamu mual terus. Apa kata dokter?" Tanya Kinan merasa cemas. Kinan dan Hilman sama sekali tidak punya fikiran kalau putri mereka sedang mengandung.
"Pah mah aku nggak kenapa-kenapa kok. Sebentar lagi mama dan papa akan berganti gelar jadi opa dan oma." Ucap Jeslyn dengan senyum bahagia.
Hilman dan Kinan menatap satu sama lain. "Jadi kamu hamil sayang, pah kita akan punya cucu." Kinan memeluk putrinya dengan penuh cinta. Dia tidak menyangka akhirnya keinginannya terwujud juga.
"Oh iya ada kabar bahagia lain. Rumah dan seluruh aset papa kembali." Ucap Jeslyn seraya memberikan berkasnya pada papanya.
Hari ini menjadi hari bahagia untuk Jeslyn sekeluarga termasuk Nathan. Mereka pun mengemasi barang-barang untuk segera pulang kerumah. Tapi Nathan menyuruh Jeslyn duduk manis, mengingat istrinya itu sedang hamil muda.
Di tempat lain, Sandra sedang berusaha kabur dari tempat penyekapannya. Sebenarnya dia ditempatkan di sebuah rumah yang bersih, hanya saja dia dikurung dan sama sekali tidak bisa keluar. Bahkan ponselnya saja hilang entah kemana.
__ADS_1
Hari ini tumben sekali preman tidak terlihat menjaga area rumah itu. Sandra memanfaatkan itu untuk kabur. Dia mencongkel jendela dengan alat seadanya. Setengah jam berusaha, akhirnya dia berhasil membuka jendela itu. Sandra langsung berlari menuju jalan besar. Karena dirinya di sekap dirumah yang berada jauh dari keramaian.
Setelah lelah berlari akhirnya dirinya sampai ke sebuah jalan, Namun terlihat sepi. Sandra mengatur nafasnya sembari menunggu kendaraan apapun lewat yang bisa ia mintai tolong. Beruntung ada sebuah pick up yamg berhenti mau menolongnya dan juga bersedia mengantarkannya pulang.
"Aku tahu ini ulahmu Dafa brengsek." Umpat Sandra dalam hati.
Sementara Dafa sendiri sedang dikejar oleh para preman yang menagih bayaran mereka. Dafa tidak lagi bisa membayar mereka karena seluruh atmnya ditarik oleh papanya. Kini satu-satunya harta yang dimilikinya yaitu motor, di bawa oleh preman itu sebagai jaminan.
"Arrgghh.. Kenapa jadi begini," Umpat Dafa, kemudian dia melihat Sandra yang naik di sebuah pick up.
"Dia? Arrghh sial! Dia juga lolos. Jangan sampai dia melaporkanku ke polisi." Ucap Dafa
Sandra sudah sampai di rumahnya. Dia menyuruh orang yang sudah mengantarnya itu menunggu. Sandra masuk kedalam dan memanggil-manggil asisten rumah tangga. Dia menyuruhnya untuk memberikan sejumlah uang kepada orang yang sudah mengantarkannya sampai kerumah.
"Bu Sandra, akhirnya bu Sandra kembali." Lita langsung berlari memeluk atasannya yang hampir satu bulan ini menghilang.
"Kamu kenapa tidak mencariku?" Tanya Sandra dengan ketus.
"Saya mencari bu, bahkan sampai lapor tuan Pram papa bu Sandra. Bahkan beliau sudah akan lapor polisi. Tapi kata mas Dafa bu Sandra sedang healing. Ini hp bu Sandra diberikan pada saya."
"Kamu tahu tidak, saya ini diculik dan disekap."
"Apa? Jadi bener bu Sandra di culik, Saya pikir mas Dafa itu jujur. Bu Sandra healing setelah mengetahui pria pujaan hatinya bercinta dengan perempuan lain." Ucap Lita tanpa berfikir kalau perkataannya itu akan membuat atasannya marah. Tapi Sandra menahan amarahnya.
"Selama saya tidak ada, apa kamu tahu kabar terbaru dari Nathan?"
"Hmm setau saya dia bercerai dengan istrinya bu. Bukankah ini berita yang bagus?"
"Tidak ini tidak bagus. Aku harus menggagalkan perceraian mereka." Ucap Sandra dengan panik.
"Loh bukannya dari dulu bu Sandra ingin memiliki pak Nathan, kan kalau dia jadi duda anda bisa lebih leluasa mendekatinya."
__ADS_1
"Ya, tapi saya sudah sadar sekarang. Cinta itu tidak bisa dipaksakan." Ucap Sandra dengan raut wajah sedih. Dia kembali teringat betapa sedihnya Nathan berpisah dari Asya dan kini kedua kalinya dia akan berpisah dengan wanita yang dicintainya. Itu pikiran Sandra saat ini. Karena dia belum tahu kalau Jeslyn dan Nathan tidak jadi bercerai.