Menikahi Mafia Arogan

Menikahi Mafia Arogan
Bab 52: Kalong Merah


__ADS_3

"Tuan, saya telah mendapatkan informasi yang Anda inginkan."


Thor menemui Janu di ruang kerjanya. Ia berdiri menghadap Janu yang tengah disibukkan meneliti tumpukan laporan perusahaan di atas mejanya.


"Tentang Kalong Merah?" tanya Janu memastikan.


Thor menangangguk. "Ternyata kelompok itu sudah ada sejak lama, Tuan. Awalnya hanya kelompok preman biasa yang sekarang semakin berkembang menjadi gangster."


Alan menutup dokumen terakhir yang ditelitinya. Cerita Thor sangat menarik untuknya. Ia mengaitkan jemari kedua tangannya dan menaruhnya di bawah dagu sembari memperhatikan Thor dengan serius.


"Apa mereka memiliki masalah dengan ayahku?" tanya Janu.


"Benar, Tuan. Mereka pertama kali membuat masalah dengan Tuan Bara saat pembangunan proyek di kota X. Kelompok itu yang menyebabkan masalah di sana."


"Jadi, apa itu juga berkaitan dengan keluarga Rudianto?" telisik Janu.


"Benar, Tuan. Karena proyek itu, Tuan Rudy sempat masuk penjara bersama orang-orang dari kelompok Kalong Merah. Namun, karena kurangnya bukti atau ada hal lain, Tuan Rudy hanya menjalani masa hukumannya secara singkat."


"Bukti-bukti kejahatannya telah menipu warga yang terdampak proyek dan demonstrasi bayaran tidak bisa dibuktikan secara detil, padahal sudah menjadi hal yang secara gamblang terjadi."


"Intinya, semua hal yang terjadi disebabkan oleh kelompok itu?" tanya Janu memastikan.

__ADS_1


"Benar, Tuan."


Thor memberikan sebuah map coklat kepada Janu. Ia membuka dan memperhatikan catatan dan bukti-bukti yang Thor bawa.


Janu mengernyitkan dahinya. "Yohan? Siapa Yohan?" tanyanya penasaran.


"Itu ... Suami kedua Nyonya Ira. Ayah sambung Pak Arsen."


Janu melebarkan matanya mendengar nama Arsen yang sering membuatnya cemburu. "Direktur keuangan itu?" tanyanya tidak percaya.


"Benar, Tuan."


"Mungkin Anda akan lebih kaget lagi jika saya mengatskan hal ini, Tuan."


"Apa itu?" tanya Janu penasaran.


"Suami pertama Nyonya Ira merupakan Tuan Yoga, yang dulunya pernah menjadi suami Nyonya Citra, ibu dari Nyonya Cheryl."


Janu benar-benar terkejut mendengarnya. "Jadi, Om Hendry bukan suami pertama Tante Citra?


Thor menggeleng. "Mereka sudah menjadi janda dan duda saat menikah."

__ADS_1


"Berarti, Cheryl masih bersaudara dengan Arsen? Mereka saudara tiri?"


"Tidak, Tuan. Mereka ada setelah orang tua masing-masing saling bercerai. Hanya saja, jika diruntutkan, kedekatan mereka seharusnya cukup dekat sejak lama."


Janu terdiam sesaat mencerna informasi yang Thor berikan. Ia merasa semua kejadian yang menimpa keluarganya dan keluarga Cheryl merupakan ulah dari kelompok gangster terasebut.


"Apa menurutmu Kalong Merah bekerja sama dengan Presdir Thea Rudianto?"


"Seharusnya seperti itu, Tuan. Saya melihat kasus pembunuhan di kelurga Nyonya Cheryl dan keluarga Anda memiliki kesamaan," ujar Thor.


"Apa itu?"


"Kedua kasus itu sama-sama tenggelam dan terkesan tidak serius untuk ditangani. Jumlah korban yang banyak, pasti memerlukan pelaku yang banyak. Entah mengapa sampai saat ini kasusnya belum juga menemukan titik terang. Kita bisa menuduh, tapi tanpa bukti adalah hal yang sia-sia."


"Mereka sangat pandai bermain licik, Thor," gumam Janu.


"Maka dari itu, kita juga harus pandai bermain secara diam-diam agar mereka tidak menyadari keberadaan kita."


"Baiklah, Thor. Terima kasih atas informasinya kali ini. Kamu pergilah keluar dan temukan bukti-bukti yang bisa menjebloskan mereka ke penjara," pinta Janu.


"Baik, Tuan."

__ADS_1


__ADS_2