Menikahi Selingkuhan Ibu

Menikahi Selingkuhan Ibu
BAB 84


__ADS_3

Jordan kebingungan sendiri karena tidak tahu yang mana harus dia dahulukan. Dia sudah terlanjur membopong tubuh Soraya, tidak mungkin dia meninggalkan tubuh Soraya di lantai kan? Sebentar dia menatap kembali ke arah Ana yang sama sekali enggan menoleh kebelakang atau ke arahnya.


" Ana, percayalah ini tidak seperti yang kau pikirkan! Lihat ponselmu, aku sudah mencoba menghubungimu, mari bicara nanti saat kau sudah agak tenang ya? " Ucap Jordan dengan suara lantang, tapi sayangnya Ana sama sekali tak menoleh apalagi menanggapi ucapannya itu.


Sudahlah, saat ini yang lebih membutuhkan pertolongan karena menyangkut dengan nyawa adalah Soraya, jadi dia bergegas membawa Soraya turun ke bawah. Kebetulan begitu sampai ke bawah polisi datang ke sana, ambulans juga sudah tiba berbarengan dengan polisi. Segera Soraya di bawa ke rumah sakit, sementara Jordan ikut kembali ke atas berharap bisa bertemu dengan Ana untuk mejelaskan detail masalahnya, juga melihat apakah polisi yang akan mengecek ke unit apartemen itu mendapatkan petunjuk atau tidak.


Jordan menoleh ke kanan dan ke kiri berharap dapat bertemu dengan Ana kembali, dia juga terus menghubungi Ana, mengirim banyak sekali pesan meminta Ana untuk bertemu dengannya sebentar saja agar di bisa menjelaskan kesalahpahaman ini. Bisa saja melalui pesan singkat, tapi akan lebih baik jika bertemu secara langsung, jadi dia bisa mejelaskan apapun tanpa batasan kepada Ana nanti.


Di sisi lain, Ana terus mencoba untuk tersenyum tak ingin memperlihatkan betapa terpukulnya dia melihat apa yang terjadi tadi. Rasanya benar-benar sangat hancur, dia merasa seperti telah di terbangkan sampai ke langit, di suguhkan keindahan yang begitu tak tertolak, kalau tiba-tiba dijatuhkan ke dasar jurang dan di hadapkan dengan rasa sakit dan kekecewaan. Sebenarnya kalau boleh jujur Ana benar-benar menyesal, menyesal sekali sudah datang ke tempat itu untuk menemui dua bayi kembar yang baru lahir karena nyatanya yang ia lihat malah Jordan dengan mantan selingkuhannya dalam keadaan yang sangat menjijikan.


Kendra, pria itu sebenarnya terlihat sangat kesal karena tak jarang rahangnya mengeras menahan diri ketika mengingat apa yang terjadi sebelum mereka bertamu ke rumah sahabatnya. Boleh dia tersenyum memperlihatkan rasa turut bahagianya, tapi hatinya benar-benar sangat kacau sekarang ini, kalau kecewa pasti dia kecewa meski dia sudah tahu hubungan antara Jordan dan Soraya sebelumnya. Tapi, bagaimana dengan putrinya yang sedang memasang wajah palsu? Bagaimana dengan perasaan putrinya yang jelas hancur sekali, apalagi dia dalam keadaan hamil, hah! Bisakah membunuh orang itu tidak akan dipidanakan?


Moana, dia benar-benar tidak tahu harus bagaimana sekarang. Rasanya sangat malu dengan apa yang dilakukan oleh kakaknya, tapi yang ia sadari tadi adalah keadaan Jordan yang rapih seharusnya bukan Jordan yang sudah meniduri kakaknya sampai kakaknya terlibat begitu lemas dan kehilangan energi. Iya wajar saja jika Kendra dan Ana sangat kecewa dan berpikiran buruk, biar bagaimanapun masa lalu mereka berdua, alias masa lalu Soraya dan Jordan tidak akan pernah bisa dilupakan dan akan menjadi sejarah dalam artian trauma bagi beberapa orang termasuk Kendra dan Ana, mungkin juga dengan Jordan sendiri.


" Ana, ponsel mu dimana? " Tanya Moana yang ingat benar ucapan Jordan tadi untuk mengecek ponsel Ana.


