
Hari itu Melvin mengumumkan semua kebenaran tentang kehidupan yang di sembunyikannya. Itu semua berawal dari Prabu yang tidak pernah menghargai dirinya sebagai anak.
Ia membungkukkan badan mengatupkan tangan menyapa seluruh tamu yang hadir. Motivasi dorongan semangat dan hidup kembali di hargai membuatnya tahu betapa pentingnya tahta dan Kedudukan.
Silih berganti para kolega bisnis nya menyalami Melvin yang di sambut suka cita oleh Melvin dan Hana.
Maya tersenyum bangga, sejuta makna terselip di dalam kalbunya. Siapa Ibu yang tak terharu memiliki Anak sehebat Melvin.
Maya membingkai wajah Melvin dan mencium kening putra kesayangan.
"Kau hebat, Nak. Mama bangga punya kamu," tutur Mama Maya teduh.
Melvin memeluk Mama Maya tanpa melepaskan genggaman tangannya dari Hana.
"Aku menyayangi mu, Ma. Bagaimana pun keadaan mu," kata Melvin.
Maya menepuk-nepuk pundak Melvin dan beralih memeluk Hana.
"Akhirnya kalian bersatu lagi, Nak. Pertahankan rumah tangga kalian dari badai ya," pesan Mama Maya pada kedua nya.
Hana mengangguk.
"Tentu, Ma," jawab Melvin mencium tangan Hana.
Melvin membawa Hana naik keatas peraduan agar seluruh tamu mendengarkan apa yang akan Ia sampaikan.
"Terima Kasih ku haturkan untuk seluruh tamu yang hadir karena telah berkenan meramaikan pesta pernikahan Saya dan istri saya."
"Saya baru memahami arti sebuah kehidupan. Harga mati nya adalah harkat dan martabat."
"Ini istriku dulu aku menikahinya tanpa pesta. Bahkan banyak yang tidak mengetahui apa statusnya di dalam hidupku karena aku masih bodoh saat itu."
Melvin menjeda kalimatnya. Ia melirik lagi kearah Hana sesaat.
"Hari ini aku ingin seluruh dunia tahu bahwa inilah wanita yang sudah mencuri hatiku. Dia bernama Hana Agista perempuan luar biasa yang tak pernah menilai ku hina saat aku teepuruk."
"Jujur, kupikir dia bukan wanita yang ku mau. Ya, dia bukan keluarga orang kaya."
Hana tersenyum mendengarnya dan pokus menatap Melvin dengan wajah seriusnya.
"Sebagian orang sudah banyak yang tahu, bukan? dulu dia adalah calon istri Kakakku Arya Prabu Wijaya tapi karena umur telah merenggutnya. Ia meminta ku menggantikan dirinya."
"Entahlah, setiap melihat Hana dengan pakaian lusuh nya membuatku merasa muak. Aku menyukai perempuan berkelas tentunya."
"Sampai setelahnya, aku sempat menceraikan dia waktu itu dan memilih gadis yang kupikir sempurna. Seiring berjalanya waktu. Aku baru sadar, bahwa tak ada yang sehebat dia di dalam hidupku."
"Pantas Kak Arya begitu mencintai nya. Bahkan juga menjadi Kakak yang hebat telah meridhoi kan wanita sehebat Hana Agista menjadi milikku," ucap Melvin lagi mengedarkan tatapan nya pada orang-orang disana.
Ucapan Melvin menyentuh mereka. Bahkan ada yang menangis terharu.
Melvin tersenyum kelu.
"Ya, aku menyesal. Aku menyesal telah sempat menceraikan dia dulu dan hampir kehilangan dia selama nya. Tapi sekarang kalian adalah saksinya. Aku berjanji kalau aku mencintai dia seumur hidupku."
Direngkuh nya tubuh Hana dengan erat sambil meneteskan air mata.
Hana berdebar-debar tak karuan, Ia tidak bisa berkata-kata. Hatinya serasa luluh mendengar pengakuan Melvin.
Seluruh tamu ikut terseret suasana, sebagian ada yang menggelengkan kepala penuh takjub diiringi tepukan haru.
"Cintai dia, Bos!" teriak Dafa bersuara paling keras.
__ADS_1
Melvin mengacungkan jempol.
"I love You, Hana. I love you..," ucapnya berulang-ulang.
Kemudian Ia berlutut dan menyematkan Sebuah cincin di jari Hana Agista.
"Aku juga mencintaimu mu, Melvin," jawabnya tulus.
Prok! Prok!
Tepukan tangan dan hiruk pikuk meramaikan ruangan itu.
Rangga yang melihat wira wiri berita tentang Melvin dan Hana yang di siarkan langsung di Medsos gerah.
Ia menyempar semua benda di atas meja membabi buta.
