
Moana meletakkan semua kantung belanjaannya di atas tempat tidur. Dia mengeluarkan satu persatu barang yang ia beli tadi. Beberapa baju rumahan, juga ada beberapa baju yang akan dia gunakan saat akan pergi, dan sisanya adalah pakaian dalam serta keperluan wanita mulai dari wewangian, perawatan kulit wajah, kulit tubuh lainnya, shampo dan banyak lagi. Sekarang dia kan sudah bersuami, dia benar-benar tidak ingin mengecewakan suaminya meski melakukan hubungan suami istri saja belum mereka lakukan. Entah terlalu baik atau bagaimana si Kendra itu, dia sepertinya benar-benar memberikan banyak waktu kepada Moana karena tidak ingin Moana terkejut dengan peran istri yang sesungguhnya.
" Aku harus mulai lebih mengurus diri, pakaian dalam juga harus serasi seperti yang aku baca di internet. " Gumam Moana, lalu dengan segera dia berjalan untuk menyusun semua pakaian dan juga perawatan wajah miliknya di meja rias yang ada di sana. Ah untung saja meja rias yang dulunya adalah milik Soraya sudah di buang, bahkan katanya juga di bakar habis semua tentang Soraya jadi dia tak begitu ternyata kalau kamar itu dulunya juga ditinggali oleh kakaknya yang gak lain adalah Soraya.
Tinggal dua kantung belanjaan yang terakhir, itu adalah sebuah lingerie yang diam-diam Moana beli saat Ana sedang mengobrol dengan dengan pria asing tadi. Malu sekali memang melihat pakaian menerawang seperti saringan tahu. Ah, malahan lebih menerawang dari pada saringan tahu. Yah, tapi mau bagaimana lagi? Menurut riset lingerie adalah senjata paling ampuh untuk membuat pria tergoda, jadi Moana benar-benar tidak salah membelinya.
Tinggal kantung terakhir, isinya adalah kemeja baru untuk Kendra, minyak wangi dan juga satu dasi yang katanya adalah kekuatan terbaru dari toko itu. Memang Iya dia belum paham benar bagaimana selera Kendra, tapi menurut pengamatannya Kendra setidaknya akan sedikit menyukai apa yang dia beli untuknya.
Pukul enam tiga puluh, ini adalah jam dimana biasanya Kendra akan sampai di rumah. Sejak setengah jam lalu juga Moana sudah mulai memasak, Ana yang juga ingin belajar memasak dengan telaten Moana mengajarinya. Menu makan malam untuk mereka sangat sederhana, hanya sup ayam dengan beberapa sayuran seperti kol, wortel kentang, juga beberapa lagi, kemudian ikan goreng seperti kesukaan Kendra, dan Ana.
" Senangnya, sekarang aku sudah bisa membuat sup ayam! " Ucap Ana dengan penuh semangat. Dulu sih dia sempat ingin membantu memasak saat Soraya menjadi Ibu tirinya, tapi Soraya selalu memintanya untuk duduk saja dan menunggu lalu makan saat matang nanti. Yah, pada akhirnya dia jadi tidak bisa melakukan apapun, bahkan dulu memotong bawang, mengupas kentang juga tidak bisa.
Moana tersenyum, mungkin baginya cara memasak sup ayam benar-benar di luar kepala. Tapi melihat Ana yang begitu bahagia dan semangat atas keberhasilannya dia jadi merasa kalau apa yang dia anggap biasa nyatanya bisa memiliki makna lain untuk orang lain.
" Kalau begitu, besok kalau kita tidak ada kegiatan kita bisa belajar memasak saja, bagaimana? "
" Ah, aku mau! " Ucap Ana dengan cepat karena memang dia ingin bisa memasak sendiri.
__ADS_1
Tak lama Kendra sampai di rumahnya. Ana dan Moana bersamaan menyambutnya. Setelah merapihkan diri, dia yang tadi di bantu Moana untuk meletakkan pakaian kotor juga sepatu dan kaus kaki serta tasnya akhirnya bisa selesai lebih cepat dan mereka berbarengan berjalan menuju meja makan.
