Menikahi Mafia Arogan

Menikahi Mafia Arogan
Bab 71: Diusir


__ADS_3

"Siapa kamu?" tanya Silvia. Ia sangat terkejut melihat keberadaan seorang wanita muda di rumah putranya.


Hal yang sama juga dirasakan oleh Cheryl. Ia terkejut melihat kehadiran wanita asing tersebut. Namun, ia sekilas mengingat wajah wanita itu yang pernah Janu tunjukkan padanya. Silvia, ibu angkat Janu.


"Nyonya, dia istri Tuan Janu," ucap Black.


"Apa?" Silvia membualtkan mata seolah tidak percaya dengan perkataan anak buahnya. "Kamu jangan mengada-ada, Black!" bentaknya.


"Tidak, Nyonya. Itu benar. Makanya dia tinggal di sini bersama Tuan Janu."


Silvia murka. Ia berjalan mendekati Cheryl dan memberikan tatapan tidak sukanya. "Apa itu benar? Kamu istri putraku?"


Cheryl tak menjawab. Melihat wajah wanita itu, ia mengingat bekas luka yang ada di tubuh Janu. Rasanya ia bisa merasakan kekejaman yang pernah wanita itu lakukan kepada suaminya.


"Apa kamu bisu? Jawab aku!"


Cheryl masih terdiam.


Plak!


Silvia tak sungkan melayangkan tangannya menampar wanita yang baru ditemuinya. Ia tidak peduli siapapun wanita itu. Janu sudah ia jodohkan dengan Ariana. Tidak boleh ada wanita lain yang menjadi pendamping Janu selain Ariana.


"Berani sekali kamu mendekati putraku!" umpat Silvia.


"Nyonya, Dia putri dari Tuan Hendry Alexander, sahabat baik Tuan Bara Atmaja," ujar Black.


Silvia menyunggingkan senyum sinisnya. "Jadi ini putri mereka?" gumamnya. "Kasihan sekali mereka meninggalkan anak-anak yang sengsara."

__ADS_1


"Usir dia dari sini!" perintah Silvia.


"Tapi, Nyonya ...." Black tidak berani melakukan perintah itu. Ia masih memikirkan tentang murka Janu terhadapnya.


"Kenapa? Kamu masih mendengarkan ucapanku, kan?" Silvia melayangkan tatapan intimidatif.


Black patuh. "Nyonya Cheryl, Nyonya besar menginginkan Anda pergi dari sini," ucap Black.


Cheryl mengepalkan kedua tangannya. Ia begitu kesal mengingat tamparan yang barusan diterimanya. Dengan agresifnya, Cheryl maju menjambak rambut Silvia dengan keras. Ia melayangkan pukulan ke arah wajah Silvia sembari mengeluarkan umpatannya.


"Kenapa aku yang harus pergi dari sini? Kamu yang seharusnya pergi! Siapa yang mengharapkan kamu datang ke sini! Dasar wanita iblis!"


"Aduh! Lepaskan! Kamu gila, ya!"


"Nyonya Cheryl, hentikan, Nyonya ...."


Cheryl mengamuk. Ia tidak mau melepaskan cengkraman tangannya pada rambut Silvia. Black juga merasa kewalahan menghadapi amukan Cheryl. Silvia sampai menjerit-jerit merasa rambutnya akan rontok karena terus ditarik.


"Wanita jahat! Pergi kamu dari sini!"


Silvia mendadak agresif. Ia berusaha ikut melawan menjambak dan memukul Cheryl. Black hanya bisa berdiri kebingungan mau memisahkan mereka bagaimana. Ia sendiri sudah beberapa kali terkena cakaran.


"Ada apa ini?"


Janu baru saja kembali dikejutkan dengan keributan yang terjadi di rumahnya. Ia juga terkejut melihat keberadaan Silvia di sana.


Cheryl dan Silvia menghentikan pertengkaran di antara mereka selepas mendengar suara Janu datang. Rambut keduanya terlihat acak-acakan dan wajah mereka juga terkena bekas cakaran.

__ADS_1


"Oh, Putraku, kamu sudah pulang?" Silvia buru-buru merapikan penampilannya dan bersikap seperti seorang ibu yang anggun. Ia berjalan menghampiri Janu dan memeluknya dengan hangat.


Cheryl terdiam. Ia melihat Janu memberikan tatapan ke arahnya.


"Kapan Mommy datang?" tanya Janu.


Kehadiran Silvia yang tiba-tiba sama sekali tak ia tahu. Ia tak sempat memberitahu Cheryl untuk bersembunyi lebih dulu. Ternyata, mereka justru telah bertemu sebelum ia datang.


"Aku baru saja sampai. Black yang sudah menjemputku. Dan tiba-tiba aku datang ada wanita gila itu yang berusaha menyerangku."


Janu tidak mempertimbangkan bahwa masih ada anak buahnya yang setia pada Damian dan Silvia. Black mungkin salah satunya.


"Aku minta maaf jika kelakuannya kurang sopan kepada Mommy," ucap Janu dengan nada yang merendah.


"Sepertinya kita juga perlu berbicara karena menurut Black wanita itu adalah istrimu. Aku sangat kaget mendengar kabar putraku telah menikah tanpa memberitahuku," kata Silvia menahan emosinya.


Janu menghela napas. "Thor, tolong kamu antarkan ibuku ke kamarnya," pinta Janu.


"Baik, Tuan," jawab Thor.


"Aku ingin berbicara padamu berdua, Janu. Jangan mengalihkan pembicaraan!" tegas Silvia.


"Beri aku waktu sebentar, Mommy. Aku akan mengajak dia ke kamarnya dulu," kata Janu.


"Janu!" bentak Silvia.


Janu tidak menurut. Ia berjalan menghampiri Cheryl dan menggandeng tangan wanita itu. Ia menarik tangan Cheryl agar ikut naik ke lantai atas bersamanya.

__ADS_1


__ADS_2