"Bangsat! Sialan! aku gak akan biarin kamu bahagia bersama Hana, Melvin. Dia itu milikku!"
Rangga duduk lagi sembari memijit pelipisnya.
"Dari mana kekayaan itu? kenapa aku tidak tahu? apa jangan-jangan Prabu sudah memberikan sebagian hartanya untuk Melvin dan Maya tanpa ku ketahui?" gumamnya menerka-nerka.
Rangga buka lagi ponselnya untuk melihat apa yang akan di katakan Melvin selanjutnya.
Munculah seorang pria mendekati Melvin dan Hana.
"Halo, jagoan!" sapanya seraya melambaikan tangan.
"Om," ucap Melvin senang. Bertemu lagi dengan orang hebat itu dan memeluknya.
Lelaki itu beralih menatap Hana.
"Iya Om." lekas Melvin memeluk Hana.
Maya membelalakkan mata. Pria itu tidaklah asing baginya.
"Ma.. Mas?" ucapnya spontan. Ada perasaan berkecamuk di dalam dadanya.
Lelaki itu menoleh. Tapi Ia tak kaget sama sekali.
"Halo, May. Lama tidak bertemu," balasnya juga.
Melvin mengernyit heran.
"Mama kenal sama Om Faris, Ma?" tanya Melvin.
"Bukanya dia Mas Gany?" tanya Mama Maya balik.
Faris tergelak.
"Kau masih ingat ya, ku beri tahu, Vin. Nama lengkap Om adalah Gany Al Fariz," jawab lelaki seusia Maya itu terkekeh.
"Kenapa kalian bisa kenal?" tanya Mama Maya heran.
"Oh.. iya, Ma. Om Fariz sangat baik. Dia sudah seperti orang tua bagi Melvin selama di Eropa," jawab Melvin membuat Maya kian serba salah.
Lelaki itulah penyebab kandasnya hubungan Ia dan Prabu beberapa puluh tahun silam.
Maya pikir Gany tak akan muncul lagi di kehidupan berikutnya tapi nyatanya lelaki itu kembali lagi.
Melvin melanjutkan bercerita, Dia menceritakan kisahnya selama berada di Eropa.
__ADS_1
Menjadi orang asing dan bodoh membuatnya semakin berandalan. Di hina dan di caci sudah menjadi makanan sehari-hari. Sampai akhirnya Ia bertemu teman seperjuangan di tempat Ia mengenyam Ilmu.
Temannya itulah yang mengajari Ia banyak hal dan membuat Ia menjadi lulusan terbaik di universitas negeri disana.
Setelah itu Ia di rekomendasi kan ke Salah satu perusahaan terbesar di negara karena prestasinya.
Bekerja selama lima tahun, Melvin mampu mendirikan Perusahaan yang menjual berbagai kendaraan mewah roda empat.
Dari sanalah Ia berjaya dengan tangannya sendiri.
Diandra rupanya ikut memperhatikan apa yang di lihat Rangga sedari tadi tanpa Rangga sadari.
"Waw, keren juga dia," ujar Diandra tersenyum kecut.
"Kenapa Mommy Memuji dia?" kesal Rangga.
"Slow, Sayang. Kau lihat lelaki ini," tunjuk Diandra pada Fariz.
"Kenapa, Mom?"
Diandra mengembangkan senyum.
"Selingkuhan Maya," jawabnya.
"Maksud, Mom?"
"Dialah penyebab Prabu menikahi, Mommy."
"Lalu?"
"Ya ampun, Sayang. Kau tidak mengerti."
"Tidak."
"Kita harus melaku kan sesuatu, dong. Kamu mau membiarkan Melvin bahagia, enggak kan?"
Rangga memainkan dagunya mencoba memahami maksud Diandra.
...ππππ...
Malam semakin larut, acara telah berakhir dan semua tamu juga sudah lengang.
Tidak ada yang spesial lagi selain memperkenalkan Hana dan bercerita dimana Ia bisa kaya dalam waktu singkat pada mereka di acara itu agar tidak adalagi pertanyaan di benak orang-orang tentang dirinya.
Melvin dan Hana sudah berganti piyama. Mereka duduk di kedua sisi tepi Ranjang dalam diam.
Rasa canggung malam itu mendadak hinggap. Malam itu seperti Malam yang aneh bagi keduanya.
"Emz.. kenapa diam?" tanya Melvin mencairkan kekakuan itu.
"Lalu kenapa kau juga diam?" tanya Hana balik sambil menunduk malu.
"Entahlah, kenapa aku tidak tahu. Itu pasti karena kau menolak tadi," kata Melvin.
Hana mengerutkan dahi.
...ππππ...
Lanjut...???
Jangan lupa kencengin like, comen, Vote and bintang limanya ya... gift nya juga banyakinπππππππ
__ADS_1