Menikahi Istri Amanah Kakak

Menikahi Istri Amanah Kakak
Part_91 Salah Paham


__ADS_3

Waktu kian berlaku, semua masih aman terkendali sepertinya Arya tidak akan mengganggu hubungan Hana dan Melvin.


Bahkan hubungan Hana dan Melvin semakin kuat. Setiap hari Hana selalu bermanja-manja pada suami tercinta serta tidak ada lagi canggung dan malu yang dulu sering Ia tunjukkan kepada sang suami.


Hana merasa bosan, sejak tadi Melvin belum juga mengakhiri kegiatan nya sedangkan panas terik membuat Ia ingin makan sesuatu yang menantang.


"Vin, sampai kapan kau selesai? aku ingin ngobrol dengan mu?" tanya Hana di sertai wajah cemberut.


"Kenapa, Sayang? tunggulah sebentar lagi."


"Tapi kau sudah tiga jam duduk di kursi itu," timpal Hana manyun.


"Sini!" kata Melvin. Ia melambaikan tangan agar Hana mendekat namun Ia sama sekali tidak menoleh.


"Is, apaan coba," dengkus Hana. Ia melangkah mendekat dan di tarik Melvin duduk di pangkuannya.


"Kamu mau apa, Sayang?" Melvin mengusap keringat yang mem bintik di kening Hana.


Hana tersipu malu, Ia akan mengutarakan maunya.


"Aku ingin makan mangga," ucap Hana bergelayut di pundak Melvin yang masih mengetik sesuatu di depan laptopnya di kamar megah mereka.


"Oh, mau mangga. Sebentar ya aku selesaiin dulu satu baris lagi."


Agak susah Ia mengetik karena keberadaan Hana di atas pahanya. Tapi itu tak masalah baginya yang penting sang istri tercinta tidak murung dan cemburu saja.


Klik!


Melvin mendekat tanda titik terakhir dan mengirim apa yang Ia tulis ke luar negeri.


"Kau menulis apa, Vin?" Hana memang kurang memahami soal bahasa Inggris karena sekolah SMA tidak mampu membuat IQ nya menghafal sampai mahir.


"Coba kau baca!" Melvin sengaja menggoda Hana.


Hana gemas dan mencubit dada Melvin.


"Kau pasti mau menghinaku ya? coba aku lihat."


"Hospital itu artinya rumah sakit kan? Crazy itu apa ya bodoh, bukan?" tanya Hana nyengir. "Masak rumah sakit bodoh sih, bukanya rumah sakit itu adanya dokter-dokter cerdas kalau bodoh mana mungkin jadi Dokter, Iya kan, Vin?" ucap Hana polos.


Melvin terkekeh dan mencubit hidung Hana. Wanita itu benar-benar membuat perutnya sakit.

__ADS_1


"Bodoh itu bahasa Inggrisnya, Stupid Sayang dan Crazy itu artinya Gila," jawab Melvin sembari menjelaskan.


"Apa bedanya, Gila sama bodoh sama-sama kurang se -ons hehehe.. kayak aku," tukas Hana terpingkal.


"Iya, iya kamu benar. Kamu yang sudah bikin aku gila dan bodoh karena cintaku sama kamu." Melvin menciumi pucuk kepala Hana.


"Aku sedang merancang sebuah desain rumah sakit yang akan di dirikan di Jakarta, Sayang. Itu beeguna untuk menampung orang-orang yang mengalami gangguan jiwa." Melvin menjabarkan.


"Oh begitu, jadi kalau punya rumah sakit gratis dong mau berobat," kata Hana lagi.


Melvin mengacak-acak rambut Hana.


"Iya, apa sih yang enggak buat kamu. Ya udah ayo berdiri!" titah Melvin.


"Gak mau," tolaknya mengesalkan.


"Oh.. ya udah aku gak jadi cari mangga ni," ancam Melvin.


"Ha? Iya, iya. Jangan lupa es campur nya juga pasti seger ri kerongkongan," imbuh Hana lagi.


"Waduh.. makin banyak pesanan, ada lagi Bu Melvin?" Melvin sangat pandai membuat suasana menjadi tentram. Itulah sebabnya Hana betah seharian di kamar jika Melvin ada dirumah bersamanya.


Hana mengalah dan turun, sebagai Istri yang baik Ia tak lupa mencium tangan Melvin dengan takzim.


