Menikah Dengan Kakak Pacarku

Menikah Dengan Kakak Pacarku
Episode 53


__ADS_3

Diadakan konferensi pers untuk membersihkan nama baik Nathan sebagai CEO. Dia sama sekali tidak pernah melakukan tindak korupsi. Disitu Nathan ditemani oleh papanya dan juga Sandra yang dulu membantu rencana busuk Dafa. Akhirnya nama baiknya kembali dan semua klien sudah kembali percaya dengannya.


"Nathan maafkan atas semua kesalahanku ya, harusnya aku tidak membantu Dafa untuk menjatuhkanmu." Ucap Sandra


"Kenapa dibahas lagi, saya sudah memaafkanmu. Terimakasih sudah mau membantu mengklarifikasi semuanya." Ucap Nathan


Ting


(Coku aku pengen makan yang asem tapi manis gitu.)


Nathan menautkan kedua alisnya membaca pesan dari istrinya. Sepertinya Jeslyn sedang ngidam saat ini. Kini sekarang otaknya berfikir harus membeli makanan apa untuk sang istri.


"Kamu kenapa than?" Tanya Sandra yang melihat Nathan seperti berfikir keras.


"Enggak papa. Boleh aku tanya sesuatu?"


"Boleh mau nanya apa?"


"Istriku pengen makan yang asem tapi manis juga. Kira-kira apa ya,"


"Istri kamu hamil?" Tanya Sandra dengan ekspresi terkejut. Nathan menjawabnya dengan anggukan.


"Selamat ya, emm asem tapi manis mungkin manisan buah gitu mangga misalnya." Ucap Sandra


"Oh iya makasih ya, aku pergi duluan. Eh iya tau nggak belinya dimana?"


"Didekat stasiun banyak. Kesana aja,"


Nathan pun bergegas pergi untuk membelikan keinginan istrinya. Sandra tersenyum menatap kepergian Nathan.


"Memang sudah seharusnya aku move on dari dia. Aku nggak boleh berbuat kesalahan untuk kedua kalinya. Dia memang tidak ditakdirkan untukku." Ucap Sandra pada dirinya sendiri.


🌺🌺🌺


Jeslyn sudah menunggu kedatangan sang suami diruang tamu rumahnya. Melihat Nathan datang dia langsung ingin berlari, untuk mengambil tentengan plastik yang dibawa oleh suaminya itu.


"Hei hei stop! Cebor jangan lari-larian, kalau jatuh bagaimana? Kamu lupa kalau sedang hamil," Ucap Nathan


"Iya iya gitu aja marah. Kamu sih lama banget. Keburu ileran anak kamu ini." Ucap Jeslyn seraya menyerobot kantong kresek yang masih berada di tangan Nathan.


"Uwahh enak nih," Jeslyn langsung membuka satu manisan mangga, dia duduk kemudian menikmatinya. Melihat sang istri yang lahap, membuat Nathan sampai menelan salivanya berkali-kali.

__ADS_1


"Coku nih cobain enak banget loh," Ucap Jeslyn, kemudian Nathan pun mengambil satu dan langsung memakannya. Tapi apa yang terjadi, dia langsung meringis. Karena rasanya sangat asam sampai indra perasanya merasa ngilu.


"Buehh.." Nathan melepehkan mangga yang dinilainya sangat asam. "Asam banget kaya gini kamu bilang enak."


"Tapi aku nggak ngerasa asam tuh. Enak gini kok, lidahmu kali yang rusak ahaha." Ucap Jeslyn diiringi tawanya melihat ekspresi kesal suaminya.


"Oh ya pinter juga ya kamu mengartikan kode dariku." Ucap Jeslyn memuji suaminya.


"Tadinya aku nggak tahu, ini rekomendasi dari Sandra sih. Dia juga yang memberitahu letak penjualnya." Jawab Nathan seraya melepas jas yang dipakainya dan duduk disebelah Jeslyn.


Mendengar nama Sandra, Mood ngidam Jeslyn langsung hilang sirna begitu saja. Jeslyn menaruh manisan itu dan pergi begitu saja melangkah menuju kamar.


"Loh kok udahan makannya, masih banyak ini." Ucap Nathan


"Udah nggak mood. Aku mau tidur aja."


Nathan pun menyusul sang istri yang terlihat cemberut dikamarnya. Dia sangat tahu kalau istrinya itu sedang cemburu. Dan mungkin berfikir sesuatu yang negatif tentangnya dengan Sandra.


"Kamu kenapa sih sayang?"


Jeslyn langsung menoleh menatap suaminya. Dia menautkan kedua alisnya merasa ada yang aneh.


