
Rigo terdiam dengan tatapan kosong saat kedua bola matanya menyaksikan tubuh istrinya telah masuk ke dalam tanah hanya menyisakan gundukan tanah dengan taburan bunga. Tentu saja dia masih merasa agak tidak rela tapi juga tak bisa melakukan apapun selain menerima kesedihan itu. Lisa, wanita yang mengisi hatinya dengan cinta kini sudah pergi untuk selamanya, tidak akan ada lagi senyum dari Lisa yang bisa ia lihat, tidak akan ada lagi suara indah dari wanita itu dan pelukannya yang hangat kini berubah menjadi hawa dingin yang membuat hatinya merasa kesepian.
Hari demi hari Rigo lalui dengan memilih untuk diam seorang diri tidak melakukan apapun. Orang tuanya yang jauh-jauh datang dari negeri asal mereka juga tak bisa banyak berinteraksi dengan putranya yang saat ini tengah berduka. Sempat mendengar apa yang terjadi dari Steve, sehingga kedua orang tua Rigo memilih untuk ikut mencari jalan keluar dari semua masalah yang di timbulkan oleh putranya.
Tepat satu Minggu setelah kematian Lisa, kedua orang tua Rigo mendatangi Kediaman orang tua Soraya. Kini mereka berada di ruang tamu untuk membicarakan masalah di antara mereka dan juga Rigo yang sempat tak ada kabarnya.
" Untuk apa kalian datang? " Tanya Ibunya Soraya yang tahu jika mereka adalah orang dari pihak Rigo, pria yang sudah menyakiti putrinya, juga yang sudah menghilangkan semua bukti sehingga Soraya dan keluarga tidak bisa menuntut kejahatan yang di lakukan oleh Rigo. Sialnya laporan visum yang mereka kantongi juga menghilang tanpa jejak membuat mereka hanya bisa diam karena tak mampu menemukan hasil visum dari rumah sakit yang secara detail menjelaskan tentang kondisi Soraya saat itu.
Steve mewakili kedua orang tua Rigo untuk bicara, maklum saja mereka berasal dari dua negara berbeda yang artinya juga memiliki perbedaan bahasa.
" Tuan dan Nyonya, kedua orang tua Rigo datang untuk meminta maaf, sekaligus juga ingin mempertanggung jawabkan apa yah telah di lakukan Rigo selaku putra mereka. Aku juga sebagai orang dekatnya meminta maaf sedalam-dalamnya, Rigo benar-benar terbelenggu dengan kesedihan saat itu hingga melakukan hal bodoh yang sayangnya saya tidak berani melarangnya lebih keras. "
Ayahnya Soraya mengepalkan tangannya dengan kuat, rasanya ingin sekali memukul pria bernama Steve itu untuk mewakili kemarahannya terhadap pria yah namanya Rigo itu, tapi kembali lagi bahwa Steve bukanlah tersangka utama yang pantas untuk dia salahkan.
__ADS_1
" Dengan apa kalian akan mempertanggung jawabkan perbuatan bejat pria itu? Penjara? Hah! Penjara saja tidak akan cukup untuk pria itu, dia sudah membuat putriku Soraya bahkan malu untuk melihat sinar mentari. Dia terus mengurung diri pagi siang malam, dia tidak pernah keluar dari kamarnya, dia selalu melamun, menangis, apa kalian pikir penjara saja cukup? "
Steve menyampaikan kepada orang tua Rigo apa yang di bicarakan oleh Ayahnya Soraya, mereka mengangguk paham, mereka juga terlihat sedih dan bersalah karena bagaimanapun dia juga memiliki anak perempuan jadi dia tahu benar kalau itu pasti bukan hanya menyakiti anak mereka saja, tapi jelas hati mereka juga ikut merasakan sakitnya.
