
" Jagalah jarak mu dari Soraya, aku tidak ingin kau menghabiskan waktu dengan orang hyang hanya akan menyuguhkan racun untukmu. Aku tahu dia kakak mu, tapi kau tidak akan pernah tenang jika terus memikirkan bagaimana perasaannya sedangkan dia sama sekali tidak perduli dengan apa yang kau rasakan dan pikirkan. "
Kendra menjauhkan ponselnya, sungguh dia sudah muak dengan Moana yang terus murung memikirkan Soraya. Terganggu, dari awal melihat Moana begitu murung saat kembali dari menjenguk Soraya, Kendra akhirnya mengatakan hal yang jelas menyakiti Moana.
" Tapi kak, dia itu kakak ku. "
" Oh, jadi kau mau bagiamana? Apa sekarang sudah memikirkan untuk bercerai dan membuatkan kakakmu kembali padaku untuk menjadi istriku agar dia bahagia, begitu? "
Moana menggeleng dengan wajah sedihnya, dia memang sedih dengan keadaan Soraya yang seperti sekarang ini, tapi dia juga tidak mau kalau sampai harus bercerai dari Kendra.
" Percayalah padaku kali ini, Moana. Kakak mu perlu menyesuaikan diri dengan keadaan, dia harus bisa menangani masalahnya sendiri, dia sudah dewasa, harusnya dia bisa memilih jalan mana yang akan dia ambil setelah dia merasa tenang nanti. "
Moana terdiam, sebenarnya dia benar-benar tidak bisa kalau tidak mengkhawatirkan Soraya, tapi ucapan Kendra tadi juga cukup membuatnya merasa takut. Benar, ini sudah saat nya dia memikirkan hal lain, Soraya memang penting, tapi sekarang dia punya keluarga dan suami yang harus di nomor satukan. Apalagi selama ini Moana hanya bisa mencintai dalam diam, jadi akan lebih baik kalau dia mendengarkan apa yang di katakan oleh Kendra.
" Iya, besok aku akan berhenti mengunjungi sampai dia tenang. Aku juga tidak akan berlebihan mengkhawatirkan dia supaya aku juga tidak asal bertindak apalagi sampai membuat Soraya menyalahpahami sikap baik ku. "
Kendra tersenyum, dia mengacak rambut Moana membuat Moana tersentak dan gugup karena malu.
***
__ADS_1
Rigo membuang jauh gelas wine yang masih lumayan banyak isinya. Dia kesal, dia marah karena sepertinya melukai Soraya benar-benar tidak ada artinya. Nyatanya Jordan sama sekali tak mendatangi Soraya, tidak mungkin tidak cinta kalau sampai tidak perduli seperti itu kan?
Apakah Jordan memang tipe pria yang mudah sekali membuang wanitanya saat dia merasa wanitanya sudah tercemar? Hah, sialan! Padahal informasi yang dia dapat sangatlah valid, Jordan bahkan melakukan segala cara untuk wanita yang bernama Soraya, lalu kenapa sekarang malah hubungan mereka layaknya orang asing?
Tidak bisa di biarkan, kali ini sudah salah sasaran jadi dia harus bergegas mengubah rencana. Untungnya saat di apartemen dia sama sekali tak meninggalkan jejak, apartemen memang berantakan, tapi berkat kaki tangan Rigo, tempat itu benar-benar bersih dari bukti kejahatan yang dilakukannya.
Tindakan Jordan kemarin jelas bisa dia tebak dan perhitungkan, maka dari itu Rigo bisa lebih santai menghadapi Jordan. Sekarang semua yang dia lakukan benar-benar tidak ada gunanya, jadi akan lebih baik kalau segera bisa memperbaiki rencana dan menghancurkan Jordan secara mulus tanpa bukti.
Suara ketukan pintu membuat Rigo menoleh karena fokusnya terpecah.
" Selamat malam, Tuan? " Sapa seorang pria bertubuh tinggi besar, berkulit sawo matang menggunakan kaca mata hitam tengah menghadap Rigo sembari membawa kertas coklat yang akan dia serahkan kepada Rigo.
