
Soraya terdiam menatap Jordan yang nampak sangat berbeda dari Jordan sebelumnya. Iya, tidak menampik jik perubahan itu ada setelah pernikahannya dengan Ana terjadi, tali yang Soraya tidak menyangka adalah Jordan yah semarang ini sama sekali tidak ingin menatap matanya, dia jelas menghindari kontak mata seolah dia tidak ingin terikat atau terlibat apapun dengan Soraya.
Kemana tatapan Jordan yang penuh cinta dan selalu tertuju padanya itu? Kemana Jordan yang lembut dan penuh kasih? Ponsel yang biasanya tak pernah absen dari pesan dan telepon dari Jordan juga sudah sangat sepi. Soraya menatap raut wajah Jordan saat Jordan sedikit mengerutkan dahinya yang berkedut, dia terus mengindari tatapan Soraya tapi Soraya bisa melihatnya sekarang, sikap seperti itu adalah cara Jordan untuk menahan diri karena Jordan masih lah mencintai Soraya.
Tatapan yang tadinya amat terkejut kini berubah perlahan-lahan terlihat senang. Dia menatap lebih intens lagi wajah Jordan yang hanya terlihat dari sisi samping saja. Dia melakukan langkahnya, menggerakkan satu tangannya meraih tangan Jordan. Jordan sempat ingin menepis tangan Soraya, tali wanita itu dengan cepat menahannya, dia menggenggam erat-erat tangan Jordan, menatapnya penuh kasih Meksi Jordan masih enggan menatapnya balik.
" Jangan membohongi dirimu sendiri, Jordan. " Ucapnya berbisik di telinga Jordan. Soraya tersenyum merasa senang karena Jordan terlibat seperti akan goyah, lalu diarahkan lagi satu tangannya untuk menyentuh wajah Jordan, tali karena tak sengaja Jordan melihat satu pembantu tak sengaja juga melihat ke arahnya, dengan segera Jordan menepis tangan Soraya, menjauhkan tangan Soraya dari tangannya, lalu segera masuk ke dalam kamar. Begitu sampai di sana, Jordan segera mengunci kamarnya, dia jatuh terduduk lalu mengusap wajahnya dengan kasar. Bodoh! Kira-kira makian itu lah yang di umpat Jordan untuk dirinya sendiri.
Jelas dia mendengar suara ketukan pintu, handle kamarnya juga bergerak ke atas ke bawah sepertinya Soraya begitu berusaha untuk membuka pintunya.
" Jordan! Jordan, buka pintunya! " Ucap Soraya dari balik pintu sembari terus mengetuk pintu segera agar Jordan membukanya sebelum Kendra pulang nanti.
" Aku mohon, Soraya. Aku mohon jangan begini, aku tidak sanggup menghadapi kebencian dari banyak orang. Maaf, maafkan aku yang berubah menjadi pengecut, maaf. "
Soraya tak bisa mendengar itu, meksipun dia tahu ada suara samar-samar Jordan berbicara, sungguh dia sama sekali tidak paham apa yang di ucapkan Jordan.
" Jordan, pembantu yang tadi sudah aku peringati kok, dia janji tidak akan mengatakan apa yang dia lihat tadi. " Ucap Soraya berusaha membujuk, dan memang benar dia tadi langsung memperingati juga mengancam agar pembantu itu tidak membuka mulutnya.
__ADS_1
" Soraya, pergilah! Aku mohon, pergilah baik-baik hidup dengan suami mu. Aku memang mencintaimu, tapi aku tidak sanggup menghadapi kebencian dari semua orang. "
Soraya terdiam sebentar, suara Jordan batuan lumayan kuat jadi dia bis mendengarnya meski tak terlaku jelas.
" Kau jangan ingkar janji, Jordan! Kau harus ingat janjimu padaku, kau harus mengingat baik-baik sumpah mu itu! "
Jordan terdiam membeku dengan posisi nya sekarang ini. Sumpah itu, janji itu, semua yang terjadi di waktu itu benar-benar membuatnya terikat dengan Soraya hingga tiga tahun lamanya. Janji yang seharusnya tidak dia ucapkan, janji yang seharusnya tidak dia berikan tanpa mengetahui segalanya, semua mungkin tidak akan mejadi seperti ini.
