Menikahi Istri Amanah Kakak

Menikahi Istri Amanah Kakak
Part_88 Bukan Mimpi


__ADS_3

...πŸƒπŸƒπŸƒπŸƒ...


...Sebelum kalian membaca Part ini, saya beritahukan terlebih dahulu ya reader kalau di part ini mengandung bawang dan kejutan....


Terus terang saya nyesek nulisnya saya harap kalian bisa menerima isi cerita ini karena memang begitulah jalan ceritanya.


Saya sebagai penulis berharap reader tercinta terus mengikuti jalan ceritanya dan memberikan support untuk saya berupa like, komen, vote, gift and bintang lima.


...Sekian dan terima kasih...


...🌺🌺🌺🌺🌺...


Bola mata Melvin mengamati setiap gerakan Ryo yang sepertinya hendak menggaet lengan Hana tapi Ia tarik tubuh Hana merekat padanya sebelum tangan Ryo sampai.


Melvin beralih mengajak Hana berkumpul di meja yang di penuhi banyak kue untuk mengingkari obrolan panjang Hana dan pria itu.


Ryo tersenyum pada Melvin, Melvin pasti cemburu padanya hingga mengacuhkan kedekatannya dengan Hana.


"Selamat ya, Vin. Kamu nikah gak ngabarin kita. Jadi kita inisiatif buat kejutan," ucap salah seorang teman Melvin.


"Santai saja, Sobat. Terima kasih sudah menyiapkan semua ini," jawab Melvin yang mengedarkan pandangan pada semua temanya.


Melvin dan Hana meniup lilin yang sudah di siapkan mereka untuk menghargai usaha dari mereka.


Silih berganti mereka bersalaman disambut oleh Hana dan Melvin suka cita. Kebahagiaan masih terus datang di kehidupan mereka beberapa hari terakhir ini.


"Hm, tak puas jika tidak memeluk mu, Vin," ucap Dokter Litha lagi-lagi membuat Hana dongkol.


Hana geram melihatnya, Dokter itu sangat ganjen memeluk Melvin dan seperti biasa melakukan cipika-cipiki di pipi Melvin.


Melvin melirik Hana yang cemberut tapi tidak bisa melakukan apa pun pada Dokter itu.


"Vin, iri aku melihat istri mu," celetuk Dokter muda itu.


"Ya, dia wanita terhebat," jawab Melvin bangga.


Dokter Litha sedikit sinis menatap Hana dan Hana bisa merasakan itu.


Hana akui Dokter itu sangat cantik dan memiliki tubuh bak model iklan. Ia jadi khawatir Melvin akan menyukai gadis itu nantinya.


"Aduh..!"


Hana memegangi perutnya, Perutnya seolah melilit sakit. Pasti akibat kejengkelan hatinya.

__ADS_1


"Kenapa, Sayang?"


Melvin panik menatap wajah Hana. Wajah itu terlihat kian pucat.


"Maaf ya Sobat, aku tidak bisa lama disini istri ku sedang sakit," ucap Melvin pada seluruh temanya. Ia takut di anggap tidak menghargai waktu, tenaga dan modal yang mereka persiapkan.


Tapi di balik semua itu Melvin harus bersikap tegas karena itu menyangkut istri dan calon anaknya dan harus bijak mengesampingkan lebih dulu urusan teman-temanya.


"Buru-buru sekali, Vin?" sahut Pak Gany. Ia lah salah satu orang yang menyiapkan pertemuan itu.


"Om, sorry. Dia sedang sakit dan di sarankan Dokter untuk banyak istirahat jadi boleh kah aku izin lebih dulu," jawab Melvin untuk kedua kalinya.


Om Gany menautkan kedua alisnya menatap Hana.


"Oke, semoga istri mu segera sehat," ucapnya mengalah.


"Terima kasih, Om. Permisi!"


Melvin membawa Hana pulang kerumah. Ada sesuatu yang berbeda di rumah itu. Sebuah motor butut terparkir di halaman rumah mereka.


"Motor siapa, Vin?" tanya Hana. Setelah mereka keluar dari mobil.


"Tidak tahu, Sayang. Ayo kita masuk mungkin ada tamu."


"Aku anak mu, Ma. Sungguh, aku tidak bohong. Seseorang membuang ku hingga terdampar di sebuah pedesaan terpencil," ujar pemuda itu meyakinkan.


Hana dan Melvin merasa tidak asing. Jika dilihat dari postur tubuhnya tentu itu adalah orang dekat merema.


