Menikah Dengan Kakak Pacarku

Menikah Dengan Kakak Pacarku
Episode 15


__ADS_3

Air shower yang dingin mengguyur seluruh badan jeslyn. Dia ingin melakukan penyegaran setelah menangis semalaman. Untungnya dia membawa masker mata untuk menyegarkan matanya agar tidak terlihat sembab lagi. Setelah puas bermain dengan air shower. Jeslyn masuk ke dalam bathub yang sudah berbusa. Dia ingin berendam untuk beberapa saat. Jeslyn menutup matanya dengan masker mata. Dia merasa sangat rilex sampai ingin kembali tertidur di bathub.


Nathan mulai menggerakan badannya menggeliat hingga terjatuh ke lantai. Dia lupa kalau sedang tidur di sofa. Nathan terlihat masih sangat mengantuk. Dengan mata yang belum terbuka sempurna dia perlahan berdiri menuju kamar mandi. Dia sudah tidak tahan untuk buang air kecil. Nathan mengira vella masih tertidur. Dia langsung masuk saja ke kamar mandi yang tidak dikunci itu. Ya, jeslyn lupa mengunci pintu kamar mandinya.


Nathan masuk tanpa menyadari ada istrinya yang sedang berendam di bathub. Dengan santai dia mengeluarkan batang senjatanya yang sudah ingin meledak itu.


"Aahh... Hmm.." Desah nathan merasa lega sudah bisa buang air kecil yang tertahan.


Jeslyn yang tadinya setengah tertidur langsung kembali sadar. Dia membuka masker di matanya. Jeslyn melihat nathan yang sedang buang air kecil di kloset sebelahnya. Dengan jelas jeslyn melihat barang milik suaminya itu.


"Aaaaaa..." Refleks jeslyn teriak, membuat nathan kaget.


"Elo kok ada disini?" Tanya nathan yang kaget.


Jeslyn memalingkan pandangannya dari nathan. Karena nathan belum membenarkan celananya.


"Lo yang ngapain disini?! Hiih lo udah menodai mata gue pagi-pagi." Ucap jeslyn. Nathan baru sadar dan langsung memasukkan kembali senjata kebanggaanya ke dalam celana.


Lebih bahaya lagi busa di bathub jeslyn mulai menghilang larut dengan air. Secepatnya jeslyn menyuruh nathan pergi dari hadapannya. Sambil menyiprat-nyipratkan air ke arah nathan.


"Keluar sekarang juga coku..!"


"Iya iya gue keluar. Gue bisa basah kalau lo cipratin terus gini."


Lantai menjadi licin terkena aie sabun dari bathub jeslyn. Nathan yang berjalan terburu-buru menjadi terpleset hingga berakhir masuk ke dalam bathub menimpa jeslyn. Posisi kepala nathan berada tepat di atas gundukan daging kenyal milik jeslyn. Seketika suasana menjadi hening. Jeslyn terdiam membeku. Nathan mengeluarkan kepalanya dari dalam air. Mereka berdua saling bertatapan. Jeslyn tak bisa bergerak karena badannya ditimpa oleh nathan. Jeslyn yang tadinya cerewet menjadi takut dengan apa yang akan terjadi selanjutnya. Saat ini dia tengah telanjang tanpa ada kain yang menutupinya. Dan diatasnya ada seorang laki-laki yang sedang menindih tubuhnya. Dia sadar nathan ini laki-laki normal. Dia takut nathan melupakan semua perjanjian mereka dalam posisi sekarang ini. Apalagi tatapan nathan saat ini terlihat berbeda padanya.

__ADS_1


"Apa ini akhir dari masa keperawananku? Aaa gak mau." Rengeknya dalam hati.


Benar saja, naluri laki-lakinya pun muncul. Senjata kebanggannya mulai bangun lagi. Tapi nathan bisa mengendalikannya. Bisa saja dia melakukan itu pada jeslyn sekarang, kan mereka sudah sah. Tapi melihat ekspresi jelsyn yang memejamkan mata ketakutan. Nathan tak tega melakukan itu. Dia masih ingat jelas perjanjian dalam pernikahan mereka. Nathan segera bangkit dan keluar dari bathub. Saat itu juga jeslyn membuka mata dan menutupi dadanya dengan kedua tangan.


"Makanya kalau mandi pintu dikunci. Gue ini pria normal meskipun kita udah punya kesepakatan. Tapi kalau sering begini jangan salahin gue khilaf." Ucap nathan sebelum melangkah pergi.


