Menikah Dengan Kakak Pacarku

Menikah Dengan Kakak Pacarku
Episode 62


__ADS_3

Kini setiap hari Jeslyn bertemu dengan Dafa. Karena mereka berada dalam satu lokasi pekerjaan. Jeslyn sebenarnya merasa tidak nyaman. Tapi dia harus tetap profesional dalam bekerja. Semakin hari rasanya Dafa menjadi semakin berani dengan Jeslyn. Berkali-kali Dafa kembali membahas masa lalu saat melakukan pemotretan. Itulah yang membuat Jeslyn merasa tidak nyaman.


Saat sedang melakukan persiapan untuk pemotretan hari ini, seorang kru masuk dengan kepanikan. Model pria hari ini tidak bisa datang. Mencari penggantinya pun tidak bisa instan langsung dapat. Sedangkan katalognya harus sudah jadi lusa.


"Aku saja yang menggantikan model prianya." Ucap Dafa dengan percaya diri.


Semua yang berada disana tercekat mendengar perkataan dari Dafa. Mereka semua menatap tidak yakin kepada Dafa. Sementara Jeslyn merasa tidak setuju jika harus melakukan pemotretan bersama Dafa.


"Ada apa nih kok pada ketawa?" Tanya Gladys yang baru datang.


"Ini loh mbak masa mas Dafa mau gantiin model pria yang nggak bisa datang. Kan lucu," Jawab salah satu kru disana. Gladys langsung mendekati Dafa untuk bertanya langsung.


"Serius Daf?"


"Iya, apa salahnya? Daripada bingung, aku kan juga fotogenic. Aku saja yang gantiin." Ucap Dafa, "Oke kalau kalian ragu, kita coba saja dulu." Dafa terus meyakinkan mereka semua.


"Dafa antusias banget pengen foto bareng Jeslyn. Mana materi fotonya berpose ala pasangan suami istri. Soalnya ini baju couple." Batin Gladys merasa Dafa memang ingin dekat dekat dengan Jeslyn.


"Ada apa ini? Apa ada masalah?" Tanya Ilyas selaku owner perusahaan. Dia masuk kedalam ruangan itu tidak sendiri, melainkan bersama Nathan. Kebetulan Nathan ada urusan bisnis dengan Ilyas.


"Hmm pak Ilyas, thomas selaku model pria yang harusnya menjadi pendamping dalam pemotretan mendadak sakit hari ini." Jawab Gladys


"Ya cari saja model penggantinya. Kan masih ada beberapa kndidat lainnya." Ucap Ilyas


"Semuanya sedang full pemotretan pak. Tidak bisa dipanggil secara mendadak." Ucap Gladys

__ADS_1


Dafa ingin kembali mengajukan diri, tapi didahului oleh Jeslyn yang mulai membuka suara. Jeslyn sangat tidak setuju jika partnernya nanti digantikan oleh Dafa. Dia segera mengantisipasi itu.


"Bagaimana jika saya melakukan pemotretan bersama suami saya sendiri. Tentunya chemistry kita bagus." Ucap Jeslyn


"Nah betul itu katamu." tukas Ilyas langsung menyetujui usulan Jeslyn. Sedangkan Nathan terperangah mendengarnya. Dia langsung menatap kearah Jeslyn yang langsung tersenyum lebar kepadanya.


Akhirnya sesi pemotretan pun berjalan lancar. Jeslyn merasa nyaman dan terlihat bagus sekali ekspresinya di kamera. Begitu pula dengan Nathan. Memang awalnya dia masih kaku. Tapi berkat tuntunan Jeslyn, dia bisa melakukannya sesuai materi pemotretan hari ini.


Dafa yang menjadi salah satu fotografernya menunjukkan ekspresi kecemburuan. Sangat terlihat dari sorot matanya. Dia berharap jika dirinya yang ada di sebelah Jeslyn. Gladys yang masih berada disana pun mengamati ekspresi Dafa. Wanita itu mulai curiga dengan sikap Dafa.


Gladys telah melihat postingan di sosial media milik Jeslyn. Yang menunjukkan foto di rooftop Arabelle Restaurant. Tepat dihari yang sama ketika dirinya juga berada disana bersama Dafa. Gladys jadi menyadari penyebab Dafa mengajaknya pulang secara tiba-tiba malam itu. Pasti karena melihat kemesraan Jeslyn dan Nathan. Sejak itu, Gladys mulai mencurigai lagi tentang harapan Dafa untuk kembali bersama Jeslyn itu masih ada.


