Menikahi Istri Amanah Kakak

Menikahi Istri Amanah Kakak
Part_73 Siasat


__ADS_3

Melvin menatap semu, otaknya menerawang jauh pada kejadian dimana Ia sering diperlakukan tidak adil oleh Papanya Prabu Wijaya. Tak pernah ada sedikit pun Prabu Wijaya menyayangi dirinya.


"Papa, maaf. Jika kehadiran Melvin telah merusak hidupmu."


Rangga menepuk pundak Melvin. Mereka saling balas tatap menatap. Seolah menyembunyikan kebencian hati mereka masing-masing.


"Vin, kamu harusnya sadar. Kamu tidak ada gunanya bagi Papa ku Prabu. Sadar tidaknya kau hanyalah anak buangan yang di hasilkan dari cara yang haram. Itu mutlak, Kau lebih baik menyingkir dari kehidupan Papa ku dan jangan pernah bermimpi bisa mendapatkan warisan barang secuil pun," ucap Rangga menghunus.


Ia ingin Melvin makin tersungkur dan terjebak dalam penderitaan kekal karena meratapi nasibnya yang malang.


Melvin tersenyum kecil.


"Kau hanya akan menikmatinya sementara, Rangga. Aku titip dulu ya, sampai aku mengambil nya kembali dari dirimu," jengah Melvin santai membalas Pernyataan Rangga bahkan Ia tidak gentar sedikit pun.


Ia juga tidak perlu melayani kecurangan seorang Rangga baginya Rangga adalah serangga yang sekali di injak maka tak berdaya.


"Oke, buktikan saja jika mampu. Palingan juga kau hanya akan diciduk oleh polisi," desis Rangga tak ubahnya ular berbisa.


"Tunggu kejutan ku, Rangga. Akan ku bawakan hadiah terhebat yang belum pernah orang dapatkan dari manapun di hari pernikahan mu nanti," ucap Melvin seraya merangkul Rangga membuat Rangga mengernyit bingung dan cemas.


Melvin melambaikan tangan nya dan tersenyum.


"Bay, Rang. Duduk yang baik di kursi itu aku takut kau membuatnya lecet nanti," ucap Melvin lagi sambil berlalu meninggalkan Rangga.


Rangga marah, Ia sudah menyiram bensin pada wajah Melvin. Malah Ia yang malah ter siram cuka oleh Melvin.


"Brengsek, jangan harap kau bisa menggagalkan pernikahan ku dengan Hana, Melvin. Akan ku percepat pernikahan itu agar kau tidak mengetahuinya dan pasti itu akan membuatnya benar-benar menangis darah."


"Hana, I Love You.. Hana. Ini semua salahmu telah membeberkan niat kita. Maka dari itu kau harus terima konsekwensinya."


Rangga mengatur siasat agar Hana tidak bisa lagi menolak keinginan darinya untuk mempercepat pernikahan mereka.


...☘️☘️☘️...


Melvin menceritakan semuanya pada Mama Maya soal rencana pernikahan Rangga dan Hana dalam sebuah kamar. Melvin menangis, sedalam itu Ia terluka karena baru menyadari cintanya.

__ADS_1


"Ma, aku tidak mau Rangga memiliki Hana, Ma. Apakah aku bisa melepaskan dia dari jeratan Rangga?" tanya Melvin.


Ia ingin sebuah ketenangan dari Ibunya tak pernah sekali pun Ia membenci Maya tentang hidupnya. Ia sudah tak peduli tentang itu toh semua sudah berlalu bahkan Prabu juga tidak mau mengurus dirinya.


Maya ikut terseret arus duka putra kesayangannya. Ia memeluk erat-erat tubuh Melvin. Ia tidak ingin Melvin menderita seperti dirinya selama ini. Membiarkan Prabu menikahi wanita lain yang Ia sembunyikan sampai belasan tahun lamanya.


"Yang kuat, Nak. Kamu pasti bisa, mungkin sudah saatnya kamu berdiri di kaki mu sendiri tanpa Papa mu lagi."


"Iya, Ma. Melvin cuma takut, tidak bisa datang tepat waktu di hari itu Dan Melvin...." Melvin gugu seolah tak mampu melanjutkan kata-katanya.


"Melvin akan kehilangan Hana selama-lamanya, Ma. Melvin tidak sanggup, Melvin takut...." Air mata Melvin kian larah jatuh tak tertahan.


Ia sangat menderita. Penderitaan itu melebihi penderitaan tak memiliki uang sedikit pun.


"Pergilah, Nak. Mama akan selalu mendoakan kamu tetap berjodoh dengan Hana hingga ke akhirat nanti. Perjuangan cintamu, nak. Perjuangkan...."


Maya terus memberikan dorongan semangat untuk Melvin. Ia yakin Melvin mampu melewati badai ini.


"Iya, Ma. Melvin tidak mau lagi menyesal hingga akhir hayat Melvin."


