Menikahi Istri Amanah Kakak

Menikahi Istri Amanah Kakak
Part_98 Lamaran


__ADS_3

"Is, sabar napa? tapi jangan kaget ya?" Gadis itu perlahan membuka topeng di wajahnya.


Harap-harap cemas Dafa memandangi si gadis tanpa kedipan mata. Ia tak bisa membayangkan sosok gadis di balik topeng itu.


Gadis itu sengaja menunda, Ia ragu pada Dafa. Ia tidak akan sudi di ejek Dafa nanti nya.


"Tunggu dulu, kau harus berjanji untuk tidak menghinaku setelah tau," kata gadis itu mengulurkan jari kelingkingnya.


"Hem, roman-roman nya gak enak ni? oke deh, janji." Dafa menautkan pula jari nya sebagai simbol pengesahan.


Hadeh.. pasti ini ulah si Bos. Jangan-jangan dia jodohin aku ma, si cewek ini lagi?..


Dalam beberapa detik Gadis itu akhirnya menunjuk kan jati dirinya.


Bola mata Dafa membulat. Dia tak percaya pada wanita yang di lihatnya. Gadis ini semakin cantik dan merona. Sampai menyesakkan dadanya.


"Ka_ Kau Rindy ya? A_ apa aku salah liat?" Dafa mengucek matanya berulang-ulang dan belum yakin.


Rindy sangat berbeda malam itu. Dia jauh feminim dari biasanya.


"Kau pikir aku siapa, ha? masak kau tidak mengenali aku padahal kan kita hanya tiga bulan tidak bersama." Rindy melipatkan tangan dan tersenyum anggun.


"Aduh.. kok jantungku deg-degan ya?" gumam Dafa pada diri sendiri tapi jelas Rindy mendengarnya. Gadis yang dulu salah satu orang yang menyukainya tapi Dafa tak merespon.


Sama hal nya Hana, itu sesuatu yang luar biasa baginya. Rindy memang pantas mendapatkan semua itu.


"Waw, terima kasih, Vin. Aku seperti mimpi melihat ini. Kau tidak melupakan Gadis yang selalu menolong kita meski mereka kadang-kadang ngeselin."


Hana replek mencium pipi Melvin karena tak bisa menggambarkan rasa bangganya.


"Ciye.. ciye..." Semua pekerja menertawakan keduanya. Hana hanya bisa nyengir mendapati sorakan itu, bisa di bilang Ia sangat malu.


"Kenapa? kamu malu? kitakan sudah sah, Sayang."


Melvin semakin berkobar memanasi mereka. Ia menarik tengkuk Hana dan memangut bibir Hana cukup lama.


Mereka jadi salah tingkah melihatnya hanya deheman demi deheman yang menggelegar mengiringi setiap kecupan yang Melvin berikan pada Sang Istri.


Hana tak bisa menolak karena Melvin menahan kepalanya sampai Melvin mau melepaskan.


Tak ada yang berani protes, sebab Si Bos yang melakukan aksi panas itu.


Dafa dan Rindy masih saling tatap, getaran dalam dada ber talu. Tumbuh benih-benih baru bertebaran. Cinta itu nampaknya mulai terlihat setelah mereka bekerja bersama selama lima tahun lamanya.

__ADS_1


"Rin, kau cantik sekarang. Aku pangling melihat mu," kata Dafa lirih dan sedikit bergetar.


"Ya, aku beruntung. Bos membuat aku seperti sekarang ini," jawab Rindy disisipi senyum manisnya.


"Haduh.. kacau ini dada," gumam Dafa lagi memegangi bagian yang berdetak enggan kembali normal.


Seorang pelayan datang dan membawakan dua buah surat untuk Dafa dan Rindy.


"Ini ada titipan silakan di baca, Mbak, Mas."


"Apa ini?" tanya Dafa dan Rindy bersamaan.


"Baca saja itu penting, saya permisi dulu."


Pelayan itu meninggalkan keduanya dalam kebingungan.


Dafa dan Rindy segera membuka surat di tangan mereka masing-masing.


Dafa, jangan tunda lagi cepat lamar Rindy sekarang. Ada sesuatu di dalam stik milik Rindy...


Dafa melihat kearah stik yang di maksud.


Ada apa di dalam sana? ada uang kah? ahk masak Ia ada uang di dalam Stik?...


