
Saat tengah menunggu papanya sadar, Nathan berfikir kembali untuk ikut bekerja dengan Sandra. Papanya butuh biaya untuk perawatan selama di rumah sakit, sedangkan adiknya yang tak tau diri itu malah membekukan rekening sang papa juga.
Disisi lain Nathan bingung, kalau bekerja dengan Sandra nanti bagaimana perasaan Jelsyn. Nathan duduk termenung di kursi sembari tertunduk memegangi kepalanya yang terasa sangat pusing.
"Coku, maaf aku baru bisa kemari. Aku baru selesai pemotretan. Hari ini Dafa benar-benar membuat aku emosi. Eh papa gimana?" pungkas Jeslyn yang baru saja sampai disana.
"Papa belum sadarkan diri juga. Apa yang Dafa lakukan padamu?"
"Adikmu itu sudah gila, dia mengajakku foto prewedding. Memesan gaun pengantin dan.." Ucapan Jeslyn terhenti sebelum selesai. Dia takut ingin meneruskannya. Karena tadi Dafa hampir melecehkannya, Dafa sudah mencium bibirnya seperti yang dilakukan Nathan semalam.
"Dan apa?" Tanya Nathan seraya menatap intens istrinya.
"Maafkan aku, aku tidak berhasil menjaga diri. Tadi Dafa mencium bibirku." Jawab Jeslyn dengan menunduk merasa bersalah.
"Bibirku ini sudah ternodai olehnya, Maafkan aku." Ucap Jeslyn seraya mengusap-usap bibirnya.
Tanpa berbicara sepatah katapun Nathan menyingkirkan tangan Jeslyn dan langsung mel*mat bibir sang istri.
"Aku sudah membersihkannya. Ini bukan salahmu, harusnya aku sebagai suami menjagamu dari pria berbahaya seperti Dafa. Kalau saja aku masih punya banyak uang, aku akan membayar denda itu dan membebaskanmu darinya." Ucap Nathan sembari menatap intens istrinya. Dia pun mendapatkan pelukan dari sang istri.
Dari luar ruangan itu, Dafa mengintip mereka. Dia begitu kesal melihat sang mantan menikmati ciuman dengan sang suami. Sementara dengannya tadi baru beberapa detik sudah terlepas. Dia mengepalkan kedua tangannya dan pergi darisana. Dia sama sekali tidak ada rasa ingin menjenguk papanya yang sedang terbaring tak sadarkan diri. Saat ini dalam fikirannya hanya menghancurkan rumah tangga kakaknya.
***
Dua hari sudah Nathan menunggu papanya sadar. Tapi hingga kini belum ada tanda-tanda akan kesadarannya. Yang ada kondisinya malah semakin memburuk.
Hari ini Nathan akan mulai bekerja di tempat Sandra secara diam-diam. Karena jelas Jeslyn tidak setuju dirinya bekerja di tempat Sandra, wanita yang sedang mengincar Nathan.
Dafa memberi waktu Sandra satu minggu untuk menjalankan rencana yang sudah mereka berdua susun. Kalau dalam satu minggu Sandra tidak berhasil, Dafa mengancam akan membeberkan fakta bahwa dirinya penyebab kematian Asya.
__ADS_1
Di hari pertama ini, Sandra akan membuat pekerjaan Nathan normal-normal saja tapi untuk besok dan seterusnya dia akan membuat tambatan hatinya itu terus menempel dengannya kemanapun pergi.
Nathan sudah sampai di hotel milik Sandra dengan pakaian yang rapi. Wanita itu tersenyum melihat targetnya datang, setelah beberapa kali menolak tawarannya.
"Selamat datang di giarta hotel. Mari aku tunjukin ruangan kamu," Sandra tanpa permisi menggandeng tangan Nathan masuk ke dalam. Para Karyawan menyapa Sandra selaku anak dari pemilik hotel.
"Selamat pagi bu Sandra, wah siapa nih ganteng banget. Calon suami bu Sandra ya, cocok banget loh." Ucap Lita asisten pribadi Sandra.
"Maaf saya sudah punya istri, saya karyawan baru disini." Ucap Nathan mendahului Sandra yang akan membalas sapaan asistennya.
"Sekarang kamu boleh bicara seperti itu sayang, beberapa hari kedepan kau milikku." Batin Sandra
"Lita kalau ngomong itu di filter dulu. Udah sana kerja." Ucap Sandra memarahi asistennya.
"Maaf ya Nathan asistenku emang suka nyablak aja. Yuk lanjut ruangan kamu ada di sana." Ucapnya lagi seraya mengajak Nathan menuju ruangannya.
Sandra menjelaskan apa saja pekerjaan Nathan disana. Sambil menunjukkan ruangan-ruangan yang mereka lewati.
