Menikahi Istri Amanah Kakak

Menikahi Istri Amanah Kakak
Part_81 Memukau


__ADS_3

Melvin menyingkap rambut Hana, Ia tidak sabar ingin menyalurkan rakatnya yang sudah berdiri tegak dan mengeras di bawah ini.


"Kamu sudah membuat bangkit kepala si gundul yang tengah terlelap. Jadi kamu harus memberikannya."


Hana merinding mendengar ucapan Melvin begitu menyeramkan seraya menutup mulutnya.


"Kau pasti lupa ya," ucap Hana mengingatkan.


"Hmm, soal apa?"


"Soal tamu yang dibawah, kau yakin akan membiarkan mereka menunggu," kata Hana mengingatkan.


Tangan Melvin masih saja gentayangan, Itu momen langka menurutnya. "Biarkan saja, yang penting si gundul tidur dulu," desis Melvin di balut kekehan kecilnya.


"Ihk, lebay. Suruh si gundul tidur saja sekarang. Dia harus tau waktu yang pas," balas Hana tanpa menoleh.


"Bagaimana caranya, dia menolak, Sayang," cicit Melvin masih dengan kesibukannya menciumi punggung mulus milik Hana.


"Melvin, kau membuatku takut. Kenapa kau tidak bisa bersabar," protes Hana mengerucut kesal.


Melvin memutar kembali tubuh Hana ke hadapannya. Melvin meneguk salivanya saat anak gunung padat milik Hana terhimpit di dada bidang nya.


"Apakah aku harus menunggu? Mengapa kau terlihat seksi? Bahkan sekarang saja sudah tak sanggup ku tahan," jujur Melvin sedikit memelas.


Hana memeluk erat tubuh Melvin agar pandangan Melvin tidak ber semayang di area miliknya.


Tanpa Melvin sadari Hana mencuri handuknya dan gegas melilitkan di tubuhnya.


"Hey, kau mau bermain-main ya," seringai Melvin.


"Terserah, mandi yang bersih ya. Bay...." Hana meninggalkan Melvin yang terpaku kearah dirinya.


Melvin menepuk jidatnya gagal sudah kepala si gundul yang sedari tadi ingin menyelusup.


"Awas saja kau, akan ku buat kau ketagihan nanti malam," ucap Melvin memburu.


Baru saja menutup pintu, Hana melihat dua orang wanita menunggu nya di depan meja hias.


"Mari, Nona. Silakan duduk!" kata salah seorang nya.


"Kalian mau apa?" tanya Hana memegang erat handuknya.


Kedua orang itu menarik tangan Hana untuk duduk di tempat yang di maksud dan memulai aksi mereka memoles wajah Hana.

__ADS_1


Beberapa menit lamanya Melvin telah usai membersihkan diri. Ia tersenyum mendapati Hana di paksa diam walau dalam kebingungan.


Melvin memutuskan keluar dan masuk ke kamar lainnya tanpa mau mengganggu.


Dafa dan dua orang kepercayaanya siap membantu urusannya. Melvin akan menjadi Arjuna nya malam ini. Dua orang inilah yang mempersiapkan penampilanya.


Tapi dua orang ini bukanlah perempuan melainkan pria jadi-jadian.


"Bos, aku bangga padamu. Akhirnya kalian menikah lagi. Jangan sampai kau ulangi kesalahan serupa," ucap Dafa dengan beraninya.


"Dasar kau, tapi makasih ya aku baru sadar kalau aku berhutang banyak padamu," kata Melvin wajahnya terlihat membias.


"Ahk, santai saja, Bos. Kau pasti mengganti uang tabungan ku kan," kekeh Dafa.


"Otak udang, uang saja yang kau ingat. Bukan itu, tapi karena bantuan mu saat Clara menjebak ku," ucap Melvin mengingatkan. Membiarkan mereka berdua mendadani dirinya.


"O iya, itu Feeling, Bos. Bos sangat cocok dengan Nona Hana," kata Dafa berseri.


"Pak Melvin, Eke gak nyangka lo ternyata you orang hebat," ucap Radity sembari memasang dasi di leher Melvin.


Melvin yang sudah mengenakan pakaian lengkap tersenyum.


"Kalian bertiga andalan ku. Ini akan jadi tugas harian, kalian," kata Melvin.


