Menikahi Selingkuhan Ibu

Menikahi Selingkuhan Ibu
BAB 39


__ADS_3

Kendra masih terus berada di tempat kerjanya padahal juga ini sudah lewat dari jam enam sore. Padahal sebelumnya dia benar-benar tidak pernah pulang di jam yang lebih dari pukul enam sore. Semua karyawan yang bekerja di sana tentu merasa bingung, di tambah Kendra juga sangat pendiam akhir-akhir ini, dan tidak ada traktiran makanan sebanyak biasanya ketika Kendra berada di sana dengan wajah yang terlihat bahagia.


" Pak Kendra kenapa ya? Tidak biasanya seperti ini, sudah beberapa hari, aku jadi khawatir deh. " Ucap salah satu pegawai di sana. Moana juga ada di sana, dia mendengar semua yang di ucapkan para pegawai lain.


" Tidak tahu kenapa, sepertinya Pak Kendra dan Ibu Soraya sudah mulai renggang ya? Ibu Soraya tidak pernah datang kesini lagi, menghubungi Ibu Soraya juga sudah jarang sekali sekarang aku dengar. " Timpal lagi yang lain.


" Iya mau bagaimana lagi? Pak Kendra itu kan terlihat sangat cinta dengan Ibu Soraya, tapi masalahnya aku pernah melihat Ibu Soraya pergi makan di restauran dengan pria lain loh. "


Moana membulatkan matanya terkejut, dia yang tahu bagaimana Soraya memperlakukan Kendra tentu saja tidak percaya dengan kata-kata itu. Tapi kalau dia protes sekarang ini, mereka pasti tidak akan mengatakan lebih banyak sebanyak yang mereka tahu kan? Moana mencoba sebaik mungkin untuk menahan dirinya. Disana tidak ada yang tahu jika Moana adalah adik dari Soraya atau adik ipar dari Kendra, jadi diam terlebih dulu adalah pilihan yang baik.


" Iya, aku juga pernah melihat kok Ibu Soraya di antar dengan mobil mewah dari ujung sana, padahal Ibu Soraya kan mau ke sini. Kalau memang yang mengantar adalah saudari atau temannya, apa tidak bisa mengantar sampai depan sini saja? "


Moana semakin tak tahan mendengarnya, sungguh dia tidak terima dengan apa yang dikatakan mereka semua itu sehingga dia mengatakan kalimat pembelaan.


" Kalian jangan asal tuduh saja, kalian itu hanya suka bergosip, padahal belum tentu tahu kebenarannya. "


Semua orang menatap ke arah Moana.


" Kau yang tidak tahu apa-apa karena kau masih baru bekerja di sini, kau juga tidak tahu rupa Ibu soraya kan? " Wanita itu mengeluarkan ponselnya, lalu menunjukkan gambar yang diam-diam dia ambil saat Soraya sedang makan bersama seorang pria.


Dengan tangan gemetar Moana menatap layar ponsel itu. Dia kenal dan yakin benar jika itu adalah kakaknya Soraya. Dari bajunya, tatanan rambutnya, tas yang di kenakan di meja, tapi yang membuatnya semakin gemetar hebat adalah, pria yang merangkul Soraya seolah suasana mereka benar-benar penuh cinta.

__ADS_1


Jordan....


Moana terdiam tanpa bisa berkata-kata, bahkan dia sampai tidak sadar jika wanita tadi sudah mengambil ponselnya. Dia mengusap wajahnya dengan tangan yang begitu gemetar, nafasnya menderu seperti habis terkena pukulan keras di dadanya. Tatapannya menjadi begitu sedih, bibirnya gemetar membayangkan betapa jahatnya kakak yang selama ini dia kagumi karena begitu memiliki kebaikan bak malaikat. Padahal selama ini dia terlihat begitu mencintai Kendra, dia menyayangi Ana seperti anak atau adiknya sendiri, senyumnya yang selalu terlihat hangat benar-benar tak bisa menunjukan akan sisi buruk dari seorang Soraya Adiba yang tak lain adalah kakak perempuannya sendiri.


