
Tetangga Jordan dan Ana kembali ke rumahnya dengan perasaan kesal, bagaimana tidak? Dia pikir Ana hanyalah seorang bocah ingusan yang polos, ternyata di balik wajah polosnya itu menyimpan sikap sinis dan mulut yang tajam. Dia pikir Ana adalah istri yang dinikahi Jordan karena kelalaian dan hamil duluan sebelum menikah, tapi melihat cara Ana berbicara dan menatap dengan angkuh, sepertinya hubungan mereka tidak seperti yang dia pikirkan.
Wanita bernama Kalina itu hanya bisa duduk di kursi terasnya sembari membatin kesal tiada henti. Kalau melihat wajah Ana yang sangat biasa saja itu tentu saja tidak masuk akal karena memiliki suami yang tampan seperti Jordan, tapi ya mau bagaimana lagi? Pria tampan jaman sekarang kan memang suka memiliki selera yang aneh. Tapi Jordan tidak buta dan pasti bisa membedakan mana yang cantik dan mana yang jelek jadi dia yakin sekali bisa membuat Jordan meliriknya karena siapa yang tidak bisa melihat kalau dia sangat cantik.
Baru saja membatin begitu tak lama datang sebuah mobil di halaman rumah Jordan dan Ana, tak lama keluarlah Moana, lalu Kendra. Mereka jalan beriringan masuk ke dalam teras rumah membuat mata Kalian membelalak kagum melihat betapa tampannya Kendra. Dia dengan gaya sok ramahnya berjalan dengan cepat menghampiri Kendra dan Moana sebelum mereka masuk ke dalam rumah Jordan.
" Eh ada tamu untuk tetangga baru ya? " Sapa nya lalu tersenyum begitu ramah membuat Moana tiba-tiba saja merasakan risih.
" Anda siapa? " Tanya Moana yang tidak bisa menyembunyikan rasa tak sukanya, apalagi melihat tatapan mata yang seperti sedang menggoda Kendra, tentulah dia sebal melihatnya.
" Saya tetangga sebelah, kalian ini saudara nya Jordan dan Ana ya? " Tanyanya, tapi lagi-lagi kedua bola matanya terus terarah kepada Kendra yang tak terlihat ingin bicara.
" Saya Ibunya Ana, dan ini suami saya, Ayah kandungnya Ana. "
Kalina ternganga heran, ya bagaimana dia tidak merasa heran? Ternyata Ana yang wajahnya biasa-biasa saja malah memiliki Ayah yang sangat tampan, tubuhnya terkesan gagah, aromanya juga sangat wangi. Duh, apalagi perutnya tidak buncit seperti mantan suaminya dulu.
" Ayahnya Ana? " Kalina terus menatap Kendra dengan tatapan tidak percaya. Bagaimana tidak kalau orang yang katanya Ayah kandung Ana justru masih sangat muda, tampan dan gagah sekali mirip seperti pria dewasa yang mapan dan keren.
__ADS_1
Moana semakin menatap tak suka, dia meraih lengan Kendra lalu memeluknya dengan erat, lalu menempelkan tubuhnya dengan Kendra agar si Kalina itu bisa segera sadar diri dan pergi secepat mungkin sebelum Moana menjadi lebih kesal.
Kalina tentu saja bisa melihat bagaimana Moana menjaga prianya itu, tapi sungguh Kalina merasa iri juga dengan Ana yang ternyata memiliki seorang Ayah yang tampan dan gagah, suaminya juga sama seperti itu.
" Ayah! " Ana memeluk Ayahnya dengan perasaan gembira, sudah beberapa hari ini mereka tidak bertemu secara langsung, tentulah ia sangat merindukannya. Padahal jelas sekali kalau Kendra dan Moana belum sempat mengetuk pintu tapi karena samar-samar Ana seperti mendengar suara Moana, dia merasa penasaran sehingga membuka pintu utama rumahnya. Bergantian Ana memeluk Moana dengan perasaan tidak rindu juga. Tapi begitu mendapati Kalina masih ada di sana, Ana menjadi sebal dan membuang nafas dengan mimik kesal.
