Menikah Dengan Kakak Pacarku

Menikah Dengan Kakak Pacarku
Episode 48


__ADS_3

Dirumah kontrakannya Jeslyn terlihat murung. Berdiri menatap kearah luar kaca. Diluar hujan sedang turun dengan begitu derasnya. Dia melihat sekeliling kamar, kamar inilah yang menjadi saksi dirinya dan suaminya saling mengutarakan kata cinta. Dia pikir semua akan berjalan lebih indah setelahnya. Tapi entahlah tiba-tiba suaminya berubah drastis padanya.


Rasanya masih sangat sulit di percaya bahwa kini dirinya dan suami sedang dalam proses perceraian. Bahkan ini tidak pernah dia fikirkan saat awal pernikahan. Karena baginya pernikahan itu suci. Meskipun semua karena paksaan.


"Coku oh bukan kau bukan coku lagi. Kau tidak hanya kaku. Tapi kau juga jahat Nathan. Kenapa kau tega melakukan ini. Setelah dengan rela aku memberikan mahkotaku untukmu." Ucap Jeslyn dengan berlinang air mata.


"Kalau tahu akan begini, aku tidak mau membantu menuntaskan hasratmu waktu itu! Meskipun itu sudah kewajibanku tetap saja kau jahat Nathan kau jahat." Jeslyn memukul-mukul album foto yang ada di tangannya. Disana terpampang jelas foto pernikahan mereka.


"Kau tahu tidak coku bukan, Nathan maksudku. Aku tidak mau lagi memanggilmu dengan sebutan itu. Kau itu sudah mengahancurkan hatiku."


"Aku sudah rela menikah denganmu, melepaskan cintaku untuk Dafa, dengan susah payah aku melupakannya dan membuka hati untukmu. Sampai keluargaku pun terkena masalah karena aku memilihmu. Kau jahat Nathan jahat!" Jeslyn terus berbicara dengan foto Nathan sambil menangis.


Mendengar tangisan sang putri, Kinan dan Hilman masuk kedalam kamar untuk menenangkannya. Kinan langsung mengambil album yang ada di tangan putrinya dan menjauhkan itu darinya. Setelah itu dia memberikan pelukan hangat.


Hilman merasa bertanggung jawab atas keadaan putrinya sekarang. Kalau saja dia tidak asal langsung menjodohkan, ini semua tidak akan terjadi. Tidak terbayangkan sebelumnya kalau semuanya akan jadi serumit ini.


Diluar jendela ternyata sedari tadi Nathan berada disana. Tubuhnya bersandar pada tembok agar tidak ketahuan oleh Jeslyn. Dia mendengar semua curahan hati istrinya. Hatinya pun ikut teriris mendengar perkataan sang istri. Dafa benar-benar berhasil menghancurkan rumah tangganya. Dia juga berhasil membuat image Nathan jelek dimata Jeslyn.


🍁🍁🍁🍁


Nathan kembali ke rumah sakit untuk melihat keadaan sang papa. Saat ia kesana kabar bahagia diterimanya dari suster. Nathan pun dengan cepat berlari menuju ruang tempat papanya berada. Kini papanya sudah dipindahkan ke ruang perawatan biasa. Karena dia sudah siuman sejak semalam dan kondisinya sangat baik.


"Papa.." Seru Nathan dan langsung memeluk papanya yang sedang duduk bersandar.


Semalam Nathan memang tidak kembali ke rumah sakit. Karena setelah dari rumah Jeslyn, dia bertemu dengan Lifia dan membahas tentang kelicikan Dafa selama ini. Ya, Lifia sudah memberitahukan video itu. Dimana Sandra memberikan copyan file proposal milik Nathan pada Dafa. Bukan hanya itu, Lifia juga memberitahukan keadaan perusahaan yang kacau.

__ADS_1


"Sudah berapa lama papa koma, apakah bertahun-tahun sehingga perubahanmu begitu drastis?" Tanya Mahesa yang melihat putranya sangat kusut, kurus dan terlihat lebih tua karena penampilannya. Tapi itu tidak menurunkan level ketampanan seorang Nathanael.


"Hmm tidak, sekitar satu bulan papa sakit." Ucap Nathan sembari duduk di kursi dekat brankar.


"Dimana istrimu? Kenapa kamu sendirian?"