Hana melihat Mama Maya sangat sibuk tengah menjawab panggilan telpon dari seseorang hingga membuat Mama Maya menjauh keluar.


Melihat ruangan kacau, Hana berniat membantu dua orang ART untuk membersihkan rumah besar itu. Ia memunguti beberapa sampah pecahan vas bunga dan memasukkan kedalam Sampah.


Sibuk mengedarkan tatapannya, Hana terpantik pada Poto pernikahannya dengan Melvin di atas dinding. Poto itu terlihat berdebu.


Hana menyeret kursi dan naik keatas nya untuk meraih bingkai poto pernikahan guna di bersihkan.


Baru saja beberapa detik di atas, Hana yang tidak pokus terpeleset dan hampir terjatuh.


"Ahk.....!"


Berbarengan dengan itu Arya melihat bergegas berlari dan spontan menangkap tubuh Hana hingga keduanya beradu pandang.


Di waktu yang sama juga, Melvin telah kembali dan muncul dari pintu. Ia melihat adegan pelukan itu.


"Hana, Kak Arya!" tukas Melvin repleks. Ia tidak suka melihat kejadian yang tidak pantas terciduk olehnya. Bukan tidak mungkin jika cinta keduanya bisa saja akan tumbuh lagi.

__ADS_1


"Me_ Melvin." Gugup Hana..Ia tidak mau Melvin salah paham atas kejadian itu. Hana menghampiri Melvin dan langsung memeluknya.


"Maaf, Vin. Tadi Hana naik ke kursi itu dan dia terpeleset jadi aku menangkap nya."


Sejak dulu Arya memang kalem, Ia tidak ingin ada perpecahan diantara mereka.


"Tidak apa, Terima kasih," jawab Melvin dingin. Melvin memang belum sepenuh nya menaruh kepercayaan pada Arya.


Tak semudah itu baginya merentangkan tangan untuk lelaki itu yang jelas-jelas sudah meninggal di depan matanya.


Melvin takut Ia kecolongan, Ia takut seseorang memanfaat kan wujud Arya untuk memecah belah keluarga kecilnya.


"Ayo makan, Sayang. Aku juga beli baso untuk mu!" Melvin merangkul Hana dan mengacuhkan Arya.


Arya mengusap dadanya. Ia juga tidak akan ambil pusing akan hal itu.


Arya memilih bermain di kolam renang, Ia melempar beberapa butir makanan ke dalam kolam ikan .


Ikan itu berkumpul berebut. Semua itu Mereka lakukan demi bertahan hidup.


"Aku juga melakukan ini untuk hidupku," gumam pemuda itu.


Apa yang di lihatnya Ia anggap sebagai pembelajaran yang harus Ia ambil hikmah nya.


Melvin dan Hana sibuk di dapur tanpa ada sepatah katapun yang keluar dari mulut Melvin. Ia masih kesal melihat adegan itu. Otaknya terus mengingatnya jelas kejadian barusan.


Hana hanya memandangi Melvin. Ia tahu Melvin pasti cemburu. Karena semenjak pernikahan kedua mereka Melvin tidak pernah lagi bersikap dingin saat bersamanya.


Melvin mengupas kulit mangga dan memotongnya kecil-kecil. Ia juga menggilas cabe, satu siung bawang putih berukuran sedang sampai halus Ia menambahkan gula merah yang Ia tumbuk dan terakhir adalah menuangkan sedikit air hingga membuat sambal itu mencair.


Melvin menghidangkannya di hadapan Hana tapi tak ada perintah dari nya. Hana berpangku tangan. Ia tidak akan memakannya jika Melvin tidak bicara.


Melvin yang menunggu Hana merasa lelah akhirnya angkat bicara.


"Kenapa cuma di liatin, ha? aku capek lo nyari nya?" ketus Melvin.


"Aku tidak akan makan, kalau wajah mu terus kau tekuk begitu," balas Hana.


"Emangnya kenapa? dari dulu juga wajahku begini?" Melvin berkaca pinggang di hadapan Hana.


"Kamu pasti cemburukan, ayo ngaku?" Paksa Hana mengacung kan sendok garpu kearah Melvin.

__ADS_1


"Enggak," tegas Melvin seperti biasa membuang muka ke langit-langit.


"Dasar orang aneh, seharusnya kau bersyukur aku baik-baik saja," gerutu Hana kesal.


__ADS_2