" Ada apa? " Tanya Rigo, dengan segera pria berkaca mata hitam itu menyerahkan amplop berwarna coklat yang ia pegang kepada Rigo.
" Oh, kau bisa pergi sekarang. " Ucap Rigo sembari mengibaskan tangannya yang sontak membuat pria berkaca mata hitam itu undur diri.
Segera Rigo mengambil posisi duduk di sofa, meski sebenarnya dia sudah mulai kesal dan malas, sekarang dia tidak punya pilihan selain melihat photo terbaru Jordan yang katanya bersama dengan pasangan terbarunya.
Rigo mengeryit menatap semua photo yang dimana wajah Ana begitu banyak. Mereka memiliki hubungan yang dekat, Jordan juga terus menggandeng tangan Ana, menguap perutnya, mengecup pipi, juga keningnya.
__ADS_1
Rigo mencengkram photo di tangannya hingga terlipat berantakan hampir menjadi bentuk bulat. Tatapan matanya benar-benar terlihat marah, tapi dia juga kecewa karena lagi-lagi Jordan seperti ada hubungannya dengan wanita yang dia sukai.
" Jordan, kau benar-benar terlaku beruntung karena begitu di cintai oleh banyak wanita. Kau harus merasakan betapa menderitanya aku, kau harus merasakan apa yang aku rasakan baru aku akan tenang. Sepertinya memang harus begitu agar aku mendapatkan apa yang aku inginkan. " Gumam Rigo, lalu merobek, membelah menjadi dua memisahkan Jordan dan Ana dalam photo itu.
" Mari kita lihat seberapa hebat kau melindungi wanita mu itu, Jordan. " Ucap Rigo dengan tatapan mengancam.
" Tuan? " Sapa seorang pria, kali ini pria itu adalah orang yang paling dipercayai oleh Rigo, namanya adalah Steve. Pria empat puluh tahun yang sudah enam belas tahun menjaga Rigo hingga sekarang ini.
" Ada apa? " Tanya Rigo tanpa mau menatap ke arah Steve sama sekali. Tidak ada rasa tersinggung, dia benar-benar memahami kenapa Rigo bisa menjadi seperti sekarang ini. Tapi jika boleh jujur dia benar-benar tidak menyukai Rigo yang begitu berubah menjadi penuh dendam dan kejam. Beberapa saat lalu dia melecehkan wanita tanpa memberi makan dan minum, bahkan mencekoki wanita itu dengan obat yang dapat menaikkan keinginan untuk bercinta.
" Polisi sepertinya tidak mendapatkan satupun bukti tentang apa yang terjadi kemarin, saya rasa anda akan aman. "
Tentu saja Rigo juga merasa lega, dia tidak ingin di penjara sebelum melampiaskan kekesalannya dan juga kekesalan yang begitu membara di hatinya kepada Jordan.
" Memang harus begitu, ngomong-ngomong aku sudah mendapatkan informasi tentang perempuan yang menjadi pasangan Jordan sekarang ini. Yang kemarin hanyalah mantan kekasih saja, tapi yang sekarang adalah istri, sepertinya dia juga sedang hamil. " Rigo tersenyum miring.
Steve terdiam sebentar karena bingung mau menanggapi bagaimana ucapan Rigo barusan. Jelas dia tahu bahwa yang akan dilakukan Rigo nantinya akan mendapatkan hukuman, apalagi tidak ada kejahatan yang bisa di sembunyikan dan tidak ada kejahatan yang sempurna tanpa celah kan?
" Tuan, bisakah jangan di lanjutkan rencana itu? Tuan besar pasti akan kecewa kalau tahu Tuan melakukan ini semua. Wanita yang sekarang menjadi istrinya pria itu juga tidak tahu menahu apapun. "
__ADS_1
" Kau tidak akan mengerti, Steve. Aku melewati hari-hari bagai kehilangan segalanya karena yang namanya Jordan itu. Setelah aku membuat dia merasakan apa yang aku rasakan aku pasti bisa hidup dengan tenang. Ditambah lagi Ana sedang hamil, Jordan pasti akan lebih tersiksa, haha... Membayangkan Jordan menderita saja aku sudah bahagia. "
Bersambung.