Menikahi Istri Amanah Kakak

Menikahi Istri Amanah Kakak
Part_103 Terbuka


__ADS_3

Salam hangat selalu. Cerita ini sudah sampai di bagian penghujung ya. Jangan lupa terus kirimkan dukungannya berupa like, komen, vote and bintang limanya dong.


Warning!!!


Part ini juga ada adegan kekerasannya di harap bijak dalam membaca sebagai bumbu penyedap rasa saja agar cerita lebih geregetan.


...🥀🥀🥀🥀🥀...


Bibi Lasmi mulai menyiapkan cangkir dan membubuhkan dua sendok susu formula ibu Hamil kedalam gelas, lalu Ia seduh dengan air hangat.


Arya rupanya mengetahui itu, Ia ingin melakukan sebuah misi lagi. Mencari celah untuk melaksanakan rencananya.


Kali ini aku gak boleh gagal. Kedua anak kembar Melvin harus mati...


Arya melempar sesuatu ke arah yang tak jauh dari tempat itu hingga menimbulkan dentingan benda jatuh untuk mengalihkan konsentrasi Bi Lasmi.


Klonteng!


"AstaufiruLlah, apa itu ya? Jangan-jangan ada maling lagi? Aku cek dulu lah." Bi Lasmi meraih sapu dan mencari kearah suara berasal.


Di situlah kesempatan Arya memasukkan sesuatu kedalam minuman Itu secepat mungkin.


Akhirnya, habis lah riwayat kalian...


Arya segera pergi setelah mengaduk susu itu. Sebelum Bi Lasmi kembali dan memergokinya.


Bi Lasmi tak menemukan apa pun dan hanya melihat seekor kucing yang tak jauh dari sana.


"Tak kiro opo, tiba' e kue ndul, ndul. Bikin senewen bayen lo."


Di dalam kamar, Melvin sudah menyelesaikan tugas nya.


Ia teringat akan sesuatu yang sudah lama tidak diperiksanya.


Rumah itu memiliki CCTV, namun selama disana tak terpikir pun olehnya untuk memeriksa.


Melvin mengklik tulisan CCTV, bermunculan lah gambar-gambar yang terjadi dirumah itu. Melvin memilik Vidio CCTV beberapa bulan lalu.


Pasti lucu melihat keluguan Hana istrinya saat bermanja-manja dengannya.


Melvin tersenyum melihat reka Ia dan Hana makan bersama, bahkan ada banyak hal yang Ia lakukan dengan sang istri selama dirumah itu membuatnya senyum-senyum sendiri.


"Ya ampun, Hana ku. Mengapa kau manis sekali, kok aku jadi kangen sih?" Melvin berceloteh seorang diri.


Melvin menggeser lagi draf CCTV itu, Ia sedih melihat Prabu yang hanya tinggal gambarnya saja dan vidio itu adalah pertama kalinya Prabu masuk ke rumah itu.


Melvin mempertajam bola matanya ketika Arya menyambut Sang Ayah di depan pintu tanpa acuh tak acuh.


Ia masih ingat jelas, Arya mengaku mencium tangan Prabu pada Mama Maya Tapi di dalam layar itu tak terlihat sedikit pun.


Di klik nya lagi setiap draf dalam Menu itu untuk memeriksa setiap sisi rumah besar itu.


Rasa penasarannya kian mendera, Melvin lagi-lagi dikejutkan oleh isi vidio dimana Arya menumpahkan Minyak goreng di depan pintu kamarnya.


Rasa tak percaya seolah menyeruak di dada Melvin. Ia tidak habis pikir jika Arya berusaha mencelakai istrinya.

__ADS_1


"Keterlaluan, apa maksudnya ini? siapa pria itu sebenarnya?"


Melvin menatap marah, jantungan seolah berdegup tanpa henti. Amarah mulai merasuki jiwanya.


Melvin memindahkan ke CCTV di kolam renang sekitar 4 bulan lalu. Ia ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi saat Prabu jatuh ke kolam.


Melvin membulatkan bola matanya, Ia kaget akan apa yang dilihatnya.


"Apa? jadi Papa menyelamatkan Hana. Ya Allah, aku sudah jahat sama Papa. Ini tidak boleh di biarkan, dasar gila. Orang ini rupanya punya rencana busuk."


Melvin membuka semua file CCTV secepat mungkin. Ia harus memeriksa semuanya secara detail. Sampai di penghujung isi Vidio itu Melvin mendapati Arya memasukkan sesuatu kedalam satu gelas susu sekitar sepuluh menit yang lalu.


"Astaga, siapa yang meminum susu ini?" Melvin melihat Bi Lasmi memberikan susu itu pada Istrinya.


"A_ Apa, Hana..."


Buru-buru Melvin keluar untuk mencegah Hana meminumnya.


Bi Lasmi mengulurkan susu itu pada Hana.


"Terima kasih ya, Bi." Hana menyambutnya dengan senyum.


"Sama-sama, Non."


Hana hendak menyeruput gelas susu itu lekas Melvin menyempar nya secepat mungkin membuat Arya yang pura-pura kelantai atas tersentak.