" Tuan dan Nyonya, bisakah izinkan orang tua Tuan Rigo untuk bertemu langsung dengan Nona Soraya? "
Orang tua Soraya saling menatap satu sama lain. Sebenarnya kalau boleh jujur dia benar-benar tidak mau mempertemukan Soraya dengan keluarga pria yang sudah membuatnya terpuruk seperti sekarang ini. Tapi mau bagaimana juga masalah ini adalah masalahnya Soraya jadi penting juga mempertemukan orang tua Rigo dengan Soraya agar mereka bisa menyelesaikan masalah ini dengan mempertimbangkan baik-baik keadaan dan perasaan Soraya.
Karena tahu Soraya pasti akan menolak jika diminta untuk keluar kamar menemui orang tua Rigo, maka jalan satu-satunya adalah orang tua Rigo datang menemui Soraya di kamarnya. Tidak di kunci seperti biasanya, dan begitu pintu terbuka mereka langsung bisa melihat Soraya yang duduk di ujung ruangan sembari melamun. Kedua orang tua Rigo nampak sedih dan merasa begitu bersalah melihat bagaimana keadaan Soraya. Dengan langkah kaki pekan mereka berdua masuk kedalam kamar, begitu juga dengan kedua orang tua Soraya, sementara Steve menunggu di luar kamar saja.
" Ayah, mereka siapa? " Tanya Soraya.
" Mereka ini adalah orang tuanya pria itu. "
__ADS_1
Soraya menatap kedua orang tua Rigo dengan tatapan marah, matanya mulai memerah hingga air mata jatuh dari kelopak matanya. Sial! Dia lagi-lagi harus mengingat pria bajingan yang dengan kasarnya menyiksa pagi siang malam tapa minum tanpa makan membuatnya hampir mati saat itu.
" Untuk apa kalian datang? Ingin melemparkan segepok uang dan meminta kami untuk tutup mulut saja dan menerima semua yang terjadi ini? " Soraya berbicara menggunakan bahasa Inggris sehingga kedua orang tua Rigo paham apa yang dikatakan Soraya. Jelas lah Soraya bisa melihat bahwa mereka adalah orang asing dari fisik mereka, apalagi saat Ayahnya berbicara menggunakan bahasa negara asal mereka terlihat bingung menandakan bahwa mereka berdua atau orang tua dari Rigo tidak memahami apa yang di katakan Ayahnya Soraya kepadanya.
" Tidak, bukan itu maksud kami datang kesini. Kami hanya ingin bertanggung jawab, dan kami meminta maaf sebesar-besarnya atas perbuatan buruk yang telah dilakukan putra kami. Kami tahu ini terlalu tidak seimbang karena kami hanya meminta maaf seadanya saja begini. Tapi percayalah kami siap menerima resiko dari kemarahan kalian, kalau kau ingin memenjarakan putraku juga kami akan berusaha membantu sekuat tenaga. "
Soraya tersenyum dengan tatapan tak percaya. Bagaimana bisa dia memercayai bahwa pria yang sangat suka menyeringai dan menatap penuh kebencian juga keinginan itu bisa dengan rela menyerahkan diri untuk mengakui kejatahan yang dengan hebatnya sudah dihilangkan buktinya oleh Riko.
" Sudahlah, aku sudah sangat lelah dengan kehidupan ku ini. Aku lelah menangis, aku lelah untuk berpikir bagaimana, apa yang harus aku lakukan, aku sudah sangat lelah. Kalau memang dia ingin menyerahkan diri ke kantor polisi juga aku tidak perduli. Sekarang pergilah aku, ugh! " Soraya menutup mulutnya karena lagi-lagi dia merasa mual dan ingin muntah sehingga tak tahan lagi dan berlari ke kamar mandi.
" Ada apa? " Tanya orang tua Rigo kepada Orang tua Soraya.
Steve yang mendengar langsung bertanya kepada orang tua Soraya apakah Soraya sedang sakit?
__ADS_1
" Ini lah masalah besarnya, putriku hamil anak pria bajingan itu! "
Bersambung.