Menikahi Mafia Arogan

Menikahi Mafia Arogan
Bab 32: Persahabatan Clark dan Janu


__ADS_3

"Bagaimana caranya membuat dia mendapatkan hukuman mati?" tanya Janu.


"Dia harus melakukan kejahatan yang dianggap lebih keji."


"Misalnya?"


"Pembunuhan berantai atau membunuh polisi secara sadis. Biasanya tidak akan bisa lolos."


Janu terdiam. Ia teringat saat Dimitri memaksanya untuk menembak seseorang.


Flash back


"Ayo, Janu, ambil pistolnya. Kamu harus menembak tepat di tengah kepala. Dia pasti akan mati," bujuk Dimitri sembari menyodorkan pistolnya.


Tubuh Janu bergetar. Ia ketakutan melihat orang yang ada terikat di kursi itu sambil merintih dan memohon agar tidak dibunuh.


"Kenapa? Kamu akan terbiasa melihat hal seperti ini. Dia sudah mengkhianati kita dengan membocorkan informasi kepada polisi. Dia pantas mati, Janu ...."


Dimitri terus membujuk remaja berusia 17 tahun itu untuk membunuh anak buahnya yang telah berkhianat. Ia yakin Janu bisa menjadi penerusnya karena Silvia melarang dirinya menyentuh Kenzo.


"Di dunia ini, kalau kita tidak membunuh, maka kita yang akan terbunuh," bisik Dimitri. "Atau kamu ingin aku membunuhmu?" bisiknya lagi.


Dengan ketakutan, akhirnya Janu mau mengambil pistol itu dari tangan Dimitri. Ia mengarahkan pistol itu kepada orang yang ada di hadapannya.


"Ayo, tembak, Janu ...," ucap Dimitri sembari menyeringai.


Dor!

__ADS_1


Terdengar suara tembakan cukup keras yang memenuhi ruangan. Janu membuka matanya. Ia lihat tembakannya tepat mengenai orang tersebut.


Tubuhnya bergetar hebat. Lututnya sampai tak sanggup menahan tubuhnya. Pistol di tangannya terlepas. Ia bersimpuh di lantai sembari menjerit keras. Janu menangis ketakutan.


Dimitri tersenyum bahagia. Ia menepuk punggung Janu dengan bangga. "Hebat. Kamu sudah berhasil menjadi pembunuh, Janu. Aku bangga padamu."


Ucapan Dimitri semakin membuat Janu tertekan. Ia merasa berdosa telah membunuh orang dan tak bisa termaafkan.


Flash back off


"Hey, kamu melamun?" tegur orang itu.


Seketika Janu tersadar dari lamunannya. "Bisakah kamu menahannya lebih lama di sini? Kalau bisa, jangan biarkan dia keluar penjara."


Orang itu terkekeh. "Kamu saja punya kenalan orang dalam sepertiku. Aku yakin ayahmu itu juga punya. Aku tidak bisa membantu sejauh itu, hanya sebatas mengawasinya saja."


Clack tersenyum. "Aku ini polisi, bagaimana bisa kamu menyuruhku menjadi penjahat?"


"Lalu, kenapa kamu tidak menangkapku?" tanya Janu.


Clark terdiam. Ia teringat kisah masa lalu yang membuatnya dekat dengan Janu.


Sewaktu remaja, Clark diculik oleh anak buah Dimitri karena orang tuanya tak mampu melunasi hutang kepada lintah darat. Seharusnya ia yang akan diambil ginjalnya oleh Dimitri. Namun, Janu menggagalkan rencana itu.


Janu merasa kasihan melihat anak yang tak bersalah seperti Clark ikut menjadi sasaran Dimitri. Ia membantu melepaskan Clark dan menyuruhnya pergi sejauh mungkin. Dimitri yang marah akhirnya menjadikan Janu sebagai pengganti. Janu harus kehilangan sebelah ginjalnya sebagai konsekuensi menolong orang lain.


Selama dalam pelarian, Clark dirawat dalam sebuah panti asuhan. Ia bisa melanjutkan pendidikannya dengan baik dan akhirnya menjadi seorang polisi. Selama hidupnya, ia tidak pernah melupakan kebaikan yang pernah Janu lakukan padanya.

__ADS_1


Clark kembali dipertemukan dengan Janu saat dipindahtugaskan ke wilayah itu dua tahun yang lalu. Alasan mengapa Dimitri kali ini bisa tertangkap juga ada andil dari Janu yang memberikan informasinya.


"Aku berharap kamu bisa menjalani hidupmu dengan bahagia dan meninggalkan dunia seperti itu," kata Clark. "Tapi, aku tahu ucapan tidak semudah perbuatan. Sementara aku akan menutup mata dengan perbuatanmu," ucapnya.


"Bantu aku mengamankan penyelundupan kali ini, Clark. Aku janji ini yang terakhir. Akan aku hancurkan Dimitri dan kelompoknya," bujuk Janu.


Ia benar-benar belum bisa keluar dari lingkaran mafia yang diciptakan oleh Dimitri. Anak buah Dimitri di luar sana sangat patuh dan bisa dikendalikan meskipun pemimpinannya ada di dalam penjara.


Clark tampak menghela napas. Sebagai seseorang yang berusaha mengabdi pada negara, permintaan Janu sangat bertentangan dengan hati nuraninya.


"Kamu cukup memastikan rencanaku berjalan lancar. Setelah itu, aku tidak peduli jika kamu akan merampas barang mereka," lanjut Janu.


"Ya, aku mengerti. Lakukanlah yang menurutmu terbaik."


Janu mengangguk. "Aku pergi dulu."


Setelah percakapan mereka berakhir, keduanya berpisah. Janu melanjutkan perjalanan menuju ke markas yang biasa dijadikan tempat pertemuan oleh kelompok mafia ayahnya. Ia datang ditemani oleh Finn.


Janu menunjukkan cincin yang diberikan Dimitri kepadanya. Cincin itu menjadi petanda bahwa dirinya dipercaya sebagai pengganti selama Dimitri berada di penjara.


Kebanyakan anak buah Dimitri masih bisa menerima jika Janu menjadi pengganti. Namun, ada satu anak buah Dimitri yang rasanya sangat sulit dipengaruhi. Namanya Bull, tubuhnya besar dan kekar. Ia merupakan pengawal setia Dimitri. Janu memikirkan rencana untuk menyingkirkan lelaki itu agar tidak mengganggu rencananya.


***


❤❤❤ PROMOSI ❤❤❤


__ADS_1


__ADS_2