"Tenang Big Bos. Masalah rias merias ma kita juaranya," sahut Cleyen.


Radity membalurkan minyak berkelas ke rambut Melvin Minyak itu tidak akan merusak kealamian rambut Melvin.


Sedang yang satunya mengoleskan sedikit bedak di wajah Melvin namun tidak terlalu mencolok.


"Astaga, belom rampung aja. Wajah mu bikin hati saya dag dig dug, Bos," gurau Cleyen terpesona.


"Pasangan serasi ya, Dit. Kayak drama Korea itu lo Leong Jay sama Han Ji En..hem..mak cus...," ucapnya di buat-buat entah benar tidaknya perkataan itu membuat mereka terbahak-bahak.


Bug!


Radity memukul pantai Cleyen.


"Itu sih favorit mu, kalau menurut ku mereka ini mirip artis Korea itu lo F empat," sewot Radity tak mau kalah.


"Yang mana F empat itu lakinya cucok semua, Buu," sengak Cleyen menunjuk sisir ke wajah Radity.


"Dasar kures, ya peran utamanya lah, hadeh traveling otak saya sama aktor satu itu," ucap Radity memegang gemas pipinya sendiri.

__ADS_1


"Haha.. dasar laki edan. Kok pisang mengidolakan pisang," celoteh Dafa terpingkal-pingkal.


Melvin menggeleng-gelengkan kepala heran menyaksikan obrolan kedua mahluk yang mendandaninya.


Kurang lebih setengah Jam berlalu mereka usai mempersiapkan diri. Melvin sudah menunggu Hana di depan pintu dan meminta Dafa untuk memberi tahukan orang-orangnya untuk mempercepat menyelesaikan tugas mereka.


Hari itu benar-benar akan menjadi kisah bersejarah di masa hidupnya menikahi Hana bukan lagi paksaan melainkan terbit dari hatinya.


Melvin tersenyum, Mengulang lagi ckenangan masa lalu dimana Arya menyerahkan tangan wanita yang sangat di cintai nya kepada tangan nya


Wujud kepercayaan dan kasih sayang Arya baru terasa. Arya selalu ingin yang terbaik untuknya. Bahkan soal urusan pendamping hidup. Seandainya Arya masih hidup pasti Arya lah orang yang beruntung.


Terima kasih Kak, kau telah merelakan dia untuk adik mu ini. Aku berjanji akan menjaga dan melindungi dia hingga akhir hayat ku...


Krekek!


Pintu terbuka.


Melvin menoleh kerah sumber suara.


Keluarlah sosok bidadari cantik dan mempesona dari bilik kamar mewah itu membuat Melvin tak mampu berucap. Di pandangi nya dari bawah hingga atas.


Pesona wanita itu selalu membuat bola matanya tahan melotot lama.


Gaun hijau laut penuh pernah-pernik yang di kenakan nya begitu sempurna melekat pada tubuh wanita di depannya.


Rambut nya di buat sedikit menggulung keatas dan beberapa helai yang melambai di kedua tepian mukanya begitu memukai.


"Setiap hari, kau selalu memuja penglihatan ku, Sayang. Aku yakin walaupun mata ini sakit pasti akan sembuh secepatnya," ucap Melvin memuji bermaksud mengatakan begitu sempurnanya Ia memiliki istri.


Hana mengulas senyum menenggelamkan kedua lesung pipit nya di kedua belahan bibir ranum nan manis miliknya.


"Kau juga sama, kau terlihat gagah hari ini," ganti Hana yang ketularan ngegombal.


Melvin mengernyitkan dahi.


"Jadi hanya hari ini aku terlihat tampan?" tanyanya.


"Hem?" Hana salah tingkah di buatnya. "Itu karena aku baru menyadarinya," elak Hana kemudian.


Melvin menautkan tanganya di pinggang, Hana yang paham maksud Melvin langsung menyeludupkan tangannya disana.


Mereka menuruni anak tangga bersama-sama dengan hati-hati membuat mata tamu di lantai bawah yang sejak tadi menunggu mendongak keatas penuh kagum.

__ADS_1


Di hari itu Melvin akan mengumumkan kepada seluruh dunia kalau Hana Agista adalah istri nya.


Di mana Ia juga harus menjelaskan tentang dari mana kekayaan singkat yang dia miliki di depan publik.


__ADS_2