
" Kau gila! Kau ini benar-benar gila ya?! "
Protes Soraya dengan kedua mata yang membelakak tajam, nafasnya yang menderu kesal membuat dadanya naik turun seraya tarikan dan hembusan nafasnya. Entah perasaan yang mana sehingga membuat marah. Mungkinkah karena perseteruan antara dia dan Kendra? Ataukah karena dia merasa terhina jika Kendra menikahi Moana meski tujuannya adalah untuk menyelamatkan Moana dan keluarganya, ataukah dia merasa cemburu sehingga tak bisa menerima ini?
Dibandingkan itu semua, pasti alasannya adalah karena Soraya tidak ingin berhubungan dalam hal apapun dengan Kendra. Iya, dia yakin jika memang itulah yang dia tengah pikirkan. Moana mungkin akan malu dan terluka karena pernikahannya yang gagal, tapi seiring waktu semua akan baik-baik saja jadi tidak membutuhkan Kendra menjadi pengantin pria untuk Moana.
" Karena aku tidak gila makanya aku mengatakan ini, ada apa? Bagian mana yang membuatmu keberatan? Apakah di bandingkan dengan ego mu penderitaan keluargamu karena hal ini tidak ada artinya? " Kendra menatap dingin Soraya, sebenarnya dia memang tidak memiliki perasaan apapun kepada Moana, tapi kalau dia tidak mengorbankan diri bagiamana dia juga bisa hidup tenang melihat mantan mertuanya yang sudah dia anggap orang tua sendiri menderita karena rasa malu sebesar ini?
Orang tua Moana dan Soraya hanya bisa mengais karena tak tahu lagi harus bagaimana. Jelas lah dia merasa sangat sedih, sok, dan kecewa dengan apa yang terjadi kepada Moana. Tapi apakah pantas dia menerima pengorbanan sebesar itu dari pria yang telah di sakiti oleh Soraya selaku putri pertamanya?
" Tidak apa-apa, Kendra. Kami tidak pantas menerima kebaikan sebesar ini setelah apa yang dilakukan putri kami. Kami akan mencoba untuk tegar, meksipun kedepannya sulit, kami juga harus bisa menghadapinya. Sekarang katakan saja kepada semua orang bahwa pernikahan di batalkan. " Ucap Ibunya Soraya dan Moana dengan tatapan pasrah meski tak henti matanya menangis.
" Tidak, aku bilang aku ingin melakukanya. " Kendra menatap Moana yang memilih diam karena tidak tahu harus bagaimana.
" Moana, aku tahu kita adalah kakak adik ipar sebelumnya, percayalah aku hanya ingin menyelamatkan harga diri keluarga yang sudah aku anggap keluargaku. Aku tidak tahu akan jadi seperti apa hubungan kita nantinya, tapi kau tahu jelas bagaimana aku selama ini kan? Pilihannya ada di tanganmu sekarang, kau memilih untuk menyelamatkan wajah orang tuamu, atau kau ingin menyerah saja. "
Kendra menentukan tangannya di hadapan Moana, dia menunggu Moana memberikan tangannya sebagai persetujuan untuknya. Sebenarnya dia tidak ingin memaksa, tapi dia berharap jika Moana memilih untuk menyelamatkan harga diri keluarganya.
__ADS_1
Moana menatap tangan Kendra yang terulur ke arahnya. Sungguh dia tidak menyangka bahwa Kendra bahkan sampai mengorbankan dirinya untuk sebuah keluarga yang salah satu anggota keluarganya telah menyakitinya. Sebentar Moana menatap Soraya yang melotot terkejut juga melihat tangan Kendra, benar-benar membuatnya bingung untuk sesaat.
Tidak, aku melakukan ini bukan semata-mata karena ingin menyelamatkan wajah orang tuaku. Sekali ini saja, sekali saja biarkan aku egois, biarkan aku memikirkan dirimu sendiri.
Greb!
Ana meraih tangan Kendra dengan penuh keyakinan meski tangannya gemetar hebat.
Aku mencintai pria ini, jadi maafkan aku, kak Soraya. Kau sendiri yang sudah membuang kesempatan, aku tidak akan pernah melakukan kesalahan seperti yang kau lakukan, jadi biarkan aku memilikinya.