" Jordan, aku akan segera mengajukan gugatan cerai. Secepatnya aku akan bicara dengan Kendra, kau juga harus bersiap, Jordan. Aku harus bertemu Ayah dan Ibuku dulu untuk membicarakan ini, kau harus memenuhi janjimu padaku, aku akan menunggu kabar darimu. "
Bruk!
Soraya menjatuhkan dirinya dalam posisi duduk di atas tempat tidur. Tahu, dia memang amanat memaksa, dia amat egois, tapi mau bagaiman lagi karena semua itu dia lakukan atas dasar cinta. Berulang kali mencoba untuk berpikir sehat, nyatanya hati dan pikiran nya terus tertuju kepada Jordan seorang. Salah, tahu benar jika hubungan terlarang yang ia jalani selama tiga tahun itu adalah kesalahan, tapi mau apa kalau sudah cinta yang membutakan mata dan membuat akal sehat seperti tak berfungsi?
Soraya meraih ponselnya, dia membuka galeri photo dan minat photo dan video saat bersama dengan Jordan. Mereka tampak begitu bahagia hingga dia yakin perasaan cinta dan kebahagiaan itu akan ada untuk selamanya. Soraya tersenyum melihat Jordan yang begitu nurut di arahkan untuk bergaya apa meski dia sering menolaknya.
Setelah cukup puas melihat kenangan bersama dengan Jordan, Soraya bangkit dari posisinya karena dia ingin mandi sebelum Kendra pulang nanti. Begitu dia bangkit tak sengaja kedua bola matanya melihat photo pernikahan dirinya bersama dengan Kendra. Soraya menatap betapa bahagianya momen itu untuk semua orang. Jujur awaknya dia juga menyukai Kendra, tapi karena merasa jika hubungannya dengan Kendra begitu mulus, Kendra juga sama sekali tidak pernah menunjukkan kecemburuan dengan dalih mempercayai Soraya dengan amat sangat malah membuat Soraya menginginkan sosok yang berbeda dari Kendra. Iya, dia akhirnya bisa merasakan bagaimana di cemburui dari Jordan. Dia bahagia melihat pria itu merengut kesal karena Soraya menerima panggilan dari Kendra, apalagi saat Kendra memintanya untuk segera menemuinya, Jordan benar-benar dengan jelas menunjukkan betapa cemburunya dia. Itu adalah awal dari rasa penasaran seorang Soraya karena hanya ingin merasakan bagaimana rasanya di cemburui agar dia merasa di cintai. Tapi siapa yang menyangka bahwa hubungan yang awalnya Soraya anggap sebagai selewatan saja malah akan memberikan kesan yang membuatnya tidak ingin mengakhiri semua itu begitu saja.
__ADS_1
" Kendra, maafkan aku. Aku berharap kau akan bertemu wanita yang baik setelah kita berpisah nanti. " Ucap ya sebelum dia melanjutkan langka menuju kamar mandi.
***
" Kak Kendra tidak mau mampir dulu? " Moana bertanya kepada Kendra ya g baru saja memarkirkan mobilnya di halaman rumah orang tuanya.
" Tidak usah, Moana. "
Moana memaksakan senyumnya. Sejujurnya dia ingin bertanya bagaimana hubungan Kendra dengan Soraya untuk berbosa-basi saja dan menjelaskan apakah benar apa yang dikatakan pegawai tadi. Tapi, dia juga tidak begitu berani untuk mencampuri urusan kakak iparnya dan juga kakaknya sendiri. Sebenarnya jika Moana jahat, dia bisa menggunakan ini sebagai cara untuk mendekatkan diri kepada Kendra karena dia juga sudah lama menyukai pria itu.
" Kak, maafkan untuk semua yang terjadi. " Ucap Moana begitu ia turun dari mobil. Dia tidak berani menatap Kendra, dan langsung berbalik setelah mengatakan itu.
Kendra menatap punggung Moana yang sudah semakin menjauh dan masuk ke dalam rumah tanpa menoleh lagi padanya.
" Kau tahu juga apa yang terjadi rupanya. " Kendra membuang nafasnya sebelum kembali menjalankan mobilnya.
Bersambung.
__ADS_1