Menikah Dengan Kakak Pacarku

Menikah Dengan Kakak Pacarku
Episode 09


__ADS_3

Jeslyn menyeka air matanya dia tak mau awal dimulainya karirnya lagi hancur hanya karena kabar yang belum tentu jelas kebenarannya. Dia keluar dari toilet dan menemui radit untuk meminta maaf atas ketidak profesionalannya.


"Bang sorry gue tadi pergi gitu aja, nggak seharusnya gue campurin masalah diluar dalam kerjaan. Kalau lo mau keluarin gue sekarang nggakpapa gue emang salah." Ucap jeslyn


Herlin yang berada tak jauh dari tempat radit dan jeslyn mengobrol tersenyum senang. Dia berfikir pasti radit akan mengeluarkan jeslyn hari ini juga. Dia jadi tidak ada saingan berat lagi. Tapi semua dugaannya salah.


"Iya gue maklumin aja, lagian gue butuh elo jess. Lo itu berlian di agency ini. Kali ini gue maafin jangan diulangin lagi." Ucap radit


"Thanks bang, gue bakal kasih yang terbaik buat agency ini." Ucap jeslyn


"Yaudah lo ganti baju yang udah disiapin itu, 30 menit lagi kita mulai pemotretan kedua." Ucap radit


Herlin sangat kesal melihat itu semua. Karena semua dugaannya salah. Jelsyn malah diperlakukan baik oleh radit. Dia membuat rencana baru lagi dengan menukar ukuran baju jeslyn menjadi lebih kecil saat jeslyn sibuk di touch up oleh asistennya.


"Rasain lo, muat sih muat tapi gue yakin bakal sobek lo pakek ini. Biar lo malu diliatin banyak orang." Batin herlin


Jeslyn pun berganti pakaian dia merasa baju itu sesak dipakainya. Tapi menurut asistennya memang ini baju yang disiapkan untuknya dari pihak agency. Tidak ada baju lain selain itu. Dengan terpaksa jeslyn tetap memakai itu meskipun merasa tidak nyaman.


Pemotretan berjalan sekitar 2 jam. Sekarang sudah jam 11 lebih. Ternyata bajunya aman-aman saja. Herlin merasa kesal karena tidak terjadi apa-apa. Tapi dia masih menunggu baju yang akan dipakai jeslyn selanjutnya.


"Gue pastiin kali ini bajunya bakaln sobek elo pakai, karena jaitannya udah gue guntingin dikit." Ucap herlin dengan senyum jahatnya


Herlin melakukan pemotretan terlebih dahulu. Setelah itu baru jeslyn. Saat jeslyn melakukan pemotretan dengan sengaja herlin menumpahkan air kotor ke baju jeslyn. Agar nanti dia tidak punya baju ganti untuk pulang.


Sekitar setengah dua pemotretan hampir selesai. Saat sesi terkahir tiba-tiba saja kreekk, baju jeslyn sobek di bagian pinggang sampai hampir ketiak. Dia pun menyudahi pemotretannya dan langsung berlari keruang ganti.


"Duh say sorry ya kamu jadi malu gitu depan fotografer dan lainnya. Abisnya cuma itu doang bajunya." Ucap oning asistennya


"Ngrusak mood gue aja deh. Udah ah ganti baju gue sendiri aja. Gue mau pulang , kan pemotretan udah selesai." Ucap jeslyn


Oning mengambilkan baju jeslyn tapi baju itu basah dan kotor. Membuat mood jelsyn semakin memburuk. Ditambah lagi tidak ada baju model lain disana. Karena semua baru saja diambil oleh tukang laundry. Sebelum tercurigai oleh jeslyn, herlin kabur pulang terlebih dahulu.

__ADS_1


Tak disangka nathan menunggu jeslyn di depan agency. Dia berjas memakai kacamata membuat herlin matanya langsung berbinar-binar.


"Widih siapa tuh ganteng banget keliatan banget orang kayanya. Gue harus cantik lewat depan dia." Ucap herlin sambil membenarkan rambutnya


Tapi ternyata nathan sama sekali tidak melihat kearahnya. Herlin pun kembali lagi mendekat pada nathan dan mencoba menyapanya.


"Hai nunggu siapa?"


Tapi nathan sama sekali tidak bergerak. Dia melangkah menjauh dari herlin. Tapi namanya herlin yang centil, dia mengikuti nathan. Kali ini dia mencoba mengajak kenalan nathan dengan mengulurkan tangannya. Dari belakang jeslyn datang langsung menegurnya.