Soraya menitihkan air mata dengan mata membulat sempurna. Sungguh dia tidak tahu kalau dia sampai menitihkan air mata, dadanya benar-benar seperti di tusuk oleh besi tajam dan panas. Sempat Soraya sulit bernafas hingga beberapa detik dan tersadar saat kedua orang tuanya menangis kembali.
" Putusan cerai akan di gelar akhir bulan ini, jadi aku akan mendaftarkan pernikahan dengan Moana beberapa waktu setelah putusan cerai kita di setujui. " Soraya membeku tak bisa berkata-kata. Sekarang dia benar-benar tidak bisa beralasan apapun lagi, perpisahan antara mereka berdua kan Soraya yang menginginkannya, jadi ingin melarang Kendra melakukan apa yang dia mau.
Beberapa saat kemudian.
Ana terduduk dengan wajah bengong tak percaya melihat apa yang sekarang ini terjadi. Padahal dia dan Ayahnya datang untuk menjadi saksi pernikahan, tapi kenapa malah Ayahnya yang berada di samping Moana menjadi pengantin laki-laki? Ingin bingung tapi bertanya juga kepada siapa? Tidak mungkin kan dia bertanya detailnya sekarang juga.
__ADS_1
Beberapa saat lalu memang Ayahnya datang dengan terburu-buru lalu mengatakan kepada Ana jika dia harus menikahi Moana secepatnya, hari ini juga, saat ini juga. Kendra meminta restu dari Ana disaat Ana hanya bisa terbengong-bengong karena kebingungan sendiri.
Soraya, sedari tadi dia hanya bisa terdiam menahan perasaan yang sulit sekali untuk dia pahami. Kendra memang tida ada di hatinya dari lama sekali, tapi kenapa dia seperti merasakan tidak rela? Sekarang Kendra adalah adik iparnya, dia sudah sah menjadi suami dari Moana. Seharusnya dia senang karena setidaknya Kendra tidak akan terbebani dengan perasaannya dulu kan? Ataukah memang sebenarnya Kendra tidak memilik perasaan sedalam yang ia pikirkan?
Soraya menatap dingin Kendra yang kini tersenyum, menerima ucapan selamat dari semua orang. Moana juga tersenyum seolah dia benar-benar bahagia dan sama sekali tidak menunjukan bahwa pernikahan yang terjadi di antara mereka adalah sebuah pernikahan dadakan dan terpaksa. Soraya mencengkram kain baju yang ia gunakan.
Apakah sebenarnya mereka sengaja? Apakah sebenarnya selama ini mereka berdua berselingkuh di belakang ku, lalu mengambil kesempatan ini untuk menikah agar orang tuaku tidak menyalahkan mereka?
Soraya menatap semakin tajam, dia benar-benar memercayai dugaannya hingga merasa dikhianati sendiri, dan kesal luar biasa sendiri juga.
Setelah acara itu selesai, orang tua Soraya dan Moana memeluk Kendra dan berterimakasih banyak untuk pengorbanan Kendra yang begitu besar dan berarti sekali. Ayahnya Soraya dan Moana bahkan sampai ingin bersimpuh untuk memohon ampun atas kesalahan Soraya di waktu lalu serta berterimakasih untuk pengorbanan Kendra.
" Tolong jangan terus menyalahkan diri sendiri, dan juga jangan begitu berterimakasih seperti ini karena aku tidak tahu apakah aku bisa menjaga putri kalian berdua dengan baik atau tidak. "
" Ayah, Ibu, aku janji akan melakukan yang terbaik. Aku tidak menyesal dengan keputusan ini, jadi doakan saja aku tetap bisa menjaga harga diriku dengan baik sebagai putri, juga seorang istri. " Ucap Moana yang tak ingin lagi melihat orang tuanya bersedih.
" Tentu saja kalian akan bicara seperti itu, bukanya hubungan gila kalian sudah terjalin cukup lama? " Sindir Soraya yang sukses membuat semua orang mengeryit menatapnya bingung.
__ADS_1
Bersambung.