
Jeslyn tiba-tiba saja mempunyai keinginan untuk pergi ke perumahan yang berada didalam gang-gang sempit. Bukan hanya itu, dia ingin makan di salah satu warung yang ada disana.
Tanpa berpikir panjang Jeslyn langsung mengambil tas juga kunci mobilnya. Ya, dia akan pergi seorang diri ke sana. Karena jika mengajak Nathan, pasti keinginannya itu akan tertunda beberapa jam kedepan.
"Akan mommy turuti keinginanmu ini sayang. Kita berangkat sekarang ya," Ucap Jeslyn pada anak yang masih di dalam kandungannya.
"Mbak Jeslyn mau kemana?" Tanya Inem yang kebetulan sedang memotongi daun yang sudah rimbun di halaman depan.
"Mau jalan-jalan." Jawab Jeslyn singkat padat jelas. Dia tidak mau membuang waktu lagi.
Dua puluh menit memutari jalan, akhirnya Jeslyn sampai. Tapi karena yang dituju adalah perkampungan gang sempit, dia terpaksa meninggalkan mobilnya di pinggir jalan begitu saja.
Dengan hati yang riang Jesly memasuki gang sempit yang hanya bisa dilewati satu motor itu.
"Bagaimana sayang, kamu senang kan mommy turuti berjalan-jalan disini." Gumam Jeslyn sembari mengelus perutnya. Suasana hatinya langsung semringah melihat pemandangan di dalam gang kecil. Dimana rumah-rumah berjajar tanpa batasan itu. Jeslyn sendiri merasa heran. Bisa-bisanya dia nyidam pergi ke tempat seperti itu.
Dengan penampilan cantik, baju dress selutut, bersepatu heels dan menenteng tas mewah, Jeslyn menjadi pusat perhatian disana. Wanita yang sedang hamil itu menyapa seluruh orang yang dilewatinya. Beruntung orang disana juga ramah-ramah. Banyak anak kecil berlarian bermain. Hal itu membuat suasana hati Jeslyn semakin gembira.
"Kakak ini Jeslyn model terkenal itu kan, yang fotonya ada di billboard jalan jalan itu. Ya ampun saya tuh ngefans banget sama kakak. Saya juga udah follow sosial media kak Jeslyn semuanya." Ucap seorang gadis yang tiba-tiba menghampiri Jeslyn. Gadis itu sangat antusias melihat idolanya ada di sekitar tempat tinggalnya.
"Astaga kulit kak Jeslyn benar-benar mulus. Lebih cantik dari foto dan juga video yang ada di sosial media." Ucap gadis itu mengagumi Jeslyn yang berdiri di hadapannya.
"Kamu juga cantik kok," Jeslyn menanggapinya dengan senyuman manis.
Gadis dihadapan Jeslyn itu mengusap-usap tangannya ke bajunya sendiri. Kemudian mengulurkan tangan pada Jeslyn. Dengan senang hati Jeslyn menjabat tangan gadis itu. "Perkenalkan, saya Erina. Emm kak Jeslyn ada pemotretan disini ya? Tapi kok sendirian aja, mana crew nya?"
"Bukan, saya kemari untuk jalan-jalan." Jawab Jeslyn dengan wajah semringah.
Gadis yang bernama Erina itu mengerutkan dahinya. Dia merasa heran karena sekitar tempat tinggalnya itu tidak ada tempat wisata ataupun tempat yang indah. Jeslyn ini kan orang kaya juga model terkenal. Tapi mengapa berjalan-jalan di perkampungan seperti ini. Erina bertanya-tanya sendiri.
"Dari raut wajahmu saya bisa menangkap kalau kamu bertanya-tanya kan, kenapa saya memilih jalan-jalan di tempat seperti ini. Kenapa nggak di mall gitu kan? Ya karena saya sedang ngidam." Ucap Jeslyn menjelaskan. Erina pun tertawa renyah setelah tahu alasannya.
__ADS_1
"Oh kakak sedang hamil. Kalau begitu boleh saya temani? Disini kan banyak gang, nanti kak Jeslyn bisa nyasar."
"Oke lah, ayok." Tanpa ragu Jeslyn menggandeng tangan gadis yang baru di kenalnya itu.
"Eh tapi saya minta foto dulu ya kak, buat pamer sama teman-teman sekolah." Ucap Erina
"Oh jadi kamu masih sekolah,"
"Iya kak, saya masih kelas satu SMA. Mereka semua suka ngejek aku miskin nggak bisa ketemu artis atau orang-orang terkenal gitu karena nggak punya uang."
"Yaudah yuk foto sebanyak-banyaknya bikin mereka semua iri padamu."
Tentu saja Erina sangat senang bisa berfoto bebas dengan idolanya. Setelah itu dia menemani Jeslyn berkeliling disana, menuruti langkah kaki Jeslyn.
🌺🌺🌺
Jam makan siang, Nathan pulang kerumah untuk makan siang bersama Jeslyn. Tapi jalanan sangat macet siang ini. Akhirnya Nathan mengambil jalan pintas. Saat itu dia melihat mobil persis milik Jeslyn terparkir di pinggir jalan. Tepatnya di depan sebuah gang kecil.