"Ternyata selain hobi ngrebut kerjaan orang elo juga hobi ngegoda suami orang ya!"


Herlin langsung tercengang mendengar perkataan jeslyn. Dia tidak percaya kalau pria tampan di depannya itu adalah suami jeslyn. Sementara nathan diam saja bersikap cuek. Jeslyn melangkah melewati herlin. Dia sedikit menyenggolnya agar geser menjauh dari nathan.


"Ayuk kita pulang sayang." Ucap jeslyn dengan manisnya pada nathan, dia menarik tangan nathan menuju mobil.


Herlin sangat kesal melihat itu, dia tak menyangka jeslyn bisa dinikahi oleh pria yang lebih tampan dari pada dafa. Bahkan kelihatannya pria itu lebih mapan dan kaya. Herlin merasa kalah lagi.


"Liat aja gak akan bertahan lama pasti, gue yakin palingan ntar juga gak betah lama-lama sama si cewe singa itu." Umpat herlin


"Heh coku, Jangan ge er ya. Gue tadi cuma akting doang." Tegas jeslyn


"Gue udah tau." Jawab nathan dengan pandangan ke depan tetap fokus menyetir.


"Oh syukurlah, Takutnya elo baper aja." Ledek jeslyn


Nathan tak menggubris apapun yang dikatakan jeslyn. Dia terus fokus menyetir saja.


"Oh my good! Sale gede-gedean tas sebagus ini?! Gue harus dapet. Coku turunin gue di depan mall nusantara." Ucap jeslyn antusias sekali. Tapi sayang sekali nathan malah berbelok arah tak melewati mall yang di maksud jeslyn.


"Heh loh loh...kok elo belok disini, kan harusnya lurus kesana. Balik cepet!" Bentak jeslyn

__ADS_1


Tapi nathan tak menggubrisnya, dia terus melajukan mobilnya menuju rumah mereka. Itu sangat membuat jeslyn kesal, dia turun dari mobil kemudian membanting pintu mobil nathan sekeras-kerasnya.


"Bisa pelan nggak nutupnya?" Tegur nathan


"Bodo amat! Gue bt sama elo." Jawab jeslyn dengan wajah cemberutnya.


"Sekarang lo bisa pergi ke mall, tuh mobil elo udah di garasi." Ucap nathan


"Hiiihh.. kan sama aja elo yang anterin tadi, salenya udah abis udah telat!" Ucap jeslyn geregetan kemudian masuk kedalam dengan ekspresi marah.


Saat masuk ke dalam ternyata disana sudah ada pak mahesa. Jeslyn langsung merubah ekspresinya. Dia memasang senyum manis diwajahnya.


"Eh menantuku, kok pulang sendirian? Bukannya tadi nathan pamit dari kantor buat jemput kamu?"


"Papa mertua udah disini aja, iya aku dijemput sama mas nathan. Itu dia," Ucap jeslyn sambil menunjuk kearah nathan yang baru saja masuk.


"Loh papah ngapain disini? Apa ada hal penting menyangkut kerjaan kantor?" Tanya nathan dengan serius


"Tenang-tenang papa kesini nggak ada masalah kerjaan. Papa mau ngajak kalian liburan ke bandung besok. Orang tua kamu juga jes, mereka juga sudah papa kabari." Ucap pak mahesa


"Tapi pah besok aku ada meeting penting sama klien dari jerman." Ucap nathan panik, sementara jeslyn hanya diam saja plonga-plongo.


"Itu sudah papa atur, meeting diundur minggu depan. Pokoknya besok jam 7 pagi kalian harus sudah siap. Papa pamit dulu."


Nathan menangkap sepertinya papanya sedang mempersiapkan sesuatu untuk besok. Dia benar-benar harus waspada. Sedangkan jeslyn terlihat senang. Dia membayangkan liburan yang menyenangkan. Dia langsung lari ke kamarnya memilih outfit untuk besok. Namun tak lama kemudian dia keluar lagi.


"Coku minta duit dong buat beli baju,"


"Emangnya lo gapunya duit minta gue?" Tanya nathan ketus.


"Punya sih, tapi lo kan suami gue. Nggak ada salahnya dong gue minta. Cepet dong gue gak punya baju buat besok." Jawab jeslyn dengan entengnya.

__ADS_1


Tanpa basa-basi lagi nathan mengeluarkan dompetnya dan memberikan kartu atmnya ke tangan jeslyn. Jeslyn langsung berangkat dengan happy.


"Dasar cebor, baju seabres bilang gaada baju."


__ADS_2