
Soraya terduduk lemas dengan linangan air mata yang seolah tumpah dari kedua bola matanya. Sedari tadi dia menunduk sembari bicara, tubuhnya yang gemetar hebat menandakan betapa takutnya dia ketika mengatakan sebuah kebenaran tentang hubungannya dengan Jordan di hadapan semua orang. Ayah, Ibunya, Moana, dan juga Kendra, mereka semua terdiam dengan perasaan mereka masing-masing. Ibunya Soraya mencengkram kuat kain baju bagian dadanya karena dia merasa begitu sesak dan sakit setelah mendengar pengakuan putrinya yang begitu membuatnya malu. Dia malu terhadap dirinya sendiri, dia malu terhadap Kendra, dia malu terhadap suaminya, dia malu terhadap Tuhan karena telah gagal memerankan diri sebagai seorang Ibu.
Bug Bug Bug
Ibunya Soraya memukuli dadanya tak kuasa lagi menahan rasa sakit dan rasa malu yang membuatnya kehilangan kepercayaan diri sebagai wanita yang sudah melahirkan Soraya dan dengan bangga mengatakan kepada semua orang jika Soraya adalah anak yang paling baik dan paling berbakti, serta berhati lembut dan baik.
Ayahnya Soraya yang biasanya akan begitu santai menghadapi masalah juga kini nampak begitu syok luar biasa. Putrinya, putri yang dia banggakan selama ini nyatanya malah berselingkuh dengan menantunya sendiri. Entah memang cinta yang membuatnya bodoh, ataukan akal sehatnya sudah lama sirna sehingga tidak bisa berpikir dengan jernih lagi.
Moana, gadis itu hanya bisa terdiam tak percaya. Dia memang sudah mengetahui hal itu sebelumnya, tapi tetap saja dia begitu terkejut mendengar pernyataan langsung dari kakaknya. Jujur dia merasa heran apa alasannya hanya karena cinta saja kakaknya mengkhianati Kendra? Apakah semudah itu bagi seseorang untuk berkhianat, mengkhianati pria yang begitu baik seperti Kendra? Dulu dia pikir wanita mana yang tidak akan mau menjadi istrinya Kendra, dan dia sempat berpikir, bahwa hanya wanita gila saja yang akan menyia-nyiakan pria seperti Kendra, pada akhirnya wanita itu adalah kakaknya sendiri.
Kendra, pria itu terdiam dengan linangan air mata yang juga begitu banyak. Tubuhnya gemetar hebat setelah mengetahui jika Ana menikahi Jordan hanya untuk mencegah bersatunya Soraya dan Jordan. Dia benar-benar tidak bisa bicara sekarang, wajahnya benar-benar terlihat begitu terpukul, kini perasaan marah yang ia miliki bukan hanya untuk Soraya dan Jordan saja, tapi juga untuknya dirinya sendiri.
Bagaimana bisa dia sampai membiarkan putrinya berkorban hanya demi kebahagiaannya yang tentu tidak sebanding dengan kebahagian Ana putrinya sendiri? Bagaimana bisa dia menerima semua yang terjadi ketika dia tahu jika putrinya lah yang paling menderita di antara mereka semua. Pasti tidak mudah, pasti sisi baik Jordan selama ini hanya kebohongan saja, pasti Ana selama ini berpura-pura terlihat bahagia hanya karena tidak ingin melihat Ayahnya khawatir saja kan? Betapa gagalnya dia sebagai seorang Ayah karena tanpa sadar sudah menjerumuskan putri kesayangannya ke dalam jurang berlumpur dengan bibir tersenyum karena harapan inda bersama Soraya.
__ADS_1
" Jadi, Selian meniduri mu, apa maksud Jordan menghamili putriku? " Pertanyaan Kendra ini sebenarnya dia sendiri tidak sanggup mendengarnya, hanya saja dia begitu penasaran mengapa bisa Ana hamil, dan apakah Ana sampai menjebak Jordan lalu hamil pada akhirnya?
