Menikahi Selingkuhan Ibu

Menikahi Selingkuhan Ibu
BAB 98


__ADS_3

Kendra menghela nafas sebentar, dia berjalan mendekati Rigo, menatapnya dengan dalam dan tajam, lalu memukul kuat wajahnya. Jelas semua orang terkejut, tapi Rigo yang tersungkur hanya bisa pasrah dan perlahan bangkit berdiri. Dia tahu apa yang dia lakukan pasti sangat melukai hatinya sebagai seorang Ayah dari Ana, mungkin juga dia kesal karena sudah melecehkan mantan istrinya juga.


" Aku tidak bisa diam dan memendam saja kemarahan ini, jujur saja aku ingin memukul mu, menginjak tubuh mu sampai mati karena beraninya menculik putriku, bahkan wajah putriku sampai lebam. Aku menebarkannya sepenuh hati, tentu saja aku tidak akan membiarkan orang lain sembarangan dengannya. Tentu saja aku akan melaporkan tindakan mu ke kantor polisi, jadi persiapkan diri baik-baik. "


Rigo terdiam, memang dia bersalah lalu mau apa? Yang terpenting biar sebentar atau lama setidaknya dia masih bisa merawat Lisa, syukur-syukur Lisa bisa sembuh jadi dia akan menjalani hukuman dengan perasaan lega.


Setelah kejadian itu, Ana segera di bawa ke rumah sakit untuk memeriksakan diri. Baik Kendra ataupun Jordan benar-benar tidak berani bertanya apa yang dilakukan oleh Rigo padanya. Bukan tidak perduli, tapi mereka takut untuk mendengar jika Ana juga merasakan penderitaan yang sama dengan Soraya.


Jordan, sepanjang perjalanan menuju rumah sakit dia terus memeluk Ana begitu erat. Tubuhnya yang gemetar benar-benar jelas bisa di rasakan oleh Ana sendiri. Kembali mengingat saat Jordan mengatakan bahwa dia mencintai Ana, rasanya Ana tidak bisa menyembunyikan kebahagiaannya, dia tersenyum tipis meski tak ada yang melihatnya.


" Jordan, kenapa tubuhmu gemetaran terus? "


Sebentar mereka saling menatap, Jordan benar-benar tidak habis pikir bagaimana jadinya kalau sampai tangan Rigo tadi reflek membuat Ana tertembak, gila! Membayangkannya Jordan benar-benar tak bisa bernafas, tubuhnya juga semakin gemetar meksipun wanita yang beberapa saat lalu membuatnya khawatir luar biasa berada di dalam pelukannya.


" Aku takut, meksipun kau sudah bersamaku tapi aku tetap takut, kalau saja tadi tangan pria itu tergelincir, lalu kau- "


Ana mengecup sebentar bibir Jordan agar dia tidak perlu melanjutkan ucapannya.


" Aku baik-baik saja kan? Mulai sekarang kau harus menjagaku baik-baik supaya aku tidak di culik oleh orang lagi. " Ana tersenyum dengan begitu manis membuat Jordan sedikit lebih tenang, mereka niatnya ingin berciuman sebentar, tapi suara deheman dari Kendra membuat mereka canggung dan harus menahan diri sebentar lagi.

__ADS_1


Sialan! Aku kesal sekali menyadari kalau bukan hanya aku yang di cintai oleh putriku sekarang.


Kendra terlihat cemburu, yah ini bukan cemburu untuk pasangan, tapi Moana benar-benar salut dengan Kendra yang begitu mencintai putrinya. Selama Ana belum ditemukan dia benar-benar seperti orang stres parah. Tidak tidur, makan juga jarang pernah sampai hampir tiga hari hanya makan sekali itupun sangat sedikit.


Setelah beberapa saat, akhirnya mereka sampai di rumah sakit. Dengan segera Ana mendapatkan perawatan, sekaligus Kendra meminta Dokter untuk visum sebagai bukti agar bisa menjerat Rigo dengan hukum. Dengan sabar mereka menunggu hasil pemeriksaan selesai, karena tidak ada cedera parah hanya ada luka tamparan di wajah dan sedikit radang pada kulit lengannya yang terkait hasil visum sudah langsung di kantongi mereka. Jordan dan Kendra menghela nafas lega, mereka benar-benar merasa lega karena setidaknya Ana tidak mendapatkan pelecehan seperti yang di alami Soraya.