"Hiih dasar coku mesum." Teriak jeslyn saat nathan sudah keluar.


"Heh mana ada suami mesum sama istri sendiri." Nathan menjawab teriakan jeslyn.


Nathan yang sudah basah kuyub menunggu jeslyn keluar untuk mandi. Jeslyn merasa ragu-ragu untuk melangkah keluar. Dia malu bertatap dengan nathan. Nathan sudah melihat bahkan sudah bersentuhan dengan tubuhnya yang telanjang tadi.


Nathan melihat ke arah jam, dia sudah setengah jam lebih menunggu. Tapi jeslyn tidak juga keluar dari kamar mandi.


Tok.tok... "Lo masih lama mandinya? Gantian dong."


"Cepetan, gue itung sampek tiga kalau lo nggak keluar. Gue masuk lagi nih." Ancam nathan yang sebenarnya hanya bercanda. Dengan cepat jeslyn membuka pintu dan keluar dari kamar mandi.


"Dasar coku mesum!"


Nathan merasa bodo amat dengan apa yang dikatakan oleh jeslyn itu. Jeslyn merasa harus mencari alasan agar segera kembali ke jakarta lagi. Selain tidak tahan karena ada dafa, dia juga merasa takut untuk sekamar dengan nathan lagi malam ini.


"Ya gue harus alesan kalau besok ada pemotretan jadi nanti bisa pulang. Bisa gila gue kalau begini terus." Ucap jeslyn


Jeslyn sudah rapi saat nathan keluar dari kamar mandi. Nathan keluar hanya dengan lilitan handuk dipinggangnya. Itu membuat perut roti sobeknya terlihat jelas. Jeslyn berusaha untuk tidak melihatnya. Tapi itu matanya tak mau berpaling dari pemandangan indah itu. Sampai dia ketahuan oleh nathan yang membalas tatapannya. Jeslyn langsung memalingkan pandangannya.

__ADS_1


🌷🌷🌷


Jeslyn keluar kamar bersama nathan menuju restoran di dekat penginapan mereka untuk sarapan. Keluarga mereka sudah menunggu disana. Mereka berdua sama-sama keluar dengan rambut yang basah. Di penginapan itu tidak ada fasilitas hairdryer jadi terpaksa jeslyn hanya mengeringkannya dengan handuk. Tiba-tiba jeslyn menggandeng tangan nathan agar terlihat mesra di depan dafa.


"Ini cuma formalitas coku, kita harus kelihatan harmonis kan di depan semuanya." Ucap jeslyn


Padahal nathan sudah tahu kalau maksud jeslyn ini untuk memanaskan hati dafa bukan untuk terlihat harmonis di depan kedua orang tua mereka.


"Good morning sayang," Ucap kinan menyapa jeslyn yang baru datang.


"Morning mah,"


"Wah kalian berdua kelihatan seger banget pagi-pagi. Oh iya itu rambut kalian basah, habis berenang dimana?" Sahut mahesa


"Emm.." Jeslyn ingin menjawab tapi didahului oleh nathan. "Katanya papa ingin segera punya cucu jadi ya papa ngerti sendiri dong." Ucap nathan dengan santai. Jeslyn amat terkejut dengan apa yang diucapkan oleh suaminya itu.


"Uww semoga kamu cepet bisa hamil sayang." Ucap kinan. Sementara jeslyn hanya tersenyum-senyum saja. Menurutnya nathan keterlaluan dalam berakting.


Dafa yang merasa cemburu tiba-tiba menjatuhkan garpu dan sendoknya ke piring dengan sangat keras. Semua yang disana merasa sangat kaget.


"Dafa kamu kenapa?" Tanya mahesa pada anaknya itu.


"Oh maaf maaf nggak sengaja ini garpu sama sendoknya licin. Maaf ya om tante udah ngagetin." Ucap dafa.


"Dafa pasti cemburu karena perkataan nathan. Sorry ya daf sebenernya aku juga masih cinta sama kamu. Tapi takdir memang memisahkan kita. Aku nggak mungkin balikan sama kamu." Batin jeslyn saat menatap kearah dafa. Tiba-tiba tatapan mereka bertemu. Jeslyn segera memalingkan pandangannya.

__ADS_1


"Jess aku tahu sebenernya kamu masih cinta sama aku. Kamu nikah sama bang nathan pasti karena terpaksa. Aku akan tetap perjuangin kamu gimanapun caranya." Batin dafa


__ADS_2