Menikahi Selingkuhan Ibu

Menikahi Selingkuhan Ibu
BAB 68


__ADS_3

Setelah mendapatkan kabar kehamilan Ana, Ibunya Jordan benar-benar sangat bahagia hingga tak cukup sekali dua kali berucap syukur atas apa yang Tuhan berikan untuk keluarganya. Memang sempat terpikirkan bagaimana rumitnya rumah tangga anaknya sekarang ini, tapi bagaimanapun caranya Ibunya Jordan tetap akan membantu putranya agar bisa hidup bersama dengan istrinya.


Dia sekarang ini tengah bersiap-siap untuk ikut Jordan dan Ayahnya menemui Ana dan Ayahnya demi membicarakan soal kehamilan Ana. Tidak ada perasaan ragu di hatinya, maupun Ayah serta Jordan sendiri, mereka semua benar-benar sudah sangat yakin dengan apa yang akan mereka lakukan. Mungkin akan mendapatkan penolakan terlebih dulu, tapi apapun yang terjadi mereka tidak akan menyerah sedikitpun.


Di sisi lain, Soraya yang sudah tak bisa lagi tenang dan berpikir panjang segera mengirimkan photo Jordan dan Ana yang tadi berada di meja makan sembari bertingkah dengan manja. Mungkin memang tidak akan menguntungkan dia sama sekali, tapi rasa tidak rela untuk kehilangan Jordan membuatnya merasa penting melakukan itu sehingga kurang pemisah di antara Jordan dan Ana selalu ada. Setelah mengirimkan kepada Kendra kini hatinya bisa merasa sedikit lebih tenang.


Kendra yang kala itu sedang melihat daftar barang di mejanya mengentikan sejenak kegiatannya untuk melihat ponsel yang berbunyi menandakan ada sebuah pesan yang masuk ke ponselnya. Melihat photo Ana dan Jordan tentulah Kendra mengeryit, dia pikir itu adalah photo lama yang dikirimkan untuk membuatnya kesal, tapi minat tanggal dimana photo itu di ambil Kendra benar-benar tidak bisa menyembunyikan kekesalannya.


Baginya Ana adalah permata hati serta harta yang tidak akan bisa di dapatkan di manapun dan dibeli dengan seberapa banyak uang pun. Terlalu berati hingga dia merasa tidak rela jika putrinya menjadi pasangan seorang bajingan. Dia benar-benar tidak menginginkan atau mendambakan pria kaya raya, berpangkat, berpendidikan tinggi atau semacamnya lah, dia hanya ingin pria yang baik untuk putrinya.


" Ana, kenapa kau mengecewakan Ayah? "


Segera Kendra bangkit dari duduknya, sebenarnya Kendra ada keperluan beberapa saat lagi, tapi begitu melihat photo itu dia jadi ingin segera menemui Ana dan mencoba menanyakan bagaimana bisa dia bertemu dengan Jordan, bahkan sampai bertingkah mesra seperti pasangan yang saling mencintai.


Begitu sampai di rumah, Jordan dengan lantang memanggil nama Ana membuat Ana terperanjak kaget, dan dengan buru-buru dia berjalan untuk menghampiri Ayahnya. Untunglah meski lupa sesaat kalau dia sedang hamil dia bisa berjalan dengan baik dan tidak terjatuh.


" Ayah, ada apa? " Tanya Ana sedikit gugup dan juga terlihat takut. Dia sebenarnya ingin sekali bertingkah seperti biasanya, tapi mengingat jika dia memiliki kesalahan dia sungguh tidak mampu untuk melakukan kepura-puraan itu.

__ADS_1


Kendra menatap Ana dengan tatapan kecewa, matanya memerah bukan karena dia marah, tapi karena dia kecewa dengan Ana. Haruskah Ana bertingkah seperti itu saat bersama Jordan? Apakah Ana tidak tahu betapa sakitnya dia melihat Ana bersama Jordan yang dengan jelas dia tahu bagaimana bisa Ana menikahi Jordan? Kendra seolah terus membenci dirinya karena dia juga merasa kalau Ana Melakukan semua itu karena dirinya, demi untuk membuat Soraya tetap bersamanya.