"Jangan di minum!"


Prang!


Hana terkejut bukan main saat gelas itu terjatuh ke lantai dan pecah.


Bi Lasmi merasa kecewa, Melvin pasti sedang marah padanya.


"Maaf, Den. Apa Bibi Melakukan kesalahan?" Bi Lasmi menunduk takut.


Melvin menengadahkan tanganya dan berpindah kearah Arya.


"Sini Kamu!" Melvin meminta Arya mendekat.


"Ngapain?" Arya mendadak gugup. Ulahnya mungkin sudah diketahui Melvin.


"Sini, atau aku yang kesana!" Melvin melotot tajam. Amarahnya sudah diujung level tertinggi. Rahangnya mengeras dan giginya gemeretak kan.


"Tidak, aku mau mandi." Arya mengelak.


Melvin tersenyum sinis. Ia mendekati Arya dan melayangkan satu pukulan telak.


Bug!


"Kau yakin masih akan mandi dirumah ku, ha? kau senang bisa hidup enak disini?"


Melvin mencengkram kerah baju Arya dan sedikit menekan dua sisi leher Arya.


"Melvin, apa yang kau lakukan? dia itu Kakak Mu, Nak?" Mama Maya yang baru datang gemetar melihatnya.

__ADS_1


Arya kesulitan bernafas akibat tekanan tangan Melvin.


"Diam, Ma. Orang ini bukan Arya, dia hanya orang yang mau mencoba bermain-main denganku." Melvin meninggikan intonasi suaranya. Semua yang ada disana jadi ketakutan.


"Mengaku sekarang atau kau akan menyesal Arya palsu!" Melvin terus memaksa Arya.


"A_ apa maksudmu, Vin. Aku ini Arya Kakak mu." Arya tetap saja berbohong.


"Jangan mengelabuhi aku, Bajingan. Hanya dengan berkedok wajah Arya kau pikir aku akan percaya!" Melvin mendorong tubuh Arya merapat di dinding membuat Arya tak berkutik.


"Cepat katakan, siapa yang mengirim mu kemari atau aku akan memaksa mu dengan cara ku!"


Hana ketakutan melihatnya. Pasti ada sesuatu yang membuat sang suami gelap mata.


"Melvin, ada apa, Vin? Kenapa kamu marah-marah, ha?" Hana mengusap dadanya.


"Ma, Han. Kalian harus tahu bahwa selama ini yang menimpa keluarga kita adalah ulahnya!" Melvin mengatupkan giginya dan semakin memperkuat cengkraman tanganya.


"Apa yang sudah Kakak mu lakukan, Vin? Lepaskan dia, kau bisa membunuhnya, Nak!" Mama Maya memelas takut.


"Dia mencampur susu Hana dengan racun, Ma. Dia mau membunuh anak dan istri ku."


"A_ apa?"


Penjelasan Melvin mengejutkan mereka.


Sial ternyata Melvin sudah tahu...


"Ka_ Kau salah paham, Vin. Ma_ mana mungkin aku begitu?" Arya masih membela diri.


"Dia yang sengaja menumpahkan minyak di depan kamarku agar Hana terpeleset, dia juga yang mau mendorong Hana saat Hana duduk di tepi kolam waktu itu, untung Papa tahu dan menolongnya hingga mengorbankan nyawanya sendiri."


Melvin menelan salivanya dan memukul lagi wajah Arya hingga tergeletak kelantai.


"Bangsat, kau bilang kau mencium tangan Papa. Mana? aku tak melihat itu waktu kau membuka pintu untuk Papa. Jangan mencoba membodohi aku, Sialan. Aku sudah mengetahui semuanya."


"Astaga, benar itu Arya?" Mama Maya terpukul akan kenyataan itu.


Melvin merogoh ponselnya dan menelpon orang-orangnya. Kesibukan Melvin membuka peluang Arya menyerang balik.


Ia berdiri dan memukul perut Melvin berulang-ulang hingga Ponsel Melvin terlempar kelantai.


Meski sakit Melvin tidak tinggal diam dan menyerang balik tubuh Arya. Di tendangnya tubuh Arya hingga menabrak meja mini dan menjatuhkan Vas bunga di atas nya.


Arya tak sudi kalah, Ia meraih pecahan vas itu dan menyerang Melvin balik hingga menggores lengannya.


"Melvin awas!" Hana berteriak histeris.


Darah itu mengecer kelantai membuat Melvin kian memanas. Ia membalas serangan Arya tapi Arya menggoreskan lagi benda tajam itu ke kaki Melvin.


"Sudah, Hentikan!"


Mama Maya, Hana dan semua yang ada disitu ngeri melihatnya.


Melvin kesakitan karenanya tapi Ia mencoba menahan rasa itu dan kembali melayangkan tendangannya kearah tangan Arya hingga pecahan beling itu jatuh.

__ADS_1


Tendangan keras mendarat di perut Arya membuat Arya terpental jauh.


Dengan langkah tertatih dan tangan yang ngilu, Melvin meninju wajah Arya hingga tubuh Arya lemas tak berdaya.


__ADS_2