
" Baiklah, aku tidak akan membahas masalah yang sudah lalu di antara kita. Sekarang kau hanya perlu membawa Ana kembali kepadaku dengan keadaan utuh, sehat jasmani dan rohaninya. "
Kendra menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskan perlahan, dia benar-benar tidak bisa banyak berpikir sekarang ini. Sudah ia coba untuk tenang agar bisa berpikir jernih, tapi sulit sekali karena yang hilang kini adalah putrinya, putri yang saat ini sedang mengandung cucunya, juga seorang putri satu-satunya yang selama ini membuatnya selalu kuat dalam menjalani kehidupan yang begitu pelik dan penuh hal fana.
Tidak tahu haus mulai dari mana, tapi kali ini dia benar-benar berharap Jordan dapat membantunya menemukan Ana, dilain sisi dia juga merasa bersalah karena memisahkan Jordan dengan Ana, menjadi jurang pemisah di antara mereka sehingga pengawasan dalam menjaga Ana malah mengendur sampai putrinya di culik seperti sekarang ini.
" Bawalah putriku kembali, jika kau bisa mengembalikan putriku dalam keadaan utuh dan sehat, maka aku tidak akan lagi menghalangi hubungan kalian dengan beberapa syarat. Nanti bicarakan masalah syarat itu, sekarang pergi cari anakku. " Kendra mengusap wajahnya dengan kasar, sekarang benar-benar sudah tidak tahan lagi untuk tida menangis, rasanya dia benar-benar hancur sekali, dia menyesal karena terus menghalangi kebahagiaan putrinya. Dia mengingat benar wajah manis putrinya saat tersenyum, tertawa, itu semua adalah penguat hidup baginya. Jika saja itu semua hilang darinya, maka Tuhan akan menjadi saksi juga dunia ini akan menjadi saksi bagaimana dia akan merah, melampiaskan kemarahan, kekecewaan dan kesedihan jika sosok Ana menghilang darinya.
" Kak, kak Ana pasti akan baik-baik saja. Tentang ini kau minta maaf, kalau saja aku tidak pergi dengan Ana semua masalah ini tidak akan terjadi. "
Kendra tak menjawab, dia sekarang tengah menutup wajahnya sembari terus menangis.
" Ana pasti akan baik-baik saja, aku yakin sekali. "
Jordan juga tak tahan untuk tidak mengisi sekarang ini. Melihat Kendra menangis dia juga jadi tambah sedih, tapi di lam sisi ada rasa bahagia karena akhirnya hubungannya dengan Ana sudah tidak akan di halangi lagi.
" Sekarang aku akan mulai dari beberapa titik, mencari tahu dimana ada rekaman kamera pengawas, atau dasbor. Nanti jika dua puluh empat jam dari sekarang aku belum memberikan kabar, tolong hubungi kantor polisi. " Jordan bangkit dengan segera. Memang kepergian Ana atau hilangnya baru saja beberapa waktu, tapi firasat Jordan seperti sudah sangat kuat kalau orang yang mencelakai Soraya itu pasti sudah menculiknya.
" Aku tahu aku tidak pantas mengatakan ini, tali sungguh aku minta maaf untuk semua yang terjadi ini. Aku juga belum mengerti kenapa aku menjadi target orang yang tidak aku kenal. Aku janji akan mencari Ana sampai dia di temukan, tolong jangan jatuh sakit, anda adalah orang yang paling dicintai Ana. Dia pasti akan sangat sedih melihat anda sakit nantinya. "
__ADS_1
Kendra tak menjawab, dia bahkan tak melihat Jordan yang sudah mulai undur diri dari sana. Setelah dia merasa cukup tenang, dia segera bangkit dari duduknya untuk mencari Ana ke tempat yang dia bahkan tidak tahu.
" Kak, mau kemana? "
" Mencari Ana, memang kemana lagi? " Kendra bertanya dengan tatapan sinis, yah Moana bisa mengerti perasaan Kendra saat ini. Seandainya saja dia melarang keinginan Ana untuk joging santai, mungkin semua tidak akan jadi seperti ini kan? Benar saja hatinya memang sedih mendapat tatapan seperti itu dari Kendra, tapi mengerti Kendra dan memaklumi adalah satu-satunya cara yang bisa dia lakukan saat ini.
