
Nathlyn Aura Sanjaya, itulah nama dari bayi berjenis kelamin perempuan yang di lahirkan oleh Jeslyn. Setelah dua hari di rawat di rumah sakit, mereka berdua sudah bisa pulang.
Di rumah, Cecilia dan keluarga lainnya sudah menyiapkan acara penyambutan anggota baru di keluarga mereka. Balon abjad bertuliskan nama Nathlyn sudah terpasang di ruang tamu. Banyak kado juga yang tersusun rapi di sana. Bukan hanya keluarga, ketiga sahabat Jeslyn pun turut hadir di sana. Tentunya mereka sudah tidak sabar melihat betapa gemasnya anak dari ketua geng mereka selama ini.
Jeslyn yang cukup sehat pun datang dengan menggendong sendiri bayinya. Padahal Nathan sudah menyiapkan perawat khusus untuk baby mereka.
"Welcome home baby Nathlyn." Seru semua yang ada di sana menyambut kedatangan Nathlyn. Mama Kinan langsung merebut cucunya dari gendongan Jeslyn.
"Aduh aduh cucu Oma, gemas sekali kamu sayang." Ucap Mama Kinan, dia juga membawa cucunya mendekat kepada suaminya juga besannya.
"Loh loh cewek tapi ternyata lebih mirip Nathan ya," Ucap Papa Mahesa yang melihat jelas wajah cucunya mirip sekali dengan masa kecil putranya.
"Iya bener banget kata papa Mahesa, rasanya aku ini cuma di tumpangi tempat untuk tumbuh saja." Ucap Jeslyn menimpali perkataan papa mertuanya.
"Ya begitulah jadi wanita adikku sayang. Tapi bagus dong mirip papanya, daripada mirip tetangga." Ucap Cecilia yang selalu menyeleneh.
Sahabat Jeslyn memeluknya dengan bergantian. Mereka tidak menyangka sahabatnya yang paling ceriwis sudah menjadi ibu sekarang. Dia juga sudah menjadi istri yang baik.
__ADS_1
.
.
Setelah semua orang pulang Jeslyn pun bisa beristirahat. Kado-kado untuk Nathlyn hampir memenuhi kamarnya.
"Sayang sepertinya kita perlu membuatkan kamar khusus untuk Nathlyn." Ucap Jeslyn
"Iya sayang, maaf karena kesibukanku yang padat aku sampai lupa menyiapkan kamar untuk bayi kita." Ucap Nathan
"Tidak apa-apa sayang, kamu kerja kan juga untuk masa depan Nathlyn." Ucap Jeslyn dengan senyum manis menghadap suaminya.
"Apakah kamu merasa trauma melahirkan?" Tanya Nathan, entah mengapa suami dari Jeslyn itu bertanya seperti itu.
"Tidak, memang rasanya sakit. Tapi semuanya langsung hilang ketika melihat gemasnya malaikat kecil ini." Jawab Jeslyn dengan senyum yang sejak tadi tidak pudar dari wajahnya.
Nathan pun memeluk Jeslyn dengan penuh cinta. "Terima kasih sudah melahirkan putri secantik ini." Ucap Nathan dengan mengecup kening Jeslyn.
__ADS_1
"Hmm,, Sebenarnya aku sangat tidak menyangka kisah kita bisa sampai di tahap ini." Ucap Jeslyn
"Iya akupun juga, tapi ini semua memang takdir yang di gariskan oleh Tuhan. Dan aku sama sekali tidak menyesal di takdirkan bersamamu." Ucap Nathan
"Aaa kamu semakin lama semakin pandai berkata-kata manis ya," Ucap Jeslyn sembari mencubit lengan suaminya. Refleks Nathan pun berteriak hingga membuat putri kecilnya terbangun. Jeslyn pun langsung menimang-nimangnya hingga tertidur pulas lagi.
"Ini hasil mahakarya kita," Ucap Nathan sembari menoel-noel pipi Nathlyn yang berada dalam gendongan Jeslyn.
"Ck,, Mahakarya? Kamu pikir anak kita lukisan atau patung?" Jeslyn terkekeh mendengar perkataan suaminya. Kemudian dia menaruh Nathlyn kembali ke buaiannya. Mereka berdua saling merangkul dan menatap teduh pada Mahakarya mereka.
"I love you cebor," Ucap Nathan yang membuat Jeslyn cukup tersentak. Karena Nathan sangat anti mengatakan itu.
"Apakah aku tidak salah dengar?" Tanya Jeslyn memastikan.
"I love you cebor," Ucap Nathan mengulanginya dengan lebih jelas. Jeslyn pun tersenyum dan langsung membalasnya. "I love you to coku." Dan mereka pun berciuman mesra.
Berawal dari perjodohan dan berlanjut ke dalam pernikahan yang suci, Jeslyn dan Nathan akhirnya menumbuhkan cinta mereka. Meski perjalanan cinta mereka begitu rumit, kini semua perjuangan mereka berbuah manis.
__ADS_1
Takdir memang unik. Meskipun kamu sudah lama menjalin hubungan dengan seorang pria, itu tidak menjamin dia adalah jodohmu. Siapa tahu jodohmu adalah kakaknya. Seperti kisah Jeslyn.
\_TAMAT\_