"Siapa dia, Ma?" tanya Melvin yang menggandeng Hana mendekat untuk memastikan orangnya.


Maya makin merintih dalam tangis melihat kedatangan pasangan muda itu.


"Kau pasti tidak percaya ini, Melvin. Sangat mustahil ini terjadi," ucap Mama Maya pilu. Wanita paruh baya itu menyayangkan peristiwa yang terjadi saat ini.


"Maksud Mama, apa? siapa dia, Ma?" tanya Melvin memaksa.


Lama tak mendapat jawaban Melvin menarik pemuda itu berdiri.


Melvin dan Hana menganga melihat siapa yang telah berdiri di depan mereka.


Pemuda yang dikira sudah mati tiba-tiba hidup lagi dan itu sangat mengejutkan mereka.


"Ma_ Mas Arya, be_ benarkah itu diri mu?" Hana terbata dan gagu. Ia tidak yakin itu adalah pemuda yang dulu sangat Ia cintai.

__ADS_1


"I_ ini tidak mungkin, me_ mengapa bisa begini?" Hana ter duduk lemas di sofa. Seluruh tubuhnya dingin seketika. Ini bagaikan mimpi buruk yang terulang kembali di dalam hidupnya.


"Siapa kamu? bukankah Kak Arya sudah meninggal?" Melvin melotot pada pemuda itu.


Perkara baru mulai timbul, ini tidak lah baik bagi mereka mengingat Ia telah menikahi Hana.


"A_ aku memang A_ Arya, Vin. Aku di culik dan di buang hingga aku tidak tahu harus kemana," jawab pemuda itu nanar.


Kehidupannya kacau dan berantakan. Bahkan untuk makan saja Ia kesulitan.


Ia juga terlihat begitu lusuh, compang-camping dan kurus kering hingga rambutnya memanjang dan lengket. Pemuda itu menyedihkan.


"Tidak apa jika kamu, Mama dan Hana tidak menerima aku lagi. Aku pasrah kok karena kalian pasti jijik dengan ku sekarang," ucap Arya lagi.


"Tapi ini tidak mungkin terjadi, aku tidak percaya dengan diri mu. Kau pasti mau menipu 'kan?" Melvin menggertakan rahangnya dan yakin laki-laki itu bukanlah Arya.


Ha_ Hana, percayalah aku Arya mu, Arya yang dulu sangat mencintai kamu," ucap pemuda itu. Ia sangat berharap Hana bisa percaya dengan dirinya.


Air mata Hana semakin deras, Ia tidak tahu harus apa. Ini benar-benar di luar dugaannya.


"Maaf kan aku, Mas. Aku belum tahu harus bilang apa pada mu. Karena aku melihat sendiri kalau Mas Arya meninggal di rumah sakit itu Lima bulan yang lalu," jawab Hana bingung sembari mengusap wajahnya.


Pemuda itu menggenggam tangan Hana di iringi lelehan air mata juga.


"Aku sangat merindukan kamu, Hana. Setiap hari aku tersiksa memikirkan kamu. Aku tidak tahu apa yang terjadi selama aku pergi. Tapi yang pasti aku berjuang hidup diluar sana demi kamu, Mama dan semuanya," ucap pemuda itu meyakinkan.


Melvin tidak suka melihat Arya memegangi Hana lekas Melvin mendorong tubuh Arya hingga tersungkur.


"Tidak bisa, kau tidak bisa menyentuh dia karena sekarang dia adalah istri ku!" ucap Melvin marah.


Pemuda itu kaget dan melirik kearah Mama Maya.


"Bagaimana bisa, Ma? Kenapa malah Melvin yang menikahi Hana, Ma. Bukan kah Mama sendiri tahu kalau Arya sangat mencintai Hana, Ma. Mama juga tahukan seberapa besar perjuangan Arya mendapat kan restu dari Papa dan Mama waktu itu?" Arya menangis sesenggukan.


Semua sudah berubah, mimpinya untuk bersama Hana telah pupus bahkan Adiknya sendiri yang menikahi calon istrinya.


"Kau tidak bisa menyalahkan kami, Karena kami memang melihat sendiri kau telah meninggal, bahkan kau sendiri yang menyerahkan Hana pada ku untuk ku nikahi di hari sakral itu," jawab Melvin tegas.


"A_aku? tidak, Vin. Aku tidak tahu hal itu," jawab pemuda itu seyakin-yakin nya.


Hana tak kuasa menerima kenyataan hingga akhirnya Ia pingsan di sofa itu.


"Hana..!" teriak Melvin dan Arya bersamaan.

__ADS_1


__ADS_2