" Kenapa kau melakukan itu, Ana? Kenapa kau menemui Jordan? Bukankah sudah Ayah katakan untuk menjauhi pria itu? "


Ana tertunduk, di mengigit bibir bawahnya karena merasa tak kuat melihat tatapan Ayahnya yang seolah memperlihatkan betapa sakit dan kecewanya dia atas apa yang Ana lakukan.


" Banyak pria yang bisa mencintaimu dengan tulus, banyak pria yang pasti memiliki keteguhan dan moral yang baik, kenapa kau malah menemui pria itu lagi? Apa kau merasa begitu terikat dengan pernikahan kalian yang sedang Ayah usahakan untuk kalian segera bercerai? " Kendra menatap semakin dalam, rasanya benar-benar kecewa sekali kalau saja sampai Ana mencintai Jordan. Memang Jordan adalah orang yang lahir di keluarga kaya, memiliki paras yang sudah perlu diragukan lagi, dia juga memiliki perawakan yang gagah. Tapi apakah sebegitu penting yang namanya uang, dan juga tampilan fisik?


" Ana, cobalah untuk paham perasaan Ayah. Ayah tidak bisa menerima Jordan buka karena pengkhianatan yang sudah dia lakukan. Tapi Ayah tidak bisa menerima dia, Ayah membenci dia karena dia sudah masuk ke dalam hidupmu, membuat masa muda mu menjadi terkontaminasi oleh permasalahan pelik dan menjijikan ini. Kau jelas pantas mendapatkan pria yang memiliki moral baik. Ayah tidak akan bisa menerimanya, Ana. Tidak bisa, dia pernah menjadi selingkuhan istri orang, jelas nanti dia akan menginginkan itu lagi saat rasa bosan dalam hubungan rumah tangga mulai di rasa. "


" Ayah, se sebenarnya, sebenarnya aku, aku hamil, Ayah. "


Kendra membeku beberapa detik dengan tatapan yang sangat jelas kalau dia begitu terkejut, setelah beberapa detik dia memegangi dadanya yang seperti kesakitan karena terkejut.


" Ayah! " Ana memandangi Ayahnya sembari menangis, pasti sangat sulit bagi Ayahnya untuk bisa menerima semua ini, padahal dia benar-benar ingin menghilangkan Soraya dan Jordan dalam hidupnya, tapi dengan kehamilan Ana tentu saja akan sulit baginya.


" Ana, kau membohongi Ayah saat akan menikah dengan Jordan dulu. Kau bilang kau hamil jadi aku menyetujui pernikahan mu, apakah kau sekarang berbohong pada Ayah untuk pria bajingan itu? " Tanya Kendra sembari mengatur nafasnya yang tersengal karena syok berat yang ia rasakan.

__ADS_1


Ana menggeleng lemah dengan tatapan kelu. Kehamilan ini tentu saja adalah hal baik sebenarnya, tapi dala kondisi sekarang tentu akan menjadi beban tersendiri untuk Ayahnya dan Ana paham benar tentang itu. Kalau mau bagaimana lagi karena dia juga tidak bisa mengatakan tidak untuk calon anaknya yang sudah mulai tumbuh di perutnya.


" Katakan, apakah kau berbohong lagi? " Kendra menatap Ana semakin dalam dan terlihat menyelidik.


" Aku benar-benar hamil, Ayah. Tadi aku dan Jordan sudah memastikan dan memeriksanya ke rumah sakit. "


Jordan terduduk lemah di sofa duduk, sebentar pandanganya sempat kosong hingga suara Isak tangis Ana membuatnya tersadar lalu menatap Ana dengan begitu serius.


" Tidak masalah, anak mu juga adalah cucu Ayah kan? Tentu saja itu adalah berkah untuk kita. "


Ana menatap Ayahnya dengan tatapan yang terlihat lega.


" Ayah akan merawat mu baik-baik, mari kita besarkan anak mu bersama-sama tanpa bajingan itu. "


Ana terdiam dengan tatapan terkejut.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2