Menikahi Istri Amanah Kakak

Menikahi Istri Amanah Kakak
Part_60 Pesta


__ADS_3

"Rim..!" panggil Melvin lagi. Dengan begitu pasti Riman akan mendengar suaranya.


Riman menoleh.


"Woy, dateng juga kau. Apa itu artinya kau menerima tawaran ku?" tanya Riman yang melangkah mendekati Melvin.


Melvin mengangguk kecil di sertai senyuman getir.


"Jon, sini kau!" panggil Riman pada Salah satu pekerjanya.


"Iya, Bos."


"Bawa Melvin berganti pakaian. Sebentar lagi tamu akan memenuhi ruang depan!" ucapnya memberi tugas.


"Baik, Bos. Mari bang saya antar!" Orang itu membawa Melvin keruang ganti.


"Ini seragamnya cepat kenakan sebelum semua tamu berdatangan!"


Melvin sedikit ragu, masih tidak percaya dirinya menjadi pelayan orang lain hari itu. Dulu Ia adalah tamu di setiap pesta dan kini statusnya cuma sekedar jongos.


"Bang, jangan banyak mikir dong." Orang itu menyerahkan seragam pelayan itu cukup kasar ke tangan Melvin.


Melvin mengamati baju seragam putih dengan topi merah bertuliskan Kafe Star Angkasa. Perasaanya sakit. Sadar kalau Ia tidak berarti apa-apa jika Ia tidak punya yang namanya uang.


"Tunggu saatnya, Vin. Ini hanya sementara," gumam Melvin dalam hati.


Melvin bergegas mengenakan seragam identitas kafe itu. Dia menuju keruang prasmanan. Dimana Beberapa minuman berupa jus dan makanan mulai di tata di atas meja dorong.


"Vin, ayo bawa makanan itu keluar dan bagikan pada pengunjung!" perintah Riman.


Melvin tidak menjawab dan langsung mendorong meja itu kearah dimana tempat yang akan diselenggarakannya pesta besar-besaran.


Hana dan Rangga tiba dan langsung masuk kedalam ruangan guna bergabung bersama yang lainnya. Hanya ada orang-orang ternama di tempat itu. Mereka datang dengan mobil mewah dan pakaian berkelas.


Sialnya, Hana malah ingin buang air kecil.


"Rang, aku kekamar mandi dulu ya," pamit Hana diangguki langsung oleh Rangga.


Rangga melihat sahabatnya Leo sedang asyik bercengkrama dengan Clara. Rangga kurang percaya hal itu, Ia jadi penasaran tentang hubungan Leo dan Clara karena setahunya Clara adalah kekasih Melvin.


"Hai, Eo!" sapa Rangga menepuk pundak Leo.


"Hey, Bro. Jadi tamu juga kamu?" tanya Leo balik. Mereka melakukan Jabat tangan persahabatan.


Rangga melirik Clara.

__ADS_1


"Dia..?"


Clara sedikit membuang muka. Ia masih ingat betul kalau Ia pernah bertemu Rangga waktu di pesta ulang tahun Gery.


"Dia pacar ku, Bro," jawab Leo seraya melingkarkan tangan di pinggang Clara. Clara tersenyum terpaksa sesaat dan kemudian menunduk.


Rangga menatap Clara picik, itu artinya Melvin sedang dalam masa yang sulit.


Selang beberapa waktu Prabu dan seorang wanita juga muncul dari pintu utama. Mereka terlihat bersalaman dengan para pembisnis besar


"Mommy... ." panggil Rangga menyambut kedatangan Wanita disamping Prabu yang tak jauh dari tempatnya tengah berdiri.


Hana yang sudah kembali lagi pun sangat terkejut mendengar Rangga memanggil Mama pada perempuan yang pernah menolongnya mengantar Paman Roy kerumah sakit. Hana memandangi Wajah mereka satu persatu lalu Ia mendekati Prabu.


"Apa ini, Pa?" tanyanya.


"Hana...," ucap Prabu tercekat.


Diandra melongo.


"Kalian saling mengenal, Mas?" Kali ini pertanyaan itu datang dari Diandra.


"Halo, Tante. Anda benar, Beliau sudah seperti seorang Ayah kandung bagi saya," jawab Hana.


Hana beralih melirik Leo, terbersit kebingungan pada apa yang dilihatnya. Bukannya Melvin yang seharusnya datang bersama Clara melainkan malah lelaki lain.


Clara juga sebenarnya juga di dera sama bingungnya dengan Hana. Terpikir juga pertanyaan di otaknya tentang hubungan Prabu dan Mamanya Rangga.


"Tante Maya mana, Om?" Clara tidak menjawab Hana dan balik mengintimidasi Prabu.


Prabu diam sesaat, hanya sorot mata kebencian yang Ia tujukan pada Clara.


