Menikah Dengan Kakak Pacarku

Menikah Dengan Kakak Pacarku
Episode 44


__ADS_3

Rumah sakit tempat Mahesa dirawat mengabarkan bahwa kondisinya saat ini kritis. Terdapat pembekuan darah di otak Mahesa. Secepatnya harus dilakukan operasi. Nathan yang sudah mendengar kabar itu langsung bergegas kerumah sakit bersama sang istri.


Sampainya di rumah sakit, Nathan menanyakan biaya operasi papanya. Jumlahnya sangat besar. Nathan tidak mampu membayarnya. Dia pun menghubungi Dafa. Tapi Dafa yang saat ini sedang marah besar, tidak memperdulikan hpnya berbunyi.


"Cebor kamu tunggu disini, aku mau menemui Dafa." Ucap Nathan, Jeslyn hanya mengangguk. Dalam hatinya berdoa semoga Dafa sedikit luluh melihat papanya yang terbaring tak berdaya.


Nathan mendatangi perusahaan, tapi lagi-lagi dia tidak diizinkan masuk kedalam. Dia pun memaksa masuk dengan mendorong kedua satpam yang menghalanginya.


"Masih berani juga kau datang kemari," Ucap Dafa yang sedang duduk menyilangkan kaki di kursi kerjanya.


"Daf papa itu sakit sekarang,"


"Ya aku tahu. Trus kenapa?"


"Papa butuh biaya untuk operasi kembalikan semua uang papa sekarang juga."


"Tidak akan! Aku nggak peduli mau papa sakit atau mati sekalipun, dia sudah menyusahkan hidupku."


"Jaga bicaramu! Semua yang kau nikmati sekarang ini milik papa. Bukan milikmu!" Bentak Nathan merasa geram.


"Hei kau beraninya menasehatiku. Kau sendiri tanpa merasa berdosa merebut apa yang harusnya menjadi milikku. Kalau papamu itu sekarang sekarat mungkin itu karma karena telah mendzolimiku."


Nathan mendengus kesal, dia mendekat dan menerkam leher adiknya yang berucap semena-mena itu.


"Lepaskan aku! Kau pikir dengan kekerasan seperti ini aku akan membantumu, tidak akan! Malahan aku akan melaporkanmu ke polisi biar kau dipenjara dan papamu itu akan.. Mati." Ucap Dafa dengan tatapan tajam. Nathan pun melepaskannya.


"Aku akan membayar biaya rumah sakit papa dengan satu syarat. Ceraikan Jeslyn dan buat dia membencimu." Ucap Dafa seraya tersenyum menyeringai.


"Kau gila!" Hardik Nathan


"Terserah kau mau menganggapku apa, hanya itu satu-satunya syarat dariku." Ucap Dafa


Nathan berfikir keras, dia tidak mungkin bercerai dari istri yang sangat dicintainya. Dengan susah payah ia mendekatkan diri membangun hubungan rumah tangga. Tapi kini adiknya sendiri menyuruhnya untuk bercerai dan membuat Jeslyn membencinya. Tapi dia tak punya pilihan lain, karena saat ini nyawa papanya sedang dalam bahaya.

__ADS_1


Ponsel Nathan berbunyi. Pihak rumah sakit menghubunginya kembali untuk mengkonfirmasi masalah penanganan papanya. Papanya harus segera dioperasi untuk menyelamatkan nyawanya. Sebelum itu dilakukan, Nathan harus membayar semua biaya administrasinya.


"Keadaan papa sudah sangat kritis sekarang dan kau masih berfikir. Sia-sia papa menjadikanmu anak kesayangannya." Ucap Dafa mencela kakaknya sendiri.


"Ya aku setuju. Urus administrasi papa sekarang juga." Ucap Nathan dengan berat hati.


"Aku tidak mudah percaya begitu saja. Aku akan buat surat pernyataan. Agar kau tidak lupa perjanjian kita saat aku sudah membayar biaya rumah sakit papa." Ucap Dafa.


Dafa meminta mischa untuk membuatkan surat perjanjian yang berisi bahwa Nathan harus menceraikan istrinya setelah Dafa menanggung semua biaya rumah sakit papanya.


Surat selesai dibuat dan mereka berdua menandatangani surat itu. Dafa benar-benar bahagia diatas penderitaan kakaknya. Dia sangat bersyukur keadaan papanya kritis, karena hal itu membuatnya bisa memanfaatkan keadaan untuk mendapatkan Jeslyn kembali.


