Menikah Dengan Kakak Pacarku

Menikah Dengan Kakak Pacarku
Episode 26


__ADS_3

"Mau ditaruh mana semua ini." Tatap Jeslyn pada box-box yang berisi snack favoritnya.


"Uwaah banyak banget snacknya, mbak Jeslyn mau jualan?" Celetuk Inem yang baru saja datang entah dari mana.


"Mau buka toko kelontong ya mbak? Emangnya udah nggak ada job model lagi mbak?" Sahut Asih


Jeslyn mengangkat kedua tangannya ke pinggang. Menatap kearah kedua asisten rumah tangganya itu.


"Embak Embakku yang cantik, daripada banyak tanya mending bantuin cari tempat buat nyimpen ini semua." Ucap Jeslyn


"Di sebelah dapur kan ada tempat kosong mbak, gimana kalau ditaruh disana aja." Ucap Inem


"Oke kita angkat ini semua kesana."


Mereka bertiga mengangkat satu persatu box itu kedalam ruangan dekat dapur. Setelah selesai, Jeslyn duduk di teras belakang sambil mengipas-ngipaskan tangannya karena merasa gerah. Kemudian Inem datang membawakan es sirup sesuai permintaan majikannya itu.


"Makasih inem, sluuurpp.... Ahh.. Segarnya." Ucap Jeslyn, dia menyeruput es sirup hingga hanya tersisa setengah gelas. Inem kembali ke dalam meninggalkan Jeslyn sendirian.


"Coku itu peka banget jadi cowok, padahal nggak makan itu gue juga nggak bakalan kenapa-kenapa. Eh dia datengin segitu banyaknya." Ucap Jeslyn sambil tersenyum tipis.


Kemudian Jeslyn berinisiatif memasakkan sesuatu untuk Nathan sebagai imbalan. Jeslyn langsung bergegas masuk ke dalam dapur. Dia membuka kulkas, banyak bahan makanan disana. Tapi Jeslyn tertarik dengan ikan gurame yang terlihat segar di dalam kulkasnya.


"Inem, Asih bantuin aku masak ya,"


"Mbak Jess mau masak apa?" Tanya Asih


"Hemm bentar aku cari referensi dulu," Jeslyn mencari referensi masakan di hpnya. Dia menscroll hpnya mencari sesuatu yang menarik dan terlihat enak. Sementara Asih dan Inem saling bertatapan, ini kedua kalinya Jeslyn mau turun ke dapur untuk memasak lagi.


"Nah ini enak nih, ikan gurameh bakar pedas manis." Ucap Jeslyn

__ADS_1


Mereka pun memulai memasak, Kali ini Jeslyn benar-benar turun tangan. Dia hanya meminta Asih dan Inem memberinya arahan. Jeslyn terlihat kewalahan dengan apa yang dikerjakannya sekarang. Apalagi saat dia mengulek cabai dan beberapa bahan lainnya.


"Mbak Jess biar saya gantiin," Ucap Inem


"Enggak usah aku bisa kok." Dengan sekuat tenaga Jeslyn menghancurkan bumbu itu sampai halus. Keringat mulai membasahi rambutnya. Dan setelah lebih dari satu jam dia bergelut di dapur, masakannya siap disajikan.


"Hemm harum banget baunya mbak," Ucap Asih


"Semoga coku suka," Ucap Jeslyn sambil tersenyum


Inem menyenggol Asih, mereka berbisik-bisik melihat majikannya itu. Yang awalnya dulu suka berantem seperti anak kecil sekarang kedua majikannya saling memberikan perhatian.


"Ehemm.. mbak Jeslyn kok malah ngelamun sambil senyum-senyum gitu? Lagi bayangin den Nathan ya??"


"Ciee sepertinya ada bau-bau cinta sedang tumbuh di rumah ini."


Jeslyn tidak marah dengan apa yang dikatakan kedua asisten rumah tangganya itu. Dia malah tersipu malu.


Dia masuk kedalam kamar, Kaca yang pecah waktu itu sudah diperbaiki seperti semula. Jeslyn langsung masuk kedalam kamar mandi. Dia menyalakan air shower. Air yang dingin langsung mengguyur sekujur tubuh polosnya. Tiba-tiba saja terlintas dibenaknya kalau tubuhnya suatu saat akan dinikmati oleh suaminya.


"Dulu memang sih planningku menikah di usia 25 tahun. Dan hal itu benar-benar terwujud."


"Tapi sayangnya gue belum siap untuk ini semua."


"Apalagi suamiku bukan orang yang kubayangkan selama ini."


"Kalau harus menjalankan kewajiban sebagai seorang istri rasanya belum siap. Coku bakal tahan sampek kapan ya? Apa dia bakal paksa gue buat begituan? Hiiii kok ngeri ya bayanginnya." Jeslyn berbicara sendiri ditengah aktivitas mandinya.


