Menikahi Selingkuhan Ibu

Menikahi Selingkuhan Ibu
BAB 96


__ADS_3

Ana terdiam tak bisa bicara karena mulutnya di tutup menggunakan lakban tebal, tubuhnya di ikat pada posisi duduk membuatnya tak bisa membuat banyak gerakan. Mereka berdua kini tengah berada di atap gedung. Bohong saja jika Ana masih bisa mencoba untuk tidak takut, karena sekarang tubuhnya benar-benar gemetar hebat karena rasa takut yang ia rasakan.


Sekarang dia benar-benar yakin kalau Jordan pasti akan datang menemuinya karena Jordan yang sekarang adalah Jordan yang terasa begitu mencintainya. Entah, apakah mencintai bayinya itu pun masih belum bisa Ana pahami.


Kendra, pria itu sudah bergegas untuk datang juga setelah Jordan memberikan kabar tentang keberadaan Ana. Tapi sayangnya pria itu malah di tahan oleh banyak penjaga bersama dengan Moana hingga tak bisa melangkah lebih jauh karena jumlah mereka yang begitu banyak, juga senjata mereka bukan lah sekedar untuk main-main saja. Mungkin jika tidak datang bersama Moana dia bisa melawan semua pria itu meski harus berakhir dengan terluka parah, tapi dia tidak tega kalau sampai Moana juga dalam bahaya. Mereka berdua hanya bisa pasrah untuk diam menunggu lagi kabar dari Jordan.


***


Dengan segera Jordan mengemudikan mobilnya, benar-benar membuat Gorge dan Lisa ketakutan karena batas kecepatan laju mobil Jordan di atas Normal. Untunglah Gorge segera meminta Lisa untuk menutup matanya agar tak ketakutan jadi Lisa bisa sedikit tenang.


Dua jam di dalam perjalanan, Jordan dan yang lainnya kini sampai di gedung yang di maksud Rigo. Gorge dan Lisa menunggu di dalam mobil untuk berjaga-jaga karena takut kalau sampai Rigo melakukan sesuatu yang bahaya kepada Ana jika saja tahu kalau Jordan membawa mereka berdua.


Tak lama datanglah orang suruhan Rigo menghampiri Jordan dan meminta untuk Jordan mengikutinya. Steve yang melihat Jordan hanya bisa menghela nafas, sungguh dia tidak tahu kalau Rigo akan menjadi segila ini sampai harus mejadi pria jahat yang menakutkan.


" Tuan Steve, pria itu ternyata membawa dua orang di mobilnya. " Ucap seorang penjaga yang menyadari adanya Gorge dan Lisa padahal kaca mobil Jordan benar-benar berwarna hitam gelap kalau dari luar.


Jordan sebentar berbalik, dia ingin meminta agar jangan menyakiti mereka berdua, tapi ucapan Steve membuatnya tenang.


" Tenanglah Tuan Jordan, aku tidak akan menyakiti mereka berdua selama mereka tidak memberikan ancaman. "


" Lihatlah siapa yang di sana, lalu biarkan aku melihat apa yang bisa kau lakukan dengan orang yang ada di sana. " Ucap Jordan sebelum kembali mengikuti langkah kaki orang yang di minta Rigo untuk mengantarkan Jordan ke atap gedung.


Steve sempat mengeryit sebentar, dengan segera dia beranjak untuk melihat siapa orang yang berada di mobil Jordan.


Beberapa saat kemudian.

__ADS_1


" Selamat datang, Mister Jordan? "


Jordan membeku menatap Ana dari kejauhan. Wanita yang ia cintai rupanya benar-benar terikat kuat dengan posisi duduk. Matanya sembab berair karena begitu melihat Jordan datang dia langsung menangis tanpa bisa bersuara saat mulutnya terbungkam rapat. Jordan seperti merasakan betapa sakit dan takutnya Ana, dia juga tidak tahan untuk tidak menangis dan segera ingin melajukan langkah untuk menolong Ana.


" Jangan terburu-buru, Jordan. " Rigo yang sedari tadi berdiri di belakang Ana menodongkan pistol di kepala Ana membuat Jordan kembali berhenti dengan tatapan terkejut.