Moana yang tak tahan lagi segera berjalan menuju kamar mandi. Dia memeluk lututnya sembari menangis tersedu-sedu begitu terpukul dengan keadaan dan kenyataan ini. Dia tahu bagaimana orang tuanya begitu menyayangi Kendra, dan rasa sayang serta perhatian Kendra terhadap orang tuanya juga tak main-main. Kendra, pria yang super baik itu bagaimana bisa diselingkuhi oleh kakaknya?


" Kakak, kenapa kau melakukan ini? Kenapa kakak menorehkan kotoran ke wajah orang tua kita? Kenapa kakak begitu bodoh sampai harus berselingkuh dengan menantu kakak sendiri? Apa kakak tidak ingat kalau Ana sedang hamil? Sekarang bagaimana aku harus menghadapi kakak? Bagaimana aku bisa menatap Ibu dan Ayah setelah mengetahui kebenaran ini? "


Moana, gadis itu memang sungguh seperti mendapatkan sambaran sejuta petir di tubuhnya. Padahal selama ini dia selalu merasa begitu bersyukur melihat keluarganya hidup rukun penuh cinta kasih, tapi kenapa harus ada kenyataan seperti ini yang sangat tidak menyenangkan. Jadi, semua yang di gambarkan oleh wajah Soraya selama ini adalah kebohongan? Jadi Soraya menyembunyikan begitu dalam wajah aslinya? Bagaimana bisa seseorang begitu mahir melakukannya? Bersikap begitu baik, hangat, penuh cinta padahal hatinya menyimpan sejuta kebusukan yang mungkin saja ada kalanya Soraya menyumpahi mereka untuk mati dan jangan mengganggu dan menghalangi kebahagiaannya.


Setelah cukup tenang, Moana kembali ke para pegawai yang sudah mulai aktif bekerja. Dia berjalan mendekati karyawan yang tadi memiliki photo Soraya bersama dengan Jordan.


" Kenapa? "


" Photo tadi sangat tidak baik kalau kakak menyimpannya. "


" Aku hanya ingin menunjukkan ini kepada Pak Kendra kalau dia butuh ini. Lagi pula aku amat tidak terima kalau Pak Kendra di curangi oleh istrinya sendiri. "


Moana terdiam, jelas lah dia tidak punya hak untuk memaksa, jadi dia memilih untuk berhenti dan sedikit memberi pengertian saja.


" Kak, masalah Pak Kendra pasti akan menemukan jalannya sendiri, aku hanya minta untuk jangan menyebarkan photo itu, walau bagaimanapun itu termasuk aib untuk pak Kendra juga. "

__ADS_1


Wanita itu terdiam, sepertinya dia paham karena tak lama dia mengangguk setuju.


***


Soraya mondar mandir ke kanan dan ke kiri karena masih saja tidak mendapatkan respon dari Jordan. Sebelumnya dia sudah menghubungi pengacara yang dulu Jordan sewa untuk mengurusi perceraian Soraya dengan Kendra, pengacara itu dengan cepat mengiyakan dan akan mengurus semua yang di butuhkan untuk Soraya mengajukan gugatan perceraian ke pengadilan.


Niatnya ingin memberitahu kepada Jordan, jadi dia juga berharap agar Jordan segera mengurus pula perceraiannya dengan Ana sehingga mereka bisa pergi berdua untuk hidup bersama. Tapi sudah hampir satu jam dan Jordan masih belum merespon pesan dan juga panggilan telepon darinya.


" Ck! Jordan apakah masih sibuk sekali? Jam makan siang kan sudah lewat? " Gumam Soraya kesal sendiri.


" Sudahlah, tunggu dia pulang saja nanti. Aku harus bicara dengannya, karena tidak boleh menunda-nunda lagi. "


Benar saja, Soraya benar-benar seperti cacing kepanasan seharian ini demi menunggu kepulangan Jordan. Entah ini kebetulan atau apa, ternyata Kendra belum juga pulang sampai Jordan tiba di rumah.


" Sayang? " Soraya tersenyum begitu Jordan keluar dari mobil dan menatapnya dengan tatapan terkejut.


" Apa yang kau lakukan? "


" Sudahlah, pria itu belum pulang kok. Ada banyak yang mau aku bicarakan denganmu. Kita masuk yuk! " Soraya sudah mengerakkan tangannya untuk memeluk lengan Jordan, tapi pria itu secepat mungkin menghindarinya.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2