"Seharusnya aku yang bertanya, dimana Melvin suamimu?" tanya Prabu memutar balikkan pertanyaan.


"Heh, apa urusannya dengan, Om. Bukankah Om sudah membuang dia. Dia lelaki kere sekarang. Menumpang hidup di rumah ku," timpal Clara sinis.


"A.. apa? Apa dia sudah menikah dengan mu, Cla?" tanya Rangga membelalakan mata.


"Ia, nikah sirih. Wajar sih hidupnya berantakan orang Papa nya juga tak kalah lincahnya mempermainkan perempuan tapi kenapa Om menolak ku sebagai menantu?" sengitnya seraya melirik kearah Rangga.


"Tunggu dulu, aku kurang paham ini. Jadi maksudnya, Papa Prabu adalah Papa Melvin begitu?" tebak Rangga mencerna ucapan mereka.


"Iya, Rang. Jadi kau adalah anak selingkuhan Papa Prabu?" jawab Clara menyimpulkan.


Perbincangan mereka terpotong mendengar MC mulai membuka percakapan.

__ADS_1


"Oke para hadirin, mohon perhatiannya sebentar, Ini adalah pesta makan jadi nikmatilah pesta malam ini. Ini juga hanya terjadi cuma ada setahun sekali. Kalian boleh memilih berbagai menu utama di kafe Star Angkasa bintang. Kafe nya bintang dari segala bintang."


"Jika kalian punya mental tinggi maka kalian harus maju ke lantai dansa dan buktikan aksi kalian," imbuh sang pembawa acara.


Prabu tidak lagi mau membahas tentang Melvin mau pun Clara, Ia mengajak Diandra bertemu dan saling sapa dengan sang pemilik pesta itu.


Riman takjub, pesta itu membuat Kafe yang Ia cita-citakan sejak kecil berkembang pesat.


Hana rupanya belum usai mengadili Clara, Ia tidak terima Clara mengacuhkan suaminya Melvin.


"Cla, tunggu!" cegahnya pada Leo dan Clara yang ingin ikut berdendang ria.


Clara memutar bola nya keatas lalu kembali menodong Hana dengan tatapan kesal.


"Kenapa sih?" ketusnya.


"Melvin dimana, Cla?" Rasa penasaran membuatnya berani bertanya.


"Astaga, dia itu suamiku sekarang, Han. Bukan suami mu kenapa kau bawel sekali, kau mau berencana jadi pelakor ya?" sindir Clara geram.


Rangga menarik lengan Hana menjauh, Ia tidak ingin Hana terlibat percekcokan dengan Clara. Apa lagi setelah tahu berita tentang permasalah Melvin dengan Clara membuatnya sangat puas.


"Cukup, Han. Ini pesta, tidak ada gunanya meladeni Clara," kata Rangga menengahi.


"Tapi aku memikirkan nasib Melvin, Rangga," ungkap Hana di depan Rangga membuat Rangga terbakar api cemburu.


"Kau mencintainya?" tanya Rangga pelan.


Hana tidak bisa menjawab, Ia juga tidak tau apa perasaan dirinya terhadap Melvin.


Rangga mendadak menarik Hana ikut menikmati alunan musik dansa modern tersebut di tengah mereka yang sudah lebih dulu berdansa dengan pasangan mereka.


"Rangga, kenapa kau lakukan ini?" bisik Hana pelan.


Rangga cuma tersenyum dan melingkarkan tangan Hana keleher nya sehingga wajah mereka berdekatan karena genre nada dansa itu sangat romantis.


Melvin sibuk membagikan semua makanan yang di bawanya kepada para tamu dan itu sudah ke sekian kalinya Ia bolak-balik. Tamunya begitu banyak sampai memenuhi seisi ruangannya.


"Ehk.. lihat tu, Pak Rangga sama pacarnya romantis banget ya!" seru seseorang membuat Melvin ikut memandang kearah yang di maksud perempuan itu.


Melvin meneguk salivanya, Hatinya terasa merih melihat pemandangan di depannya. Di tambah pula, Ia melihat wajah kebahagiaan Hana disana. Ia kemudian memperhatikan kearah lain untuk menutupi derita hatinya dan malah melihat Prabu ada disana bersama seorang perempuan dan itu bukan Mamanya Maya, bahkan disana ada juga beberapa rekan Bisnis yang mengenali dirinya.


Melvin jadi gugup, Ia khawatir akan jadi bahan gunjingan jika sampai salah seorang dari mereka mengenali dirinya. Melvin mempunyai ide dia menurunkan topi nya untuk menutupi wajahnya agar tidak di kenali.


Melvin dorong lagi meja makanan dan jus itu di hadapan Leo tapi tak melihat adanya Clara di samping Leo karena Melvin menundukkan kepala.

__ADS_1


"Silakan, Mas," ucap Melvin sopan.


__ADS_2