Nathan tidak bisa menjawab pertanyaan papanya. Dia takut ini akan mengganggu masa pemulihan papanya. Papanya belum boleh memikirkan masalah yang berat-berat.


"Katakan dimana istrimu?"


"Dia ada dirumah pah, Aku tidak mengajaknya kesini karena..".


"Jangan bohong," Potong Mahesa


"Apa? Tapi apa yang dilakukannya saat itu pa sampai buat papa sakit seperti ini?" Nathan terkejut mendengar bahwa penyebab papanya masuk rumah sakit adalah Dafa.


Mahesa menceritakan semuanya secara detail dari awal mula pertengkarannya dengan Dafa waktu itu hingga membuatnya jatuh sakit.


"Anak itu memang keterlaluan! Bisa-bisanya dia bicara seperti itu dengan papa." Emosi Nathan meluap mendengar cerita dari sang papa. Andai saja dirinya ada waktu itu sudah menghujami adiknya dengan pukulan kemarahannya karena tidak menghormati orang tua.


"Dafa juga ternyata mencuri file proposal proyek stars city seperti dugaanku. Dan aku curiga dia dan Sandra ada dibalik kerugian besarku ketika aku bekerjasama dengan pak Gio." Ucap Nathan mengingat semua kejadian yang menimpanya.


"Papa setuju dengan kecurigaanmu. Dia saja dengan sengaja membuat bukti palsu bahwa kamu korupsi di perusahaan. Mencoreng namamu pada semua klien."


"Papa akan mengambil alih perusahaan dan kamu akan kembali ke posisimu seperti sebelumnya."

__ADS_1


"Tapi yang paling penting saat ini, pertahankan rumah tanggamu. Jangan lanjutkan perceraian kalian. Papa tahu kalian sudah saling mencintai. Meskipun pernikahan kalian berawal dari paksaan. Bukannya semuanya berjalan baik sebelum datangnya Dafa," Mahesa berbicara panjang lebar pada sang putra.


Diluar ruangan, Dafa mencuri dengar pembicaraan papa dan kakaknya. Dia merasa kesal karena saat ini papanya sudah pulih ditambah Herman sudah memberitahu segala yang terjadi saat papanya koma. Ternyata ancaman darinya tidak mempan. Herman tetap mengintai semua kejadian dan melaporkannya kepada atasannya.


🍁


🍁


Saat ini Dafa sudah berada di rumah Jeslyn. Dia ingin mengajak bicara mantan kekasihnya dari hati ke hati. Dafa sudah tidak peduli tentang perusahaan dan harta lainnya, yang terpenting saat ini adalah mendapatkan kembali hati Jelsyn.


"Jess aku mohon kasih aku satu kesempatan saja untuk memperbaiki hubungan kita yang sempat terjeda." Ucap Dafa dengan sungguh-sungguh.


"Setelah kejahatan yang kamu lakukan padaku dan keluargaku, kamu masih nggak malu berucap seperti itu." Ucap Jeslyn sembari memalingkan wajahnya.


"Semua itu kulakukan demi bisa bersamamu lagi. Maafkan aku, semuanya memang salah. Tapi aku akan mengembalikan semuanya. Aku tidak butuh harta. Aku hanya ingin kita kembali seperti dulu setelah kamu resmi bercerai."


"Tidak itu tidak akan terjadi. Kau seenaknya meninggalkanku tapi seenaknya juga kau ingin kembali padaku. Pergi sana aku muak dengan drama yang dibuat keluargamu terutama kau!" Jeslyn tersulut emosi. Kepalanya sudah mau pecah memikirkan tentang Nathan. Ini ditambah Dafa yang terus memaksanya untuk kembali menjalin hubungan.


"Tunggu Jess, asal kau tahu selama jauh darimu aku terus memikirkanmu. Bahkan aku terus menanyakan kabarmu lewat Herlin. Selama di Belanda aku menjaga hatiku hanya untukmu aku tidak pernah bermain dengan wanita seperti yang papaku ceritakan."


Dafa mulai memegang tangan Jeslyn yang terdiam.


"Mari kita mulai semuanya dari awal. Aku ini lebih baik dari suamimu yang tega mencampakkanmu begitu saja. Bahkan tega menggugat cerai dirimu."


"Jangan sok suci, Kau sendiri tega meninggalkan aku yang tengah mengandung anakmu." Ucap Gladys yang tiba-tiba saja sudah ada disana.

__ADS_1


__ADS_2