
Soraya menatap dengan gemetar seluruh tubuhnya ketika Jordan bersikap begitu mesra dan lembut kepada Ana. Padahal dulu Jordan benar-benar mengabaikan semua gadis yang mencoba untuk mendekatinya karena dia terlalu fokus dengannya, dan dia juga lah satu-satunya wanita yang diperlakukan demikian oleh Jordan. Tentulah ada rasa marah, kecewa, padahal dia kan sudah berkorban sebanyak itu, dia meninggalkan Kendra yang juga begitu baik dan lembut, dia juga begitu hanya untuk Jordan yang dulunya menjanjikan kebahagiaan yang tidak akan pernah dia dapatkan sebelumnya. Kenapa? Kenapa dia merasa seperti di bawa terbang ke langit dengan harapan kebahagiaan, tapi pada akhirnya dia di jatuhkan sekuatnya membuat dia sendiri tidak mengerti harus bagaimana selain menerima rasa sakit itu.
Mungkin semua ini tidak akan terjadi jika saja Jordan tidak mengatakan betapa dia ingin hidup bersama dengan Soraya, dia bahkan sudah menyiapkan rumah untuk mereka tinggali nantinya, jika Jordan tidak berlebihan dalam bertindak atau ibarat kata Jordan tidak memberikan harapan sebesar itu mungkin Soraya tidak akan mengambil keputusan yang jelas merugikan dirinya sendiri.
Nasi sudah menjadi bubur, apa yang terjadi tidak bisa di elak dan hanya boleh berfokus pada apa yang terjadi sekarang, juga pada masa depan yang akan datang. Sudah cukup puas melihat Ana dan Jordan barusan, kini Soraya ikut menjalankan mobilnya untuk mengikuti kemana Ana dan Jordan akan pergi.
" Sejak kapan kau memakan makanan pinggir jalan, Jordan? " Gumam Soraya ketika beberapa saat setelah mengikuti Ana dan Jordan berhenti di pinggiran jalan untuk membeli bubut dan mereka juga memilih untuk makan di sana. Aneh, ini untuk pertama kalinya Soraya melihat Jordan mampu menelan makanan dengan begitu baik padahal dulu Jordan paling anti membeli makanan dari pinggiran jalan dengan alasan tidak higienis.
Setelah selesai sarapan Jordan mengajak Ana untuk berjalan-jalan kemana Ana inginkan, bukan tanpa alasan Jordan terus melakukan mobilnya, itu semua karena dia menyadari jika mobil Soraya teru mengikuti kemana mobilnya berhenti. Tidak tahu memang apa tujuannya, tapi demi keselamatan Ana, Jordan harus baik-baik untuk mengemudi dan membawa Ana ke tempat yang ramai. Mungkin Soraya sudah mulai lelah mengikutinya hingga dia tak terlihat lagi sekarang ini.
***
Setelah sarapan selesai Kendra tentu saja harus pergi seperti biasanya, dia harus bekerja karena kelangsungan hidup anak, dan sekarang dia juga punya istri yang harus di penuhi kebutuhannya. Agak aneh karena hubungan tidak biasa di antara mereka, sekarang tiba-tiba menjadi suami istri membuat keduanya kikuk sendiri.
" Moana aku berangkat bekerja dulu ya? "
Moana mengangguk, benar-benar pertama kali mengantar suami ke depan rumah untuk dia bekerja, jadi dia masihlah canggung. Kalau melihat drama pernikahan romantis biasanya akan meninggalkan kecupan di pipi, atau di dahi, atau juga di, di, bibir kan? Moana menahan rasa malunya untuk tetap tersenyum ketika membayangkan hal itu. Boro-boro ciuman atau kecupan di bibir, selama ini dia hanya sibuk bersekolah, merawat orang tuanya dan sekarang dia adalah istri dari pria yang sudah lama dia sukai benar-benar seperti mimpi tapi juga tak bisa berhenti untuk tidak merasa malu dan canggung.
Cup!
" Ini kebiasaan suami dan istri ketika harus berpisah sebentar kan? Aku akan mulai pelan-pelan agar kau tidak terkejut, dan kita berdua bisa perlahan saling membiasakan diri. "
__ADS_1
Moana yang terkejut saat Kendra mengecup keningnya benar-benar membuatnya membeku bahkan sampai Kendra masuk ke dalam mobil dan berangkat pun dia masih seperti itu.