Rindy, Dafa itu sebenarnya sudah lama mencintaimu. Kau tahu sendiri kan anak nya pemalu dan konyol. Humornya selangit tapi jujur saja Ia ingin hidup bersama mu...


Rindy mengernyitkan dahi dan melirik Dafa, Rindy jadi ke sem-sem menanti ungkapan Dafa di depannya secara terbuka.


"Rin, ayo makan!" ajak Dafa setelahnya.


Dafa memotong stik miliknya dan melahapnya tanpa mengalihkan pandangan pada sosok Rindy.


Baru mulai memotong Rindy merasa aneh, ada sesuatu yang keras di dalam stik itu. Berulang-ulang Ia potong tapi masih saja tidak bisa.


Rindy penasaran dan mencoba menusukkan ujung garfu kedalam stik itu. Sebuah benda melingkar berwarna putih terbawa dalam garfu nya.


"Ini apa?" Rindy membersihkan sisa stik itu dan kaget melihat lingkaran benda kecil itu adalah sebuah cincin.


Apa? jadi Bos menyiapkan ini untuk menyatukan aku dan Rindy?..


"Dafa, apa kau yang menyiapkan ini?" tanya Rindy terharu.


"Ehemz, Rindy. Aku mau serius. Apa kau mau menikah dengan ku?" Dafa kali ini tak menyia kan kesempatan.

__ADS_1


"Hah? kau serius Dafa?" Rindy belum sepenuhnya yakin.


"Iya, jika kau mau kau boleh pakai tapi jika kau menolak kau buang saja ke kolam renang," jawab Dafa. Ia melirik kolam yang tak jauh dari tempat mereka. Sebuah kolam yang di buat di dalam gedung itu untuk acara resmi.


Rindy memutar-mutar cincin itu, Ia butuh meyakinkan diri jika benar Ia mau hidup bersama Dafa.


Hana tak kalah sewotnya. Ia tidak sabar menunggu jawaban Rindy.


"Ayo dong Rin, terima. Meski Dafa itu suka nyengir gak jelas tapi Ia tipe cowok yang menyenangkan," dengkus Hana kesal.


Melvin melipat tangan, Ia merasa tersindir oleh ucapan Hana.


"Oh, jadi aku menjengkelkan begitu? ya sudah kau saja yang jadian ma Dafa," timpal Melvin menyungut cemburu.


"Is, apaan sih?aku kan kasih Rindy semangat, biar gak menolak," ketus Hana balas manyun.


Sudah sepuluh menit berlalu tapi Rindy tak kunjung menjawab membuat Dafa semakin resah.


"Maaf, Daf." Satu kata lolos dari mulut Rindy membuat perasaan Dafa mendadak pupus.


"Maaf, aku tak bisa menolak mu," jawab Rindy meneruskan kalimatnya.


Dafa tak bisa berkata-kata semua itu bagaimana mimpi terindah yang menyinggahi hidupnya.


"Kau bersungguh-sungguh, Rin?"


"Iya, tapi aku mau kau yang pakaikan di jari ku." Rindy menyerahkan cincin itu dan Dafa tak menunggu lagi langsung menyematkan nya di jari manis Rindy.


Letupan sebuah benda mendadak bertebaran di udara diiringi suara terompet yang bersahutan.


"Ye, akhirnya asistenku gak jomblo lagi."


Melvin memeluk Dafa, sekeras apa pun Ia. Melvin sangat menyayangi asistennya itu.


"Selamat ya, Rindy. Akhirnya kalian bisa bersama setelah sekian purnama." Hana juga tak mau melewatkan memeluk gadis lugu itu.


"Makasih, Nona. Ini semua juga atas bantuan Nona dan Bos Melvin."


Rindy beruntung mengenal Bos yang hambel seperti Hana dan Melvin. Mereka adalah satu dari seribu yang terbaik di dunia.


"Is, biasa saja kok. Kamu juga banyak membantu ku, Rindy. Kamu Dafa, jangan sia-siakan ya. Susah cari gadis kayak Rindy di jaman sekarang lo!" tuntut Hana.


"Benar, Dafa. Awas kalau gak, aku gak akan kasih hadiah pernikahan kalian jika kamu main-main," ancam Melvin setengah bergurau.

__ADS_1


"Siap, Bos. Semua indah pada waktunya."


__ADS_2