Setelah hampir setengah jam mandi, dia keluar dengan handuk kimononya. Jeslyn menuju ke sebuah ruangan khusus yang berisi lemari baju, tas, dan juga sepatunya. Menjadi seorang model membuat Jeslyn paham betul dengan fashion. Ditambah hobi belanjanya, membuat isi ruangan itu penuh.

__ADS_1


"Hemm pakai baju apa ya hari ini? Aku harus terlihat fresh di depan Nathan."


"Dari yang aku baca di google, untuk menyambut kepulangan suami dari kantor harus fresh cantik gitu. Biar stress pekerjaannya hilang." Ucap Jeslyn, Saat ini dia berdiri di depan lemari baju yang pintunya sudah terbuka.


Sementara di kantornya Nathan masih sibuk di balik meja kerjanya. Dia sedang membuat rancangan untuk proyek pembangunan hotel. Hasil desainnya membuat perusahaan papanya ini tak pernah sekalipun di tolak oleh klien ketika diajak kerjasama. Nathan sangat serius dengan pekerjaannya ini. Diluar proyek stars city yang sedang menjadi taruhan bersama adiknya, dia masih mengurusi proyek lainnya. Sangat tidak diragukan kinerja dari CEO tampan kebanggaan papanya ini.


"Loh pak Nathan kok belum pulang?" Suara seorang wanita yang tiba-tiba saja masuk kedalam ruangan Nathan.


"Siapa yang menyuruh kamu masuk kesini tanpa mengetuk pintu?" Tanya Nathan tanpa melihat kearah wanita yang sudah berdiri di depan meja kerjanya.


"Sorry pintunya nggak ketutup soalnya, jadi aku masuk kesini. Ini udah diluar jam kerja loh than, jangan terlalu tegang mikirin pekerjaan lah. Yuk kita pulang bareng." Wanita yang bekerja di perusahaan Nathan itu dengan beraninya mendekat dan menduduki meja Nathan. Dia sengaja mengangkat sedikit roknya agar paha mulusnya dapat dilihat oleh Nathan.


Nathan langsung menutup laptopnya. Dia berdiri menatap wanita yang ingin menggodanya itu.


"Kamu pergi dari sini atau saya lapor hrd sekarang juga untuk pecat kamu." Ucap Nathan dengan tegas.


Wanita itu turun dari meja, namun dia tidak keluar dari ruangan Nathan.


"Nathan kamu apaan sih ini kan udah diluar jam kerja kamu bukan atasan aku saat ini. Jangan tegang gitu dong. Boleh dong aku lemesin," Dengan lancang wanita itu memegang pundak Nathan dan berbisik seperti itu. Nathan langsung menepis tangan itu. Dia memasukkan laptop kedalam tasnya dan bergegas meninggalkan ruangannya. Tapi sebelum itu dia menegaskan sesuatu kepada wanita yang saat ini dihadapannya.


"Diluar jam kerja saya memang bukan atasan kamu. Tapi saya suami dari seorang istri yang teramat saya cintai." Ucap Nathan kemudian dia langsung pergi.


"Apa maksud omongan Nathan? Nggak mungkin dia sudah menikah enggak! dia itu milikku." Ucap wanita yang bernama Sandra,


Sandra putri wijaya, wanita yang terobsesi untuk memiliki Nathan. Dia bekerja di perusahaan Nathan sebagai staff keuangan. Sebenarnya Sandra ini anak dari pengusaha resort di bali. Dia tidak perlu susah payah menjadi karyawan di perusahaan milik papa Nathan. Namun obsesinya terhadap Nathan membuatnya nekat untuk bekerja disana.


Dulu sebenarnya Sandra dikenal baik oleh Nathan. Karena dia adalah teman Asya, pacarnya waktu itu. Namun setelah Asya meninggal, Sandra membuat Nathan merasa tidak nyaman. Dia berkali-kali menyatakan perasaanya pada Nathan. Bahkan berbohong tentang mimpi yang katanya Asya menyuruh untuk menggantikan posisinya sebagi kekasih Nathan. Namun cara itu sama sekali tidak mengetuk hati Nathan.


Suatu hari Sandra mengajak Nathan untuk makan siang dirumahnya, Sandra memasukkan obat perangsang pada makanan Nathan. Tapi untungnya adik sepupu Sandra yang mengetahui itu langsung mencegah Nathan untuk memakannya. Sandra sengaja memberikan obat itu agar bisa menguasai Nathan, dan Nathan tidak akan lepas darinya.

__ADS_1


Nathan marah besar pada Sandra, dia sudah tidak mau berteman dengannya lagi sejak saat itu. Tapi beberapa bulan kemudian Sandra malah diterima kerja di perusahaannya. Tapi Nathan berusaha profesional, dia tak mau mencampuradukkan masalah pribadi dan kantor.


__ADS_2