" Bagaimana kegiatan kalian berdua hari ini? " Tanya Kendra kepada Moana.
" Kami hanya berbelanja, sore tadi baru memasak bersama. Hari ini Ana membuat sup ayam loh, kak Kendra wajib mencobanya. "
Kendra tersenyum bangga, selama ini dia memang melarang Ana mendekati dapur karena takut kalau kompor akan meledak, atau masakan akan membahayakan anaknya, semuanya itu dia lakukan karena ketakutan luar biasa kalau sampai kehilangan Ana yang sudah seperti nyawa baginya. Tapi dia juga tidak buta selama ini melihat Ana begitu ingin memasak seperti banyak perempuan yang lainnya. Yakin benar pasti Ana sangat bahagia dengan pencapaiannya hari ini, batin Kendra.
Benar saja dugaannya, Ana terus menambahkan sayur sup ayam buatannya ke piring Kendra dan Moana hingga mereka hampir saja tak sanggup untuk memakannya lagi.
mereka berdua kompak mengangguk dnegan senyum bahagia, mereka juga kompak memeriksa jempolnya untuk mewakili rasa masakan yang ia rasakan tadi.
" Benar enak? "
" Iya! "
Ana bahagia dengan apa yang bisa di lakukan hari ini, sementara Jordan di rumahnya kini tengah mengeryit melihat potongan video yang jelas jika itu adalah Soraya.
__ADS_1
Jordan menghela nafas, tadinya dia ingin langsung menghapus video itu, tapi saat mengirim video dengan nomor yang tidak di kenal itu mengirimkan pesan teks, Jordan kini jadi menatap dengan mata terbelalak terkejut.
Bagiamana rasanya saat wanita yang kau cintai di tiduri pria lain? Aku berencana menyebarkan video ini, video yang menjelaskan betapa wanita mu sangat menikmati kegiatan itu.
Jordan hanya bisa mengeryit bingung sekarang ini, dia tidak bisa menebak siapa pria itu karena wajahnya sudah di blur. Ingin sekali rasanya masa bodoh saja, tapi mengingat kebaikan Soraya waktu itu dia jadi serba salah, dan tidak tega kalau dia dijadikan pelampiasan kekesalan orang lain yang sebenarnya Jordan adalah sasarannya.
Dengan segera Jordan mencoba untuk menghubungi nomor yah terus mengirimnya pesan menjurus pada ancaman, sial! Bahkan berkali-kali tetap tidak tersambung panggilan teleponnya. Dengan segera Jordan mengirimkan pesan balasan yang mengatakan jika Soraya sudah tidak ada lagi hubungannya dengan dia. Sayangnya orang itu langsung membalas dan mengatakan jika tidak mungkin Jordan tidak perduli saat sudah melihat itu dan beberapa kali mencoba menghubunginya.
Lepaskan dia, biarkan dia bebas! Kau membutuhkan uang atau bagaimana? Kau bisa bicarakan ini dengan baik kan?
Pria yang mengirim video dan terus membalas pesan untuk Jordan kini tengah tersenyum sembari memainkan sebelas anggur di tangan kirinya.
'' Kau ingin aku memenuhi permintaan mu dan percaya kau tidak ada hubungan lagi dengan wanita itu? Bagaimana bisa kau mengatakan itu padahal jelas kau panik? Dasar pria bajingan, aku akan menyiksamu perlahan dan meninggalkan lubang dalam yang tak akan bisa untuk kau obati. " Pria itu adalah Rigo, dia dengan mimik percaya diri dan seringai yang tiada habisnya menatap dengan tatapan penuh dendam.
" Aku tidak akan membiarkan mu terlalu lama bahagia, Jordan. Kau harus merasakan bagaimana rasanya menjadi diriku, hancur sepertiku barulah aku akan merasa senang. Ah, tapi walaupun aku merasa senang tapi tidak puas, tentu saja aku akan semakin menginjak mu sampai aku bosan. "
Bersambung.
__ADS_1