Kendra tersenyum tipis mengingat ekspresi Moana yang begitu terkejut tadi, pipinya merah merona sepertinya dia benar-benar sangat malu.
" Benar-benar sangat lucu sekali ekspresinya tadi. " Gumam Kendra lalu kembali tersenyum.
Moana berlari masuk ke dalam rumah dan menjatuhkan dirinya dengan posisi tengkurap di atas tempat tidur. Malu sekali, ini adalah ciuman pertama di dahinya dari Kendra, ah! Jantungnya saja begitu berdebar sangat kencang.
Setelah beberapa saat satpam datang mengetuk pintu kamar Kendra yang dulunya juga adalah milik Soraya. Dengan segera Moana bangkit dan membuka pintu itu untuk melihat siapa yang datang.
" Eh, pak satpam? Ada apa? "
" Ada tamu untuk Ibu, tapi- "
" Tapi apa pak? "
" Anu, tamunya Ibu adalah Ibu Soraya. "
Moana terdiam sebentar, lalu segera dia mengangguk agar satpam rumah mereka membiarkan Soraya masuk ke dalam. Tidak tahu apa yang akan dibicarakan oleh Soraya, tapi kalau menolak pasti akan membuatnya berpikir bahwa Moana sangat sombong setelah menikahi mantan suaminya.
Setelah beberapa saat, kini Soraya telah berada di ruang tamu. Sebenarnya Moana bisa melihat wajah penat dari Soraya semenjak dia datang tadi, tapi karena merasa tidak enak untuk bertanya dia memilih diam saja dan menunggu sampai Soraya membuka mulut untuk mengajaknya bicara.
__ADS_1
Soraya membuang nafasnya, sungguh dia tidak tahu kalau ada masanya dia akan menjadi orang asing di rumah yang pernah menjadikan dirinya seorang Nyonya. Anehnya sekarang malah adik kandungnya yang menggantikan posisinya, semua kejadian ini benar-benar tidak terprediksi olehnya sehingga membuatnya bingung sendiri, dan merasa tak terima untuk hal yang dia bahkan tidak pahami.
" Kak, sampai kapan kakak hanya akan diam menatap ruangan ini? "
Ucapan Moana barusan membaut Soraya kembali fokus dan mengingat apa yang ingin dia katakan. Sebenarnya datang kesana adalah di luar rencananya, tadi dia keluar rumah hanya untuk membuntuti Jordan dan mencari kesempatan agar bisa bisa berbicara berdua dengan tenang dari hati ke hati. Maklum saja, kehilangan Jordan benar-benar membuatnya seperti kehilangan kewarasan hingga sulit baginya untuk mengontrol emosi, bahkan sering kali memikirkan hal yang sebenarnya tidak pernah terjadi.
" Kenapa waktu itu kau memilih menikahi Kendra? Padahal kau bisa menikah dengan pria lain kan? Kenapa harus Kendra? "
Moana terdiam, bukan tidak bisa menjawab, hanya saja dia merasa Soraya seperti kehilangan arah hidup sehingga dia kebingungan menentukan kemana hatinya memilih, arah mana dia akan membawa hidupnya.
" Kau pasti memiliki hubungan terlarang saat aku masih menjadi istrinya kan? "
Moana menghela nafasnya.
" Kak, sebenarnya kau ini sedang kenapa? "
Soraya tersentak dengan yang dia dengar, benar sekali, sebenarnya dia ini kenapa? Kenapa dia tidak bisa mengontrol dirinya sendiri?
" Kak, tolong jangan samakan perbuatan kakak terdahulu dengan aku. Biarpun ada pria yang jauh lebih tampan dan lebih kaya dari Kak Kendra, aku tidak akan tergoda, aku tidak akan mengkhianatinya. "
" Cih! Kau tidak pernah mengalami gejolak rumah tangga itulah sebabnya kau bicara seperti itu. "
__ADS_1
" Aku tahu, tapi aku yakin dengan diriku sendiri kak. "
Bersambung.