
Merasa sudah jauh dari mall, Nathan meminggirkan mobilnya. Dia ingin meredakan jantungnya yang terasa ingin meledak karena ulah Jeslyn tadi. Wajah Nathan memanas seperti kentang rebus menurut Jeslyn. Nathan mulai kembali mengatur nafasnya yang ngos-ngosan akibat berlarian tadi.
"Ahahaha.. Coku wajahmu kaya kentang rebus mau matang." Ucap Jeslyn dengan diiringi tawanya.
"Gila ya kamu, kalau sampai kita ketangkep gimana tadi?"
"Ahahaha.. tapi seru kan? Inget ekspresi ibu itu tadi. Hepp.. penculik.. Ahahaha." Jeslyn memperagakannya dengan gerakan tangannya. Dia benar-benar tertawa lepas. Nathan hanya tersenyum tipis melihat istrinya yang begitu gembira di sebelahnya.
"Tawamu ini bahagiaku cebor." Batin Nathan, dia terus menatap istrinya yang masih bercerita tentang kejadian tadi sambil tertawa.
"Ah tapi aku bt, snack itu nggak berhasil aku dapetin." Jeslyn cemberut lagi.
"Emangnya suka banget ya?"
"Iya coku, enak banget itu. Rasa coklatnya yang lumer itu bikin moodku membaik sampek 100% bahkan 1000%. Tapi yaudahlah pulang yuk, aku pengen segera membuka belanjaanku tadi."
.
.
.
Hari ini Dafa meeting dengan owner stars city. dengan ditemani mischa sekretarisnya. Namun meeting itu tidak berjalan lancar, owner stars city tidak tertarik dengan kerjasama yang ditawarkan oleh Dafa.
"Mohon maaf saya tidak bisa menerima kerjasama dari perusahaan anda. Saya permisi dulu, karena ada meeting dengan klien lain."
Owner stars city meninggalkn restoran dimana meeting itu dilakukan.
"Arrgh... apa yang salah sih dari proposal ini," Ucap Dafa kesal.
"Proposal yang pak Dafa buat itu terlalu biasa dan tidak menarik bagi klien kita. Baru pertama kali ini loh perusahaan kita ditolak oleh klien." Ucap Mischa dengan pelan karena takut Dafa akan marah setelah mendengar perkataannya. Dan benar saja, Dafa langsung naik pitam dan melotot menatapnya.
"Kamu bandingin saya? haa?! Berani-beraninya kamu Mischa!"
"Maaf pak saya enggak bermaksud." Ucap Mischa sambil menundukkan kepalanya.
Dafa mendengus kesal dan meninggalkan sekretarisnya disana.
"Harus ekstra sabar, pak Dafa bener-bener beda 90 derajat dengan pak Nathan. Padahal mereka itu kakak adik." Gumam Mischa
Sampainya di kantor Dafa langsung disuruh menghadap papanya. Dia sudah mengetahui kalau Dafa gagal mendapatkan proyek stars city.
__ADS_1
"Gimana? masih mau jadi CEO? Kamu pikir dengan hanya jadi lulusan luar negeri bisa langsung jadi CEO. Lebih baik selesaikan kuliahmu dulu. Bukannya libur kuliahmu sudah selesai? Biarkan abangmu yang tetap urus perusahaan ini." Ucap Mahesa
"Papa kenapa sih, kayak nggak rela banget perusahaan ini aku pegang. Takut bangkrut? Tenang aja pah aku akan buktikan kalau aku ini lebih hebat dari anak kesayangan papa itu."
Dafa meninggalkan ruangan papanya. Diluar dia berpapasan dengan Nathan.
"Jangan seneng dulu ya lo bang, hari ini gue emang gagal. Tapi gue masih punya waktu setengah bulan lagi. Gue pasti berhasil jatuhin lo!" Kecam Dafa pada kakak kandungnya.
"Sudah saya katakan, saya tidak takut turun dari jabatan. Dengan senang hati saya akan memberikan posisi saya untuk anda. Adikku yang paling kusayang." Balas Nathan dengan menyunggingkan bibirnya.
Kedua saudara kandung itu saat ini beradu tatap, Sampai akhirnya Dafa pergi dengan wajah datar penuh dendam. Sementara Nathan masuk ke dalam ruangan papanya.
"Duduk than," Ucap Mahesa
"Papa kenapa panggil aku kesini? Apa ada masalah?"
"Sekarang enggak ada masalah, tapi nanti akan jadi masalah."
"Maksud papa gimana?"