"Barusan kamu bilang apa? Sa sayang," Ucap Jeslyn


Jeslyn langsung salah tingkah mendengar ucapan suaminya. "Ck.. Aaa aku jadi nggak bisa marah sama kamu."


"Memangnya apa salahku? Kenapa kamu ingin marah denganku?"


"Ya tadi itu berarti kamu ketemuan sama Sandra. Kenapa nggak bilang sama aku? Kamu tahu kan dia itu bibit pelakor."


"Aku kan sudah bilang kemarin, hari ini Sandra ikut klarifikasi di acara konferensi yang papa adakan."


"Oh ya, Masasih kamu sudah bilang?"


"Sudah sayang, udah ah jangan cemburu aku tadi cuma nanya doang sama dia. Dengan jarak aman kok." Ucap Nathan sembari memegang wajah istrinya dengan kedua tangan. Tiba-tiba saja Nathan mendekat ingin mencium bibir Jeslyn tapi segera ditepis.


"Stop! Sebelum kita sah rujuk. Kamu tidak boleh menyentuhku, lagi. seperti waktu itu."


"Oke oke bumil makin galak aja ya,"


"Apa? Jadi selama ini kamu nganggap aku istri yang galak." Ucap Jeslyn dengan wajah garang.

__ADS_1


"Astaga aku salah bicara." Lirih Nathan. Dan yang terjadi kemudian adalah melayangnya bantal tepat di wajahnya.


🌺🌺🌺


Kediaman Mahesa


Nathan membawa Jeslyn pulang kerumah papanya setelah mereka dinyatakan resmi rujuk kembali oleh pengadilan.


"Papa sangat senang kalian akhirnya tidak jadi bercerai. Bagaimana kalau sebaiknya kalian mengadakan resepsi pernikahan. Dulu kan pernikahan kalian hanya sederhana." Ucap Mahesa


"Aku sih setuju saja pa, tapi tetap tergantung kemauan Jeslyn." Ucap Nathan seraya menatap istrinya.


"Hmm gimana ya, masalahnya Dafa bagaimana?"


"Ck.. Ternyata kau masih memikirkanku? Tenang kakak ipar aku sudah ikhlas kalian bersama." Sahut Dafa yang entah datang darimana. Semuanya langsung menatap dengan rasa tidak percaya.


"Kenapa menatapku seperti itu? Kalian pasti ragu denganku? Kali ini aku serius. Maaf atas semua kesalahanku pada kalian semua. Dan maafkan aku pa." Dafa bersujud dikaki papanya.


"Berdirilah, kamu tidak salah. Papa sudah memaafkanmu."


Kemudian Dafa beralih memeluk kakaknya. Dia membuat semua yang disana percaya dengan aktingnya itu. "Ternyata main halus seperti ini akan lebih mudah untukku membawa kabur Jeslyn." Batin Dafa.


"Kalau begitu resepsi akan diadakan minggu depan. Beritahu orang tuamu Jeslyn. Papa akan menghubungi Cecilia, dia juga harus hadir." Ucap Mahesa


Karena Dafa sudah terlihat baik, Nathan pun berani mengungkapkan kabar bahagia yang belum diketahui papanya.


"Pah tapi acaranya jangan lama-lama ya, soalnya Jeslyn tidak boleh terlalu capek." Ucap Nathan


"Apa menantuku ini sedang hamil?" Tanya Mahesa sangat antusias. Nathan menjawabnya dengan anggukan dan senyum bahagia.


"Papa sangat senang mendengarnya. Akhirnya papa punya cucu juga."


"What? Kenapa Jeslyn harus hamil. Ini bukan kabar yang baik untukku." Batin Dafa merasa tidak senang.


"Selamat ya untuk kalian berdua." Ucap Dafa dengan senyum palsu.


Gladys datang kerumah itu atas undangan dari Nathan. Dia datang bersama Herlin. Dia melihat semuanya. Rasa iri dan sedih bercampur aduk dalam benaknya.


"Beruntung sekali kamu, di sayang suami dan diterima dengan baik oleh keluarganya. Bagaimana dengan diriku ini? Apakah papa Dafa akan menerimaku, sementara Dafa sendiri tidak mengakuiku." Batin Gladys, dia merasa ragu ingin melangkah mendekati mereka. Dia ingin kembali pulang saja. Tapi suara panggilan Nathan membuatnya mau tidak mau harus tetap ada disana.


"Gladys Herlin kemari," Panggil Nathan menyuruh mereka untuk bergabung duduk.

__ADS_1


"Ngapain wanita itu kemari, bukannya sudah ku tegaskan untuk pergi jauh dan tidak mendekati rumah ini lagi, dan bang Nathan kok bisa mengenal Gladys?" Batin Dafa


__ADS_2