"Bagus, kau memang jagoan, Mama. Anak hebat yang tidak mengenal kata menyerah meski sakit berkepanjangan kau selalu lalui dengan kuat sejak kau masih di dalam kandungan Mama," ucap Maya seraya tersenyum simpul.


Berbekal uang meminjam dari Dafa. Melvin melakukan penerbangan ke Eropa malam itu. Ia berpesan pada Dafa untuk siap mengawasi dan mengabarkan kondisi Hana pada dirinya setibanya disana.


Jujur saja, Melvin memang tidak membawa serta milik pribadinya ke negeri tercinta agar Prabu tidak tahu haknya di negara itu.


Dulu, Ia berniat akan mengatakan itu setelah Ia memperistri seorang wanita yang mau berkeluh kesah dengannya. Nyatanya Ia malah menikahi Hana karena keterpaksaan semata.


Bahkan menikahi Clara pun tak sesuai harapannya padahal Ia menaruh harapan besar pada Clara kala itu.


Melvin tidak kalut soal uang, tapi Ia khawatir kalau Ia akan datang terlambat kembali ke Indonesia dalam waktu yang singkat mengingat perjalanan ke negara tersebut memakan waktu yang lama.


Berbanding terbalik dengan Hana. Hana sangat gelisah, siang dan malam Ia menunggu kedatangan Melvin. Berharap Melvin segera membebaskan Ia dari kungkungan sangkar berduri yang membelenggu hatinya.


Hari itu Hana pergi ke kantor. Tujuan Hana adalah meminta waktu lebih lama untuk mengulur waktu pada Rangga.

__ADS_1


Seorang sekertaris bilang pada Hana, Rangga sedang rapat dan tak bisa di ganggu hari itu.


Hana penasaran, Ia mendekati ruangan pribadi milik Rangga, pintunya sedikit terbuka. Hana ingin masuk namun Ia urungkan niatnya saat tercekat akan kata-kata Rangga pada seseorang.


"Kau harus membunuh pria ini, aku tidak mau dia merusak rencana ku," kata Rangga menunju foto milik Melvin.


Orang itu nampaknya mengerikan matanya bringas dan tajam.


"Heh, jadi kau ingin membunuh Kakak beradik ini?" tanya lawan bicaranya.


Hana tidak mengenali orang itu, bahkan Ia baru pertama kali melihat sosok lelaki dihadapan Rangga.


"Benar, keduanya adalah penghalang kebahagian ku. Aku mau Ia lenyap maka aku akan aman.Tapi ingat satu hal ini, lakukan serapi mungkin agar kejadian itu tidak terendus polisi seperti kematian Kakaknya dulu," ucap Rangga tegas.


Hana merinding, tak disangkanya Rangga sesadis itu. Ternyata Rangga adalah dalang dari sebuah pembunuhan. Tapi yang menjadi pertanyaan Hana siapa kakak beradik yang di incar nya itu. Bahkan Mereka bilang Kakaknya juga sudah mati.


Kaki Hana mendadak lemas, jantungnya berdetak cepat. Ia benar-benar takut menikahi Rangga yang tak lain adalah seorang Psikopat gila berdarah dingin. Menghalalkan segala cara demi terwujudnya keinginan hatinya.


"Tenang saja, Bos. Aku akan mencari orang ini dan melenyapkan nya tanpa jejak. Syaratnya kau tahu, bukan? setengah bayaran harus kau berikan di muka dan setengahnya lagi setelah tugasku selesai," ucap orang itu.


Rangga melemparkan sebuah amplop coklat ke dada pria itu dan di sambut pria itu dengan tawa menggelegar.


"Itu cek yang aku janjikan, setengah dari yang kau mau. Laksanakan tugasmu dengan baik. Jika kau tertangkap jangan pernah bawa namaku."


"Siip, kau tenang saja, Bos. Aku adalah pembunuh bayaran nomer satu di dunia ini," ucap orang itu tersenyum licik.


Gegas Hana bersembunyi melihat keduanya bersalaman.


Tak lama setelahnya orang yang menutupi kepalanya dengan jaket dan wajahnya dengan masker keluar sambil memperhatikan sekitar. Di rasa tidak ada hal aneh orang itu melanjutkan langkahnya.


Rangga masih duduk di kursi sambil tertawa puas. Tidak ada lagi pengacau yang akan merusak kebahagiaanya bersama wanita yang dicintainya.


Hana mengusap dada mengetahui siapa Rangga sebenarnya.


"Kau keterlaluan, Rangga. Siapa orang-orang yang hendak kau bunuh itu? Apa jangan.. jangan..? tidak, tindak mungkin Melvin kan?" Hal yang paling utama diingat Hana adalah sosok Melvin.

__ADS_1


...💐💐💐💐...


Jangan lupakan jejak penyemangat reader kesayangan🤭🤭🤭😜😜😜🙏🙏🙏


__ADS_2