Menikahi Selingkuhan Ibu

Menikahi Selingkuhan Ibu
BAB 69


__ADS_3

Seperti rencana sebelumnya, sekarang Jordan juga kedua orang tuanya sudah berada di rumah Ana. Cukup lama dia menunggu di luar karena Satpam juga perlu bertanya dulu untuk di izinkan atau tidak Jordan beserta keluarganya masuk ke rumah. Setelah menanyakan hal itu dan telah di setujui oleh Kendra, mereka akhirnya bisa masuk ke sana, tapi sayangnya hanya ada Kendra di ruang tamu untuk berbicara dengan mereka.


Masih sama seperti sebelumnya, tatapan Kendra masih lah terlihat menyimpan kebencian, juga kemarahan terhadap Jordan. Tapi dia yang sedang dalam hati yang terguncang tak bisa lagi mengeluarkan tenaga untuk memukul Jordan seperti biasanya ketika melihat pria itu di hadapannya. Dia tetap diam menunggu apa yang ingin di bicarakan oleh Jordan dan orang tuanya, tapi dia tetap menatap Jordan dengan kesan dingin dan tak suka.


" Tuan Kendra, Jordan sudah memberitahu kami tentang kehamilan Ana. Dengan usia Ana yang terbilang sangat muda untuk hamil, pastilah dia membutuhkan sosok suami untuk di sampingnya. Kami tahu benar apa yang terjadi sebelumnya sangat memukau hati anda, tapi demi Ana dan bayi yang di kandung Ana, saya mohon dengan amat sangat untuk membiarkan mereka tinggal bersama. " Ucap Ayahnya Jordan, dia benar-benar menggunakan nada bicara yang sopan, tatanan bahasa yang dia anggap rendah karena mengakui kesalahan, tapi juga memohon dengan lembut.


Kendra tersenyum meremehkan, sebenarnya wajar saja jika dia masih tidak rela putrinya menikah dengan pria yang pernah menjadi selingkuhan mantan istrinya. Bukan masih tak bisa merelakan apa yang terjadi, hanya saja seseorang paling berharga di dalam hidupnya tengah mengandung benih dari pria tak bermoral seperti Jordan. Mungkin benar terkesan egois, tapi Ayah mana yang tidak ingin putrinya bahagia bersama dengan pria baik-baik serta menjanjikan kesetiaan yang nyata. Jika anak itu lahir lalu besar, bukankah suatu hari dia juga akan tahu betapa tidak bermoral sosok Ayah seperti Jordan.


" Aku bisa menjaga putriku, juga calon cucuku. Berhentilah mengingatkan usia putriku yang masih muda. Kalian tahu betapa kesalnya aku mendengar kalimat barusan? Ana ku tidak akan mungkin memiliki inisiatif untuk menikahi Jordan, jadi aku yakin benar pernikahan sialan itu terjadi karena usulan kalian berdua kan? "

__ADS_1


Kedua orang tua Jordan terdiam sebentar mencari celah bagaimana agar tetap bisa tenang.


" Ada banyak cara untuk menghentikan perselingkuhan itu, kalaupun tidak ada cara yang ampuh maka kalian hanya perlu memberikan saran kepada Ana untuk memberitahu padaku tentang Soraya kan? Kalau saja kalian memberikan saran itu dari awal, akan banyak hal yang terselamatkan. Masa muda anakku, kebahagiaan anakku, kepolosannya, juga cita-citanya. Sekarang kau menyodorkan putramu untuk berada di samping putriku dengan alasan untuk menjaganya, lalu bagaimana jika nanti anaknya lahir lalu besar dan mengetahui apa yang pernah di lakukan Ayahnya? Bagaimana kami akan menjawabnya? Bagaimana kami menjelaskan kenapa putriku dan putramu tetap bersama setelah perbuatan menjijikan tak berakhlak yang dia lakukan bersama nenek tirinya? Akankah menjelaskan bahwa karena sedang mengandungnya? Tidakkah kalian pikir anak mereka nanti akan menyalahkan keberadaanya yang membuat Ibunya bertahan dengan pria kotor seperti Jordan? "


Jordan mengeraskan rahangnya menahan segala bentuk emosi yang menumpuk di hatinya. Bukan marah karena ucapan Kendra yang begitu menusuk hatinya, tapi karena marah dengan dirinya sendiri hingga membuatnya begitu kotor bahkan sampai tidak pantas untuk menjadi Ayah bagi anaknya nanti.


" Tuan Kendra, setiap orang pasti pernah melakukan kesalahan, putraku adalah satu dari mereka yang melakukanya. Tapi aku berjanji padamu, aku akan memastikan putraku tidak akan mengulangi kesalahan yang sama. Masalah anak nanti bertanya semua hal yang anda katakan tadi, mari kita sebagai orang tua terus memberikan pengertian agar anak mampu memahami dengan sisi yang lebih baik. Bagaimanapun Jordan adalah Ayahnya, tidak akan bagus juga kalau Jordan di benci oleh anaknya sendiri. "


Kendra tentu saja paham dan mengerti maksud ucapan Ayahnya Jordan barusan, tapi sayangnya hatinya yang terluka itu masih belum sanggup menerima Jordan sebagai menantu, juga orang yang akan menemani putri kesayangannya. Iya ini adalah sisi egois seorang Ayah yang tidak ingin putrinya terluka.

__ADS_1


" Aku masih belum bisa menerima ini, tolong jangan mendesak mengatasnamakan kehamilan putriku, aku tahu benar kalian khawatir karena anak yang di kandung Ana adalah cucu kalian berdua juga. Tapi semua yang terjadi beberapa waktu ini masih membekas dan masih belum bisa aku cerna. Tentang putriku tentu saja aku akan menjaga dia dengan baik, aku akan memastikan cucu kita tumbuh sehat dan tidak akan melewatkan pemeriksaan rutin. Jadi tolong biarkan kami berdua tenang dulu, aku tidak bisa menjanjikan kapan ini semua akan berakhir. Tapi lebih baik sekarang ini jangan datang dulu, terlebih kau Jordan. Aku masih begitu emosi melihatmu, aku masih ingin membunuhmu untuk banyak alasan. Tolong bantu aku menghindari perbuatan yang menyakiti manusia lain, tolong jangan muncul di hadapanku agar aku bisa menjaga Ana dan anaknya tanpa perlu menyakitimu. "


Jordan terdiam tak mampu berkata-kata begitu juga kedua orang tuanya Jordan. Bisa saja dia lebih keras lagi membujuk, tapi kalau begitu dia juga akan menjadi egois dengan mementingkan keinginan mereka sendiri dan mengesampingkan perasaan Kendra yang jelas lah masih terluka parah.


" Tuan, percayalah semua akan membaik jika kau mencobanya tanpa kenal lelah. Dari cara bicaramu saat kita pertama kali bertemu aku bisa melihat kebaikan hatimu, jadi aku yakin kau bisa memikirkan masalah ini baik-baik, terutama kita harus mencoba sebaik mungkin mencari tahu apa yang di inginkan anak-anak kita, juga apa yang mereka butuhkan untuk masa depan bahagia mereka. "


Kendra terdiam tak ingin menjawab ucapan itu. Saat ini terlalu dini kalau untuk mengambil kesimpulan, intinya dia perlu perlahan menenangkan pikirannya, dan dia juga ingin Ana tenang agar tidak mengambil keputusan gegabah hanya karena dia hamil saja.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2