
"Tuan, Nyonya Cheryl sudah keluar dari kamar hotelnya. Dia naik taksi, sepertinya menuju ke apartemen milik Pak Arsen."
Janu merasa lemas mendapat informasi dari Thor. Baru saja ia sampai di bandara bersama Finn dan anak buahnya yang lain. Rasa penat setelah melewati perjalanan yang melelahkan bahkan masih terasa. Ia harus disuguhi kabar tak menyenangkan itu.
"Finn, apa kamu sudah menyiapkan mobilnya?" tanya Janu.
"Sudah, Tuan."
"Baguslah! Kita cari istriku sekarang juga! Dia benar-benar membuatku kesal!" keluh Janu.
"Baik, Tuan."
Janu berjalan keluar dari bandara diiringi para anak buah yang sengaja ia bawa dari luar negeri. Mereka orang-orang pilihan yang memiliki kemampuan untuk membantu misi Janu kali ini.
Drrtt ... Drrtt ....
Belum sampai di tempat tujuan, Thor kembali menghubungi Janu.
"Kenapa dengan anak ini," gumam Janu. "Halo, Thor, kenapa?" tanyanya.
"Tuan, Nyonya ada di sekitaran taman kota."
Janu kembali menghela napas menahan emosinya. "Oke, tunggu di sana. Sebentar lagi aku sampai."
Ia sedang berpikir harus melakukan apa agar istrinya merasa jera. Mungkin ia memang harus mengurung wanita itu di rumah.
Sekitar 30 menit, akhirnya rombongan Janu sampai di tempat yang Thor maksud.
__ADS_1
Kedatangam Janu dan rombongannya cukup menarik perhatian orang-orang yang ada di sana. Mereka seperti tengah menyaksikan sekelompok geng mafia yang biasa ada di film-film.
"Siapa mereka?"
"Aku juga tidak tahu. Mereka mungkin mau syuting film."
"Keren, ya!"
Janu hanya menyunggingkan senyum mendengar komentar dari orang yang dilewatinya. Ia fokus mengikuti Thor yang akan menunjukkan dimana istrinya berada.
"Di sana, Tuan." Thor menunjuk ke arah area bermain anak.
Janu meminta anak buahnya tetap diam di sana tak mengikuti dirinya. Ia melangkah sendiri menghampiri Cheryl yang tengah meringkuk di kolong permainan anak-anak sendirian.
"Sudah puas kaburnya?" ucap Janu. Gara-gara wanita itu, ia harus buru-buru pulang.
Cheryl mengangkat kepalanya saat mendengar suara yang sangat familiar untuknya. Matanya terlihat sembab dengan air mata yang tak kunjung berhenti mengalir.
Cheryl langsung terbangun dan memeluk lelaki yang ada di hadapannya. Tangisannya semakin terdengar keras seolah ia ingin meluapkan segala keluh kesahnya.
Janu yang awalnya sudah merencanakan untuk marah-marah dan menyeret wanita itu pulang tertegun melihat kelakuan istrinya. Ia benar-benar tidak tahu mengapa istrinya menangis sampai sekencang itu. Bahkan mereka sampai menjadi tontonan anak-anak yang tengah bermain di sana.
"Kamu kenapa?" tanya Janu.
"Huaaa ...."
Bukannya menjawab pertanyaan darinya, Cheryl semakin kencang menangis. Suaranya sampai memekakkan telinga. Istrinya seperti anak kecil yang manja. Janu bingung harus berbuat apa melihat Cheryl terus menangis terisak-isak.
__ADS_1
"Kamu tidak sedang menggunakanku untuk mengelap ingusmu, kan?" sindir Janu.
"Huaaa ... Hiks! Hiks!"
Cheryl kembali menangis kencang. Janu hanya bisa menghela napas. Jelas sekali istrinya menangis sampai ingus keluar dan mengotori pakaiannya.
Tak mau terlalu lama menjadi bahan tontonan, ia mengangkat tubuh Cheryl dan menggendongnya. Cheryl menyembunyikan wajahnya di bahu Janu.
"Bawa koper milik istriku!" perintah Janu pada Thor.
Ia berjalan menuju ke mobil diiringi oleh para anak buahnya. Finn membukakan pintu agar Janu bisa masuk ke dalam dengan mudah.
Cheryl terus menempel pada Janu. Ia tak mau melepaskan lengan lelaki itu. Ia terus menangis sembari menyandarkan kepalanya pada lengan Janu. Tidak hanya Janu yang bingung, Finn dan lainnya juga bingung. Apalagi kedua orang itu biasanya selalu bertengkar dan tak pernah akur.
"Siapa yang berani membuatmu menangis seperti ini?" tanya Janu.
Cheryl masih belum mau menjawab. Ia terus memeluk lengan Janu seakan butuh tempat untuk bersandar.
Finn melirik sekilas ke belakang sembari mengemudikan mobil. Ia merasa sedikit lega karena sang bos tidak jadi meluapkan kemarahannya. Ia kira Janu akan menyeret dan memukuli istrinya sendiri karena telah berani kabur dan mengambil surat-surat berharga dari rumah.
Lelah menangis, Cheryl tertidur. Janu membenarkan posisi kepala sang istri ke atas pangkuannya. Ia pandangi wajah yang tengah tertidur lelap di pangkuannya.
"Apa yang terjadi padanya, Thor?" tanya Janu sembari membelai lembut rwmbut istrinya.
"Saya tidak tahu, Tuan. Saya hanya mengikuti Nyonya Cheryl masuk ke apartemen Pak Arsen sampai lobi. Saya tidak bisa masuk lebih jauh karena akan dimintai kartu identitas." Thor yang duduk di depan bersama Finn berusaha menjelaakan semuanya.
"Lalu, kenapa dia bisa ada di taman kota?"
__ADS_1
"Saya tidak sengaja melihat Nyonya saat akan kembali memeriksanya di apartemen itu, Tuan. Saya kira Nyonya hanya sedang iseng di sana, bukan menangis."
Janu semakin ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi. Wanita yang biasanya suka membantah dan melawannya tiba-tiba menjadi sangat bergantung padanya.