
Ana membuka matanya perlahan dengan dahi mengeryit, rasanya sangat pusing, tapi dia juga ingin sekali membuka mata dan melihat di sekitar. Suasananya sangat tenang, bahkan di dalam kamarnya juga tidak mungkin setenang ini, begitu Ana membuka matanya, dia mengeryit merasakan sinar matahari yang menerpa sebagian wajahnya. Perlahan dia mengerakkan sorot matanya ke kanan dan ke kiri, ini jelas bukan kamarnya, semuanya tampak asing, apalagi perlahan dia mulai menyadari jika ternyata tubuhnya terikat dengan kondisi duduk di atas kursi kayu yah sepertinya terbuat dari kayu terbaik karena Ana bisa merasakan kekokohannya.
Suara langkah kaki membuat Ana semakin tersadar kalau sekarang dia dalam keadaan yang tidak baik-baik saja. Siapa? Aroma tubuhnya seperti pernah dia hirup, tapi siapa dan dimana?
" Kita bertemu lagi, Ana. " Ucapnya dengan berbisik di telinga Ana. Suara itu, ternyata dia adalah Rigo, pria yang dua kali bertemu dengannya, dan suka mengajak ngobrol tidak jelas arah tujuannya.
Ana mencengkram ujung pegangan kursi di mana lengannya terikat di sana. Sebenarnya ada apa dengan pria itu? Batin Ana di dalam hati. Jika boleh jujur, sebenarnya tubuhnya yang gemetar itu menandakan betapa takutnya dia, bahkan tubuhnya juga terasa dingin. Iya, dia memiliki kecurigaan kalau pria asing bernama Rigo itu adalah pria yang telah menyekap mantan Ibu tirinya, juga telah melecehkannya hingga mengalami dehidrasi yang cukup parah.
" Kau, mau apa? " Tanya Ana sejenak menahan rasa takutnya, bertanya maki tak berani menatap Rigo yang kini sudah berada di hadapannya, menatap dengan dalam dan senyuman yah sulit untuk Ana artikan. Dia bersimpuh dan terus menatap Ana mengabaikan pertanyaan yang sudah susah payah keluar dari mulut Ana.
" Kau tidak boleh terus bersama Jordan. Dia bukan pria yang baik, dia hanya akan memberikan luka untukmu, percayalah padaku dan pergilah denganku. Aku akan memberikan apa yang tidak bisa dia berikan. "
Ana membulatkan matanya karena begitu terkejut dengan apa yang di katakan pria itu. Mungkinkah orang yang sangat suka tersenyum aneh itu sudah gila? Kalaupun memang Jordan tidak sempurna dan begitu banyak melakukan kesalahan, tapi apa bedanya dengan Rigo? Bukankah pria itu sangat gila karena melecehkan Soraya, lalu sekarang menyekapnya?
Ana menjadi tambah gemetar ketika teringat bahwa Pria di hadapannya itu telah melecehkan Soraya. Tidak bisa, dia terlalu takut dan tidak bisa menahan ketakutan itu sehingga tubuhnya yang dingin dan gemetar menjadi basah oleh keringat.
__ADS_1
" Jangan takut begitu, Ana. Aku hanya ingin mengobrol dengan mu di suasana tenang seperti ini. "
" Ah! Jangan! " Pekik Ana di saat Rigo akan menyentuh wajahnya.
Rigo terlihat agak kesal, dia memutuskan untuk melanjutkan niatnya mengusap wajah Ana dengan lembut. Ana, dia benar-benar membuatnya ingin menjaga dengan baik, meski ingat benar seberapa bencinya dia dengan Jordan, tapi Ana yang begitu kecil baik usia dan dan tubuhnya membuatnya merasa tidak tega jika memaksakan kehendaknya.
