Menikahi Selingkuhan Ibu

Menikahi Selingkuhan Ibu
BAB 82


__ADS_3

Jordan menjauhkan ponselnya, sebentar dia berpikir harus bagaimana caranya untuk membatu Soraya. Sejujurnya dia tidak tahu dengan siapa dia bermasalah saat dulu, karena yang ia tahu dia sama sekali tak pernah berbuat menyimpang atau merugikan orang lain selian ketika menjadi selingkuhannya Soraya. Mungkin rasa cintanya kepada Soraya telah berkurang jauh semenjak beberapa waktu belakangan ini, tapi kalau ingat bagaimana sudah menyelamatkannya dia tidak bisa tutup mata dan berpura-pura tak kenal Soraya.


" Anggap saja ini adalah balasan untuk kebaikan mu yang dulu pernah kau lakukan padaku, Soraya. Aku akan menyelamatkan mu dari ini meksipun maaf sekali tujuan pria itu adalah aku. Semoga saja dnegan ini kau tidak lagi menuntut sumpah aneh yang aku ucapkan dulu. "


Jordan mengeraskan rahangnya, tidak mudah untuk menyelamatkan Soraya dari pria yang bahkan tak ia kenal sama sekali, tapi yang harus di ingat adalah tidak ada kejahatan yang sempurna tanpa celah dan kesalahan. Jordan meraih kembali ponselnya, pertama dia meminta seseorang yang ahli dalam IT untuk melacak keberadaan Soraya juga nomor telepon pria itu, jika tidak berhasil perlahan cari kemana Soraya terlihat beberapa hari ini, bisa lewat rekaman kamera pengawas, kamera dasbor atau apapun, bahkan saksi tanpa bukti juga tidak terkecuali.


Setelah itu Jordan meletakkan kembali ponselnya, dia menarik nafas dalam-dalam lalu menghembuskan perlahan berharap penat yang ia rasakan akan segera menghilang. Mungkin memang begini jalak kehidupan yang harus dia lalui, meksipun jujur saja ini begitu berat, tapi ketika mengingat Ana dan juga calon bayi mereka itu sudah cukup bahkan lebih dari cukup untuk membuat dia selalu merasa semangat.


" Aku harus yakin semua akan segera berakhir. " Gumamnya lalu menjatuhkan tubuhnya ke atas tempat tidur.


***


Kendra berjalan menuju kamar mandi entah apa yang akan dia lakukan, sementara Moana yang tadinya ingin menggunakan lingerie tiba-tiba merasa gugup hingga akhirnya tak berani menggunakannya. Membayangkan Kendra akan menatapnya aneh jujur saja jantung Moana berdebar sangat kencang, iya saja kalau Kendra tidak menolak, bagaimana jadinya kalau dia sudah menggunakan lingerie tapi tak membuat Kendra memiliki keinginan itu? Ah! Membayangkan dia di tolak mentah-mentah saat sudah seperti itu dia jadi down dan rendah diri tak berani melakukannya.


" Kenapa masih duduk di pinggiran tempat tidur? Kenapa kau terlihat seperti sedang cemas? " Tanya Kendra karena begitu membuka pintu kamar mandi dia langsung bisa melihat wajah Moana yang tidak biasa.


" Ti tidak apa-apa kok, aku hanya sedang memikirkan sesuatu yang tidak begitu penting. "


Kendra menghela nafas seraya mengambil posisi untuk berbaring di atas tempat tidur.


" Kalau tidak begitu penting harusnya jangan memikirkannya. "

__ADS_1


" Ah, iya. "


Moana menelan salivanya sendiri, dia ikut berbaring di sebelah Kendra. Sama seperti Kendra, Moana kini ikut menatap langit-langit kamar. Kendra yang merasa kalau Moana sudah akan tidur segera mengganti lampunya dengan lampu tidur.


Moana melirik sebentar melihat Kendra yang masih diam menatap langit-langit setelah mematikan lampu kamar, meksipun cahayanya tidak seterang beberapa detik lalu, Moana benar-benar masih bisa melihat bagaimana tampan dan berkharisma seorang Kendra. Benar-benar tidak masuk akal sekali pria seperti Kendra harus diselingkuhi, bahkan sudah tiga tahun lamanya dia di curangi oleh istrinya sendiri, yah istrinya itu ya tentu saja kakak kandungnya.