"Ini tentang adik kamu. Papa nggak rela kalau perusahaan ini dipegang oleh dia nantinya. Dia itu tidak serius dengan perusahaan ini. Dia hanya terobsesi merebutnya dari kamu."
"Papa tidak masalah kalau Dafa mau menggantikan poisis kamu. Tapi saat ini kan dia hanya terobsesi semata, dia tidak serius dengan pekerjaannya. Sering menghilang dari kantor, bahkan proposal yang dia buat untuk mewakili perusahaan kita ditolak mentah-mentah oleh klien."
"Papa yakin setelah dia berhasil mengalahkan kamu, dia akan semena-mena menjalankan perusahaan. Papa nggak bisa bayangin apa jadinya perusahaan ini." Mahesa berbicara panjang lebar.
"Aku juga berfikir seperti itu pah, Dafa hanya ingin mengalahkanku saja. Selebihnya dia nggak tertarik dengan perusahaan ini. Karena dari dulu dia tidak mau tahu tentang urusan perusahaan. Bahkan saat papa memintanya untuk belajar mengurus perusahaan, dia terus menolaknya." Ucap Nathan
"Kamu sudah tahu kan apa yang harus kamu lakukan than? Papa yakin Dafa tidak akan bisa memenangkan proyek stars city."
Nathan mengangguk pada papanya. Kemudian dia pamit untuk kembali ke ruangannya. Nathan sudah menyiapkan proposal berisi desain yang akan digunakan untuk meeting bersama owner stars city. Tapi dia menunggu Dafa menyerah. Saat itu dia akan maju untuk memenangkan proyek itu.
...****************...
Dirumah mewahnya Jeslyn sedang siaran langsung di sosial medianya. Dia sedang memberikan tutorial make upnya kepada followersnya. Namun bukannya fokus dwngan tutorial yang diberikan Jeslyn, malah banyak komentar menanyakan sosok suami Jeslyn.
*Apa bener udah nikah?
Katanya udah nikah, suaminya mana nih?
Kepo banget sama sosok suaminya
__ADS_1
Jangan-jangan suaminya jelek ya makanya disembunyikan*
Itu beberapa komentar yang terlihat di layar hpnya. Jeslyn tertawa membacanya apalagi dengan komentar yang menyebut suaminya jelek.
"Guys aku beneran udah nikah. Kalian penasaran siapa suamiku? Sengaja nggak ku publish, nanti kalian naksir aja hahaha. " Jawab Jeslyn diiringi tawanya.
"Oke kita kembali fokus ke make upnya ya, kita bikin alis. Kalau aku sih sukanya yang simpel-simpel aja gitu. Tarik garis bawah trus atasnya trus isi-isi gini, abis itu dirapiin, Udah cantik." Ucap Jeslyn menjelaskan.
Namun penonton livenya malah terus berkomentar tentang suami Jeslyn, bukan komentar masalah tutorial make up yang dia buat.
*Kak tunjukkin suaminya dong,
Kak penasaran nih
Suaminya nggak ganteng kali makanya malu
Iya ya makanya disembunyikan
Eh tapi kalau ganteng ngapain disembunyikan*
**Eh tapi pacarnya yang dulu itu gimana ya,
Oh iya apa jangan-jangan suaminya lebih jelek dari pacar yang dulu makanya nggak di publish**
Komentar itu terus memenuhi saat Jeslyn sedang live. Akhirnya dia mengakhiri livenya.
"Hihh apaan sih, lagi live tutor make up malah pada gitu komentarnya. Apalagi bawa-bawa Dafa bikin bad mood aja." Ketus Jeslyn sambil membanting hpnya ke kursi sofa.
Pakeett... permisi paket..
"Asiih bukain pintunya ada paket.." Teriak Jelsyn namun pembantunya itu tidak menyauti teriakannya. Akhirnya dia sendiri yang membuka pintu.
"Dengan mbak Jelsyn?"
"Iya saya sendiri,"
"Silahkan tanda tangan untuk tanda terimanya."
"Bentar-bentar ini buat tanda terima apa ya mas? Saya nggak pesen apa-apa loh," Jeslyn bertanya kebingungan. Kurir langsung menunjukk kearah mobil pick up dan mengajak Jelsyn untuk kesana. Kurir itu membuka bagian box belakang pick up itu.
"Huaaa," Mulut Jeslyn menganga saat melihat isinya adalah snack kesukaannya itu, satu box pick up full. Dan kurir mengatakan kalau semua itu ditujukan untuknya dari Nathan, suaminya.
__ADS_1