"Kenapa ekspresimu menunjukkan kecemburuan daf? Semoga kamu tidak berniat memiliki Jeslyn kembali seperti janjimu padaku." Ucap Gladys dalam hati.


🌺🌺


"Memangnya akan terjadi hal buruk apa, jika bukan aku yang menggantikan Thomas?" Tanya Nathan


"Akan sangat buruk, karena Dafa mengajukan diri sebagai penggantinya. Sampek maksa banget gitu." Jawab Jeslyn


"Hmmm.. Aku heran apa sih yang membuat Dafa susah melupakanmu?" Tanya Nathan dengan tatapan tajam. Jeslyn segera beranjak dari kasur dan menghampiri suaminya.


"Kenapa pertanyaannya jadi seperti itu? Kamu juga merasa kalau sebenarnya Dafa itu belum berubah 100 persen," Ucap Jeslyn


"Ya sebenarnya aku juga ragu tentang itu. Apalagi melihat tadi Dafa seperti tidak suka melihatku ada didekatmu." Ucap Nathan

__ADS_1


"Hemm tapi semoga dia tidak kembali melakukan hal yang sama seperti waktu itu. Kasihan Gladys, dia sudah banyak berkorban untuknya." Ucap Jeslyn, Nathan hanya mengangguk menanggapinya.


Di tempat lain, Perdebatan besar terjadi antara Dafa dan Gladys. Gladys menuntut keseriusan dari Dafa. Menurutnya sudah cukup dia memberikan waktu untuk Dafa.


"Aku sudah cukup sabar menunggumu Daf, tapi makin hari kelihatannya kamu lupa sama janji kamu sendiri!" Seru Gladys dengan eskpresi kesalnya.


"Apasih, Aku lupa apa? Aku kan tiap hari juga sama kamu. Aku nggak ada deketin wanita lain." Ucap Dafa dengan eskpresi datar. Sebenarnya dia sangat malas berdebat dengan Gladys. Ditambah suasana hatinya yang sedang tidak baik.


"Ya kita setiap hari bersama, tapi fikiran kamu tuh bukan aku. Hati kamu juga. Kamu belum bisa menerima aku disisimu kan?" Tanya Gladys


Dafa tidak bisa menjawab pertanyaan itu. Sebenarnya memang dia sangat sulit untuk memasukkan Gladys kedalam hatinya. Sejauh ini hanya untuk menebus kesalahan yang telah dilakukannya pada Gladys.


"Kenapa diam?" Tanya Gladys, "oh ya... Aku tahu kamu masih berharap dengan Jeslyn. Benar kan yang kukatakan," Ucap Gladys


"Ngomong apasih kamu ini, Udahlah aku tuh capek. Jangan kekanak-kanakan seperti ini deh." Ucap Dafa mulai emosi.


"Kalau semua yang kuucapkan tidak benar. Segera nikahi aku sesuai janjimu." Tegas Gladys


"Kamu sendiri yang bilang jika aku bisa menikahimu saat aku sudah yakin. Kenapa sekarang kamu memaksa?" Tanya Dafa


"Aku hanya takut kamu akan kembali berharap dengan Jeslyn lagi. Aku benar-benar mencintaimu Dafa. Aku takut kamu menghianati aku." Jawab Gladys dengan mata yang sudah berkaca-kaca. Dafa yang tadinya sudah akan meluapkan emosinya, menjadi luluh. Dia tidak tega melihat Gladys yang terlihat sedih. Memang ini salahnya, beberapa hari ini dia selalu bersikap cuek pada Gladys.


Dafa mendekap Gladys dengan erat. "Maaf kalau sikapku belakangan ini membuatmu berfikir negatif." Ucap Dafa. "Percayalah aku akan menepati janjiku, aku akan menikahimu secepatnya." Pungkas Dafa seraya mengecup kening wanita dalam dekapannya itu.


"Kamu serius kan Daf?" Tanya Gladys dengan tatapan penuh harap.

__ADS_1


"Iya aku serius. Kita nikah bulan depan. Jadi jangan berfikir negatif lagi, apalagi membawa nama Jeslyn. Karena sekarang dihatiku cuma ada kamu, Gladys." Ucap Dafa membuat Gladys benar-benar bahagia. Gladys memeluk erat Dafa sebagai bentuk luapan rasa bahagianya.


"Sorry dys aku terpaksa berbohong. Aku tidak ingin menyakitimu lagi. Aku sama sekali belum mencintaimu. Mungkin tidak akan pernah bisa mencintaimu. Karena satu-satunya wanita dihatiku hanyalah Jeslyn." Batin Dafa,


__ADS_2