"Kalau begitu aku tinggal ya, aku ada urusan diluar hotel. Kalau ada masalah atau kendala dalam bekerja, kamu bisa hubungi aku." Ucap Sandra. Sedari tadi Nathan hanya mengangguk saja. Dalam hati Nathan masih memikirkan tentang Jeslyn. Dia takut Jelsyn akan marah ketika tahu dirinya menerima tawaran pekerjaan dari wanita yang membuat istrinya itu cemburu.
"Sandra terimakasih," Ucap Nathan saat Sandra akan melangkah meninggalkan ruangan. Sandra hanya mengangguk dan tersenyum.
***
Enam hari berlalu, hari ini Sandra akan menjalankan rencana terakhirnya. Nathan tidak bisa dia takhlukkan dengan cara halus. Hampir seminggu dia membuat Nathan terus ada bersamanya tapi Nathan sama sekali tidak berubah, dia tetap dingin.
Sandra menyuruh Lita untu mempersiapkan kamar untuknya menjalankan rencana nanti. Sandra juga menyuruh Lita untuk mencampur minuman Nathan dengan obat perangsang. Nantinya Lita disuruh berpura-pura untuk meminta bantuan pada Nathan untuk mengusir tikus yang ada di salah satu kamar. Setelah obatnya menunjukkan reaksi, Sandra akan masuk mengenakan pakaian seksi untuk menarik gairah Nathan.
Sandra tersenyum senang membayangkan rencananya itu. Dulu dia tidak berhasil, sekarang dia yakin Nathan akan masuk ke dalam perangkapnya.
__ADS_1
"Lita saya pergi dulu, kamu jalankan sesuai arahan saya tadi. Kalau ini berhasil gaji kamu naik tiga kali lipat." Ucap Sandra
"Oke siap bu bos." Lita memang sudah sangat tahu kalau sejak dulu atasannya menyukai pria yang sekarang menjadi manager hotel giarta.
Jam delapan pagi, Nathan sampai di hotel. Sampai hari ini Jeslyn tidak curiga dengan Nathan. Karena ketika dari rumah Nathan berpakaian biasa seperti tukang ojek.
Lita sudah menaruh minuman yang bercampur obat perangsang di meja kerja Nathan. Lita terus memantau dari cctv. Saat Nathan sudah meminumnya, dia akan langsung menjalankan rencana selanjutnya.
Sampai jam setengah sepuluh akhirnya Nathan meminumnya hingga hampir habis. Lita pun bergegas pergi ke ruangan Nathan.
"Permisi pak,"
"Iya ada apa?"
"Pak saya mau minta tolong dikamar vvip 109 ada tikus. Mana nanti malam akan ada pejabat penting menginap disana. Para karyawan udah coba tapi nggak berhasil menangkapnya. Mungkin bapak bisa bantu," Ucap Lita yang sebenarnya sangat deg-deg an.
"Masa iya di hotel semewah ini ada tikus, perasaan kebersihan disini sangat terjaga. Apa Sandra sedang merencanakan sesuatu?" Batin Nathan merasa curiga. Lita menyadari kecurigaan Nathan itu.
"Bapak juga pasti heran kan kok bisa ada tikus di hotel semewah ini. Padahal kebersihannya selalu terjaga. Saya sendiri juga bingung. Kalau bapak nggak bisa bantu biar saya sama karyawan lain coba lagi." Ucap Lita
"Baiklah saya bantu cari."
Mendengar Nathan menyetujui itu, Lita segera mengirim pesan pada Sandra jika target sudah berhasil digiring masuk ke kamar.
"Pak saya keluar ya, saya takut hii.." Lita berlari keluar dan menutup pintu kamar vvip 109. Meninggalkan Nathan sendirian disana.
Nathan mencari-cari di seluruh sudut kamar tapi dia tidak menemukan tikus satupun. Bahkan ruangan itu benar-benar bersih seakan tak ada debu sedikitpun. Rasanya sangat tidak mungkin ada tikus bersarang diruangan itu.
"Mana, tidak ada apa-apa disini, Tapi badanku kenapa rasanya jadi panas begini. Acnya suhunya sudah rendah tapi kenapa sama sekali tidak terasa dingin." Ucap Nathan merasa ada yang aneh di tubuhnya. Ia baru teringat kalau jus yang dia minum rasanya sedikit aneh.
__ADS_1
"Rasanya tubuhku kenapa jadi seperti ini," Nathan terduduk di lantai merasakan sesuatu yang menuntut dari dalam tubuhnya. Rasa gejolak ingin dipuaskan oleh wanita.
"Sial! Pasti Sandra merencanakan ini, sama seperti beberapa tahun yang lalu. Dia pasti memasukan obat perangsang dalam minumanku." Ucap Nathan seraya mengatur nafasnya yang memburu karena menahan apa yang direaksikan tubuhnya akibat minuman itu.