" Kok Ibu masih disini? "
Kalina memalingkan pandangan tak mau bertatapan dengan Ana, dia segera berjalan cepat untuk menuju rumahnya. Bukan takut dengan Ana, tapi dia merasa iri dan kesal karena Ana sepertinya memiliki keberuntungan yang luar biasa di bandingkan dia yang memiliki wajah dan tubuh yang bagus. Padahal dengan fisiknya yang bisa terbilang indah itu dia hanya bisa menjadi istri kedua pria tua yang lumayan banyak duitnya dulu, jadi bagaimana bisa Ana yang wajahnya biasa saja, ditambah tinggi badannya juga sangat jauh darinya bisa mendapatkan suami yang tampan seperti Jordan? Ah, kalau melihat tampilan pria yang katanya Ayah kandung Ana itu, sepertinya Ana bukan orang susah kan? jadi wajar-wajar saja kalau dia memiliki suami tampan seperti Jordan. Yah mungkin saja Jordan itu hanya menginginkan hartanya Ana saja dan selama ini dia hanya pura-pura mencintai Ana.
Ana menghela nafasnya.
" Dia itu rajin sekali loh mengantarkan sarapan, padahal sarapan yang dia berikan selalu kami buang. Yah, itu karena si Jordan yang tidak enakan sehingga menerima pemberian dari dia dan jadi kebiasaan, padahal niatnya hanyalah untuk mengambil simpatiknya saja. Yah, mungkin memang Jordan juga agak tertarik juga. "
Jordan tak berani mengatakan apapun, memang ia dia yang tidak enakan sehingga membuat Kalian kebiasaan mengantarkan makanan lalu terus mencari bahan untuk mengobrol seperti sengaja ingin lebih lama bersama Jordan.
" Kak, tadi dia melihat mu terus dengan tatapan yang menandakan bahwa dia tertarik apa kak Kendra tidak merasa berdebar begitu? "
__ADS_1
Kendra padahal sengaja tidak ingin ikut campur masalah ini, tapi tetap saja dia harus terbawa alur pembicaraan antara anak dan istri barunya.
" Tadi tidak sempat melihat baik-baik wajah perempuan tadi, jadi aku tidak tahu apapun soal perempuan itu. " Jawab Kendra yang tidak ingin pembicaraan ini memanjang kesana kemari tak berarah nantinya.
***
Hari itu juga Soraya dan Rigo dinikahkan, seperti keinginan Soraya, pernikahan mereka tidak tercatat di dalam catatan negara, dan Rigo juga sudah menanda tangani surat perjanjian yang isinya adalah tentang semua yang Soraya ajukan di awal sebelum pernikahan itu di gelar beberapa saat lalu.
Hanya ada orang tua Rigo, orang tua Soraya, juga Steve sebagai saksi dalam pengambilan sumpah sebagai seorang suami istri itu. Memang bahkan jauh dari kata sederhana, tapi ini adalah keinginan Soraya, setidaknya dengan begini dia tetap tidak akan ada urusan lagi dengan pria, kedepannya juga tidak usah memikirkan betapa sulitnya hidup tanpa pria di sisinya lagi.
Pernikahan dengan Rigo mungkin adalah sebuah rencana saja, tapi apapun itu dia tetap berada di dalam pendiriannya yang tidak ingin pusing memikirkan urusan pria.
" Kau tidak boleh datang ke kamarku apapun yang terjadi, Kamar kita akan terpisah ruangan saat kita berada di desa nanti. Kalau kau tidak kuat kau juga oleh langsung pergi dan jangan menggangguku nanti. "
Rigo memilih diam setelah dia menandatangani surat perjanjian itu.
Bersambung.
__ADS_1