" Kak Kendra? "


Panggil Moana yang tak tahan lagi lama-lama diam seperti itu padahal mereka suami istri yang bisa mengobrol santai dari pada diam seperti ini saja kan?


" Hem? "


" Kak Kendra, aku ingin bertanya sesuatu, tapi tolong jangan marah ya? "


" Kak Kendra apakah tidak memiliki keinginan lagi setelah dikhianati kak Soraya? "


Kendra mengeryit bingung, dia juga reflek memiringkan tubuhnya untuk menatap Moana agar jelas apa yang ditanyakan Moana tadi.


" Apa maksudnya? "


Melihat Kendra di dekatnya, menatapnya juga membuat Moana tidak bisa kalau tidak gugup. Jantungnya bahkan berdebar sangat kencang, dia benar-benar yakin kalau bukan hanya dia yang mendengar debaran jantungnya, melainkan Kendra juga mendengarnya. Tapi, kalau seperti ini terus kapan jarak di antara mereka berakhir? Biar bagaimanapun mereka sudah sah sebagai suami istri sekarang, jadi wajar saja kalau Moana mengharapkan sesuatu yang sejatinya di dapatkan oleh seorang istri juga untuk suaminya sendiri kan?

__ADS_1


" Kak, apakah kau tidak tertarik sama sekali dengan ku? "


Kendra terdiam sebentar, tertarik? Jika boleh jujur maka tertarik dalam artian cinta tentu dia belum merasakannya, tapi kalau tentang kebutuhan seorang pria dia merasakan adanya minat yang ia miliki kepada Moana, tapi hubungan mereka yang dalam sehari bisa begitu berubah tentu saja seperti memilki batasan sendiri hingga Kendra memilih untuk menunggu saja sampai kapan dia tidak tahu.


" Moana, maksud dari pertanyaan mu adalah- "


" Aku ingin melayani Kak Kendra seperti istri sungguhan. "


Kendra terdiam, sungguh di terkejut karena pada akhirnya wanita yang memunggunginya ketika tidur justru mengatakan hal semacam ini kepada pria yang sudah cukup lama tidak menyentuh wanita.


" Moana, kau ini sadar tidak sedang membicarakan apa? "


Moana mencengkram kain yang membungkus bantal yang sedang ia gunakan. Sejujurnya dia sangat malu mengatakan hal itu, tapi kalau menunggu dan terus menunggu akan sampai kapan? Dia tidak ingin membuang waktu, banyak berpikir dan pertimbangan yang belum tentu juga pada akhirnya akan mendapatkan apa yang dia inginkan.


" Kak, aku tidak menjijikan kan? Aku tidak kotor, jadi kenapa kakak tidak selangkah melaju untuk lebih dekat denganku? Aku memang tidak akan bisa seperti kak Soraya, tapi aku akan berusaha sebaik mungkin untuk menjadi istrinya kak Kendra. Aku mungkin juga tidak akan bisa menjadi Ibu yang baik untuk Ana karena kami lebih cocok berteman dekat seperti biasanya. Aku janji tidak akan- "


Belum selesai Moana bicara Kendra sudah lebih dulu membungkam mulutnya menggunakan bibir hangat miliknya membuat Moana membulatkan matanya karena terkejut.


" Dirumah ini tidak ada yang boleh menyebut nama Soraya, bukan aku tidak bisa melupakannya, tapi aku muak setiap kali mendengar namanya. Ini semua adalah yang kau inginkan, bagaimanapun aku adalah pria normal yang tidak bisa dipancing seperti ini. "


Kendra mengubah posisinya, sekarang dia ada di atas tubuh Moana, menatapnya dengan dalam membuat Moana membeku tak tahu harus bagaimana.

__ADS_1


Kendra mengusap wajah Moana dengan lembut, lalu perlahan menyatukan bibirnya semakin lama semakin bersemangat membuat Moana yang tidak tahu bagaimana caranya berciuman terbawa suasana dan tanpa sadar mengikuti bagaimana cara Kendra menciumnya.


Bersambung.


__ADS_2