"Maafkan aku cebor, aku tidak ingin seperti ini tapi aku tidak punya pilihan lain." Batin Nathan setelah menandatangi surat perjanjian yang diajukan oleh Dafa.


*


*


*


"Coku kamu pakai jurus apa tuh buat ngeluluhin Dafa, Akhirnya dia mau juga membayar biaya papa Mahesa." Ucap Jeslyn


"Ya dia merasa nggak tega mungkin liat papa begini. Bagaimanapun yang dia nikmati itu kan harta papa." Ucap Nathan berbohong.


"Semoga setelah ini dia juga nggak gangguin hubungan kita lagi." Ucap Jeslyn seraya menyandarkan kepalanya di pundak Nathan.


Nathan semakin bingung bagaimana caranya untuk membuat Jeslyn membencinya apalagi sampai menceraikannya.


"Coku, coku, hei coku ngelamunin apa nih?"


"Emm enggak kok, kita pulang dulu yuk. Papa kan juga belum bisa ditengok."


Mereka berniat pulang, tapi saat di parkiran rumah sakit Dafa menghadang mereka.

__ADS_1


"Mau kemana kalian? Apakah mau ke pengadilan untuk daftar perceraian?"


"Jangan asal bicara ya, sampai kapanpun aku nggak akan bercerai dengan suamiku." seru Jeslyn seraya menggandeng lengan suaminya dengan erat.


"Haha, itu kan pendapatmu. Sayangnya suamimu ini dengan mudah mau menceraikanmu demi uang." Ucap Dafa


Jeslyn langsung merenggangkan pegangan tangannya di lengan Nathan. Dia menatap kearahnya dengan bingung.


"Ahaha jadi kamu belum tahu ya, kemarin suamimu ini datang padaku meminta uang dengan jaminan menyerahkanmu padaku. Dengan kata lain kalian akan bercerai." Ucap Dafa dengan jelas.


"Apa? Kenapa kamu bohong sama aku. Katamu Dafa membiayai papa karena memang dia masih punya hati nurani sebagai seorang anak. Nyatanya dia mengajukan persyaratan seperti ini, dan kamu nggak minta persetujuan aku dulu." Jeslyn marah pada Nathan.


"Hei hei tak perlu drama segala. Besok kalian harus sudah mendaftarkan perceraian kalian." Ucap Dafa


"Enggak! Aku nggak mau bercerai dari suamiku. Kamu emang keterlaluan Dafa! Kamu nggak bisa seenaknya kaya gitu. Lagian biaya yang dibayarkan ke rumah sakit itu juga bukan uang milikmu! Aku benar-benar menyesal pernah berhubungan dengan laki-laki jahat sepertimu!" Ucap Jeslyn penuh amarah sembari menunjuk kearah Dafa.


"Tidak perlu berceramah panjang lebar sayang. Kalau kalian tidak bercerai kupastikan suamimu ini merasakan dinginnya lantai penjara." Ucap Dafa sebelum akhirnya pergi dari sana.


Jeslyn menatap Nathan dengan tatapan kesedihan. Baru saja mereka merasakan menjadi suami istri yang sesungguhnya, sudah harus terpaksa berpisah.


"Aku nggak mau kamu di penjara, tapi aku juga nggak mau bercerai denganmu." Ucap Jeslyn seraya menangis.


"Maafkan aku, aku juga tidak mau bercerai denganmu. Aku tidak punya pilihan lain maafkan aku." Nathan memeluk istrinya.


"Dulu memang aku tidak menginginkan pernikahan ini. Dulu aku mempertahankan pernikahan hanya karena tidak mau menodai pernikahan yang suci. Tapi sekarang berbeda, lebih dari itu aku tidak mau bercerai karena aku sudah mencintai suamiku. Aku sudah memutuskan untuk tetap bersamanya menjadi istri yang seutuhnya. Tapi kenapa malah seperti ini." Ucap Jeslyn dalam benaknya. Saat ini hatinya terasa sakit bahkan lebih sakit saat ditinggalkan oleh Dafa dulu.


"Coku kita tidak boleh tertindas terus menerus oleh Dafa. Jangan korbankan pernikahan kita." Ucap Jeslyn seraya menghapus air matanya.


"Aku rela dipenjara asalkan hubungan kita tetap baik-baik saja." timpal Nathan.


"Tidak, kita berdua harus bangkit. Dafa sudah melewati batas. Kita pasti bisa melawannya dan tetap mempertahankan hubungan kita."


Jeslyn meyakinkan Nathan untuk bisa melawan adiknya yang sudah sangat menyusahkan hidupnya saat ini.

__ADS_1


__ADS_2