"Halo, Jeslyn ada dirumah kan?" Tanya Nathan langsung to the point saat telefonnya sudah tersambung.
"Maaf pak, mbak Jeslyn keluar dari jam sembilan tadi. Katanya mau jalan-jalan."
Sudah mendapatkan kepastian, Nathan langsung menutup telefon itu. Dia langsung keluar dari mobilnya dan mencoba menghampiri mobil milik istrinya itu.
"Mobilnya kosong," Ucap Nathan saat sudah berada tepat di sebelah mobil Jeslyn. Kemudian dia mencoba menelefon lagi. Tapi ternyata ponsel milik Jeslyn berada di dalam mobil. "Oh astaga, cebor meninggalkan ponselnya disini. Kemana dia perginya? Masa iya dia masuk kedalam gang ini,"
Setelah melihat ke sekeliling dan berpikir sejenak, Nathan pun memutuskan untuk masuk kedalam gang. Dia menyusuri jalan disana. Penampilannya yang rapi dengan jas, membuatnya juga menjadi pusat perhatian. Sama seperti Jeslyn tadi.
"Mas mampir sini loh, saya masih single loh." Celetuk satu wanita yang di lewati oleh Nathan. Tapi Nathan tetap fokus mencari sang istri.
Nathan terus menyusuri jalanan yang berbelok-belok itu. Hingga akhirnya dia menemukan dimana istrinya berada. Saat ini Jeslyn sedang bersama banyak anak kecil. Mereka sibuk memetik buah jambu. Dua anak berada di atas pohon, sementara Jeslyn, Erina dan anak kecil lainnya menunjuk-nunjuk pada buah yang ingin di petik.
__ADS_1
Jeslyn sudah mendapatkan jambu air yang berwarna merah. Sangat menggoda untuk segera ia makan. Tanpa berfikir panjang Jeslyn ingin melahapnya. Namun tangan seseorang tiba-tiba merebut jambu itu.
"Ish, siapa sih beraninya merebut jambu milikku." Ucap Jeslyn dengan kesal. Namun ekspresinya berubah saat melihat suaminya lah yang mengambil jambu yang akan dimakannya itu. "Coku, kok kamu bisa ada disini sih, Kembalikan jambu milikku."
"Aku bisa disini karena aku mencarimu cebor. Tentang jambu ini, apa kamu yakin ingin langsung memakan jambu yang baru saja jatuh ke tanah, tanpa mencucinya dulu? Kamu mau sakit perut lalu membahayakan anak kita?" Nathan pun menceramahi istrinya.
"Emm,, maaf aku lupa. Soalnya itu terlihat enak sekali." Ucap Jeslyn seraya tersenyum memperlihatkan giginya.
"Wah ini suami kak Jeslyn ya, sangat tampan melebihi di foto juga. Oh ya sebentar kak aku cucikan jambunya." Ucap Erina yang kemudian berlari menuju kran yang ada di dekat sana. "Ini kak jambunya, sudah bersih kok."
Dengan bahagia Jeslyn melahap tiga buah jambu air yang diberikan oleh Erina. Sementara Nathan melihat sekeliling. Terlihat rumah-rumah yang sangat padat. Ditambah sungai yang arusnya tidak lancar karena banyak sampah itu.
"Cebor kamu ngapain bisa sampai kesini?" Tanya Nathan
"Karena keinginan anak kita. Jadi aku tuh ngidam pengen ke tempat padat rumah seperti ini yang ada banyak gang kecil gitu." Jawab Jeslyn dengan masih menikmati jambu air.
"Lalu kenapa pergi sendirian, tidak pamit padaku juga tidak mengajakku. Aku kan bisa menemanimu sayang. Bahaya pergi sendiri, apalagi di tempat yang baru seperti ini." Ucap Nathan
"Tenang kak, di sini aman kok. Nggak ada orang jahat." Sahut Erina
"Tuh denger sendiri kan sayang," Ucap Jeslyn
"Ya ya, kamu sudah dari tadi kan disini, kalau begitu sekarang waktunya pulang." Nathan menggandeng tangan sang istri untuk mengajaknya pulang.
"Nggak mau, masih ada satu keinginan yang belum kulakukan disini. Aku ingin makan di rumahnya Erina. Ibunya Erina itu jualan lontong sayur." Ucap Jeslyn
Nathan langsung ingin melarang sang istri. Bagaimana tidak melarang, disana itu terlihat kumuh. Nathan takut makanan disana tidak higienis.
"Kak suaminya kak Jeslyn, tenang aja ya makanan yang dijual ibu saya higienis kok. Bersih dan di pastikan nggak akan membahayakan pembelinya." Ucap Erina meyakinkan.
Jeslyn menggoyang-goyangkan lengan suaminya. Dia juga memelas agar diizinkan makan di tempat Erina. Akhirnya Nathan pun mengizinkan. Mereka pun pergi ke rumah Erina.
__ADS_1