" Apa yang kau lakukan?! Lepaskan istriku, dia tidak ada urusannya dengan dendam mu! "


Rigo terkekeh dengan tatapan meremehkan.


" Memang benar, dia tidak ikut campur dalam dendam ku, tapi dia adalah istrimu jadi wajar kalau dia juga ikut menderita. Bukanya suami istri memang begitu? "


Jordan mengeraskan rahangnya, dia benar-benar tidak tega melihat Ana terus meneteskan air mata dengan mulut terbungkam rapat, tapi benar-benar sial karena justru tak bisa menolongnya sama sekali.


" Lepaskan lah istriku, aku mohon. " Pinta Jordan dengan tatapan memohon. Memang bisa apa lagi yang ia lakukan selain memohon? Jelas dia bisa melihat kalau senjata yang di pegang Rigo dan di todongkan ke kepala istrinya adalah senjata asli, jadi sulit baginya untuk melawan karena nyawa Ana dan keselamatannya sangatlah penting untuknya.


Benar saja seperti dugaan Jordan, Rigo tentu saja tidak akan membiarkannya begitu saja. Dari awal yang di incar oleh Rigo adalah dia, jadi mana mungkin dia akan di biarkan saja selamat dan pulang dengan melenggang bahagia?


" Apa yang kau inginkan? " Tanya Jordan dengan perasaan yang jelas menjurus kedalam bahaya.


" Memangnya apa lagi? Kau tidak sebodoh yang aku pikirkan kan? "


Jordan mengepalkan tangannya, dia memang tahu kalau akan bahaya, tapi harapan terbesarnya adalah wanita yang ia cintai itu selamat tanpa kekurangan apapun.


" Lepaskan saja dulu istriku, aku janji akan memenuhi semua yang kau inginkan. "

__ADS_1


Rigo terkekeh dengan tatapan tak percaya.


" Jangan mencoba untuk membohongiku, aku tidak akan melepaskan istrimu semudah itu sekarang, terkecuali, " Riko tersenyum miring dengan tatapan kebencian.


" Lompat ke bawah, biarkan aku melihat ketulusan mu dulu. "


" Em! " Ana menggeleng menatap Jordan, jelas dia melarang Jordan untuk menuruti apa yang di katakan Rigo.


Jordan terdiam sebentar, sepertinya kakak iparnya juga Lisa di tahan sehingga tak bisa pergi menyusulnya. Tidak ada pilihan lain sekarang, dia hanya bisa mempertaruhkan nyawanya untuk wanita yang ia cintai, juga anak mereka yang akan lahir beberapa bulan ke depan.


" Ana, aku tidak tahu apa yang akan terjadi beberapa detik setelah ini, tapi aku ingin memberitahu mu karena aku takut tidak sempat mengatakannya nanti. " Jordan menatap Ana, dia tersenyum, tapi matanya memerah menahan tangis.


" Aku mencintaimu, Ana. Aku sangat mencintaimu, meksipun pria sepertiku tidaklah pantas untuk mu yang begitu baik, tapi kau membuatku mencintaimu tanpa ragu dan perduli dengan masa lalu buruk ku. Aku bahagia bersamamu. " Jordan menyeka air matanya, laku tersenyum menatap Ana yang terus menggelengkan kepala dan menangis tiada henti.


Jordan terus memundurkan langkah sembari menatap Ana, hingga sampailah dia di ujung pembatas yang membuat suara lantang Kendra nyaring terdengar.


" Aku akan menghabisi mu, dan aku akan membunuhmu meski kau sudah berada di neraka sekalipun kalau sampai membuat putriku menjanda dan sedih semur hidupnya! "


Jordan menoleh ke arah Kendra, begitu juga dengan Ana dan Rigo. Pria itu sebenarnya kesal dan marah karena ada orang lain yang bisa datang padahal penjagaannya begitu ketat, yang jelas membuatnya berpikir bahwa Steve pasti mengkhianatinya.


" Siapa yang mengizinkan kalian kesini hah?! " Rigo menarik pelatuknya pistolnya lalu kembali mengarahkan senjata itu di kepada Ana.


" Rigo? " Suara Lisa terdengar lemah, wanita itu baru saja sampai bersama Steve.


Rigo menatap istrinya dengan mata memerah dan tubuh yang gemetar hebat.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2