Soraya menautkan seluruh jemarinya, meremas dengan kuat Meksi tubuh gemetar itu tak memilki lagi banyak tenaga. Kali ini dia sudah tidak bisa menyembunyikan apapun lagi, semua harus terungkap agar kedepannya jalan untuk bersama Jordan terbuka lebar. Sekarang ini boleh saja dia merasa begitu terluka, sedih, takut, dan merasa bersalah, tapi bukankah semua akan berlalu? Jadi lakukan saja apa yang bisa di lakukan, jujur saja dengan apa yang terjadi agar semua membaik meski jalanya sakit.
" Ana, dia berbohong, dia tidak hamil. "
Kendra mengusap wajahnya dengan kasar, jujur saja dia merasa agak lega dengan apa yang dikatakan Soraya. Tapi dia juga berpikir alasan Jordan menyetujui pernikahan itu pastilah agar mereka memiliki banyak waktu untuk bersama. Entah lah, Kendra jadi merasa jijik membayangkan hal itu. Pikirkan saja, saat malam Soraya melakukan hubungan badan dengan Kendra, lalu di pagi hari, atau siang, juga sore hari melakukannya dengan Jordan, begitu kah Soraya selama tiga tahun ini? Betapa menjijikkannya jika membayangkan itu hingga Kendra kembali terpancing emosi.
Ana dan Jordan yang baru saja sampai hanya bisa kebingungan karena suasana di ruang tamu sepertinya sedang tidak baik-baik saja. Sementara Jordan yang baru saja sampai karena dia harus memarkirkan mobilnya dulu terdiam dengan debaran jantung yang kuat biasa kuat. Apakah Soraya sudah mengatakannya? Apakah Soraya mengatakan jika dengan doa selama ini Soraya berselingkuh? Jawaban itu rupanya langsung di dapatkan begitu melihat Kendra yang tak sengaja melihat ke arahnya dan Ana segera bangkit dari duduknya. Kendra meraih leher Jordan begitu sampai di sana, mendorongnya hingga membentur tembok dan melayangkan pukulan di wajahnya.
" Bajingan! Kau benar-benar bajingan! Apa kau menikmatinya selama ini hah?! Apa kau menikmati apa yang kalian lakukan?! " Terus bertanya Kendra tapi juga tangannya terus terarahkan melayangkan pukulan di wajah Jordan hingga sisi bibir, hidung, dan pelipis Jordan mengeluarkan darah.
" Kendra! "
__ADS_1
" Ayah, jangan Ayah! Aku mohon jangan lakukan itu! Lepaskan Ayah! " Ana mencoba meraih lengan Ayahnya, tapi Kendra yang saat itu seperti di rasuki oleh kemarahan benar-benar tidak bisa mengontrol diri hingga tanpa sadar menepis tangan Ana dengan kasar.
" Matilah kau, bajingan! " Jordan yang hanya bisa diam tak menghindar karena perasaan. bersalah itu terus memohon di dalam hati. Biarkan kemarahan Kendra begitu berkobar, asalkan dia masih bisa mempertahankan hubungannya dengan Ana setidaknya orang tuanya akan sedikit mengerti nantinya.
Bug Bug
Bukan hanya tangan mengepal saja yang terus menghantam wajah Jordan, sekarang kaki Kendra bahkan sudah melayang ke perut Jordan beberapa kali.
" Jangan! Aku mohon berhenti, aku mohon jangan sakiti Jordan lagi. Ini salahku, hukum saja aku! Aku yang terlaku mencintai dia! "
Kendra, dan juga semua orang ditambah terkejut melihat Soraya sampai jatuh tersungkur untuk melindungi tubuh Jordan sembari terus menangis dengan tatapan memohon. Kendra, pria itu semakin geram tapi dia juga sudah tidak ingin menyakiti Jordan lagi.
'' Minggir lah, kau semakin mempersulit ku. " Jordan dengan sisa tenaga sembari menahan sakit mencoba untuk menyingkirkan tubuh soraya. Sementara Ana yang sudah mengulurkan tangan tapi hanya bisa dia membeku melihat betapa Soraya melindungi Jordan. Ana bisa melihat cinta dari mata Soraya begitu besar untuk Jordan hingga dia tidak bisa berkata-kata.
__ADS_1
" Ana, persiapkan semuanya. Besok kita urus perihal perceraian mu. "
Bersambung.