" Aku ikut ya kak? "
" Terserah. "
Bergegas Moana mengikuti Kendra untuk masuk ke dalam mobil.
Beberapa jam setelah itu, Jordan kini tengah ikut memeriksa rekaman kamera pengawas di waktu Ana dan Moana joging. Selian Jordan masih ada tiga orang lagi yang membantunya, dan tak lama Jordan mengumpat kesal. Ternyata pria itu benar-benar sangat detail sekali sampai membelokkan kamera pengawas sehingga tidak bisa memunculkan adegan di mana Ana di culik, bahkan mobilnya yang mana saja dari sekian mobil yang lewat begitu sulit untuk di tebak.
Jordan segera merapat ke seseorang yang menemukan rekaman dimana Ana berada. Dengan seksama Jordan memperhatikan adegan dari saat Moana berbicara kepada dua orang asing, lalu tak lama datang sebuah mobil sedan berwarna hitam, sepertinya salah atau yang ada di dalam mobil bertanya sesuatu sehingga Ana agak mendekat padanya, di tarik dan tidak tahu apa lagi yang terjadi di dalam sana.
" Bajingan, sialan! " Jordan mengepalkan tangannya menahan kekesalan dan kemarahan yang begitu membara hingga terasa jika seluruh tubuhnya panas.
" Plat mobilnya tidak ada, tapi ini juga adalah bukti jadi kirimkan saja buktinya padaku. " Ucap Jordan yang langsung mendapatkan kata iya dari pria yang tengah membantunya.
__ADS_1
Setelah itu Jordan kembali ke rumahnya, tujuannya adalah untuk memberi tahu kedua orang tuanya dan meminta bantuan mereka berdua yang memiliki relasi cukup luas.
" Ibu! " Jordan dan Ayahnya segera memapah Ibunya karena hampir saja pingsan dengan tubuh lemas mendengar kabar tentang Ana di culik.
" Bagaimana ini? Kenapa lagi-lagi kita memberikan masalah untuk menantu kita dan juga keluarganya? Bagaimana kalau terjadi sesuatu dengan menantu kita? " Ibunya Jordan menangis histeris karena ingat benar jika bukan hanya Ana sekarang yang berada di dalam bahaya, melainkan cucunya juga. Padahal Ana masih sangat muda, tapi dia sedang hamil dan sekarang malah di culik.
" Maaf, Bu. Ini salahku. "
" iya! Ini memang salahmu! Kau sendiri tahu apa yang terjadi dengan wanita itu kan? Kalau sampai itu terjadi kepada Ana, Ibu benar-benar memilih untuk gantung diri saja, Jordan! "
Jordan tertunduk tak berdaya, bagaimana dia akan menghadapi kemarahan ini? Padahal kalau boleh jujur dia sekarang ini benar-benar sangat sedih, takut, kecewa dan marah dengan apa yang terjadi. Tapi bisa apa juga kalau nyatanya semua ini terjadi karena ulahnya yang juga tidak tahu apa sampai membuat seseorang tak di kenal begitu ingin membalas dendam.
" Sudahlah Bu, tidak ada orang yang menginginkan hal ini terjadi. Sekarang kita pikirkan baik-baik bagaimana caranya menemukan menantu kita. "
Ayah menatap Jordan yang kini sedang bersumpah di hadapan Ibunya. Dia menepuk bahu Jordan karena dia bisa merasakan apa yang di rasakan oleh putranya itu.
" Hubungi kakak mu, minta dia untuk pulang sebentar bersama suaminya. Ayah yakin dia bisa membantumu banyak, Ayah juga akan mulai bergerak. "
Jordan mengangguk setuju dengan cepat. Dia mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi saudarinya yah sudah hampir dua tahun tak bertemu.
__ADS_1
" Kak, tolong pulanglah sebentar, aku sangat membutuhkan bantuan mu dan kakak ipar. "
Bersambung.