Ana yang sempat melamun dengan segera meraih tasnya, dia mengerakkan satu tangannya untuk mencari dimana ponselnya berada.


" Sepertinya ketinggalan deh. "


Ana jadi ingat ucapan Jordan, tapi tak mau terlalu banyak berharap kepada Jordan dan takut akan rasa kecewa yang semakin besar, Ana menggelengkan kepala tak ingin memikirkan Jordan dulu, dia benar-benar tidak ingin menjadi murung karena dia tahu bayinya bisa merasakan apa yah di rasakan olehnya. Yah, bagaimanapun harus bahagia meski sulit.

__ADS_1


***


" Tuan Jordan, anda ikut kami ke kantor polisi untuk dimintai keterangan sebagai saksi ya? "


Jordan menoleh ke kanan dan ke kiri dulu karena masih berharap kalau bisa bertemu dengan Ana sebentar sebum pergi ke kantor polisi. Rupanya bum muncul, dengan mimik pasrah Jordan mengangguk setuju dan mengikuti kemana kaki satu polisi ingin membawanya untuk menjadi saksi.


Setelah di rasa cukup mengunjungi sahabatnya yang baru saja di karuniai bayi kembar, Kendra, Ana dan Moana kini segera kembali karena ada beberapa hal yang harus di lakukan Kendra di toko pusat atau supermarket tekstil miliknya. Mereka masih memilih diam dengan pemikiran mereka masing-masing hingga mereka sampai di apartemen yang sepertinya cukup ramai, bahkan di depan pintu juga di Pasang garis polisi.


Kendra berhenti sebentar untuk melihat apa yangs sebenarnya terjadi, dan karena di sana ada polisi yang cukup dekat dengannya dia mencoba untuk bertanya tentang apa yang terjadi.


" Selamat pagi menjelang siang, Pak? Kalau boleh tau ada apa dengan ini? "


" Seorang wanita baru saja di selamatkan oleh pelapor, sepertinya wanita itu di sekap. Jelasnya belum di selidiki lagi. "


" Pak, apa wanita tadi bernama Soraya? "


" Sepertinya iya. "


Moana memegangi dadanya yang sesak dan berdenyut hingga pandanganya menjadi kunang-kunang. Dengan segera Kendra menahan tubuh Moana, begitu juga Ana yang menjadi begitu terkejut.


" Moana tenangkan dirimu, dia pasti baik-baik saja. " Ucap Kendra yang segera di angguki oleh Ana.

__ADS_1


" Pak, diamnya wanita itu di bawa? Rumah sakit mana? Aku adalah adik kandungnya, jadi mohon beritahu aku. " Ucap Moana.


Beberapa saat kemudian, Moana dan Kendra sudah berada di rumah sakit dimana Soraya mendapatkan penangangan. Menurut keterangan dari Dokter, Soraya mengalami dehidrasi yang cukup parah, dia juga stres parah karena mendapatkan kekerasan alias pelecehan yang lumayan parah.


" Kak, bagaimana caraku memberitahu Ayah dan Ibu? " Tanya Moana dengan tatapan tak berdaya dan pilu.


Kendra menghela nafas, bagaimana? Kalau boleh mengatakan pendapatnya ya tentu saja harus mengatakan yang sebenarnya. Tapi tentu saja kesehatan orang tua Moana kan buruk, jadi mau tidak mau menyembunyikan kejadian ini memang adalah pilihan satu-satunya.


" Ikuti saja kata hatimu, aku akan mendukung semua keputusan mu. " Ucap Kendra yang tak mungkin menolak apalagi melarang.


Beberapa saat kemudian Kendra dan Moana sudah di izinkan untuk masuk dan melihat kondisi Soraya.


" Kak? " Sapa Moana begitu dia dan Kendra sampai ke dalam ruangan.


" Kak, bagaimana keadaan mu? Kakak sudah baik-baik saja kan? "


Soraya menyeka air matanya, dengan segera dia bangkit dan menghamburkan tubuhnya ke Kendra.


" Kendra, tolong selamatkan aku! Aku mohon tolong selamatkan aku! Aku takut, tolong aku! "


Moana dan Kendra kompak melotot kaget.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2