Menolak untuk di rawat di rumah sakit, Ana meminta untuk di bawa pulang saja. Saat ini dia hanya ingin tenang di rumah, apalagi Dokter juga mengatakan kalau bayinya baik-baik saja, jadi untuk apa di rumah sakit kalau membuatnya tak tenang.


Seperti permintaan Ana, sekarang dia sudah berada di rumah untuk istirahat. Sebentar Jordan menemani Ana sampai dia benar-benar tertidur sembari mengusap kepalanya dengan lembut. Ah, benar-benar bahagia sekali karena bukan hanya Ana sudah selamat, tapi hubungannya juga tidak di tentang lagi oleh Ayah mertuanya.


" Ehem! " Kendra membuka pintu kamar Ana, dia sengaja berdehem untuk membuat Jordan menoleh dan keluar sebentar karena ada hal yang harus mereka bicarakan. Tentu saja Jordan paham mimik wajah Kendra ingin apa, segera dia bangkit perlahan dan mengikuti langkah kaki Kendra yang membawanya ke ruang tamu karena bagaimanapun dia tidak ingin putrinya mendengar pembicaraan mereka berdua, di tambah dia tidak ingin membebani putrinya jika pembicaraan mereka nantinya tidak sesuai ekspektasi.


Kendra menghela nafasnya terlebih dulu. Dia menatap Jordan dengan tatapan tidak rela, sangat tidak rela karena sekarang putrinya harus berbagi cinta dengan pria lain, tapi dia juga tidak punya pilihan karena bagaimanapun juga putrinya adalah seorang wanita yang pasti menginginkan pasangan untuk menemaninya terus dan menjaganya.


" Katakan padaku, berapa persen kemungkinan mu akan merasa bosan dengan putriku, dan betapa persen peluang berselingkuh yang bisa kau perkirakan sekarang? "


Jordan mengeryit, bosan dan berselingkuh? Mungkinkah itu akan ada?


" Sekarang baru awal, tentu saja kau belum merasakannya, tiga tahun, empat, lima, seterusnya pasti kau akan merasakan kebosanan dan membuatmu berubah sikap terhadap putriku. Disana lah aku tidak akan bisa menerimanya, putriku mungkin tidak begitu berharga di matamu suatu hari nanti, tapi kau harus ingat baik-baik jika putriku adalah hidupku, dia segalanya bagiku, dia kebahagian, dia adalah duniaku, jika kau menghancurkan putriku artinya kau menghancurkan ku. Aku bersumpah demi Tuhan dengan tangan ku sendiri lah aku akan menghukum mu jika putriku sampai terluka. "

__ADS_1


Jordan terdiam, apakah benar dia akan seperti yang dikatakan Kendra? Tidak, meksipun memang banyak wanita cantik di luar sana dia yakin benar dengan dirinya yang tidak akan tergoda. Ana memang jauh dari kata sempurna baik fisik atau kemampuannya, tapi di mata Jordan tidak ada kurangnya sama sekali.


" Mungkin aku atau Ana akan merasakan bosan suatu hari nanti, tapi aku janji akan membicarakan baik-baik, mencari solusi untuk kami berdua yang penting tetap bersama dan tidak berbagi hati. Aku memang tidak tahu apa yang akan terjadi di masa depan kami, tapi aku akan berusaha mengikuti jalan benar, dan mengingat perkataan Ayah mertua hari ini. "


Kendra tersenyum tipis, bagus! Tidak sok yakin dengan menjanjikan kesetiaan dengan jelas untuk meyakinkannya, tapi ucapan Jordan terdengar meyakinkan.


***


Soraya terdiam menatap photo kebersamaanya bersama Ana dulu, mereka terlihat bahagia benar-benar seperti Ibu dan Anak. Dia mengusap wajah Ana pada photo tersebut, dia merasa sedih juga karena Ana di culik oleh orang yang sama dengan yang menyiksanya. Syukurlah Ana sudah kembali dengan selamat, jadi dia juga merasa lega.


" Soraya, kau mau melibat keadaan Ana secara langsung? " Tanya Ibunya dengan tatapan pilu.


Soraya menggeleng dengan cepat.


" Aku malu, aku malu sekali, Bu. Yang penting dia sudah baik-baik saja, itu sudah cukup. "


Bersambung.


__ADS_1


Yuk yang belum mampir kesini, di tunggu ya! 😁😁😁😘😘😘


__ADS_2