" Jangan terlalu takut padaku, Ana. Sebenarnya aku adalah pria yang baik, hanya saja Jordan sudah menghancurkan hati dan juga kehidupan ku. Dia membuat semuanya hancur dan begitu menyedihkan, jadi aku hanya ingin membuatnya merasakan apa yang aku rasakan. Begitu melihatmu baik-baik yang sangat kurus ini bagaimana aku bisa tega menyakitimu? "
Ana terdiam tak bicara, tapi dia meneteskan air mata karena merasa begitu takut kepada Rigo. Seumur hidupnya baru kali ini dia merasa begitu ketakutan, dia merasa hidupnya terancam. Bukan takut mati atau apapun, tapi dia takut Ayahnya akan bersedih. Dia tahu benar arti dirinya bagi Ayahnya. Jika saja terjadi sesuatu terhadapnya, Ayahnya pasti akan jadi satu-satunya orang yang akan sangat terpukul, membalas dengan membabi-buta tidak perduli hukum atau apapun.
" Aku tidak tahu kau ini siapa, aku tidak tahu kesalahan apa yang Jordan lakukan tapi tolong biarkan aku kembali kepada Ayahku. Ayahku hanya punya aku, meksipun aku sudah memiliki Ibu baru, Ayahku tetap hanya memiliki ku sebagai bagian dari dirinya. Jangan sakiti aku karena aku tidak akan sanggup melihat kesedihan Ayahku. Tolong, biarkan aku kembali kepada Ayahku. " Ana terisak, dia juga terus menatap Rigo dengan tatapan yang begitu memohon.
Ana menggeleng dengan cepat sembari terus menangis.
" Aku yang memaksa Ayah ku untuk menikahkan kami, aku yang meminta ya dengan paksa, Ayahku tidak punya pilihan karena dia pikir hanya itu caranya yang bisa membuatku bahagia. "
__ADS_1
Rigo bangkit dari posisinya, mimiknya terlihat kesal hingga matanya memerah.
" Pria bajingan itu hanya tahu menggoda wanita saja, bagaimana kau bisa berpikir bahwa dia adalah pria yang bisa membahagiakan mu hah?! "
Rigo berbalik badan untuk menatap Ana setelah menatap ke arah jendela sebentar.
" Gara-gara dia istriku meninggalkan ku, gara-gara cara bicaranya yang manis istriku memilih pergi untuk mencari pria bajingan bernama Jordan! Dia membuatku gila di tinggalkan di saat cinta yang ku miliki untuknya berada di level tertinggi! "
" Kau gila! Jordan tidak pernah berselingkuh dengan istrimu! " Ana yang tak tahan mendengar Jordan di gambarkan melalui kata-kata dengan buruk sontak saja bereaksi tanpa berpikir dulu.
Rigo mengeraskan rahangnya, dia sekarang benar-benar terlihat marah dan kecewa karena Ana tidak mempercayainya sama sekali.
" Istriku, dia adalah mantan kekasih Jordan. Sedari sekolah menengah pertama aku sudah jatuh cinta padanya, kami menikah pada akhirnya setelah perjodohan yang dilaksakan oleh kedua orang tua kami. Awalnya dia memang seperti menolak, tapi seiring berjalannya waktu dia benar-benar menunjukan betapa dia mencintaiku, membuatku semakin mencintainya hingga tidak menyangka kalau tiba-tiba dia akan menjadi begitu berubah. Dia bersikap dingin dan terus membandingkan antara aku dan Jordan. Aku yang selalu berwajah serius, aku yang tidak romantis, aku yang sangat suka melarang, semua itu adalah kebalikan dari Jordan. Pada akhirnya dia meninggalkan ku begitu saja tepat di hari ulang tahun pernikahan kami, dia meninggalkan sepucuk surat yang menyatakan bahwa dia masih mencintai Jordan dan tidak ingin lagi bersama denganku. Kau pasti tahu betapa menyakitkannya itu kan? Sekarang kau tahu betapa brengseknya Jordan kan? "
" Bukan Jordan yang brengsek, tapi istrimu yang bersalah karena tidak bisa melupakan masa lalunya! Kenapa kau menyalahkan Jordan yang jelas tidak pernah berselingkuh dengan istrimu barang sekalipun! Kenapa kau menyalahkan Jordan untuk tidak kemampuan mu dalam meluluhkan hati istrimu sehingga nama Jordan tidak akan pernah muncul di pikiran istrimu? Jordan hanya pria masa lalu saja kan? Dia tidak pernah menjadi bagian masa depan istrimu kan? "
__ADS_1
" Diam! Diam kau, Ana! "
Bersambung.